bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Beternak ayam kedu dan kampung susah – suah mudah
Filed: Blog
Advertisement
loading...

ayamkedu

Beternak ayam kedu susah – susah gampang, ayam kedu berumur 2 bulan antaranya adalah Tunas Muda (Desa Plaosan Kecamatan Cluwak Kabu paten Pati) Sido Makmur (Desa Geneng Ado! Kecamatan Torah Kabupaten Grobogan) Buras Sakti (Desa Palou Kecamatan Jepon Kabupaten Blora) Sido Makmur (Desa Belik. Kecamatan Belik Kabupaten Pernalang) yang pemah meraih juara II Lomba Kelompok Tani Ternak Tingkat Propinsi 1985 dan Sidorejo (De sa Trengguli Kecamatan Bangsri Ka bupaten Jepara).

Dan menurut Purwanto dad Bagian Penyuluhan Dinas Peternakan Tingkat I Propinsi Jateng populasi ayam kampung di Jawa Te ngah tercatat ada 23.891.988 ekor pada tahun 1985. Jumlah ini berlipat kali lebih banyak clibanding ayam ras broiler yang cuma 143.317 ekor dan ayam ras petelur yang sebanyak 4.063.747 ekor. Pemeliharaan ayam kampung secara semi intensif juga mulai banyak dilakukan orang di daerah Sumatera Barat dan Lampung. Di Sumatera Barat usaha ini mulai dijalankan oleh Kelompok Peternak Ayam Buras Gelanggang di Desa Kampung Dalam Batihbatih Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman.

Menurut Bachtiar Syam (Ketua Kelompok) setiap anggota kelompok memiliki ayam antara 100250 ekor. Dan i 42 anggota resmi yang tercatat kelompoknya kini memiliki ayam piaraan sebanyak 5.424 ekor. Dad hash l penjualan telur dan ayam selama tahun 1985 Bachtiar Syam bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp. 1.021.00000. Sedang untuk tahun 1986 tiap bulannya bisa mendapatkan uang Rp. 75.00000 sampai Rp. 150.00000 per bulan. Soalnya ia lebih banyak menjual ayam sebagai Atas Anak ayam dipelihara terpisah di kandang pembesaran. Tengah Tempat ransum ayam kampung agar tidak banyak makanan tercecer. Bawah Bachtiar Syam dengan ayam piaraannya. bibit daripada ayam dan telur seba konsumsi. Usaha yang sama juga berke bang pesat di Lampung. oleh UB (Usaha Bersama) Sinar rapan di Desa Sukaraja Nuban Ke matan Sukadana Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung. lompok petemak ayam buras ini hdiri sejak bulan September 1983 c prestasinya ia berhasil meraih terpilih sebagai juara I Lomba kelompok Tani Ternak Ayam Bu Tingkat Nasional Tahun 1986 Lampung (Lihat halaman 86 — Jenis ayam kampung yang dikerrbangkan adalah ayam lokal setempat.

Tapi untuk meningkatkan hasil kini sudah mulai disilangkan dengan pejantan ayam ras. Terutama pejantar Harco. Alasannya keturunan yang diperoleh mirip sekali dengan ayarn kampung ash dan pertumbuhannya lebih cepat dari ayam kampung ash. Menurut Y. Sadino (wakil ketua kelompok) sebagai ayam potong ayam hasil ternaknya dijual setelah berumur 56 bulan. Ayam muda ini beratnya antara 12515 kg dan perki lonya dijual seharga Rp. 1.50000— Rp. 2.20000. Tapi kemudian setelah dikalkulasi dalam rapat kelompok bulan September 1986 penjualan te lur lebih menguntungkan.

Jadi lebih baik dijual sebagai telur konsumsi atau bibit saja. Harga Daging Ayam Kampung Relatif Tinggi harga ayam kampung relatif Hstabil per kg Rp. 1.80000— Rp. 1.90000 bobot hidup. Sedang yang telah bersih (sudah di potong dan dibersihkan bulu serta isi perutnya) berkisar sekitar Rp. 2.20000 per kg di Pasar Wage Purwokerto. Ini adalah penjualan dari pedagang ke konsumen ! ujar Kunang pedagang ayam kampung yang rumahnya di J1. Pancurawis Gang Lapang III no. 16 Purwokerto Kidul. Keluarganya telah 30 tahun menekuni jual bell ayam. Se lain melayani konsumen yang ada di Purwokerto pedagang ini setiap harinya juga rajin mengirim ayam kampung ke Jakarta. Di Purwokerto pelanggan Ku nang terdiri dari pedagang mi sate dan soto. Minimal per pedagang membutuhkan 1213 ekor ayam kampung per harinya.

Tukang sate dan ml menyukai ayam betina muda sedang tukang soto lebih menyukai ayam jago dengan bobot hidup sekitar 3 kg. Tapi untuk dikirim ke Jakarta paling banyak berupa ayam tanggung berbobot antara 115 kg. Ayam muda ini seratserat dagingnya masih empuk dan paling cocok untuk digoreng. Setiap harinya dari kota Purwokerto ratarata dikirim 2 truk ayam kampung ke Jakarta. Per truk memuat 60 keranjang yang masingmasing berisi 36 ekor ayam kampung. Harga ayam kampung yang cukup tinggi juga diakui oleh Bu Paimo alias Bu Warni pedagang ayam di Pasar Wetan—Delanggu. Harga ayam kampung berbobot 15 kg berkisar antara Rp. 3.00000—Rp. 3.50000 dan ini jauh lebih mahal dibanding ayam Harco afkiran yang bobotnya sekitar 3 kg cuma Rp. 3.00000. Tingginya harga disebabkan ayam kampung sudah sulit diperoleh. Lebihlebih dengan adanya panenan padi yang gagal beberapa bulan lalu. Ayam kampung yang terkumpul di daerah Delanggu kebanyakan dikirim ke pedagang ayam di Pasar Gading—Solo. Selanjutnya masuk restoran diantaranya ke Mbok Berek dan Madukara. Ayam kampung masuk restoran juga berlaku di Lampung. Rumah makan Moro Seneng di J1. Diponegoro Bandar Lampung setiap harinya mampu menjual 200300 ekor ayam kampung yang dimasak sebagai ayam goreng kalasan. Walau harga yang dijual cukup tinggi tapi banyak konsumen menggemari. Alasannya daging ayam kampung enak dan keras tapi tidak alot. Sedang daging ayam broiler ukurannya terlalu besar lunak dan banyak lemak.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags:

Related Post Beternak ayam kedu dan kampung susah – suah mudah

BERBAGAI MACAM CORAK LOU HAN

Empon empon dan Garut di Sragen

Serangan Jantung dan Pelayanan Jantung

Cara Budidaya Cabe Merah

Menggiurkan Bisnis Basah Nata Kelapa