bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Limbah akar wangi menjadi parfum
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Harum Selembar Papan, Habis wangi, sepah tak dibuang. Para penyuling akarwangi Andropogon zizanioide s memang membuang limbah setelah memperoleh minyak asiri. Rendemen penyulingan hanya 1,5-3% sehingga 97% bobot akarwangi menjadi limbah. Jika penyuling mengolah 1ton akarwangi maka 970 kg menjadi limbah. Padahal, sampah penyulingan itu mengandung lignoselulosa yang berpotensi sebagai bahan papan partikel. Guru besar di Fakultas Teknologi Pertanian Insitut Pertanian Bogor, Prof Dr Erliza Hambali, membuktikan bahwa limbah akarwangi itu bermanfaat untuk papan. Menurut Dr Ir Dede Hermawan MSc dari Departemen Teknologi Hasil Hutan, Institut Pertanian Bogor, semua bahan yang berserat dapat dijadikan papan partikel. “Yang penting bahan papan partikel mengandung lignoselulosa,” tutur Dede.

Multiguna
Prof Erliza merendam limbah dalam air bersuhu kamar selama 3 hari. ‘Tujuannya mengurangi zat ekstraktif yang menghalangi lem masuk ke pori-pori partikel,” tutur doktor alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Hasil perendaman belum mencukupi syarat bahan. Itu karena keteguhan rekat internal papan masih rendah, yaitu 1,21 kg/cm2, standar minimal 2,04 kg/cm2. Keteguhan rekat internal adalah satuan yang menunjukkan kekuatan tarik papan tegak lurus dengan permukaan. Untukmengatasi hal itu, Erliza merendam limbah akarwangi pada air mendidih selama 3 jam.

Tujuannya menghilangkan lemak dari permukaan partikel. Berkurangnya zat ekstraktif meningkatkan kandungan lignoselulosa dan kekasaran permukaan akibat terdegradasinya lemak pada permukaan partikel. Perendaman dengan air mendidih mendongkrak zat ekstraktif yang terlarut, yakni 11,05%. Bandingkan dengan perendaman dengan airdingin. ha” t zat ekstraktif yang terlarut. Selanjutnya, Erliza merajarg i menjadi 4 ukuran partikel: 6-‘.: partikel sedang ukuran 10-18 mes- : halus 18-32 mesh, dan debu kurang dari 32 mesh. la merekatka’ ; menjadi papan dengan perangi spreader dan perekat urea formaa (UF). Lem jenis UF lazim digunaka- i pembuatan interior dalam ruangan car mendapat pengaruh langsung oleh : Setelah melewati mesin pt’i- panas selama 10 menit itu mengia papan partikel yang secara kasat tidak berbeda dengan material seje- bahan bubur kayu. Untuk membuat : berukuran 30 cm x 30 m x 10 m memerlukan 1 kg akarwangi bekas sui Jika produksi minyak akarwangi nasior; ton per tahun, maka terdapat 1,7 ton *n setara 1.700 buah papan partikel beruw 30 cm x 30 cm x 10 cm.

Ide membuat papan muncu Erliza mengunjungi sentra penyu ir minyak akarwangi di Kabupaten Garut i Barat. Tumpukan limbah akarwang penyulingan menarik perhatiannya. L~ itu hanya berakhir di tungku sebagai bata bakar penyulingan. Padahal, sebagai bat papan partikel, akar tanaman anggota i Poaceae itu punya banyak keung seperti menguarkan aroma harum lant masih mengandung minyak asiri. A Erliza Hambali, manfaatkan limbah penyulingan akarwangi menjadi papan partikelPapan partikel biasa dibuat dari bahan yang I mengandung lignoselulosa seperti bubur kaya atau cocopeat bisa dimanfaatkan menjadi papan semen dan peredam suaralik rumah puntakperlu pengharum Tidak cuma itu, “Aromanya tidak Hkkt ~yamuk,” kata Erliza. Apalagi masa kpm -i akarwangi singkat lantaran panen mm – l-\2 bulan pascatanam. Bandingkan lia -ayu sengon, jabon, atau karet yang 5 tahun. Iwan semen Selain papan partikel, limbah I angi juga potensial sebagai papan I Bj_-‘ partikel. Bedanya adalah papan I » -emerlukan semen sebagai perekat f Broartikel. Yumila Kartini dari Fakultas -ogi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, senbuat papan semen partikel dari limbah I aangi. la merendam limbah akarwangi Ifean air bersuhu 24°C selama 3 hari lalu –‘geringkan hingga berkadar air 10,96%. ferkutnya ia mencampurkan 784 g limbah I dengan 2.516 g semen, 1,6 I air, II’ 8,4 g katalisator.

Katalisator berfungsi untuk I ingkatkan daya ikat antarpartikel. I feelah mengaduk bahan-bahan itu hingga I ?^ampur sempurna, Yumila memasukkan I saam cetakan 35 cm x 35 cm x 2 cm. [ ^an partikel mengeras dalam 2 pekan. I -_ap ton limbah akarwangi menghasilkan I f- lembar papan semen partikel. Menurut I 3ede, papan semen partikel awet karena I sran serangan rayap. Papan semen juga multiguna dalam pembangunan hunian antara lain bermanfaat untuk eksterior dan interior yang tahan air. Faedah lain akarwangi adalah meredam bunyi sebagaimana riset Tatus Tresna Daris dari Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, la mencuci bersih dan mengeringkan akarwangi di bawah sinar matahari hingga berkadar air 8-10%. Berikutnya ia menganyam limbah akarwangi membentuk balok berukuran 20 cm x 15 cm x 5 cm.

Untuk memperkuat dan membuat bentuk jalinan teratur serta rapi, ia mengikatkan benang nilon berukuran 0,5 mm ke dalam jalinan.Selanjutnya ia meningkatkan daya redam bunyi balok itu dengan melekatkan balok gipsum berukuran sama setebal 9 mm. Balok akarwangi menyerap gelombang bunyi yang pertama datang. Sementara balok gipsum memantulkan rambatan gelombang sisa kembali ke balok akarwangi sampai bunyi habis terserap. Menurut Titus, penambahan balok limbah akarwangi menggantikan rongga udara meningkatkan nilai sound transmission class (STC) sebesar 7-10. Sound transmission class adalah nilai yang menunjukkan seberapa baik suatu partisi meredam suara. Semakin besar nilai STC, berarti semakin baik peredam suara dari suatu partisi. Sebaliknya, nilai STC nol mengindikasikan bahwa partisi tidak memiliki kemampuan meredam suara. Nilai STC balok limbah akarwangi berdasarkan ketebalan berturut-turut adalah 50 mm, 40; 100 mm, 45, dan 150 mm, 46. Artinya semakin tebal balok akarwangi semakin baik untuk meredam suara.

1. Cacah limbah akarwangi berukuran 3—5 cm
2. Giling cacahan akar wangi, kemudian saring partikel 18—32 mesh
3. Rendam dengan air panas bersuhu 100°C selama 3 jam
4. Keringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau oven
5. Laburkan dengan perekat urea formaldehida 14% dari bobot partikel kering.Tempa dengan tekanan spesifik 25 kg/cm3 dengan suhu 100—140°C selama 10 menit
6. Kondisikan di udara terbuka selama 7 hari sampai bobot konstan. Potong papan partikel sesuai kebutuhan

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags:

Related Post Limbah akar wangi menjadi parfum

CABANG RANTING DAUN PALING BERGENGSI

Budidaya Srikaya Bikin Kaya

CARA LAIN UNTUK MENCEGAH SI PUNGGUK MASUK

Ikan Louhan

OBAT HERBAL UNTUK AMANDEL