bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Kasiat obat tradisional lebih baik dari obat kimia
Filed: Blog
Advertisement
loading...

OBAT TRADISIONAL KENCING MANIS
Diabetes Mellitus saat ini merupakan masalah kesehatan nasional dan menduduki urutan ke 4 prioritas penelitian nasional untuk penyakit kreatif. Obat-obatan modern disamping : mahal juga efek sampingnya yang harus diwaspadai. Hal inilah yang mendorong. Diabetes banyak yang memilih obat tradisional. Tapi obat tradisional manakah yang harus dipilih ? begitu banyaknya obat tradisional yang dijual tapi dari klaim khasiat sering kali tidak terbukti ada pula obat tradisional yang mencampurkan nodem didalamnya. Sedangkan di Indonesia masih minimnya bahkan hampir tidak ada obat tradisional yang telah diuji klinis. Hal ini karena apabila hasil uji klinisnya terbukti maka akan berakibat pada penjualan dan kepercayaan masyarakat terhadap obat tersebut akan hilang. Mengacu pada : Keputusan Menteri Kesehatan RI No. :4/MenKes/SK/VI/1995 tentang Pengembangan dan penerapan Pengobatan Tradisional dan keputusan Menteri Kesehatan RI No: 56/MenKes/SK/l/2000 tentang Pedoman Uji Klinik Obat Tradisional. Maka PT Hanaka Farmasindo langsung mengambil inisiatif untuk menguji kebenaran klaim Teh 919 karena terdapat signal yang begitu kuat pada produk ini dalam pengobatan Kencing Manis hal ini diperkuat dengan pengalaman ribuan pasien yang telah minum Teh 919 dan berhasil menurunkan kadar gula darahnya. Untuk itu sejak awai tahun 2000 PT.Hanaka Farmasindo telah menjalin kerja sama dengan salah satu Universitas terkemuka yang dipimpin oleh seorang Profesor di bidang farmakologi dan di bawah bimbingan Departemen Kesehatan untuk melakukan uji klinik terhadap Teh 919. Dan pada bulan Agustus tahun 2000 telah berhasil melakukan uji klinik dengan hasil yang sangat menggembirakan dimana Teh 919 dengan sangat meyakinkan telah terbukti mampu menurunkan kadar gula pada pasien kencing manis.

“Dengan hasil uji klinis ini pula kami menjawab Keputusan Menteri kesehatan RI tersebut sehingga Teh 919 sedang dalam proses untuk dapat digunakan pada pelayanan kesehatan masyarakat. Kami juga sedang mempertimbangkan pembuatan Teh 919 dalam bentuk tablet agar dapat diresepkan oleh dokter” ungkap Ibu Yurni Adis Apoteker penanggungjawab Produksi Teh 919 DEPKES RI No. TR.983295171 Obat Tradisional Mimba dan Duwct Akhiri Disfimysi Encksi Malam itu waktu seperti tak beranjak terasa begitu lama. Kegelisahan meliputi benak—sebut saja—Chandra Pralaya ya tergolek di peraduan la tak lagi mampu memberikan kemesra buat istri terkasih lantaran mengalami disfungsi ereksi. Baginyi itulah malam-malam panjang. Sedih kecezua dan malu teraduk- jaduk tak keruan. Berkat rebusan daun mimba dan kayu batar dan duwet kini keharmonisan rumah tangganya terselamatkan. semalam tetapi “Saya tak tahu kaldu daging kambing dapat “hipertensi” ujar Chandra. Selain itu manis tak pernah ketinggalan setiap makan. Itu diduga sebagai pence diabetes melitus. Setelah pindah dari Yogyakarta Jakarta barulah Chandra mempercayainya informasi bahaya daging kambing penderita hipertensi. Pekerjaan penyuluh pertanian di Piyungan Banr Yogyakarta yang digeluti selama 71 ditinggalkan. Di ibukota ia bekerja sebagi perancang taman di sebuah pengemba ternama.

JUS SAMBUNGNYAWA
Karena harus bepergian ke beber tempat alumnus Sekolah Tinggi Perkebunan itu selalu mengantungi pereda hipertensi. “Pokoknya kalau mulai terasa kliyengan (pusing red) langsung minum” ujamya. Sayang upay; itu tak menuntaskan penyakit. Sekadar mengurangi rasa sakit sejenak Awai Januari 2001 penyakitnya kambuh. Dr Ludwina yang biasa merawa menyarankan agar Chandra mengkonsumsi rebusan daun sambungnyawa. Menurut Dr Ludwina seperti ditirukannya Chandra konsumsi pil berkepanjangan menyebabkan disfungsi ereksi. Hal serupa dikatakan Dr Erwin Sainan SpKK dari RS Persahabatan. Rawamangun Jakarta Timur. Dr Ludwina juga menganjurkan supaya menghindari alkohol garam dan daging kambing. Keesokan pagi ia berkeliling di kompleks perumahannya di Tangerang untuk Kejadian pada akhir Januari 2001 itu tak akan pernah terhapus dari ingatan Pria itu. Sebagai suami nelangsanya pria kelahiran Klaten 1956 itu. Ia ingat betul begitu senjakala tiba kegundahan senantiasa merayapi pikirannya. Sulung 5 bersaudara itu tidak pasrah. Ia lekas berkonsultasi dengan dokter di sebuah klinik di Jakarta Selatan. Saran dokter ubah suasana kamar. Usai pulang dari klinik terbit harapan agar lara itu segera berakhir. Sayangnya meski memenuhi nasihat dokter gairah itu masih redup. Tak mampu membakar malam yang dingin. Tak tahan berlama- lama tersiksa ia kembali menjalani tes kesehatan di klinik berbeda. Uji laboratorium menunjukkan ia terserang diabetes melitus. Kadar gula dalam darah mencengangkan mencapai 350 mg idealnya 100—140 mg.

Dipicu hipertensi Saat itu hipertensi yang diidap Chandra belum sembuh. Ia menduga diabetes melitus sebagai penyakit susulan yang dipicu hipertensi. Lebih dari 15 tahun Chandra menjadi langganan dokter. Setidaknya sebulan 2—3 kali kepala pusing tak tertahankan. Gejalanya tengkuk terasa pegal dan cekot-cekot. Tekanan darah tinggi mencapai 160/100 mmHg. Setiap kali gejala itu dirasakan ia lekas ke Dr Ludwina yang berjarak 500 m dari rumahnya. Setelah mengkonsumsi beberapa pil pereda sakit ia hanya dapat berbaring. Meski demikian esoknya ia menikmati lezatnya makanan favorit: satai kambing. Bukan lantaran lupa akan penderitaan Obat Tradisional Bicsri sambungnyawa. Tanaman yang OAenal sebelumnya. Untung salah satu keluarga mempunyai beberapa tanaman ia dapat memetik 14 helai daun. Genap makan malam 7 daun I yang hijau pucat dilalap— anra. direbus—dengan sambal. “Baunya ga enak ujarnya. Itu dilakukan 2 hari. Untuk konsumsi hari Ser.kut ia ke kebun tanaman obat Bekasi seperti 1 lajurkan pemilik sambungnyawa. i pemilik Karyasari menyarankan daun sambung nyawa diblender Bersama dengan 3—4 daun dewa.

Hasilnya dicampur dengan setengah gelas matang disaring dan diminum eoligus sebelum makan malam. Chandra inambahkan sedikit gula agar enak konsumsi. Sepekan kemudian ia E ;meriksakan diri ke Dr Ludwina.Tekanan darahnya membaik 120/80 ~mHg dan itu mengurangi beban pikiran. penderitaan berakhir. Sangkit lagi Untuk mengatasi penyakit gula Purwo -erkonsultasi ke dokter spesialis penyakit i^lam di sebuah klinik. Kemudian ia ~enebus beberapa obat. “Saya sengaja menebus separuhnya karena merasa ngga enak kepada dokter” ujar Chandra. Ia bertekad untuk mengatasi penyakit gula itu dengan ramuan tradisional. Toh sebelumnya ia sudah membuktikan hipertensi sembuh dengan racikan tanaman obat. Pil dari dokter tetap ditelan selama sepekan. Kebetulan setelah habis ia mendapat informasi dari Winarto soal faedah daun mimba dan kulit batang duwet. Racikan itu ampuh mengatasi diabetes melitus. “Disfungsi ereksi yang saya derita kan bersumber dari penyakit gula” ujar Chandra. Masing- masing 10—30 g kering daun mimba dan kulit batang duwet direbus dalam 3 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin rebusan itu diminum 2 kali sebelum sarapan dan makan malam. Dua pekan setelah rutin meminum rebusan itu kadar gula darah melorot 180 mg. Konsumsi rebusan itu terus dilanjutkan.

DAUN DEWA PEREDA HIPERTENSI
Pada pekan ke-4 ia kembali ke klinik untuk mengetahui kandungan gula darah. Uji I laboratorium menunjukkan kadar gula melorot menjadi 150 mg. Pemeriksaan berikut—2 pekan kemudian—ia dinyatakan negatif alias sembuh. Bersamaan dengan itu libidonya mulai bangkit dan menggelegak. Keharmonisan rumah tangganya yang semula goyah kini terselamatkan. Meski demikian ia tetap meminum ramuan daun mimba dan kulit duwet yang dikemas seperti teh celup. “Kalau gairah mulai menurun tandanya ngga beres nih dan saya minum lagi” ujar pria 47 tahun itu. (Sardhi Duryatmo) Dua Saraf Terganggu 0isfungsi ereksi menurut Dr Erwin Sainan SpKK adalah ketidakmampuan seseorang mempertahankan ereksi atau sanggama yang memuaskan minimal dalam waktu 3 bulan. “Kalau kurang dari 3 bulan tidak bisa disebut sebagai disfungsi ereksi” ujar dokter spesialis kulit dan kelamin alumnus Universitas Indonesia itu. Faktor penyebab atau predeposisi disfungsi ereksi— sebelumnya dikenal sebagai impotensi—antara lain diabetes melitus seperti dialami Chandra.

Akibatnya aliran darah ke arteri menuju penis semakin menurun. Insulin juga gagal mengatur kadar gula dalam darah sehingga mengganggu kerja saraf otonom dan somatik. Saraf otonom di tulang belakang berfungsi memberikan impuls atau rangsangan kepada organ erektil. Yang termasuk organ erektil adalah pembuluh darah vena—di penis— jaringan saraf otot polos di penis dan korporal. Ketika fungsi itu terganggu rangsangan pun gagal diteruskan. Demikian juga saraf somatik yang terdapat di permukaan kulit penis Dr Erwin Sainan SpKK dan glans—kepala penis. Karena fungsi saraf somatik terhambat penis tak mampu ereksi dan gagal berpenetrasi.

Menurut alumnus Universitas Sriwijaya itu untuk mengatasi disfungsi ereksi harus diketahui faktor predeposisi. Bila predeposisi karena diabetes melitus artinya penyakit gula itu yang mesti disembuhkan. Ayah 3 anak itu menuturkan konsumsi obat-obatan antihipertensi dapat memicu disfungsi ereksi. Chandra juga acapkali melakukannya ketika terjadi serangan hipertensi. Begitu halnya obat untuk mengatasi penyakit gondok „ antidepresan dan konsumsi narkoba. | Sayang tak ada penelitian soal § kuantitas obat yang dikonsumsi I sehingga terjadi disfungsi ereksi. ” “Sifatnya sangat individual. Dari umur 40 tahun saya minum betablocker karena saya punya hipertensi. Tapi sampai sakarang saya tak ada gangguan (ereksi)” ujar dokter 47 tahun itu.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags:

Related Post Kasiat obat tradisional lebih baik dari obat kimia

JINTAN PUTIH CUMINUM CYMINUM

Budidaya Semangka Cukup Menguntungkan

RUTIN MENGKONSUMSI KOLOSTRUM SEMBUH DARI LUMPUH

Beternak Burung Elang Simbol National Geographic

BATU SANDUNGAN PRODUSEN BENIH