bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Dasar dasar beternak cacing dengan baik
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Beternak cacing masih menggiurkan

Pasar Cacing Optimis Ada. Siang itu seratus kotak kayu berisi 50 kg cacing tengah dikemas. Sore hari nanti akan segera dikirim ke Semarang. Nilainya Rp10-juta karena harga cacing kini Rp200.000/kg. Cacing induk siap dikembangkan inilah yang sekarang banyak dicari. Sampai-sampai calon peternak harus inden 3-4 minggu hanya untuk mendapatkan
1-2 kg cacing indukan.

dikirim cacing. Belum termasuk yang secara mendadak langsung datang ke farm” tutur Jr Hendry Tedjasaputra sambil menunjukkan buku kepada Trubus. Peminat datang dari seputar Jabotabek mulai dari yang hanya butuh 05 kg hingga 5 kg. Direktur PT Mahadewi Kencana itu mengakui membludaknya permintaan menyusul pemasangan iklan di media cetak tiga hari lalu. “Responnya luar biasa. Berapa bulan ke depan indukan cacing masih akan diperebutkan” prediksi developer yang menggeluti pertanian sejak krisis. Abdul Rochman peternak cacing membenarkan kondisi pasar aktual cacing bisa bertahan 1-2 tahun mendatang. Setelah itu mungkin akan mencapai titik jenuh sehingga hams sudah mengarah ke pasar potensial. Selama ini yang terbentuk baru pasar aktual atau semu.

Artinya pembeli cacing bukan konsumen sesungguhnya. Cacing dibeli hanya untuk dikembangbiakkan lebih lanjut. Hasil produksi dijual kembali kepada peternak baru. Begitu seterusnya seakan estafet panjang yang sasarannya belum tampak. Pasar semu seperti ini sangat mengkhawatirkan calon peternak yang tak mau ambil risiko. “Di Indonesia cacing tergolong komoditas usaha baru. Wajar saja bila segmentasi pasarnya masih terbatas. Sasaran akhir seperti produsen kosmetik farmasi pabrik pakan atau pusat pengolahan sampah organik belum tergarap” ulas Chendra Djayawiguna SE. Orang nomor satu di Divisi Peternakan Cacing Koperasi “Agrosa” Bandung ini melihat cacing punya prospek cerah. Dasarnya cacing multiguna. Kadar protein cacing tinggi sekitar 72% sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pakan. Misal pakan ikan. ayam. itik. hurting. atau kucing serta anjing. Kascing media yang digunakan mengembangbiakkan bisa mengatasi ketergantungan terhadap pupuk pabrik.

Cacing memiliki sejuta manfaat yang banyak

Tetap optimis Pemanfaatan cacing belum mak4mal sekarang ini karena harga terlalu tinggi. Dengan harga Rp150.000-Rp200.000/ kg jelas untuk bahan pakan ternak tidak umasuk”. Untuk bahan baku obat-obatan jauh dari standar harga yang diinginkan. Perusahaan obat tradisional. OSA (Obat Sari Alam) di Bandung misalnya. hanya berani membeli cacing Rp20.000/kg. Mau tidak mau pengusaha OSA tersendat pasokan bahan baku utamanya. “Kalaupun dapat berupa cacing tidak produktif yang berumur di atas 11 bulan” kata Abdul Rohman. Sangat disayangkan mengingat obat yang bisa menyembuhkan 12 kategori penyakit itu populer di pasaran. Produsen kosmetik atau farmasi yang diperkirakan bisa menyerap produksi cacing dalam jumlah besar tak sanggup memberi harga tinggi. Kisaran harga yang mereka berikan Rp50.000—Rp60.000/kg. “Sulit bersaing dengan harga yang dipatok petemak” lanjutnya. Produsen kosmetik dan farmasi tidak mau terang-terangan membuka pasar. Mereka mencemaskan penjualan produk jadinya bila diketahui menggunakan bahan campuran cacing. Pasalnya masyarakat kita belum menerima cacing sepenuh hati.

Cacing masing dianggap hewan menggelikan sekaligus menjijikan. Peternak lebih memilih jalur penjualan indukan. Mereka berpendapat toh pencari indukan dari waktu ke waktu tetap bejibun. “Setiap bulan dari saya pribadi menghasilkan 50-60 kg cacing. Semuanya terserap habis malahan kurang bila dibandingkan dengan besar permintaan” Chendra meyakinkan. Meskipun begitu Chendra yang membina sekitar 120 peternak selalu mencari celah-celah pasar potensial. Terakhir menghubungi eksportir yang mengirim cacing dalam bentuk ekstrak. Ekstrak cacing dibutuhkan pasar dalam dan luar negeri. “Sebagai perekat ekstrak cacing kualitasnya jauh lebih baik ketimbang sirip ikan hiu. Harganya pun mahal” jelas Chendra tanpa menyebut angka. Proses pembuatan ekstrak cacing tengah diriset para pengurus koperasi Agrosa yang juga aktivis mesjid Salman ITB. Karenanya Antonius Site Manager PT Mahadewi Kencana tak terlalu merisaukan pasar cacing jangka panjang. “Pasti ada jalan pemecahannya. Hantam saja selagi pasar indukan cacing bagus-bagusnya. Bila sudah jenuh kita punya ikan nila gift ayam dan tanaman yang bisa memanfaatkan keberadaan cacing” tekadnya bulat mengembangkan cacing. Konsekuensinya paling harga turun. Dan ini tidak masalah mengingat reproduksi cacing sangat cepat sehingga tetap menguntungkan peternak. Harga Rp10.000/kg pun mereka masih meraih laba. (Karjono)

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags:

Related Post Dasar dasar beternak cacing dengan baik

ETANOL BERSIFAT KOROSIF TERUTAMA YANG BERKADAR RENDAH.

Produk Herbal Terbaik Indonesia

BUDIDAYA BUAH SALAK

USULAN UNTUK UNDANG-UNDANG ENERGI

PANJANG IKAT PINGGANG MENENTUKAN PANJANG UMUR MANUSIA