bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Getah kemenyan sebagai bahan parfum
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Untuk mendapatkan getah kemenyan, harus sabar menunggu 3—5 bulan sampai siap panen Untuk memperoleh komoditas ekspor itu dengan berjalan kaki hingga beberapa jam Almen Berutu tak lagi muda. Usinya 65 tahun. Namun, kakek 6 cucu itu tampak amat tangkas ketika memanjat pohon kemenyan. Kakinya berpijak pada sepotong kayu. Begitu pula salah satu tangan, berpegangan pada kayu di atas. Kedua kayu yang terhubung dengan tali itu berfungsi sebagai tangga. Masyarakat Desa Ulumera, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpakbharat, Provinsi Sumatera Utara, menyebut peranti itu julu-julu. Di ketinggian 3 meter dari permukaan tanah, Almen Berutu memanen getah kemenyan. Getah pohon anggota famili Styraceae itu mengalir perlahan ketika Almen melukai batang 3 bulan sebelumnya. Lalu getah melekat di lubang atau luka di kulit pohon. Sebagian lainnya meleleh di kulit pohon dan mengering. Bila dibandingkan dengan karet yang sama-sama menghasikan getah, produksi getah kemenyan relatif rendah. Karet menghasikan semangkuk getah per hari. Bandingkan dengan getah kemenyan, sekali toreh pekebun hanya memperoleh 400 gram dalam 3 bulan.

Untuk memanen getah, Armen memanfaa>ai panuktuk semacam pisau untuk mencongkei getah yang melekat dengan pohon. Sementara tangan kirinya siap menadah hasil cungkilan. Almen memasukkan getah yang mengering dan bercampur potongan kulit kayu ke dalam curu-rai alias wadah terbuat dari rotan yang tersangkin 3 bahu. “Sekarang potongan-potongan kulit kayu bekas tempat melekat getah juga sudah dihargi penampung. Karena itu jangan sampai terbuang’ kata Darlan Berutu, kerabat Almen. Harganya Rpl.000-Rp2.000 per kg. Hasil congkelan perr;-i menghasilkan getah berwarna putih. Masyara^ Ulumera menyebut getah putih itu sidukabi ata. mata zam-zam. Getah-getah yang banyak dinanti beragam industri seperti parfum, obat-obatan, kosmetik, sabun, cat, dan pangan itulah yang harganya relatif mahal, RplOO.OOO per kg. Biasanya kian besar ukuran getah, makin mahal pula harganya I $ Berdasarkan ukuran, getah kemenyan terbagi atas 7 kelas, yakni mata kasar, kacang, jagung besar, pasir kasar, pasir halus, dan abL I Sebagai perbandingan jika harga maal kasar RplOO.OOO, maka abu hanya 1 Rp30.000 per kg. Selain ukuran, faktor yang I juga menentukan harga adalah warna getah. Dairi hal ini, makin pirm kemenyan, kia’ I mahal. Nami.’ I dibandingkan I harga pada 1960-an harga- I harga itu relatif murah. Ketika itu harga sekilo kemenys’ bermutu bagus setara I —V’ satu gram emas. Namun, kini harga kemenyan yang hanya RplOO.OOO per kg hanya seperempat harga 1 gram logam mulia itu. Pekebun akan melukai lagi di bekas I goresan yang mengeluarkan mata zam- I zam. Torehan kedua itu menghasilka* getah jalur atau jurur.

Pekebun menuai getah jalur 2-3 bulan seteian memanen mata zam-zam. Setelah itu muncul getah ketiga yang disebut tahir. Harganya jauh lebih murah daripada harga mata zam-zam dan jurur. .iaktoryarg an harga 3 getah. Daan «. makin pjflJ nenyan. kian I ahal. Namun bandingkar rga pada iO-an harga- tu relatif tika itu ik) kemenya’ bagus setara n emas. kemenyan r kg hanya logam Mulia –imanen getah kemenyan, Almen !sr*an batang dengan cuncun atau besi la menggerakkan besi itu atas dan ke r^zara berulang-ulang. Gesekan cuncun it kayu kering menimbulkan suara nyaring x-3 besi bergesekan. Dengan lincah tangan “ggeruskan cuncun ke sekujur kulit : :o-ion berumur 8 tahun itu. £T3 truing, truing, truing, memecah rean pada sebuah siang di pengujung ^2 ‘Seluruh permukaan batang harus .–an agar kulit tua terkelupas,” tutur Johari, x -.emenyan yang juga menemani Trubus. r nemikian kulit pohon tidak akan mengotori •arena mengalir ke kulit yang sudah bersih. ia-: bersih, kulit kayu dan getah akan r-ng dan bersatu. Akibatnya kualitas getah -Hingga harganya anjlok. j’!g hamenjon alias kemenyan itu kini bersih. Almen cekatan mengambil ‘-k atau pisau dari keranjang rotan. La agi di bekas I an mata zam- menghasilka’ I Pekebun 3 bulan setela’ f n. Setelah itu isebut tahir. daripada harga kemudian melukai batang dengan menusukkan ujung panuktuk ke kulit batang kemenyan dan mencungkilnya hingga kulit terluka. Supaya luka lebih lebar, Almen memukul bekas luka itu dengan bola panuktuknya sembar mengucap mantra, “Duruhko kemenjen, duruhko kemenjen…” berulang-ulang. Getah kemenyan dipakai sebagai bahan baku dalam industri parfum, obat-obatan, kosmetik < Cuncun dipakai untuk membersihkan kulit kering sehingga tidak mengotori getah y Pohon kemenyan berhabitat asli di pegunungan di kawasan Bukit Barisan, Sumatera Utara Panuktuk dilengkapi pisau tajam untuk melukai kulit kayu. Luka kemudian di getuk dengan bola panuktuk untuk membuat jaringan rusaak sehingga terbentuk iubang. Di lubang itu getah berkumpul. Jalu-jalu dimanfaatkan sebagai tangga untuk memanen getah di batang bagian atas. Jalu-jalu dilengkapi tali polang untuk memanjat naik ke jalu-jalu yang telah dipasang Kulit dibersihkan, getah dipanen, lalu membuat guratan di kulit. Getah di bagian atas pohon dipanen dengan memasang jalu-jalu di bagian atas. Itu harapan Almen agar pohon mengeluarkan banyak getah. Dalam tempej I 15 menit, Almen tuntas memanen, membersihkan, dan menoreh batang set’» I 2 m.

Dalam sehari, ia bisa memanen dan menyadap getah 15 pohon. Namun, has-i ‘ e j tidak tentu, bahkan kadang tidak pana ] sama sekali. Hari itu pun yang bisa d hanya 1 ons dari 2 pohon. Harap mar _-l umur pohon relatif muda, baru 8 tahun. Produksi getah kian meningkat seiring pertambahan umur pohon. Keruan saja, batang pohon pun makin tinggi sehingga ur:_* I memanennya, petani memerlukan dua jalu-ja * J tangga. Tujuannya agar mampu menjangkau : aJ pohon bagian atas, yakni pada ketinggian 4-c di atas permukaan tanah. Keluarga Almen Berual setidaknya 400 pohon yang terdapat di dua lo*J berbeda. Sebuah kebun lagi terdapat di atas bukit PgJ 3 jam berjalan kaki dari rumahnya untuk mencadj kebun itu. Itulah sebabnya biasanya ia memil h j tinggal dan bermalam di kebun selama 1-2 pe- Keminjen toba, daun sempit dan kemerahan dianggap lebm berkualitas karena hasilkan getah putih ketika musim panen tiba. Tujuannya agar efisien karena lamanya perjalanan. Waktu 14 hari itu cukup untuk memanen 400 pohon. Saat berangkat, ia membawa perbekalan seperti beras panci, air minum, dan pauk. Sebenarnya para pekebun yang lahannya jauh, dapat mempekerjakan buruh dengan upah Rp40.000 per hari. Namun, mereka menganggap dianggap cukup berat bagi masyarakat bersahaya seperti mereka. Dahulu sebelum berangkat, mereka menyelenggarakan ritual pelleng, yakni memohon agar selamat dan Tuhan memudahkan pekerjaan selama panen, dan memperoleh hasil melimpah. Namun, kini banyak pekebun meninggalkan ritual itu karena lebih praktis. Almen menanam 2 jenis kemenyan, yakni kemenyan toba Styrax paralleloneurus dan kemenyan dairi atau durame Styrax benzoin.

Lahannya kian sempit diganti komoditas lain, n cukup banyak hanya digantikan oleh alang-alang inya dapat dibedakan dari bentuk dan warna Daun kemenyan durame lebih lebar dan ulat memanjang. Warna pucuk daun ‘ Bandingkan dengan ukuran daun kemenyan ebih sempit, bentuk meruncing, dan warna kemerahan. Kemenyan durame lebih cepat 5uh dibandingkan dengan jenis toba.3ara bekebun mulai menyadap durame sejak 6-7 tahun; kemenyan toba, pada umur1-13 tahun. Dari segi aroma, kemenyan toba lebih 5 :n dibandingkan dengan kemenyan durame. asyarakat Pakpakbharat lebih banyak menanam r-enyan toba karena harga jualnya lebih tinggi. T-urut Almen getah kemenyan toba cepat kering r berwarna putih sehingga tampak bersih. Sementara getah dairi alias durame, cenderung lambat kering sehingga lebih lembek dan berwarna gelap. Hamijon toba atau kemenyan toba dianggap paling berkualitas. Indikator mutu didasarkan pada: kadar air, kadar kotoran, dan kandungan kimia seperti asam benzoat dan asam siamat. Karena kualitas toba lebih baik, harganya pun lebih tinggi, pada pertengahan 2012 mencapai RplOO.OOO per kg. Bandingkan dengan darume hanya Rp75.000 per kg. Karena perbedaan harga itu, masyarakat cenderung menanam jenis toba. Namun, di sisi lain, banyak juga pekebun yang membiarkan pohon-pohon merana tanpa perawatan. Di sentra kemenyan Desa Ulumera, Kecamatan Sitellu Tali UrangJulu, Kabupaten Pakpakbharat, misalnya, mudah dijumpai kebun kemenyan penuh ilalang. Ada pula yang membiarkan pohon-pohon renta berumur puluhan tahun tetap tegak, tanpa meregenerasi. Padahal, produksi pohon tua kian menurun. Darlan mengatakan bahwa pemilik malas mengurus kebun kemenyan warisan orang tua. Harap mafhum, mengelola kebun termasuk memanen getah kemenyan bukan pekerjaan ringan. Mungkin karena itulah beberapa pekebun menebang pohon kemenyan dan menjual kayu untuk bahan mebel. Setelah itu mereka mengganti pohon kemenyan dengan bibit kopi, jagung, atau gambir. Apakah wangi luban jawi dari pohon-pohon yang menjulang tinggi itu harus berakhir? Beberapa pekebun menebang pohon kemenyan dan menjual kayu untuk bahan mebel. Setelah itu mereka mengganti pohon kemenyan dengan bibit kopi, jagung, atau gambir. Apakah wangi luban jawi dari pohon-pohon yang menjulang tinggi itu harus berakhir? Parfum kelas dunia menjadikan kemenyan sebagai salah satu bahan aktif

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Getah kemenyan sebagai bahan parfum

OT03 Produsen NPL Sekala Besar Berbagai Tipe

Tren jual kangkung beserta akarnya

Cara merawat ikan hias versi 2

Beternak, hewanGampang Karena Gamping

MANFAAT HERBAL KEMANGI UNTUK SEXUALITAS PRIA DAN WANITA