bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Budidaya cabai termakan virus
Filed: Blog
Advertisement
loading...

BUDIDAYA TANAMAN CABAI MERAH

Virus Danny 75% Cabal Amblas Aloysius Fransiskus Kushianto geram pada dini sendiri. Penyebabnya sekilo cabai hot chili produksinya selalu dihargai Rp1.000 lebih rendah ketimbang hot beauty. Ia membudidayakan hot chili secara intensif seluas 35 ha di Panti Jember. Jarak tanam 60 cm x 60 cm. Produksinya dikirim ke Pasar Induk Caringin Bandung. Hot chili cabai introduksi dari Taiwan. Buahnya ramping berkulit halus dan berdaging buah tebal. Sosoknya lebih besar ketimbang hot beauty tetapi tak tahan lama. Pada musim hujan banyak buah pecah. “Secara genetis ia memang gampang pecah” ujar konsultan cabai Jr Final Prajnanta. Jr Yos Sutiyoso menyebut pecah buah sebagai bedah jahitan. Penyebabnya menurut pekebun cabai itu lantaran setelah pemupukan electro conductivity (EC) tanah meningkat.

Pupuk yang terserap buah cabai pun menjadi pekat sehingga (EC) ikut meningkat pula. Begitu hujan turun pecahiah buah. Waktu tempuh yang lama juga penyebab hot chili lebih rentan rusak “Mungkin kandungan airnya terlampau banyak” ujar Kushianto. Ia begitu penasaran dengan buruknya mutu hot chili. Haisol Suatu hari ayah dari Kevin dan Rosa line itu menemukan brosur pupuk Haisol di sebuah balai penelitian. Isinya kehebatan pupuk buatan Israel yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas melon. Di negeri zionis itu Haisol mampu mengatrol produksi melon hingga 60 ton per ha. Tentu saja ia tak bisa menemukan Haisol di Indonesia. Namun isi 84 Hot chili berkulit relatif tebal gampang rusak ternyata bisa diperba Kuncinya: atur pemupukan. Hasilnya. chili tahan lebih lama dan harga terkerek naik.

brosur lusuh itu menjadi inspirasi baginya untuk menera pada cabai. Setelah pupuk kandang ditaburkan Kush: memberikan pupuk dasar ramuannya NPK 13:13:13. la menambahkan Boron dan KNO3 Boron menghaluskar buah sementara KNO3meningkatkan mutu buah. Tiga puluh hari setelah pindah tanam cairan berkomposisi 12:6:18 diinjeksikan dengan alat kocor (Baca Alat Kocor Pupuk Trubus Juni 1999). “Setiap butuh sekitar 10 g” papar pehobi bebrburu babi hutan Pada umur 60 hari pupuk dengan komposisi 1= kembali diinjeksikan. Jatah setiap tanaman 10 g. Penat: berikutnya pada umur 90 hari-10 hari setelah perdana—berkomposisi 18:15:20. Panen berikutnya 4 hari hingga 38-47kali. Kadang-kadang Kushianto membiarkan menggantung di cabang hingga sembilan hari hanya menanti harga tinggi. Begitu harga bagus —sedang tingginya—barulah dipetik. Walau bertahan sembilar cabang “Cabai saya tetap segar tidak kempis lagi”

Kalium tinggi Kadar kalium pupuk susulan ketiga berkomposisi 1 memang ditingkatkan. “Agar tanaman kuat k menyangga buah cukup banyak. Saya yakin dengan tinggi ketahanannya bagus” kata jebolan Akadem Pelayaran Jakarta in Sebab itu tanaman juga berbatang kuat. Sehingga tanaman kokoh dan tak gar rehab walau sarat buah. Pemberian pupuk pada siang atau sore hari. Perc berikutnya setiap 30 hari dengan komposisi 18:15:20 panen terakhir. Porsi setiap tanaman 20 g. Denga pemupukan seperti itu produktivitas berkisar 13 kg tanaman.

Peningkatan harga senantiasa mengikuti perbaikar Pada 1998 harga hot chili produksinya mencapai R: per kg. Semula Cuma laku Rp3.500. Tentu saja hot beauty walau cuma selisih Rp1.000 per kilo. Di Caringin hot chili produksinya dikenal dengar_ cabai jember. Tak sampai sejam setelah tiba di pas cabai itu tandas diborong para pedagang. Pemupukan yang tepat akan memperbaiki mutu Ramu NPK Sendiri Demupukan dengan pupuk majemuk NPK komposisi khusus banyak dilakukan. A.F. Kushianto misalnya mengaplikasikan pupuk majemuk NPK 13-13-13 12-6-18 dan 18-15-20 untuk cabai. Padahal di pasaran NPK dengan komposisi khusus seperti itu tidak akan ditemui. Lalu bagaimana cara mendapatkannya? Untuk memperoleh NPK dengan komposisi khusus petani barns meramu sendiri. Sebagai sumber N dipakai Urea yang mengandung 46% N atau ZA (21% N). TSP (46% P205 atau SP-36 (36% P205) sebagai sumber P. Sedangkan untuk sumber K biasanya memanfaatkan KC1 (60% 1(20) atau ZK (50% 1(20). Komposisi pemupukan ala Kushianto 12-6-18 sebanyak 10 g/tanaman. Populasi 15.000 tanaman membutuhkan 150 kg NPK 12-6-18. Bagaimana meramu NPK yang dimaksud dengan bahan urea SP-36 dan KCL? NPK 12-6-18 mengandung 12% N 6% P205 dan 18%1(20. Berarti di dalam 150 kg NPK 12-6-18 terdapat 12% x 150 kg atau 18 kg N 9kg P205 dan 27 kg K20. Dengan demikian dari Urea Sp-36 dan KC1 yang tersedia kita harus mendapatkan 18 kg N 9 kg P205 dan 27 kg 1(20. Berapa jumlah pupuk-pupuk tersebut harus kita pakai? Karena Urea mengandung 46% N untuk mendapatkan 18 kg N dari bahan urea kita memerlukan 100/46 x 18 kg atau 39 kg. SP-36 diperlukan sebanyak 100/36 x 9 kg atau 25 kg. Sedangkan KC1 diperlukan sebanyak 100/60 x 27 kg atau 45 kg. (Fendy Ruspandy Paimin) Menurut pakar cabai Jr Final Prajnata “Tingginya kalium mampu menekan prevalensi pecahnya buah. Kalium memang antara lain untuk penampilan cabai misalnya mulus nan tahan penyakit.” Selain itu curah hujan relatif rendah di Jember juga memberikan andil bagi mulusnya cabai. (Sardhi Duryatmo)

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Budidaya cabai termakan virus

Kunci sukses beternak ayam kampung

Berbagai jaringan ikan hias

Tetap Sehat Sepanjang Hari

Buah Nanas Idaman dari Kota Hujan

Percobaan Jagung di Kedung Ombo Masih Memberikan Hasil Yang Berarti