Home » Blog » BUDIDAYA TANAMAN CABAI MERAH
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Cabai merah (Capsicum annuum) termasuk famili Solanaceae dan merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki banyak manfaat bernilai ekonomi tinggi dan mempunyai prospek pasar yang bagus. Cabai selain dapat dikonsumsi segar untuk campuran bumbu masak juga dapat diawetkan misalnya dalam bentuk acar saus tepung cabai dan asinan .

 

BUDIDAYA TANAMAN CABAI MERAH

 

PERSYARATAN TUMBUH

Tanaman ini cocok dibudidayakan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi pada lahan sawah atau tegalan dengan ketinggian 0–1000 m dpl. Untuk tanah yang baik untuk pertanaman cabai adalah yang berstruktur remah atau gembur subur kaya akan bahan organik pH tanah antara 6–7. Unsur kandungan air tanah juga perlu diperhatikan, hal tersebut berhubungan dengan tempat tumbuh tanaman cabai pada sawah atau tegalan . Cabai yang dibudidayakan di sawah sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan sedangkan di tegalan ditanam pada musim Penghujan .  Pemilihan musim tanam yang tepat diharapkan pada saat pertumbuhan tanaman kandungan air sawah tidak berlebihan dan di tanah tegalan masih cukup air untuk pertumbuhan .

 

BUDIDAYA TANAMAN

1. Varietas yang dianjurkan

Varietas yang dapat digunakan untuk budidaya cabai merah antara lain adalah Lembang–1  Tanjung–2 Hot Chilli Hot Beauty dan lain sebagainya .

 

2. Persemaian

Sebelum disemai benih direndam dahulu dalam air hangat (50°C) atau larutan Previcur N (1 cc/l) selama satu sampai dua jam . disebar secara merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1) kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari lamanya .Pada bedengan persemaian diberi naungan/atap dari screen/kasa/plastik transparan kemudian persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari serangan OPT . Sesudah berumur 7-8 hari bibit dipindahkan kedalam bumbunan daun pisang/pot plastik dengan media yang sama .Untuk penyiraman dilakukan setiap hari secara teratur . Pada bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 4-5 minggu lamanya .

 

3. Pengolahan Lahan

a. Lahan kering/tegalan

Pada lahan dicangkul sedalam 30-40 cm sampai gembur kemudian dibuat bedengan-bedengan dengan lebar 1-12 m tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm.  Pada lubang tanam dibuat dengan jarak tanam (50-60 cm) x (40-50 cm) atau 50 cm x 70 cm  sehingga dalam tiap bedengan terdapat 2 baris tanaman

b. Lahan sawah

Tanah dicangkul sampai gembur kemudian dibuat bedengan-bedengan dengan lebar 15 m dan antara bedengan dibuat parit sedalam 50 cm dan lebar 50 cm . Dan dibuat lubang tanam dengan jarak tanam 50 cm x 40 cm . Bila pH tanah kurang dari 55 dilakukan pengapuran menggunakan Kaptan/Dolomit dengan dosis 15 ton/ha pada 3-4 minggu sebelum tanam bersamaan dengan pengolahan tanah dengan cara disebar di permukaan tanah dan diaduk rata .

 

4. Pemupukan

a. Untuk penanaman cabai secara monokultur di lahan kering

Penggunaan pupuk dasar yang diberikan berupa pupuk kandang kuda atau sapi sebanyak 20–40 ton/ha dan pupuk buatan TSP 200–225 kg/ha diberikan sebelum tanam. Pupuk susulan berupa Urea 100–150 kg/ha ZA 300–400 kg/ha dan KCl 150–200 kg/ha diberikan 3 kali pada umur 3 6 dan 9 minggu setelah penanaman .

 

b. Untuk penanaman cabai secara tumpang gilir dengan bawang merah

Bawang merah: pupuk kandang kuda atau sapi 10–20 ton/ha dan TSP 150–200 kg/ha diberikan 7 hari sebelum tanam kemudian Urea 150–200 kg/ha ZK 400–500 kg/ha dan KCl 150–200 kg/ha diberikan pada umur 7 dan 25 hari setelah tanam masing-masing ½ dosis.

 

Cabai merah: pupuk kandang kuda atau sapi 10–15 ton/ha dan TSP 100–150 kg/ha diberikan seminggu setelah tanam. Urea 100–150 kg/ha ZA 300 – 400 kg/ha dan KCl 100 – 150 kg/ha diberikan pada umur 4 7 dan 10 minggu setelah penanaman .

 

c. Untuk penanaman cabai secara tumpangsari dengan kubis atau tomat

Pupuk kandang  kuda atau sapi 30 – 40 ton/ha dan NPK 15:15:15 sebanyak  700 kg/ha diberikan seminggu sebelum tanam dengan cara disebar dan diaduk secara rata dengan tanah. Pupuk susulan diberikan dalam bentuk pupuk NPK 15:15:15 yang dicairkan (15-2 g/l air) dengan volume semprot 4000 l larutan/ha. Pupuk tersebut diberikan mulai umur 6 minggu sebelum tanam dan diulang tiap 10-15  hari sekali secara rutin .

 

5. Penggunaan mulsa

Penggunaan mulsa untuk menjaga kelembaban kestabilan mikroba tanah mengurangi pencucian unsur hara oleh hujan dan mengurangi serangan  hama tanaman .Penggunaan mulsa dapat berupa jerami setebal 5 cm (10 ton/ha) pada musim kemarau yang diberikan dua minggu setelah tanam atau berupa mulsa plastik hitam perak untuk musim hujan dan musim kemarau .

 

6. Pemeliharaan

Untuk penyulaman dilakukan paling lambat 1–2 minggu setelah tanam untuk mengganti bibit yang mati. Untuk pengairan diberikan dengan cara dileb (digenangi) atau dengan disiram perlubang tanaman . Untuk penggemburan tanah atau pendangiran dilakukan bersamaan dengan pemupukan kedua atau pemupukan susulan tanaman . Untuk pemberian ajir dilakukan untuk menopang berdirinya tanaman tersebut . Jika tunas air yang tumbuh di bawah cabang utama sebaiknya dipangkas .

 

7. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Pengendalian OPT penting yang menyerang tanaman cabai antara lain kutu kebul thrips kutu daun ulat grayak ulat buah tomat lalat buah antraknose penyakit layu virus kuning dsb . Untuk pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang tanaman . Ada beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

 

– Penggunaan border 4–6 baris jagung.

– Penggunaan musuh alami (predator: Menochilus sexmaculatus).

– Penggunaan perangkap (kuning methyl eugenol).

– Penggunaan pestisida nabati.

– Penggunaan pestisida kimia sesuai kebutuhan dengan dosis yang sesuai petunjuk.  Pengendalian . Pestisida harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis dosis volume semprot cara aplikasi interval maupun waktu aplikasinya penggunaan nya .

 

8. Panen dan Pascapanen

Di panen pertama kali pada umur 70–75 hari setelah tanam di dataran rendah dan pada umur 4–5 bulan di dataran tinggi dengan interval panen 3–7 hari . Untuk buah rusak yang disebabkan oleh lalat buah atau antraknos sebaiknya langsung di buang . Untuk buah yang akan dijual segar sebaiknya dipanen . Untuk buah yang dikirim untuk jarak jauh dipanen matang hijau, buah yang akan dikeringkan dipanen setelah matang total .

 

Dilakukan sortasi untuk memisahkan buah cabai merah yang sehat bentuk normal dan baik dengan buah yang kualitasnya jelek . Untuk pengemasan cabai untuk transportasi jarak jauh sebaiknya mengggunakan kemasan yang diberi lubang angin yang cukup atau menggunakan karung berjala . Apabila hendak disimpan sebaiknya disimpan di tempat penyimpanan yang kering sejuk dan sirkulasi bagus.

 

 

Sumber : http://hortikultura.litbang.deptan.go.id/index.php?bawaan=teknologi/isi_teknologi&id_menu=4&id_submenu=19&id=47

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja

Related Post BUDIDAYA TANAMAN CABAI MERAH

GEJALA INDAH TEKUK BATANG

ANGGREK LANGKA TUMBUH SUBUR BERKAT MIKORIZA

Filter Ikan Membuat Air Bening dan Juara

KEKUATAN GAIB DARI AYAM CEMANI

MEMBUAT SOP BUDIDAYA CACING TANAH