bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Buku pintar budidaya ternak walet
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Pelihara piyik di inkubator Risiko mengundang walet amat besar. Modal hingga ratusan juta rupiah bisa “membusuk” karena walet takkunjung masuk. Berbagai cara dilakukan mulaidari memutar suara walet di CD hingga menggunakan orang “pintar,” atau hal- hal di luar logika. Hasilnya, niasili banyak rumah yang kosong melompong. Daripada menunggu tanpa kepastian mengapa tidak coba menernakkan. Terbukti beberapa pelaku sukses merawat burung dari piyik hingga dewasa dan memproduksi sarang. Meski lebih repot tetapi hasil lebih pasti.Dengan diternakkan pengembangan walet dapat dilakukan di mana pun. Lokasi tidak perlu di daerah sentra, lintasan, atau areal perburuan walet. Kendati begitu sebaiknya lokasi harus sesuai habitat walet. Ketinggian tempat maksimal 400 m dpi. Suhu di atas 28°C. Bila Foto-foto: Karjono, Syafrian Ali tidak, harus memakai pemanas agar menjadi 29—30°C. Lokasi maksimal 20 km dari pantai. Untuk memulai pun tidak harus langsung membangun rumah walet besar. Anda bisa mulai dari rumah berukuran 4mx4mx2m. Setelah walet berkembang biak, bangunan baru diperluas.

Pilih telur
Langkah pertama tentu saja mendapatkan telur. Salah satu sumber, rumah walet yang sedang membongkar sarang. Dengan membeli langsung dari peternak, biasanya daya tetas lebih tinggi, mencapai 85—95%. Telur asal pengepul cenderung kurang baik, daya tetas hanya 30% karena berasal dari sembarang rumah walet. Kecuali yang sudah dipercaya. Pilihan lain membeli Umur 0-30 hari di toko penyedia perlengkapan khusus walet. Harga sepasang telur saat ini Rpl5.000—Rp 17.000. Pilih telur yang bulat panjang berukuran 2,0 cm x 1,4 cm dan berbobot 2 g. Mutu dideteksi dengan menyenter telur atau mendekatkan ke lampu 40 watt. Bila terlihat urat yang bersambung-sambung menyerupai sarang laba-laba berarti layak tetas. Itu tanda embrio aktif. Bila tidak, jangan dibeli. Ciri telur yang baik terlihat segar, tidak kusam, dan tidak berbintik darah. Berdasarkan warna kulit, dapat diketahui umur telur. Bila merah muda, umur telur 0—5 hari; putih kemerahan, 6—10 hari; dan putih pekat kehitaman, 10—15 hari. Bila telur berasal dari rumah walet terdekat, pilih yang masih muda atau setengah tua. Sedangkan telur dari luar kota diambil mendekati waktu menetas. Agar aman selama pengangkutan, susun telur dalam spons berlubang dengan diameter 1 cm. Masukkan spons ke keranjang plastik berlubang angin, kemudian tutup. Guncangan kendaraan dan AC terlalu dingin dapat mengakibatkan telur mati.

Tetaskan telur
Telur segera disimpan di mesin tetas. Bila menggunakan seriti sebagai “mesin tetas” pilih induk dengan masa mengeram seumur dengan telur walet. Menurut Boedi Mranata, pakar walet di Jakarta, seriti akan meninggalkan telur bila terlalu lama mengeram. Sebaliknya, induk pemula sering tak memberi makan piyik saat ditukar telur siap tetas. Namun, bila dipelihara sendiri sebaiknya gunakan mesin tetas. Setiap peternak walet memiliki cara untuk menetaskan telur. Fatich Marzuki, di Surabaya, menyetel suhu 32°C pada 5 hari pertama. Selanjutnya 33°C hingga telur menetas pada hari ke 13—15. Sedangkan Syafrian Ali di Haurgeulis, Indramayu, menyetel 32°C pada hari pertama, 33°C hari ke- 2, dan 34°C hari ke-3 dan seterusnya. Kelembapan berkisar 70—75%. Agar kelembapan terjaga letakkan piring atau cawan berisi air 3/4 bagian di bawah rak. Usahakan air tidak habis, tambah bila berkurang. Telur-telur dimasukkan ke rak secara merata, ia tak boleh tumpang tindih. Posisi telur yang baik, bagian yang mengandung udara menghadap ke atas. Di rak datar perlu dibalik dua kali sehari. Di rak miring; tak perlu. Pada hari ke-3 lakukan peneropongan. Telur-telur yang kosong dan embrio mati dibuang. Embrio mati ditandai bagian tengah telur terlihat lingkaran darah yang gelap. Pembalikan telur dilakukan hingga hari ke-12 atau 2— 3 hari sebelum menetas. Pada saat itu, suliu diturunkan 1°C. Selama penetasan pintu mesin tidak boleh dibuka kecuali untuk membalik telur atau mengisi cawan pengatur kelembapan Pada hari ke- 13 16 telur mulai menetas. Namun, bila
menggunakan telur yang baru keluar dari induk, penetasan lebih lama, 18—21 hari. Telur yang bagus persentase tetas mencapai 95- 100%.

Pemeliharaan piyik
Pada hari ke – I 10 setelah tetas piyik dibiarkan di mesin tetas. Bila memiliki inkubator, piyik dipindahkan pada hari ke-2. Ruang khusus itu terbuat dari tripleks atau kardus, berukuran 60 cm x 60 cm x 40 cm. A Iasi dengan spons setebal 5—7 cm. Usahakan suhunya sama dengan mesin tetas, berkisar 31—34°C. Sebagai penghangat pasang bohlam 5 watt sebanyak 4 buah. Wadah itu mampu memuat 30—40 piyik. Pasang sarang seriti di dalam inkubator sebagai ramah piyik. Tata sarang itu di tripleks sehingga mudah dikeluarkan saat memberi makan piyik. Setiap sarang dihuni sepasang anak walet. Setelah berumur 10 hari bulu-bulu mulai tumbuh. Suhu diturunkan 1—2°C dengan cara membuka lubang udara. Masa kritis piyik berlangsung hingga 2 minggu. Selanjutnya, peluang hidup lebih besar. Piyik berada di ruang itu selama 20—30 hari. Pakan Kondisi piyik yang masih lemah gampang terserang penyakit. Penyebabnya, makanan, suhu, dan kebersihan. Pakan buatan kurang steril menimbulkan penyakit. Antibodi yang biasa terdapat dalam pakan lolohan induk tak ditemukan. Padahal zat yang diproduksi dari saliva induk itu berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh.

Jenis dan cara buat
Fatich Marzuki memilih kroto putih untuk pakan piyik. Untuk memenuhi kebutuhan pakan 40 ekor, ia mengukus 5 ons selama 10 menit. Setelah masak, buang kroto hitam. sisanya 2 ons kroto putih. Menurut Fatih, kroto hitam belum dapat dicema sehingga menyebabkan diare. Satu ekor walet menghabiskan 0,5 g/hari. Pilih kroto ukuran sedang sesuai ukuran mulut. Pada hari pertama lahir, piyik belum diberi makan karena memiliki cadangan makanan dari telur. Hari ke-2—10 diberi kroto segar 3 kali sehari. Kebutuhan pakan meningkat seiring pertambahan umur. Menu piyik ala Syafrian Ali lain lagi. la berusaha menyediakan pakan yang biasa diberikan sang induk. Seperti laron, semut, tawon, lalat, nyamuk, agas, wereng, dan kutu gaplek. Sayangnya, serangga- serangga itu tak mudah diperoleh.

  • Karenas itu dibuat 3 pilihan komposisi serangga.
  • Campuran anak tawon, kroto, dan belalang
  • Campuran kroto, ulat bambu, dan hama-hama tanaman
  • Campuran laron, hama-hama tanaman, dan kroto.

Masing-masing campuran tidak boleh didominasi oleh satu jenis bahan hingga melebihi 70%. Bahan-bahan itu digiling dan dikukus selama 5 mcnit. Setelah dingin masukkan ke kantung plastik, lalu awetkan di lemari pendingin.

Cara pemberian
Pakan diambil secukupnya untuk kebutuhan piyik setiap hari. Panaskan Alat sterilisasi mutlak ada, agar piyik selamat % bahan itu sampai berbentuk bubur kcmbali. Tambahkan vitamin complex 0,2 g dan 1 tetes obat anti diare bayi. Pada hari pertama piyik belum diberi makan karena masih menyimpan cadangan makanan. Hari ke-2 berikan pakan 1 kali dengan cara menyuapi dengan pinset plastik berbahan lunak. Agar jatah makanan merata tulis nomor urut sarang. Meski mata masih tertutup, begitu mcncium ban kroto piyik-piyik itu kingsung mencari. Apalagi bila pinset atau spuit dikctukkan ke mangkuk, suara cicitan kian ramai. Jangan lupa setel kaset suara walet untuk menimbulkan suasana di habitat alam. Sedot bubur memakai spuit lalu teteskan ke mulut piyik. Berikan pakan hingga piyik mual, tanda kenyang. Pemberian pakan berlangsung 4 kali, yaitu pukul 06.00, 09.00, 12.00, dan 15.00. Bila jam 19.00, piyik lapar, diberi lagi. Piyik tidak perlu air minum. Kroto sudah mengandung air. Usai makan, bersihkan lantai dari kotoran. Bila lalai piyik bisa sakit dan mati. Jangan lupa menjemur inkubator Sarang diberi nomor agar pemberian pakan merata setiap minggu dan mengelap hingga bersih. Keluarkan piyik sebelumnya agar tak ikut terjemur. Berikut tahap pertumbuhan bayi walet:

Sumber : H. A. Fatich Marzuki Masuk rumah Setelah berumur 21 hari—bulu sayap dan ekor telah tumbuh— pindahkan walet dan inkubator ke rumah. Beberapa peternak malah memindahkannya umur 30—40 hari, saat piyik belajar terbang. Pemindahan dilakukan pada malam hari pukul 18.00— 22.00. Rumah baru cukup berukuran 3 m x 3 m atau 4 m x 4 m dan tinggi 6 m. Rumah terlalu luas malah merepotkan karena walet terbang ke sana-kemari. Meski kecil, tetapi bangunan dibuat permanen. Jika memiliki banyak ruang kosong beri penyekat. Lubang keluar masuk dibuat berukuran 50 cm x 30 cm. Sebelum berfungsi, tutup dengan tripleks agar ruang tetap gelap. Temperatur di tempat baru itu 28°C. Kondisi ruangan temaram pada siang dan gelap saat malam. Pada tahap pertama cukup dipelihara 10— 15 pasang. Piyik generasi pertama itu kelak menjadi contoh bagi adik- adiknya. Generasi kedua sebanyak 80—85 ekor dipelihara dua bulan kemudian.

Pasang sarang
Langit-langit rumah kosong itu dilengkapi dengan lagur tempat melekatkan sarang. Masing-masing lagur dipasang sarang seriti atau sarang imitasi untuk ditempati anak walet. Lagur sepanjang 2 m memuat 50 sarang. Pasang sarang lainnya di dinding kamar dengan posisi zig-zag.
Pasang sarang sriti di inkubator. Bila suhu di bawah 29nC, pasang pemanas Tujuannya agar sarang di bawahnya lidak kotor. Walet punya kebiasaan mcmbuang kotoran ke luar sarang. K etinggian sarang 1—1,5 m dari pernuikaun tanah dan jarak antarsarang 5 10 cm. Lengkapi langit-langit dengan beberapa lampu iinIuk menerangi saat memberi makan. Pakan Pada liari ke-20 piyik tetap diberi pakan yang sama. Ali memberi 1 tetes antibiotik dan vitamin comp 0,2 gram. Agar lak repot gunakan spuit. Fatich memberikan kroto steril, tetapi tanpa seleksi. Lambung piyik dianggap sudah mampu mencerna kroto hitam. Volume pakan ditingkatkan menjadi 20 per sekali makan. Pemberian pakan dilakukan secara hati-hati supaya piyik tak berubah liar. Latih piyik mendekati pengasuh dengan mengetulckan pinset ke wadah. Ketika ia mendekat segera tangkap dan suapi. Pakaian petugas setiap kali memberi pakan sebaiknya sama. Bila awalnya memakai baju putih, maka gunakan seterusnya. Cara yang diterapkan Boedi Mranata lebih efisien dan tidak repot. Begitu mata sang bayi melek, ia memperkenalkan tempat makan permanen. Piyik menganggap piring yang pertama kali dilihat sebagai induk. Piring makan itu terbuat dari pipa PVC ukuran 6 inci. Panjang pipa disesuaikan dengan kandang. Sepertiga dari sisi pipa diiris dan Kandang umbaran untuk persiapan ke dunia luar dibuka sehingga berbentuk mirip lesung padi. Tempat makan kemudian digantungkan di dinding yang telah diberi kisi-kisi kawat (seperti kasa lapangan tenis) untuk memudahkan walet mendarat. Sebagai tempat berpijak di dasar “lesung” diberi lempengan styrofoam. Ke dalam “lesung” itu dimasukkan kroto steril. Piyik pun menyosor dan menelan pakan tanpa bantuan orang. Piyik walet belajar terbang pada umur 40 hari. Ketika itu bulu sayap sudah lengkap dan menyilang. Frekuensi pemberian pakan ditingkatkan menjadi 7 kali/hari atau setiap 2 jam. Pakan yang diberikan tetap harus steril. Pemberian obat sesuai jadwal. Vitamin diberikan setiap 2 hari sebanyak 0,2 gram. Walet pun mulai diajari makan serangga utuh, tetapi tetap dikukus. Sebaiknya pakan diberikan dengan tangan. Ajari pula memberikan serangga hidup hasil budidaya.

Walet hasil tangkaran baru lancar terbang pada hari ke-60. Pada saat belajar terbang, anakan juga diberi pelajaran mencari pakan. Fatich mendidiknya dengan melepas wereng hasil tangkapan. Hama padi itu mudah ditangkap dengan alat pawer, singkatan dari penyedot anti wereng. Terdiri dari pralon, accu 12 volt, lampu TL, mesin pengisap, dan jaring penangkap. Penangkapan wereng dilakukan pada malam hari dengan menggunakan lampu. Begitu hama berkumpul di lampu, sedot dengan pawer. Lepaskan serangga itu pada pukul 15.00 — 17.30 di dekat lampu. Naluri alami anak-anak walet segera muncul dan tertarik menyambar serangga. Kebanyakan anakan belum mampu menangkap sehingga tetap tcrgantung pada pcternak untuk dapat makan.

Kandang umbanan
Sebelum anak walet belajar lerbang di luar rumah, kandang umbaran harus dipersiapkan. Pilih bahan yang tak mudah sobek dan Inluin lama, misal kawat kassa .stainless. Semakin luaskurunganluar semakin baik. Contoh, kurungan sehuis 6 m x 9 m x 8 m mampu menampung 50 pasang anak walet. Scsuaikan pula dengan luasgudang. Hi la hanya 4 m x 4 m x 6 m, maka kurungan luar 8 m x 8 m x 9 m. Posisi rumah walet tepat di tengah-tengah kurungan luar. Jangan lupa memasang rangka bambu setinggi 5 m untuk berpijak saat memberi makan peliharaan itu. Setelah kaiulang umbaran siap dan walet lancar terbang penyekat pintu keluar- masuk dibuka. Sayangnya, tidak semua walet itu pintar. Sebanyak 20% tidak bisa masuk ke rumah walet ketika petang. Walet-walet itu harus dibantu masuk. Setelah seminggu mereka telah lancar keluar masuk sarang.

Pembiakan serangga
Anak-anak walet yang telah mahir terbang di kandang umbaran diajari berburu serangga seperti lalat buah dan agas. Untuk mengundang serangga, tumpuklah sisa-sisa sampah dapur atau kulit buah-buahan secukupnya. Selang 3 hari ganti dengan yang baru. Boleh juga dimasukkan serangga tangkapan luar. Minimal 11 serangga pakan walet, di antaranya capung, lalat, lebah, dan kumbang daun. Capung, Sampah organik sarana berkembang serangga lebah, dan kumbang su lit ditangkarkan. Namun lalat relatif lebih mudah diundang. Lalat pisang ditangkarkan dengan menghadirkan pisang ambon dan tapai singkong dengan perbandingan 5:1. Blender keduanya hingga berbentuk bubur. Tambahkan natrium benzoat dan kalsium propionat. Ambil 2 sendok bubur dan masukkan ke dalam botol. Tancapkan kertas buram yang dilipat ke dalam botol untuk tempat lalat bertelur. Tutup media yang sudah dimasuki induk lalat dengan kain kasa. Setelah bertelur, biarkan larva hidup dan masukkan lalat dewasa ke dalam rumah walet. Cara lain gantungkan kayu atau bahan lain di samping rumah. Di atas kayu itu letakkan kapas yang telah ditetesi metil eugenol (minyak cengkih). Aroma minyak itu mengundang lalat buah yang disukai walet.

Alat pelontar pakan
Alat pelontar pakan berfungsi menyediakan pakan yang mudah ditangkap walet. Karena berkaki pendek, walet sulit menjejak di tanah. Alat itu dipasang di kandang umbaran. Bentuk mesin pelontar itu cukup sederhana. Di bagian atas terdapat pipa PVC bulat tegak sebagai saluran pakan. Di atasnya dipasang jala plastik lebar untuk menangkap Pelontar pakan membantu walet menangkap serangga mati Walet Pasang sarang seriti dengan jarak 10—20 cm pukiin yang dilontarkan. Alat di.ikiilkan sesuai jam makan walet. Sayangnya, alat ini masih memiliki kelemuhan. Pakan terlontar, tetapi soring tak dapat ditangkap walet. Oleh karena itu disempurnakan dengan alat pelontar yang bergerak terus-menerus. I)i kandang umbaran itu juga dipasang alat pembuat hujan. Alat ini membantu anak walet bergairah bemiain karena ia suka bermain air. Air membuatnya betahbermain di luar kurungan.

Cari jodoh
Pada umur 6 bulan, burung mulai mencari pasangan. Yang sejodoh dilandai dengan salingkejardan tidur bersama. Yang belum sejodoh main sendiri-sendiri atau ramai-ramai. Pada saat itulah sarang diambil agar tidak dimanfaatkan sebagai “fondasi” sarang, kerap disebut sarang banci. Sarang itu bermutu jelek karena bercampur sarang seriti. Dari 10 pasang, biasanya hanya 2—3 pasang yang sukses hingga ke “pelaminan”. Pasangan itu kawin pada umur 8—9 bulan. Menjelang bertelur, pasangan itu membuat sarang baru. Rumah baru itu rampung dalam 50—60 hari. Sang betina akhirnya bertelur 2 butir dan langsung dierami. Telur menetas setelah 16 hari. Sang induk lalu memberi makan anak-anak sehingga tak perlu disuapi petugas. Naluri keibuan itulah yang dimanfaatkan agar walet kembali ke sarang saat dilepaskan.

Persiapan melepas
Perangai burung yang dibesarkan dengan sistem penangkaran berbeda dengan yang dibesarkan induknya. Walet tangkaran eenderungjinak dan masih tergantung penuh kepada pengasuh. Oleh karena itu, pelepasan walet ke luar rumah tidak boleh terburu-buru dilakukan. Dari pengalaman peternak, 85—90% dari walet yang dilepas pada usia muda tidak kembali. Waktu paling tepat melepas yaitu 10—11 bulan. Pada umur itu hampir sebagian besar burung telah berjodoh, kawin, bertelur, mengeram, dan mengasuh anak. Secara alami walet memiliki ikatan batin dengan anak. Oleh karena itu ia harus pulang untuk memberi makan anak-anaknya. Bila dilepas pada saat itu, 60—70% walet pulang ke rumah asal.

Tambah jadwal makan
Satu minggu sebelum dilepaskan walet dewasa diberi pakan tambahan pada pukul 05.00. Semua burung masih berada di dalam gedung/rumah dan belum ada yang ke luar. Setelah kenyang, tabir penutup pintu keluar dibuka. Buka kurungan Sehari sebelum pelepasan dinding bagian atas dan depan dibuka. Itu dilakukan saat semua burung masuk. Di kandang umbaran pun masih ada anak yang harus diloloh Syafrian Ali, mengamati piyik yang telah melewati masa kritis rumah, sekitar pukul 20.00. Sisi-sisi lain dibiarkan tetap di posisinya, sebagai jalan pulang bagi walet. Sebelumnya tutup pintu keluar masuk rumah dengan bahan tembus pandang atau kawat nyamuk.
Pengenalan lingkungan Menjelang walet dilepas ke alam bebas, perkenalkan dahulu lingkungan di sekitar rumah. Boedi Mranata memasukkan 15 walet dalam sangkar burung kemudian dikerek ke atas. Mula-mula ketinggian 4 m, satu jam kemudian diturunkan. Esoknya diulang lagi tetapi lebih linggi, 8 m. Pada hari ke- 3 dikerek sampai ketinggian 12 m. Hari terakhir ketinggian 15 m. Diharapkan burung-burung sudah mengenal “rumah” sehingga tidak kesasar saat pulang.

Waktu pelepasan
Pelepasan walet dilakukan pada musim panas. Bila ada angin dan hujan, walet akan terbang tinggi. Akibatnya, ia mudah sekali hilang. Pada awalnya, lepaskan pada sore hari. Tujuannya, agar walet tidak terbang jauh. Pada hari berikutnya lebih siang agar bisa terbang lebih jauh hingga akhirnya dilepas pagi. Dari 23 pasang yang dilepaskan, sebanyak 16 pasang bisa balik ke rumah..

  Walet        

1

  Benikut tabel pemberian pakan walet  

1

  ala Syafrian Ali      

Frekuensi

/hari

VVaktu Volume Obat

diare

Vitamin Keterangan  

I r

1 X 11.00   0.2 g     Piyik puasa Pinset  

m

2 x 09.00. 15.00   0.2 g .      

1

3 x 07.00.1 1.00,16.00   0.2 g   0,2 Vit comp untuk 2 hari. untuk 20  

I ^

3x 07.00,11.00,16.00   0.2 g 1 tetes . pasang Untuk 20  

4x 07.00, 10.00. 14.00, 17.00   0.2 g   0.2 g serangga  

4x 0.7.00, 10.00. 14.00. 17.00   0,2 g        

1 8

5x 07.00. 10.00, 13.00, 16.00. 19.00   0.2 g 0.2 g    

1

5x 07.00. 10.00, 13.00, 16.00, 19.00   0.2 g .    

  07.00.10.00,13.00.16.00, 19.00   0.2 g   0,2 g    

I

6x 07.00.09.00, 11.00. 13.00. 16.00. 19.00. 0.5 g 1 tetcs 0.5 cc, memakai  

1 12

6x 07.00. 09.00. 11.00. 13.00. 16.00. 19.00. 0.5 g   0.2 g alat / spuyer  

I

6x 07.00.09.00. 11.00. 13.00. 16.00. 19.00. 0,5 g   setetes antidiare di campurkan  

I

6x 07.00. 09.00. 11.00. 13.00. 16.00. 19.00. 0.5 g   0.25 g untuk 10 pasang  

6x 07.00. 09.00. 11.00. 13.00. 16.00, 19.00. 0.5 g .      

1 16

6x 07.00.09.00, 11.00. 13.00. 16.00, 19.00, 0.5 g 1 tetes      

1

6x 07.00,09.00. 11.00. 13.00. 16.00, 19.00. 0.5 g   0.2 g    

18

6x 07.00.09.00, 11.00. 13.00. 16.00. 19.00. 0.5 g        

19

6x 07.00. 09.00. 11.00, 13.00. 16.00. 19.00. 0.5 g   0.2 g    

1

6x 07.00. 09.00. 11.00. 13.00. 16.00. 19.00. 0.5 g        

21

6x 07.00.09.00. 11.00. 13.00. 16.00. 19.00. 1 cc   1 tetcs    

I 22

6x 07.00,09.00, 11.00. 13.00.16.00. 19.00. 1 cc     Pemberian obat diare tcrakhir  

23

6x 07.00. 09.00. 11.00. 13.00. 16.00. 19.00. 1 cc   0.2    

1 24

6x 07.00. 09.00. 11.00. 13.00, 16.00. 19.00. 1 cc        

I

6x 07.00.09.00. 11.00. 13.00. 16.00. 19.00. 1 cc   0.2 Vit comp diberikan hingga umur 60 hari  

26

6x 07.00.09.00. 11.00. 13.00. 16.00. 19.00, 1 cc        

6x 07.00.09.00. 11.00. 13.00. 16.00. 19.00. 1 cc        

I 28

6x 07.00.09.00. 11.00, 13.00. 16.00. 19.00. 1 cc        

29

6x 07.00.09.00, 11.00. 13.00. 16.00. 19.00. 1 cc        

30

6x 07.00.09.00. 11.00, 13.00. 16.00. 19.00, 1 cc        

I 1—.

6x 07.00.09.00. 11.00. 13.00. 16.00. 19.00. 1 cc      

1

   
shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Buku pintar budidaya ternak walet

MENINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH LEWAT TELUR

EKSTRAK ETANOL BIJI JINTAN HITAM MENINGKATKAN JUMLAH LIMFOSIT DAN MONOSIT

Di sela-sela waktu senggang Soeroso mengunjungi nurseri bonsai lain

Sensasi Nusantara di Menu Eropa

Kiat Khusus Budidaya Oyong Yang Sukses