bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Memfungsikan kandang umbaran
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Kandang umbaran berfungsi sebagai area bagi walet umur 60 hari untuk belajar terbang. Lokasinya menyelubungi rumah walet sehingga rumah berukuran kecil jelas lebih efisien. Calon peternak tak harus membobol celengan bila ingin membangun rumah walet. Cukup Rp20-juta untuk sebuah rumah berukuran 4 m x 4 m x 2 m. Bayangkan jika mendirikan rumah standar 10 m x 8 m x 7 m setidaknya butuh Rp250-juta.

Bila populasi dan produksi meningkat barulah istana liur emas itu dikembangkan. Lagi pula “Tidak sulit kok untuk mengembangkan rumah ke samping atau ke atas. Prinsipnya walet jangan sampai terganggu” ujar Ir Ubaidillah Thohir. Pemilik beberapa rumah walet di Sidayu Gresik itu membuktikan beberapa kali. Walau rumah walet dirombak dan dikembangkan produksi tetap stabil. Lama Tentu saja untuk merenovasi membutuhkan waktu lama. Mengembangkan rumah walet memang bukan pekerjaan Bandung Bondowoso yang mampu menyelesaikan pembuatan area dalam semalam. Alumnus Teknil Sipil Universitas Darul ‘Ulum itu membutuhkan 15 tahun saat memperbaiki sebuah rumah walet berukuran 12 m x 9 m di Meriyunan Gresik. Semula terdiri atas 1 lantai kemudian dikembangkan menjadi 5 lantai setinggi 15 m. Dari Rumah Mini ke Istana Maksi Membangun kandang umbaran suatu keharusan jika beternak walet. Kandang berbahan kazvat kassa itu “membungkus” rumah walet. Dengan demikian peluang walet dewasa kembali setelah dilepas lebih besar. Itnlah sebabmja membangun rumah walet berukuran mini—4 in x 4 m x 2 m—sangat ideal lantaran biaya murah dan efisien. Toh ketika populasi kian besar rumah walet juga dapat dikembangkan. Ubaidillah hanya membuat konsep perubahan pelaksanaan diserahkan kepada 4 orang tukang bangunan. Lamanya perubahan itu justru berdampak positif. Soalnya memberi keleluasaan walet untuk beradaptasi. Perubahan cepa: dikhawatirkan burung tak lagi mengena!: rumahnya. Jika itu terjadi memungkinkan walet bereksodus ke rumah lain. Pengerjaan dilakukan pada musim kemarau berkisar Juni—September. Ketika itu sedikit walet yang membuat sarang dan lebih banyak burung menghabiskan waktu di luar. Pukul 08.00—16.00 paling ideal untuk merombak bangunan. Bekerja lembur hingga larut malam tak disarankan. Menurut H. Djazuli Thoha praktisi walet di Indramayu pengembangan rumah walet harus direncanakan sejak awal. Tujuannya “Agar tidak merombak total bangunan yang sudah berdiri” katanya. Piggy back enak dipandang Perencanaan itu antara lain menentukan pengembangan rumah: ke atas atau ke samping. Jika pengembangan ke samping kiri misalnya upayakan membangun pintu di sisi kiri. Pintu di bagian depan tetap dibangun. Kelak jika perluasan itu terjadi tinggal melepas pintu sehingga menjadi area penghubung rumah lama dan baru. Kecil lebih efisien Hindari memindahkan pintu masuk- keluar walet. Itu pemah dicoba Ubaidillah. Pintu yang semula di samping dipindah ke belakang rumah. Sebab pagar samping rumah walet hendak ditinggikan. Pukul sebelum walet masuk rumah ia segera menutup pintu untuk sementara. Maksudnya agar burung mengetahui ada pintu masuk-keluar di dinding belakang.

Margin yang diraup sebesar itu wajar saja. Soalnya pria bertubuh gempal itu mesti ke sana-ke mari untuk mendapatkan persediaan telur. Yang lebih penting ia tak sekadar menjual telur. Jaminan mutu senantiasa dikedepankan. “Bagi saya persentase tidak menetas 5% sudah jelek” ujar Hakam. Sedangkan selama ini Hakam hanya memberi toleransi maksimal tidak menetas cuma 2%. La pernah diminta tolong calon peternak untuk menyeleksi 250 pasang yang dibeli dari peternak. Hasilnya hanya 2 pasang berkualitas bagus. Selebihnya dipastikan tidak menetas. Konsumen itu sangat dirugikan. Untung belum sempat ditetaskan sehingga kerugian waktu dapat diminimalisir. Hakam memperoleh pasokan telur dari banyak peternak di berbagai daerah. Telur diseleksi secara ketat baru dijajakan kepada konsumen. Kini peternak yang mempunyai telur atau calon peternak yang membutuhkan telur acapkali menghubunginya. Hakam jadi semacam jembatan yang menghubungkan keduanya. Tentu tak gampang membangun “jembatan” kepercayaan itu. Anak ke-2 dari 6 bersaudara itu ingat persis ketika mengawali 2% saja Telur walet memang dijual secara berpasangan—jantan dan betina—bukan per butir seperti lazimnya telur unggas lain. Telur yang kelak melahirkan walet jantan dicirikan dengan ujung tumpul; betina ujung meruncing. Saat ini Hakam menjual per pasang Rp25.000. la mengutip laba hingga 50%. “Enaknya menjadi pedagang telur walet saya ikut main dalam menentukan harga. Tapi jika saya main sarang kan hanya ditentukan eksportir katanya.

Senja di penghujung Desember tiba. Guratan kekecezvaan terlukis di wajah Abdul Hakam. Penyebabnya permintaan 2.000 pasang telur zvalet dari calon peternak di Madiun gagal terpenuhi. Padahal ia sudah berkeliling ke beberapa sentra. Kesibukan Hakam— demikian ia biasanya disapa—tentu bakal meningkat ketika beternak walet menjadi tren waktu mendatang. Dering telepon di rumahnya di Sidayu Gresik tak pemah senyap. Mereka—para peternak—di berbagai kota yang membutuhkan telur untuk ditetaskan. Namanya dikenal luas di kalangan peternak di sekitar Gresik Tuban Madiun Lamongan Banyuwangi dan sekitamya. Bagi calon peternak yang membutuhkan telur jelas lebih mudah mendapatkan melalui pedagang seperti Hakam. Memperoleh telur untuk ditetaskan lewat peternak bukan hal mudah. Kepercayaan di dunia perwaletan terlampau mahal harganya. Itulah sebabnya banyak orang bergantung kepada Hakam. Setiap bulan alumnus IAIN Sunan Ampel Ponorogo itu mampu melayani permintaan hingga puluhan ribu pasang. Kuantitas yang boleh dibilang cukup besar. Rata-rata sebuah rumah (calon) walet membutuhkan 50 pasang untuk menggantikan telur seriti. Juragan Telur Bermodal DengkulAbdul Hakam Tak selamanya Hakam menangguk laba. Ia pemah juga terantuk kendala pada awal berdagang. Sekitar 500 telur rusak. Diduga lantaran panen terlalu lama. Jika harga sepasang ketika itu Rp 10.000 Rp5- juta lenyap tak berbekas. Namun seiring perjalanan waktu ia kian memahami kualitas telur. “Saya belajar banyak dari pembeli” katanya. Pengalaman selama 13 tahun berdagang menjadikan ia matang dalam menyeleksi telur. Tak berlebihan jika telur hasil sortirannya sebagian besar menetas. Itu bukan janji yang diembuskan kepada calon pembeli tetapi kenyataan. Pantas namanya dikenal luas akibat advertensi gratis dari mulut ke mulut. “Profesi ini (pedagang telur red) untuk hari tua saya. Saya makan dari sini sekaligus menjadi darah daging saya” ujar sarjana Ilmu Syariah itu.

Hal serupa terulang di sentra Rengel Tutsan. Namun tak ada yang abadi di . a. Pun sebuah nestapa panjang. itim akhirnya menemui H. Husein ik rumah walet di Sidayu Gresik. berkenan menjual telur walet n :knya. Sayang Hakam tak memiliki rakup uang. Saat itu ia hanya bermodal ; -150.000. Sebagian sudah dikeluarkan* —k ongkos ke sana-ke mari. “Saya berterus terang tak mempunyai uang. Haji Husein bertanya ‘Lo membayarnya kapan?’ Saya jawab seminggu kemudian” tutur Hakam mengenang. Saat itulah pintu bisnisnya terkuak Husein percaya. Dewi Fortuna tampaknya memayungi Hakam kala itu. Dua hari kemudian telur terjual. Meski janji melunasi utang tersisa 5 hari lagi ia membayar saat itu juga. “Nama baik betul- betul saya jaga” ujamya. Dok. Kepercayaan itu dipupuk sehingga tumbuh di mana-mana. Itulah yang mengantar- kan Hakam berbisnis telur walet. Dengan telur itulah ia meraih impian sejak remaja: memiliki rumah walet. Ketika duduk di bangku SMP ia berpikiran memiliki rumah walet sangat menyenangkan. Dapat hidup layak tanpa harus bekerja keras. Ia melihat sendiri kehidupan tetangganya yang mengelola rumah walet. Langsung mendirikan rumah walet jelas tak mungkin. Walet dapat Modal besar menJadi diternak telur kendala- Jalari satu- hian dicari satunya berdagang telur. Kini mantan tenaga pemasaran buku pelajaran itu memiliki 3 rumah walet di Manyar Sidayu dan Ujungpangkah semuanya di Kabupaten Gresik. Rumah itu dimiliki sejak 25 tahun silam. Hampir satu dasawarsa impian itu akhirnya terengkuh. Sebuah mimpi indah Hakam.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Memfungsikan kandang umbaran

POTENSI SRAGEN JATENG

Iklan pilihan 5454654

AROMA DAHSYAT PEMIKAT WALET!!!

KOLEKSI GUCI YANG SANGAT LENGKAP

KHASIAT YANG MENAKJUBKAN