bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Budidaya walet burung semakin populer dan nyata
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Lima bulan mendatang Syalrian All minimal mametlk 20 sarang. Panen kali ini istlmewa lantaran diambil darl walet jlnak. All meloloh burning liar itu sejak piylk mlpfp betarnak ayam pedaging. Walet dlpelihapa dl puang leptutup hingga menghasllkan sapang. Lantapan Itu urang tak perlu susah-payah memancing walet. Inveatasl dl blsnls HUP malial itu menjadl sesuatu yang pasti tidak lagi spekulasI.

Bagi pengusaha walet 20 sarang dianggap tak ada apa- apanya. Dinilai dengan uang paling cuma Rp25-juta. Tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk betemak. Namun kalau sarang-sarang itu dijadikan titik awal pengembangan sungguh luar biasa. “Memancing 1—2 pasang walet saja perlu waktu berbulan-bulan bahkan tahun. Apalagi sampai berproduksi paling tidak 2—5 tahun” kata Ali panggilan akrab Syafrian Ali membandingkan. Itu sebabnya harga rumah berpenghuni belasan pasang pun mencapai Rp400- juta—Rp500-juta. Keberhasilan mengembangkan walet secara aktif di Desa Panglejar Cikalong Wetan Bandung itu merupakan yang kedua bagi Ali. Sebelumnya lelaki yang tinggal di Jakarta Selatan itu betemak di Tanjungmorawa Deliserdang Sumatera Utara. Di sana bangunan bekas bengkel motor berlantai 2 itu sudah sampai tahap memproduksi sarang. Sayang Trubus tidak bisa memantau perkembangan produksi lantaran si pemilik yang menjadi partner Ali tak bersedia ditemui. Di Panglejar temak walet baru tahap membesarkan. Ada 66 ekor terdiri dari 3 tahapan umur. Sebanyak 12 ekor berumur 7 bulan mulai terlihat berpasang-pasangan di areal bermain. Selebihnya 14 ekor berumur 3 bulan dan 40 ekor lain tengah belajar terbang umur 55 hari. Walet-walet yang menempati bangunan berukuran 12 m x 8 m setinggi 3 tingkat itu dipelihara dari piyik. “Tinggal menunggu waktu bersarang umur 10—11 bulan. Setelah itu baru dilepas ke alam” tutur Ali. Ia yakin walet- walet itu selamat hingga kelak membuat sarang karena tampak sehat. Tak kembali Jauh sebelum Syafrian Ali betemak walet beberapa praktisi pemah mencoba. Sebut saja Boedi Mranata. Ilmuwan sekaligus praktisi di Jakarta itu mengutak- atik temak walet sejak 1989. Lalu H. A. SyafriM M titrtww IWIHII Fatich Marzuki di Surabaya melakukannya pada 1997. Namun keduanya belum menggapai hasil maksimal.

Boedi Mranata hanya sampai sukses mengajari walet menyosor pakan di wadah. Sementara Fatich Marzuki berhasi! membesarkan walet hingga terbang tapi tak kembali ke ruraah setelah dilepas. “Saya coba berulang-ulang ternak walet. Sayangnya belum berhasil sampai pada tingkat membuat sarang. Padahal waktu itu burung sudah berumur 1 tahun” tutur Boedi. Ketika 4 dari 30 walet peliharaannya dilepas ke alam tak satu pun yang kembali. Kegiatan saban hari mengerek Collocalia fuciphaga itu ke angkasa agar mengenal lingkungan di luar gedung sia-sia. Kondisi kesehatan walet tersisa menurun hingga akhimya mati. Boedi melakukan percobaan itu di dalam ruangan gelap bagian dari rumah tinggal. Penyebab kegagalan Fatich Marzuki cuma satu. Ia terlalu tergesa-gesa melepas walet ke alam. “Saat dilatih keluar-masuk lubang rumah terlihat pintar. Tapi temyata setelah dilepas tidak kembali” sesalnya. Dibantu sang istri ia melatih walet mengenali lingkungan luar gedung yang dipasangi jaring. Jaring bermata halus 6 m x 6 m x 3 m diletakkan di depan lubang keluar-masuk. Saat umur walet genap 61 hari ia dilepas ke jaring. Setiap pagi selama 16 hari walet dibimbing keluar dan sore hari masuk hingga pintar. Hari ke-17 walet dilepas tanpa jaring pada pukul 15.00 dengan harapan tidak terbang jauh. Sukses Ali pun bukan tanpa kendala. Saat pertamakali melakukan pad November 1998 diKarawang satu per satu piyik mati. “Piyik di bawah umur 14 hari rawan sekali diare. Perumya kembung dan susah berak sehingga mati” tutumya. Setelah ditemukan obat penangkal pun jalan menuju keberhasilan masih berkelok. Tunggu bersarang Dua kali kelahiran Tanjungmorawa 42 tahun silam itu melepas belasan pasang burung berumur 2 dan 3 bulan tanpa hasil. Secercah harapan hadir pada pelepasan ketiga walet berumur 6 bulan. Dari 24 pasang yang dilepas 2 ekor kembali ke rumah. Keberhasilan itu yang kemudian terns disempumakan Ali. Enam bulan dikurung cukup lama bagi walet untuk mengenal lingkungan asal meski tak ada jaminan pulang kandang.

Menurut Ali kunci keberhasilan betemak walet terletak pada kemampuan. Seekor walet menghablskan walet m©fiy»sor i bersayap melebfhi lemah itu tak bisa nangkrinff. dengan menyambar serangga Mranata doktor Biologi lulusan Jermanmampu mendidik watet “Saya jpenerapkan penemu bebekpacfa-walet “kataBoedi. Burung dan tepat waktu Terialu lama dikurung juga Kctchatan burung menurun. rioo yang diberikan kurang ia tidak leluasa bergerak in bebas. Oleh karena itu rang bermain cukup luas tak dengan pemberian pakan obat-obatan. Ali membuat kurungan “”MM fan baru masuk rumah. I mnbaran untuk memanjakan naluri wallet baik lagi bila bangunan rumah fcngah-tengah kurungan supaya sarang gerak walet lebih leluasa. Lagi pula walet bisa melihat rumah dari segala sisi sehingga peluang kembali bertambah besar ujar sarjana elektro Universitas Sriwijaya itu. Satu-dua bulan sebelum dilepas walet diajari menyambar pakan hidup. Maksudnya agar di alam bisa berburu pakan. Sebab ada indikasi walet tidak kembali karena mati kelaparan. Di dalam kurungan disediakan onggokan kulit pisang gaplek atau dedak untuk memunculkan pakan alami. Pilihan lain peternak membudidayakan laron sebagai pakan kesukaan walet. Bisa juga diberi serangga mati dengan alat pelontar sehingga seolah hidup. Walet dilepas ke alam setelah membuat sarang bertelur dan mengasuh anak. Pengalaman di Tanjungmorawa menunjukkan tingkat keberhasilan pulang kandang mencapai 70% bila dilepas saat mengasuh anak. Rugi Keberhasilan walet ditemak merupakan berita besar yang ditunggu-tunggu para praktisi. Paling tidak bagi Antonio Chua nun di Filipina. Presiden Intraco Group of Companies itu pemah datang ke Trubus mencari informasi membudidayakan walet di ruang tertutup. “Soal pakan tidak jadi masalah profesor kami sudah berhasil memproduksinya” tutumya. Namun kesuksesan menangkar walet masih menyisakan keraguan. “Jika dari kecil diloloh sulit memunculkan naluri menyambar mangsa” ujar Rosich Amsyari praktisi di Surabaya. Akibatnya ia mati begitu dilepas ke alam karena tak sanggup mencari pakan. Hal senada disampaikan Boedi Mranata. Berdasarkan pengamatannya anak-anak walet belajar terbang dan berburu mangsa dengan bimbingan induk. “Nah untuk walet yang ditemak siapa yang mengajari itu” katanya setengah bertanya. Menurut hitungannya pun bisnis walet secara tertutup total merugi karena biaya pakan terialu tinggi. Sepasang walet menghabis- kan pakan kroto 12 g per hari atau 1 kg selama 3 bulan.

Lalu kedua anak menghabiskan 20 g per hari atau 2 kg selama 50 hari. Total kebutuhan kroto 3 kg. Dengan harga kroto Rp50.000/ kg maka biaya untuk menghasilkan 1 | sarang Rp 150.000. Padahal nilai sekeping I sarang hanya Rpl25.000. Jadi temak walet hanya cocok untuk solusi memancing walet. Rumah-rumah yang sudah dihuni walet hasil temakan bisa dijual. “Jasa seperti ini yang kini terus berkembang di dunia perwaletan” papar Boedi. Keberadaan separuh dari rumah walet di Jawa maupun di luar Jawa adalah peran penjual jasa tersebut. (Karjono/ Peliput: Sardhi Duryatmo) Walet Wahara.
Di Banjarmasin mulai banyak rumah walet. Untuk memancing burung layang itu pemilik membakar dupa. Ukuran dupa saftgat besar baru habis setelah 1 bulan menyala. Usut Bangka ada sebuah wihara—tempat beribadah umat budha—dihuni walet. Ternyata walet datang tergoda bau dupa yang kerap dibakar. Praktisi di Banjarmasin berharap serupa.

Festival Panjat Sarang Menegangkan dan berisiko tinggi. Itulah yang dialami peserta lomba adu cepat menggapai sarang walet. Dinding gua setinggi 50 m harus dipanjat tanpa alat bantu. Pemenang adalah yang berhasil memetik sarang walet dipuncakgua. Festival yang berlangsung 8—9 Agustus setiap tahun itu bagian dari atraksi wisata unggulan kota _ Jianshui di Provinsi Yunnan Cina. 100 Generasl Gundukan sarang menjadi saksi walet maupun seriti menganut pameo mangan ora mangan asa! kumpuf if Buyut nenek ibu anak cucu oicit |^| tak mati berpisah. “jqjjr* Me reka memflih Jig berdesak-desakan ketimbang pergi meninggalkan koloni. Jangan heran kalau sarang seriti di salah satu rumah walet Boedi Mranata praktisi di Jakarta menggunung. “Sudah 100 generasi sarang ini tidak panen” kata Boedi sambil menunjuk sarang seriti yang menumpuk di tembok. Cantik dan Sehat Benkat Liun Walet dipercaya masyarakat Indonesia dalam sebuah laporan penelitian Riset Unggulan Nasional Terpadu. Ada 3 kelompok responden yang diteliti; masyarakat awam pengusaha dan ilmuwan. Semua sepakat sarang walet punya banyak keampuhan. Antara lain menjaga kesegaran tubuh meningkatkan vitalitas obat awet muda memelihara kecantikan dan menghambat kanker. Sarang merah dlduga paling manjur

Menurut dr Cheng Ce yang ditemui Trubus di Cianjur liur dari kelenjar glandula sub lingualis itu dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Namun bukan berarti ia mengobati penyakit. Sarang walet itu lebih berfungsi sebagai food supplement ibarat multivitamin di toko-toko obat. Asupan sarang walet akan menstimulus kinerja organ-organ tubuh lebih baik. “Kekebalan tubuh meningkat dan penyakit menyingkir” tutur spesialis kanker dari Sekolah Kedokteran Tradisional di Provinsi Henan Cina itu. Pendapat serupa diamini oleh dr H.M Yusuf konsultan kesehatan di Rumah Sakit Pemerintah di Provinsi Guangdong Cina. Menurutnya sarang walet menjpakan makanan kesehatan. Konsumsi rutin bisa menyeimbangkan yin dan yang di tubuh. Jika sebanding kemungkinan serangan penyakit menjadi kecil. Kamar 3mx 3mdi rumah Mulyadi adalah saksi bisu derita Sarinah Chandra. Dua tahun lamanya ia tergolek tanpa daya dijerat usia tua. Derita yang membuatnya berharap segera mendapat kunjungan malaikat kematian. Namun berkat rutin mengkonsumsi sarang walet melancong ke kebun keluarga di Bogor kini dilakoni setiap pekan.

Wajah Sarinah tampak segar meskipun kerutan-kerutan di muka tak bisa menipu usianya yang menjelang seabad. Kendati berjalan tertatih-tatih nenek 94 tahun itu tidak perlu dipapah. Itu buah bujuk rayu sang anak Mulyadi soal manfaat sarang walet. Liur Collocalia fuciphaga itu tidak dikonsumsi mentah-mentah tapi dimasak terlebih dahulu. Delapan 8 keping sarang dibersihkan lalu direndam air semalaman. Esok hari ediblenest itu ditaruh dalam mangkuk porselin. Untuk penyedap masukkan kuah rebusan gula batu 8 lembar daun jeruk purut dan 2 lembar daun pandan.

Sebelum disajikan olahan itu dikukus selama sejam. “Setelah jadi bentuknya seperti agar-agar” kata Mulyadi pengusaha walet itu. Sarinah cukup memakan 3 sendok makan setiap hari. Sekali masak wanita kelahiran Bogor itu menyetok untuk 3 minggu. Tokcer Pengalaman Sarinah Chandra itu hanya salah satu contoh kasus kemanjuran sarang walet di zaman modern. Faktanya sejak beratus-ratus tahun lalu manfaat burung anggota famili Apodiae itu menggema ke seantero dunia. Mitos baik untuk kesehatan muncul dari pengalaman pengguna. Itu yang Semangtak sarang walet baragam khasiat Kedua dokter lulusan Cina itu sepakat sarang merah yang paling tokcer. “Terutama jika walet bersarang ditempat yang sama 3 kali berturut-turut” ucap Cheng. Diduga kandungan zat besi pada sarang merah tinggi. Zat itu unsur vital pembentuk sel-sel darah merah di tubuh. Darah merah bekerja hilir mudik mengangkut oksigen dan hasil oksidasi selama metabolisme. Karena itu lumrah jika harga sekilo sarang merah 30% lebih tinggi daripada yang putih. Kajian ilmiah mengenai yen ou— sarang walet di Cina belum hqrak dilakukan. Meski demikian ■Mjawa bioaktif diyakini ada. Senyawa ■fchyangdiduga memberi efek penyegar. – I senyawa bioaktif yen ou baru ■B&oak belakangan dengan teknologi ifaiifikasi modem seperti HPLC (High ^Brformance Liquid Chromatography) GC-MS (Gaz Chromatograph Mass SfKOrophotometry). Protein berbentuk glikoprotein *erapakan komponen terbesar selain Kabohidrat lemak dan air. Jumlahnya ■encapai 50%. Di tubuh protein hoperan sebagai zat pembangun. Ia ■cmbentuk sel-sel dan jaringan baru serta hoperan aktif selama metabolisme. hwein asal hewan diakui lebih padat gizi hataran punya ikatan senyawa lebih honplek daripada protein nabati. Bahkan salah satu senyawa turunannya— aritothymidine—telah diteliti bisa ■dawan AIDS.

Dlpremesikan sebagai kssmetik kecantlkan dl Jepangimsi. Istimewanya lagi sarang walet sumber •am amino yang lengkap. Tercatat sekitar 17 asam amino esensial semi esensial dan ■onesensial yang dimiliki. Salah satunya km dikembangkan oleh peneliti-peneliti H barat sebagai pelawan stroke dan kanker. Mineral-mineral sarang walet tak katah manjur untuk mendukung akdvitas tubuh. Ada 6 mineral fang sudah diketahui seperti kalsium besi phospor kalium dan natrium. Di dalam tubuh kalsium berperan untuk pembentukan tulang. Sayangnya mineral dan senyawa penting sarang walet mudah lenyap. Oleh karena itu Dr Kong Yun Cheung dari Universitas Hongkong menyarankan sarang walet tidak perlu dicuci. Sebab glikoprotein akan terbuang. Toh sup sarang walet tetap menunjukkan manfaat. Sugesti penyantaplah yang diduga jadi obatnya. Dinasti Ming Popularitas sarang walet menanjak sejak zaman dinasti Ming (1368—1644). Lalu benar-benar meledak pada zaman dinasti Ch’ing atau Manchu (1644—1912). Dalam kisah Cina kuno diceritakan sang raja yang beranjak tua tetap ingin tampak muda. Para penasehatnya lalu memberi sup sarang walet. Untuk memenuhinya panglima perang Zeng Ho berburu sarang walet sampai ke Philipina Indonesia Thailand dan India. Begitu tenamya sarang walet berbagai cerita silat merujuknya sebagai penyembuh. Kisah silat terkenal di Taiwan empat perempuan cantik—Si Dai Me Nu— menyebutkan salah satu jagoan Diaochan mengobati luka dalam dengan liur walet. Di negara-negara mayoritas beretnis Cina sarang walet adalah santapan spesial. Ia hanya didapat pada menu di hotel-hotel berbintang 4 dan 5. Liur dari keluarga burung layang-layang itu disajikan di mangkuk kecil dengan harga 100—120 yuan setara Rp200.000— Rp240.000. “Paling enak dicampur kepiting dan disantap panas-panas” ucap Wonona Chang direktur majalah Flavor and Fortune’s Test Kitchen dari Amerika di situs healthnest. Bahkan bagi kaum menengah ke atas di Hongkong dan (-ina sarang walet merupakan hadiah wajib. Di Jepang sebuah iklan kosmetik terang-terangan mempromosikan sarang walet untuk kaum hawa. Tidak kepalang tanggung ungkapan yang ditulis oleh perusahaan SEDO itu pasti wanita terpincut. Begini bunyinya saya ingin cantik sampai tak tertandingi sarang burung walet ini memperindah tubuh.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Budidaya walet burung semakin populer dan nyata

Ubi jalar

Bili di Sragen Begitu Bagus Tumbuhnya

Penggantinya dukuuuuuuuuuuuuu

SUSUBUBUK BERTANGGUNG JAWAB ATAS KESEHATAN OTAK.

KALAH TELAK DENGAN KEHADIRAN PENDATANG BARU