bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Budidaya laron
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Hingga hari ini memang belum seorang pun yang membudidayakan laron. Namun menurut Mereka dikelompokkan dalam 3 jenis. Rayap tanah seperti Macrotermes gilvus M. insperatus Odontotermes javanicus dan O. grandicep. Kelompok itu umumnya hidup di bawah permukaan tanah—sampai 1 m yang lembap. Jika hidup di atas mereka selalu membuat terowongan yang menghubungkan ke tanah. Mohammad Amir MSc peneliti Balitbang Zoologi sangat memungkinkan membudidayakan laron. Hal serupa diungkapkan Dr Sih Kahono peneliti di lembaga yang sama. “Di mana ada sumber pakan di situ memungkinkan untuk membudidayakan laron” kata doktor Ekologi Populasi alumnus Universitas Kanazawa di Jepang itu.

Laron keluar pada musim hujan atau menjelang kemarau. Namun diharapkan dengan memanipulasi kondisi lingkungan setiap saat bisa diproduksi. Ia salah satu serangga yang merupakan pakan favorit walet. Harap maklum laron kaya protein. Per 100 kg kadar protein mencapai 60%. Kadar lemak hewani juga tinggi mencapai 40%. Pertengahan Januari 2003 pada suatu pagi Trubus menyaksikan ratusan walet berputar-putar di atas gundukan tanah. Ketika didekati tampak mereka menyambar-nyambar laron. Karena semakin siang laron tak keluar dari sarang kawanan walet pergi. Namun peman- dangan serupa muncul ketika sore tiba. Ratu manja Di Indonesia terdapat 220 spesies rayap—50 di antaranya di Jawa— memungkinkan untuk dibudidayakan. Lumbung Laron Penghasil Liur Emas

Sukses beternak walet juga ditentukan ketersediaan pakan alcimi. Ia dibutuhkan untuk melatih walet menyambar pakan. Ketika dezvasa dan di lepas ke alam diharapkan walet mampu mandiri. Laron pilihan pas lantaran terbang lamban dan meninggi sehingga disukai burung penghasil liur itu. Jenis lain rayap pohon. Mereka hidup di pohon-pohon yang masih hidup. Pohon yang baru ditebang meski masih lembap bukan habitatnya. “Lama-kelamaan kelembapan pohon itu turun” ujar Mohammad Amir MSc peneliti di Balibang Zoologi. Contohnya antara lain Kalotermes dalbergie Neotermes tektonae dan N. dalbergie. Yang disebut pertama di Bogor acap dimanfaatkan sebagai umpan pancing. Masyarakat setempat menyebutnya poa. Rayap kayu kering hidup di kayu-kayu kering dan tak berhubungan dengan tanah. Beberapa jenis ini antara lain Cryptotermes kalshovni dan C. cynocephalus. Kastapada koloni rayap terdiri atas 4 macam: kasta produktif (raja ratu dan laron) kasta pekerja (rayap pekerja) dan kasta prajurit (rayap pengaman). Ratu yang berukuran lebih besar ketimbang rayap lain hanya kelapa besar memperbanyak keturunan jeninj hidupnya. yang setiap menit menghasilkan isdtar sehingga disebut egg lying machine. k re~ar-benar ratu yang dimanja.

Makan ai z ‘uapi rayap pekerja. Bahkan setelah immelur pun rayap pekerja yang asesnboyong ke area yang disebut chamber. Wajar saja kebebasan xrgerak sang ratu telah hilang. luar biasa hingga bus pandang. Sang raja cal agi. pekerj aannya cuma rer^iesraan dengan ratu. Hanya enunggu di sisi Riyap lain tidak boleh Putra mahkota Beberapa hari kemudian telur menetas —enjadi nimfa. Nimfa itulah yang berubah nenjadi 3 kasta. Namun dalam satu reriode telur hanya bermetaformosis -enjadi satu individu yang homogen. Pertama nimfa dapat menjadi rayap r-ekerja yang bertugas mencari pakan dan -nembangun sarang. Nimfa juga dapat -lenjadi kasta prajurit. Mereka mengaman- kan koloni dari gangguan pihak luar. Rahang si prajurit sangat kuat dan :>erkembang melebihi tubuh. Para satuan r*engaman itu juga mesti disuapi rayap pekerja. Terakhir nimfa menjadi laron xetika kasta pekerja dan prajuit cukup kuat. Kapan telur menjadi kasta pekerja prajurit atau laron sampai sekarang masih misteri. Menurut Amir itu diatur oleh hormon di tubuh sang ratu. Laron itulah yang kelak menjadi raja atau ratu. Seperti putra mahkota yang kelak memimpin koloni di tempat baru. Sedangkan rayap pekerja dan prajurit tak mampu bereproduksi. Kasihan mereka— baik jantan dan betina—ditakdirkan mandul. Kelangsungan hidup rayap bergantung pada laron. Sebagian laron itulah yang dijadikan sebagai pakan walet. Sementara rayap dimanfaatkan untuk campuran pakan piyik yang masih diloloh. Koloni baru Sebetulnya para laron itu terbang karena terusir dari koloni. Jika ia bertahan ratu menitahkan untuk dibunuh. Mereka keluar koloni untuk membentuk koloni baru.

Celakanya begitu keluar sarang banyak predator seperti katak dan ayam mengintai. Belum lagi laron yang mati konyol akibat terpanggang lampu. Betina yang mampu bertahan bakal meluruhkan sayap begitu menjatuhkan diri di tanah yang dinilai aman. Bersayap lalu terbang : santapan favorit wallet Ujung abdomen dinaikkan dan ketika itu menyemburkan seks feromon. Ia semacam bahan kimia untuk menarik pejantan. Laron jantan yang jatuh hati bakal mendekat dan menggigit ujung abdomen betina. Ah dunia seperti milik berdua. Mereka berjalan bersama mencari tempat aman untuk melakukan perkawinan. Siklus seperti di atas kembali terulang. Pertama telur menjadi kasta pekerja. Telur pada periode berikut menjadi prajurit. Ketika terbentuk koloni besar—10.000 individu—barulah sang ratu melahirkan laron. Setahun kemudian si laron menjadi raja atau ratu. Keturunan mereka berkewajiban memberi nafkah hingga mereka mati pada urnur 2—4 tahun.

Betennak rayap Menurut Amir kalau laron dibudidayakan untuk pakan walet menjadi lebih efiesien. Dr Sih Kahono menuturkan. kunci keberhasilan beternak rayap adalah memahami perilaku serangga itu. Tertarik membudidayakan serangga bersayap rapuh itu? Siapkan pakan terlebih dulu. Kayu yang disukai rayap antara lain kayu karet albasia pinus dan ramin. Kayu-kayu itu mengandung resin yang disukai laron. Jati Tectona grandis mengandung tektoquinon cenderung tak disukai rayap. Walau begitu bukan berarti jati aman dari incaran rayap. Rayap Neotermes tektonae malahan spesialis menggerogoti pohon jati. Ketika tanaman asal Myanmar itu belum tiba di Indonesia N. tektonae memangsa pohon nangka.

Namun saat jati berkembang pesat. rayap itu tak lagi mau menikmati pohon nangka. Anehnya di negara asal justru tak ditemukan N. tektonae. Kayu-kayu itu ditumpuk di sekitar rumah walet. Temperatur yang diinginkan rayap untuk berkembang biak berkisar 28—30°C dan kelembapan 85—90%. Untuk menjaga kelembapan siram kayu atau letakkan tumpukan kayu di dekat pepohonan. Hanya dengan perlakuan itu. menurut Amir mampu mengundang rayap. Rayap memakan kayu itu. Sebetulnya ia tak mampu mencerna kayu. Namun. diperutnya terdapat mikroba dan flagellata yang bisa menghasilkan enzim selulase. Enzim itu mengubah lignin menjadi glukose. Kedua makhluk itulah yang mencerna kayu yang dimakan rayap. Mikroba dan flagellata hanya hidup di perut rayap sehingga membentuk simbiosis. Rayap pekerja mengedarkan keduanya ke rayap lain saat menyuapi. Proses itu disebut trophallaxis. Proses peredaran lain biasanya ketika rayap nonpekerja—maaf—memakan kotoran rayap pekerja. Cara itu disebutproctodial feeding.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Budidaya laron

UBIKAYU CICURUG SALAH SATU VARIETAS UNGGUL.

BIOETANOL DI KABUPATEN LEBAK, BANTEN.

BUDIDAYA IKAN MASKOKI

BERLATIH LANGSUNG DI PABRIK ETANOL

Tips pemupukan untuk jagung hibrida