Home » Blog » Bougenvile
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Bougenvile Bougenvillea glabra koleksi Wahjudi D ISutomo di Surabaya, Jawa Timur, itu begitu memika’ | Bonsai setinggi 92 cm itu bagaikan mandi kembare f lantaran ratusan bunga berwarna ungu menutupi hampir seluruh kanopi pohon. Sosok anggota famili Nyctaginaceae itu Landasil dan Gandapan Untuk menyehatkan dan mencukupi hara tanaman lewat daun. Para Kampiun di Waterloo terlihat elok dan proporsional. “Nah, dua ‘ sebelum kontes cukup lakukan pemot menggunakan katalis dan sikat gigi haL Kebersihan dan kesesuaian pot tanam: juga harus diperhatikan. Adenium pun kontes,” tutur Zulkarnain. Hasilnya, ra chin pandok mendapat gelar terbaik sete. mengalahkan 9 pesaingnya.

Kematangan
Pesaing terberatnya adalah adeniL koleksi Daun Putih dari Bekasi, Jawa Ban Juara satu di kelas arabicum besar sempat digadang-gadang sebagai in show. Sayang, kehadiran kawat melingkar di percabangan mengurangi dari kriteria penampilan dan kematanj ‘itu tanda tanaman belum cukup mat untuk ikut kontes. Padahal penampilanr tak kalah elok dengan peraih best in shc ujar Agustinus. Kontes yang mengusung ter “Mendorong Kebangkitan Adenium Tanaman Hias Indonesia” itu diikuti oleh peserta dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi. “Saattren tanaman hias lesu, jumfc itu sudah luar biasa,” kata Dr Solikin Juhro, ketua Himpunan Petani dan Pencr Adenium (HPPA). “Kami juga ingin agargai’ para petani dalam merawat dan menar adenium tetap konsisten,” tutur HM Lukn F Rais, ketua kontes. Best in show kontes adenium, ra chinee pandok tampil maksimal dan matang v Juara I bunga kompak, bunga merata memenuhi tajuk Dua kali datang, dua kali menang. R a chinee pandok (RCN) milik pehobi di Jakarta, Zulkarnain, itu memang luar biasa. Pada kontes di Pameran Flora dan Fauna, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, (1 Juli 2012) adenium itu meraih gelar best in show. Sebelumnya pada kontes adenium nasional di Bekasi, Jawa Barat, akhir April 2012, ia juga meraih gelar serupa. “RCN kuat di semua kriteria penilaian terutama kematangan,” ujar juri dari Surabaya, Jawa Timur, Agustinus.

Bukti karakter RCN itu kuat, adalah hadirnya bunga. Sebab, bunga RCN spesifik dan berbeda dengan bunga adenium dari jenis lain. Itu sebabnya penampilannya kali
ini lebih bagus dibandingkan saat kontes di Bekasi. Pujian juga terlontar dari ketua dewan juri, Gunariyanto, ‘Tanaman terlihat lebih siap kontes dibandingkan peserta lain, misalnya tidak adanya alat bantu seperti kawat.” Ra chinee pandok itu memang pantas menjadi jawara. Pasalnya, sang empunya, Zulkarnain dari Nurseri Nurma Bonsai mempersiapkan penampilan klangenannya 2 bulan sebelum kontes. Setiap hari Zulkarnain memutar posisi tanaman agar semua sisi terkena sinar matahari, la pun memberikan hara berupa pupukdaun, akar, dan bunga. “Supaya saat kontes performa tanaman maksimal,” tutur Zulkarnain. la juga memangkas dan membentuk percabangan tanaman gurun itu agar Seiring meningkatnya animo masyarakat terhadap tanaman variegata, panitia tak tanggung-tanggung membuka hingga 5 kelas sekaligus. “Semua ukuran variegata ada. Yang teramai di kelas variegata madya,” ujar Taufik. Kecantikan lidah naga belang memang tak ada matinya. Sansevieria ‘Uganda Silver’ koleksi Depok Sansevieria Community (Desacom), misalnya, meraih peringkat pertama di kelas variegata round leaf utama. “Walau warna tak terlalu ngejreng, corak striata bagus. Lagi pula tanaman itu langka,” tutur Taufik. “Bila ada sansevieria yang sama- sama menarik, faktor kelangkaan memang menjadi salah satu pertimbangan,” ujar Ahmad Hari, juri dari Surabaya. Komunitas baru itu juga meraih jawara pada 3 kelas variegata lain, flat leaf utama, flat leaf madya, dan round leaf madya. Di kategori utama kelas round leaf tunggal sansevieria “Doris Pfennig” koleksi Edi Sebayang, kolektor di Tangerang, Provinsi Banten, berhasil meraih takhta tertinggi. “Tanaman sudah mencapai puncak performance,” ujar Taufik.

Menurut juri asai Surabaya, Sapto Nugroho, penampilan Sansevieria pfisteri di posisi kedua sebenarnya sama elok, tapi dari segi komposisi dan kematangan doris menang mutlak. “Sansevieria jenis doris pfennig berukuran besar jarang dijumpai di pasaran. Lagipula pertumbuhan tanaman konsisten karena tidak ditemui masa stres,” kata Ahmad Hari. Wajar bila ketiga juri memuji kelihaian sang empunya karena mampu menjaga penampilan tanaman tetap prima. Penampilan tak kalah elok di kategori utama juga dijumpai pada kelas flat leaf tunggal dan majemuk. Sansevieria silver blue koleksi H Shohifin tampak memukau. “Susunan daun roset dengan ‘irama’ enak dipandang. Sejatinya jenis itu pertumbuhannya agak ngelancir ke atas,” tutur Taufik. Pesaingnya ialah dua hibrida cantik koleksi Soeyatno Subekti asai Temanggung, Jawa Tengah.

Doris pfennig, jawara utama round leaf tunggal, sansevieria sudah mencapai puncak performance Juara utama variegata kelas flat leaf, variegata ngejreng dan tegas Uganda silver, juara 1 utama flat leaf, susunan daun roset Foto-foto: Tri Istianingsih Para pemilik aglaonema juara dan anggota PAGI dalam “Gatot Purwoko Award” Gatot Purwoko Ajang Flora dan Fauna kian ramai kala Perhimpunan Aglaonema Indonesia (PAGI) menyelenggarakan lomba adu cantik aglaonema pada 15 Juli 2012. “Kontes kali ini untuk mengenang mendiang Capt. Gatot Purwoko, seorang tokoh aglaonema Indonesia,” tutur juri asai Jakarta dan anggota PAGI, Rishal M Luthan. Gatot Purwoko meninggal dunia dalam musibah pesawat Sukhoi di Gunung Salak, Kabupaten Bogor. Sekitar 40 aglaonema asai Jakarta, Bogor, dan Tangerang, ikut menyemarakkan

Hot lady, juara I kategorijuvenil, warna merah mendominasi dengan susunan daun utuh
kontes yang memperebutkan Gatot Purwoko Award. Kontes terbagi dalam dua kelas, juvenil dan tunggal. Di kelas juvenil hot lady koleksi Choky Simanjuntak asai Jakarta Timur berhasil mendapat peringkat pertama mengalahkan 17 aglaonema lain. “Warna merah hot lady mendominasi dan susunan daunnya juga utuh,” kata Moes Mustadir, juri dari Sulawesi Selatan. Sementara juara kedua dan ketiga adalah aglaonema lipstik pink koleksi Indri Greg Hambali (Bogor) dan big leaf milik Nurseri Ayu dari Jakarta. Sri rejeki yang masuk kelas juvenil, yaitu aglaonema yang memiliki 10 daun terbuka dengan daun ke-11 masih menggulung. Sementara di kelas tunggal-aglaonema yang memiliki lebih dari 11daun-little lemon milik Henry Biantoro, hobiis di Cilandak, Jakarta Selatan, meraih posisi teratas. Ketiga juri—Rishal M Luthan, Moes Mustadir, dan Faries Al Haji (Qatar) juga menobatkan little lemon sebagai best p erformance aglaonema. “Amazing, daunnya bisa mencapai 25 helai. Padahal, little lemon termasuk kategori sulit dirawat,” tutur Rishal. Menurut Mustadir warnanya juga sangat maksimal (putih gading). Kontes adu cantik aglaonema itu ditutup dengan penyerahan tropi kepada keluarga almarhum Gatot Purwoko. Santigi Nun di Cirebon, Jawa Barat, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Cirebon menyelenggarakan kontes dan ekshibisi bertajuk “Geliat Bonsai Cirebon.

Kelas Pemilik/Asai Total Nilai
RCN Besar Zainudin (Nurma Bonsai)*/Jakarta 83,92
RCN Kecil Gunawan (ASP)/Tangerang 82,75
Arabicum Besar Daun Putih/Bekasi 83,83
Arabicum Kecil Gunawan (Daun Putih)/Bekasi 82,42
Thai Soco Besar M Fatah/Bekasi 81,50
Thai Soco Kecil Fatih (Daun Putih)/Bekasi 81,75
Gaya Bonsai Besar Hazida/Bekasi 82,00
Gaya Bonsai Kecil Oasis Sentul Nursery/Jakarta 82,08
Mame Pandi Baskoro/Tangerang 81,92
Free Style M Fatah/Bekasi 81,75
Total Performance M Fatah/Bekasi 82,00
Bunga Kompak Oasis Sentul Nursery/Jakarta 82,32
Unik Alami Angguan/Jakarta 82,52
Unik Kreasi M Fatah/Bekasi 82,12
Kristata Tora/Bekasi   82,00
Bonggol Emas M Fatah/Bekasi 81,92
Prospek Tora/Bekasi   82,00
Best in Show Khusus Angguan/Jakarta 82,52
Keterangan: *Best in show      
Lidah Naga Terelok Lapangan Banteng    
Kategori Kelas Pemilik/Asal Nilai
  Round Leaf Majemuk TSC/Tangerang 186
Utama Round LeafTunggal TSC/Tangerang 186
  Flat LeafTunggal Majemuk H Shohifin/Temanggung 185
Madya Round LeafTunggal Budi (MSC)/Jakarta 177
Prnc Round LeafTunggal Andrew/Jakarta 181
n vjspcrK Flat LeafTunggal Anka Siau 177
  Flat Leaf Utama Desacom/Depok 194
  Flat Leaf Madya Desacom/Depok 189
Variegata Round Leaf Utama Desacom/Depok 200
  Round Leaf Madya Desacom/Depok 196
      191
Mini Size     178
     
Kategori Juara Jenis Tanaman Pemilik/Asal Nilai
Tunggal 1 Little Lemon Henry Biantoro/Jakarta Small
  2 Adelia Indri Greg Hambali/Bogor  
  3 Big Mama Yendi Septifiyand i/Jakarta Aglaonema Terbaik “Gatot Purwoko Award”  
Juvenil 1 Hot Lady Choky Simanjuntak/Jakarta 87,42
  2 Lipstik Pink Indri Greg Hambali/Bogor 86,00
  3 Big Leaf Ayu nurseri/Jakarta 82,67
“The Best” Bonsai di Kota Udang    
Kategori Juara Jenis Tanaman Pemilik/Asal Ukuran
  1 Santigi Safrudin/Majalengka Besar
Madya 2 Serut Iman Harisman/Kuningan Sedang
  3 Sakura Purwo/Cirebon Besar
  1 Cemara Udang Kid i/Jakarta Besar
Regional 2 Sancang H. Apip/Tasikmalaya Sedang
  3 Santigi H. Karim/Kendal Sedang
  1 Cemara udang Purwo/Cirebon Sedang
Prospek 2 Asam Saraf Waslim/Cirebon Sedang
  3 Mirten Wawan/Cirebon Kecil
shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja

Related Post Bougenvile

Budidaya Kemangi di Kedung Ombo

KONDISI POTENSI PETERNAKAN SRAGEN JATENG

Jamur kayu merupakan salah satu jamur edible (dapat dimakan) yang banyak dikonsumsi masyarakat luas,

Harga Produk Eceran Herbal

BEBAS PILIH ATAS I RADIKAL BEBAS