bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Di sela-sela waktu senggang Soeroso mengunjungi nurseri bonsai lain
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Koleksi Soerono bukan sembarang bonsai. Beberapa di antaranya termasuk nominasi bonsai terbaik nasional. Tengok saja beringin elegan memborong 3 gelar; phusu peraih the best ten asam jawa dan kupa landak bergaya broom keduanya masuk kategori aik sekali dan landepan termasuk kategori baik di ajang kontes Bogor 2002 Koleks lain santigi dan 3 kupa landak belum turun gunung”. Padahal ketiga kupa landak itu lebih indah. Pantas ketika fajar baru menyingsing Soeroso berada di halaman belakang. Pagi Jtu ia asyik menyibak dedaunan kupa landak. Dihitungnya jumlah buah kupa landak. Satu dua tiga …. Ada 12 buah berwarna hijau 3 cokelat tanda matang dan 1 kuntum mungil. Pimpinan perusahaan produsen LPG valve tabung gas itu mengoleksi 4 kupa landak bernilai puluhan juta rupiah.The seven sistersKupa landak yang tengah berbuah itu dij uluki the seven sisters karena berbatang tujuh. Bonsai setinggi 50 cm itu bergaya room alias sapu terbalik.

Keistimewaannya tata letak percabangan sangat alamiah karena dari cabang ke cucu ranting mengecil secara wajar. Ke-7 batang tumbuh ke segala arah. Kebanggaan Soeroso kian bertambah lantaran kera* jambu-jambuan itu bisa berbuah di datoJ rendah. Tak salah ia mengeluarkan cj: j puluhan juta rupiah untuk menebus pohat f mim berusia 26 tahun itu. Sayang. 7h seven sisters belum pernah diturunkar berlomba sehingga belum memiliki ge!; Sebuah kupa landak lain berga.ii informal dipajang di teras. Koleksi it ; teranyar dan baru digunduli daunnyjL Pohon setinggi 60 cm itu digunduli unr_. mempertahankan tajuk tetap rapat. Ag» daun-daun cepat tumbuh Soeroso rajin! menyiram. The seven sister sang kebanggaan yang rajin berbuah Kupa landak koleksi pertama Soeroso m masih terawat baik. Bonsai yang i-e!: Rpl5-juta itu amat menarik tak tua di pot kecil. Bahan bonsai biji itu ditanam Sentot Pramono— i m bonsai”nya—Soeroso 26 tahun *Predikat baik sekali di kelas madya Mn – saat lomba di Bogor 2002. Jenis ;ium itu menarik perhatian Lim Kim fc–; dan Ng Chin Moon warga Malaysia. W ;~eka menawar dengan harga tinggi Soeroso bergeming. “Saya masih :- mg dengan bonsai itu” alasannya.Selain kupa landak penggemar golf itu -cmiliki kebanggaan lain berupa beringin a: ran. Prestasi Ficus compacta itu masih tt— im yaitu peringkat kedua kelas madya _ia lomba bonsai di Bogor 2002.

Pemilik beberapa perusahaan itu juga -engoleksi mustam bergaya formal. Veski penampilan sederhana ia masuk the ~:st ten kelas utama di Malang. Pohon . reroleh dari seorang pebonsai di Klaten. I tangan Soeroso bonsai itu lebih empurna penampilannya. Hasilnya :eringkat ke-4 nasional diraih pada 2002. 3ukup serius Sebagai pendatang baru Soeroso cukup erius menggeluti hobi. Buktinya kupa landak risa berbuah. Padahal tanaman itu malas -emunculkannya di Jakarta. Ia pun hanya nemilih bonsai-bonsai eksklusif berharga tinggi. Meski bonsai juara tidak mutlak dibeli bila tidak indah. “Saya hanya senang dengan barang-barang berseni” tuturnya. Bonsai- bonsai istimewa itu ditanam dalam pot unik yang dirancang khusus menyesuaikan dengan bentuk bonsai. Daun-daun berwarna hijau kebiruan tanda sehat. Santigi misalnya biasanya tidak bisa tumbuh bagus di daerah yang jauh dari pantai. Di tempat Soeroso santigi tampil prima. Rahasianya setiap bonsai dipupuk minyak ikan khusus tanaman. Pupuk organik itu diberikan seminggu sekali. Konsentrasinya 1 tutup botol dilarutkan dalam 4—5 liter air. Larutan itu kemudian disiramkan ke tanaman setiap minggu.

Di sela-sela waktu senggang Soeroso mengunjungi nurseri bonsai lain. Alumnus Universitas Gajah Mada itu getol ngobrol soal bonsai hingga berjam-jam. “Saya kulakan (belanja Red) ilmu” tuturnya. Selain itu ia rajin ikut pameran di berbagai tempat. “Untuk mengenal lawan” katanya. Ia aktif belajar lantaran dulu banyak bonsai mati karena salah urus. Dua pot santigi berdaun kerdil karena pupuk impor disiramkan ke daun seharusnya ke media. Ia juga pernah kehilangan bonsai seharga Rp7-juta sewaktu ikut pameran di Bandung karena tidak disiram. Pengalaman itu jadi pelajaran berharga untuk menimba ilmu kepada para pakar.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Di sela-sela waktu senggang Soeroso mengunjungi nurseri bonsai lain

PELUANG PARA JAWARA KONTES KOI

YUUK KITA MULAI BETERNAK CACING TANAH BERNILAI JUTAAN

PERANAKAN MENURUN

BERKAT LINGZHI PENYAKIT VERTIGO SEMBUH

SEDIA PERLENGKAPAN BUDIDAYA WALET