bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Bertanam dan berkebun di pot saja
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Tabulam pot belimbing atau jeruk berbuah lebat menghias halaman depan rumah Anda? Itu sih biasa. Coba kalau yang hadir adalah dragon fruit, arbei, atau salak di dalam pot. Halaman rumah p as t i tampil berbeda. Tabulampot belimbing, jeruk, mangga, jambu air, kedondong, dan sawo sudah terlalu lazim ditemukan di nurseri-nurseri penangkar. Kehadiran mereka kerap mendominasi anjungan tanaman buah di pameran- pameran karena mudah dibuahkan. Wajar kalau sebagian hobiis berujar, “Bosan. tanamannya itu-itu saja.” Lain halnya kalau tabulampot jenis baru yang ditawarkan. Lihat saja anggur- anggur dalam pot di nurseri Markus Amin di Pondokrajeg, Depok. Berapa pun jumlah yang dipajang ludes diserbu pembeli. Padahal bibit yang diboyong dari Kediri itu baru belajar berbuah. Maklum saja, anggur biasanya ditumbuhkan merambat pada pergola di atas tanah. Penjualan tabulampot salak di gerai milik Sa’adih di Cibinong dan Malwin ‘Sil Kolekton« :i run tak kalah kencang. HUB ai ix di dalam pot memang i: aemrik.

Mempercantik halaman rumah Ang kiet untuk Imlek rumah-rumah pasti tampil lebih elegan bila ada tabulampot buah naga berbuah lebat di halaman,” tutur Subijanto. Buktinya baru sekali berbuah, sudah datang seorang kolektor menawar Rp3-juta. Tabulampot dragon fruit memang layak jadi pilihan. Ia cocok dikoleksi di ataran tinggi maupun rendah. “Yang penting suhu tidak lebih rendah dari 10°C dan mendapat sinar matahari cukup. Kalau f bisa sepanjang hari lebih bagus,” lanjut l’ ayah 2 anak itu. Tanaman tidak rewel dan £ mudah dibuahkan. Ukuran buah tak sebesar penanaman di lahan tapi cukup marak. Satu pohon digelayuti 7 buah berwarna merahYang tak kalah menarik tabulampot arbei milik Rio Hendra, penangkar di lokasi rekreasi Selekta, Batu. Tanaman setinggi 50 cm di pot 15 cm itu sarat buah. Di antara daun bertepi bergerigi menyembul sekitar 90 buah. Yang matang ungu kehitaman. Menjelang matang merah muda; muda, merah kehijauan. Keistimewaannya, ia tak putus berbuah.

Durian pot
Pilihan lain adalah tabulampot apel. Tanaman khas daerah subtropis itu banyak di kebunkan di Batu. Bermula dari penyediaan bibit, Muhammad Zainul Chozin merintis pembuatan tabulampot apel. Trubus melihat manalagi berumur 6 bulan digelayuti buah berwarna hijau muda. Itu indikasi buah masih muda. Sayang, seperti arbei, apel hanya cocok untuk dataran tinggi. Tabulampot koleksi Sri Hono di Solo—1 m dpi—mogok berbuah. Pertumbuhan tanaman pun kelihatan terhenti. Yang juga masih jarang ditabulampot- kan adalah duwet putih. Ia memang termasuk pelit memamerkan buah. Wajar kalau akhimya Syzygium cummini berbuah lebat setinggi 1 m milik Markus Amin diboyong pembeli Rp500.000. “Sebenarnya paling istimewa kalau bisa menghadirkan tabulampot durian,” tutur alumnus SPMA Jakarta itu. Para penangkar sepakat durian paling sulit ditabulampotkan. Sampai sekarang belum ada yang berhasil membuahkan hingga besar. Begitu buah seukuran bola pingpong biasanya rontok. Jenis baru Selain tabulampot tak lazim, varietas baru “senjata” penangkar memikat hobiis. Dua jeruk hias koleksi terbaru Metro Hortikultura di Brigjen Katamso, Medan, laris manis dibeli hobiis. Ang kiet seukuran bola pingpong digemari karena wama atraktif kuning kemerahan. Kulit jeruk imlek itu pun enak dimakan seperti nagami. Namun, pong kiet berbuah mirip keprok mini-lah yang paling banyak dicari. Pasalnya, buah kuning terang itu tahan lama. “Setelah setahun di pohon baru rontok,” ujar A Siong, pengelola Metro Hortikultura.
Dompolan di pot tampil menarik
Uniknya, si masam itu berubah warna menjadi hitam bila dipegang. Debu yang jatuh di permukaan kulit menyebabkan benjolan di sekujur buah. Wahidin, penangkar di Kebonpala, Jakarta Timur, juga mengandalkan varietas baru. Terbukti tabulampot jambu batu kapas dan pir menyedot perhatian pengunjung pameran Flora dan Fauna di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pertengahan 2002. Sosoknya yang jumbo membuat penampilan prima.

Mogok berbuah
Tabulampot jenis-jenis lazim—| mangga, jambu air, jeruk, belimbing—] berpenampilan istimewa pun tetag diminati. Sepuluh pot irwin di lantai atas kediaman Tjahyono Irwan Eko c Kembangan, Jakarta Barat, selalu jad/ pusat perhatian para pejalan. Puluhan buai merah keunguan beragam ukura.: menyembul di antara hijaunya daur. Apalagi buah hampir tak mengenal musin ditandai bunga yang selalu muncul. Padahal, mangga asai Australia itul biasanya malas berbuah. “Dia mir:r arumanis yang cuma sekali berbuah dalar setahun,” tutur hobiis tanaman hias da: buah itu. Pada awai penanaman pun irw: sempat mogok berbuah selama 2 tahun. Jenis dan waktu pemupukan ternyata kunca keberhasilan Tjahyono membuahkan.I Kunci sama dipakai Markus untuk melebatkan jambu air sukaluyu. Ratusan buah merah muda bersaput putih seperti menutup daun-daun yang hijau. Jadi, ingin halaman rumah Anda tampi! berbeda? Kehadiran tabulampot- tabulampot istimewa-lah jawabannya.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Bertanam dan berkebun di pot saja

SEHAT DENGAN HERBAK DIUSIA TUA

Kiat budidaya kamboja bali

JERUK ANDALAN KOTA KETIGA TERBESAR DI KAMBOJA

Jamur kayu merupakan salah satu jamur edible (dapat dimakan) yang banyak dikonsumsi masyarakat luas,

Buah naga yang merah dan kuning