bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Daun andong juga menjadi bahan buket pengantin
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Bukan sekadar penanda pestisida, tetapi daun andong juga menjadi bahan buket pengantin nan elok. Di Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, masyarakat memanfaatkan daun andong segar untuk menandai kebun tertentu yang baru saja disemprot pestisida. Tujuannya agar penggembala tak menggembalakan ternaknya di area itu. Namun, di tangan Andy Djati Utomo, AIFD, perangkai di Jakarta Selatan, daun kordilin itu menjadi buket pengantin layaknya mawar. la membentuk belasan daun andong merah menjadi lekukan-lekukan dengan bantuan kawat halus. Desainer interior itu kemudian mengikatkan kedua ujung daun hanjuang di sebuah gagang sehingga bentuknya mirip tas. Penampilan buket pengantin berupa tas itu semakin menarik dengan elemen tambahan berupa lipatan aluminium, lipatan plastik warna-warni, dan amaranthus. Buket lain Pada acara demo merangkai bunga berbahan daun andong di ruang Flamboyan, Pusat Desain Jakarta, Slipi, Jakarta Barat, akhir Mei 2012, itu Andy juga membuat buket pengantin lain berbahan daun andong. Kali ini ia memanfaatkan andong tince berwarna hijau berstrip merah di tepi daun, la hanya perlu 40 menit untuk merangkai buket berupa tas itu.

Mula-mula Andy membuat rarg*i berbentuk lingkaran dari floral foam. LaL i merangkai daun kordilin-yang sebelurr-.- telah dibentuk bergelombang-merbentuk lingkaran berlapis di atas rang>i mulai dari tengah hingga pinggir. Sebsp pemanis, perangkai bunga profesio’.a itu menambahkan untaian bunga mawar merah yang masih kucup hingga meka^ d bagian atasnya. Buket pengantin lain yang tak cantik juga terlihat pada karya Resty Syah*™ perangkai di Jakarta. Resty hanya menyust- hanjuang dalam bentuk lembaran, f merekatkan 15 lembar andong pada rang kardus berbentuk tas 3 dimensi. Butir berbentuk tas itu semakin menarik dengj- kehadiran bunga mawar deep water, bcr love, dan ruscus yang seakan menyemb. dari dalam tas. Sementara pegangan tas berupa mutiara keemasan dan pita em£i sebagai aksesori membuat buket pengant’ itu tampak elegan. “Buket pengantin itu bisa tahan hingga 3 hari,” kata Resty

Lucia Raras menyulap daun andong menjadi rangkaian bertema penari balet. Pehobi melukis itu mengepang daun palem dan melengkungkan hasil kepangan itu membentuk kepala. Untuk bagian rok Lucia merekatkan dua lembar daun andong tince berwarna hijau cerah dengan garis pinggir merah dengan double tape yang di antara daun itu diselipkan kawat sehingga bisa dibentuk bergelombang. Sementara bagian tubuh perempuan balerina asai Yogyakarta itu membalutnya dengan daun andong astrawati berwarna merah dengan strip putih di sisi daun. Lucia menggunakan daun andong kartika sebagai kaki. Mawar karina dan dancing queen menghadirkan kesan meriah di tubuh balerina.

Sementara drg Novembriati membuat rangkaian dari daun andong dan sangkar burung. la memperoleh ide saat menemani suaminya ke pasar burung. “Awainya saya bertanya dalam hati untuk apa bahan-bahan itu?” tutur Novembriati. Harap mafhum, batang-batang kayu bambu itu belum membentuk sangkar burung. Novembriati lantas menyusun berberapa kayu kecil secara horizontal di antara dua kayu yang lebih besar. Biasanya kayu kecil horizontal itu sebagai tempat burung bertengger. Di antara rangkaian kayu itu ia menyematkan dua helai daun andong. Agar menarik, bagian atas dan bawah ditempelkan anggrek bulan putih, warnanya kontras dengan susunan kayu yang dicat hitam. Sentuhan akhir ditambahkan batang anggrek bulan di antara daun andong.

Murah
Pada acara yang dihadiri 60 peserta dari Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta itu, Wendy Mandik memanfaatkan talenan bekas. la melubangi talenan itu dengan bor untuk menancapkan besi, la menutup talenan itu dengan kordilin berwarna merah. Besi sepanjang 60 cm yang terletak di bagian tengah itu menjadi tumpuan rangkaian gulungan daun andong, mawar, dan amarantus. “Untuk membuat rangkaian bunga tak mesti mahal, barang bekas seperti talenan bisa dimanfaatkan, “ tutur Wendy. Bucket kordilin cocok untuk pesta di luar ruangan karya Yohanes Triyono

Pada acara bertema Beyond imagination itu panitia juga menampilkan rangkaian lain berbahan andong. Sebut saja Dinner Tabble Arrangemertt karya Lily Sastra, Pararel with Cordyline karya Dwi Krisdiah Handayani, Inspirasi Helaian Batik oleh Lucia Raras, Peni Zulandari, dan Anastasia Ferwidyasari. Ketua panitia, Anastasia Ferwidyasari, mengatakan, “Tujuan acara itu adalah untuk menaikan kembali pamor daun andong sebagai elemen rangkaian.” Dibandingkan dengan daun lain, andong harganya paling murah, Rp2.500 per 10 lembar daun. Bandingkan dengan puring yang Rp4,000 per 5 lembar. “Kordilin juga mudah dibentuk karena daunnya lemas dan lentur,” kata Yohannes. Buktinya buket pengantin dari daun andong juga tampil mempesona.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Daun andong juga menjadi bahan buket pengantin

MIKROKAPSUL UNTUK LARVA GURAMI

BUDIDAYA BUAH SAWO

Menanggulangi hama tikus bandel

DOMBA WONOSOBO

CEMARA UDANG TUMBUHAN PEMECAH ANGIN