bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Penanggulangan virus pada tanaman
Filed: Blog
Advertisement
loading...

omtanithumb

Jika tak dikendalikan bisa mengurangi hasil sampai 75%. Sosok tanaman yang terk serangan tungau “Cabai saya yang subur dan berbuah lebat seminggu 1 kemudian tiba-tiba pucuknya mengeriting. Saya coba memangkasnya tetapi trubusan yang keluar juga melintir dan berbecak kuning” keluh seorang pekebun. Peristiwa yang dialami mantan pengembang itu ternyata juga banyak melanda pertanaman cabai lainnya. Gejala tersebut i disebabkan oleh virus. Penyebabnya bisa akibat hama. Penampilan daun yang terserangvirus didahului oleh serangan hama penular seperti aphid thrips dan tungau. Menurut konsultan cabai merah Jr. Rudi Purwadi hama itu akan menularkan virus dari tanaman satu ke tanaman lainnya. “Sampai kini belum ditemukan penangkalnya” tambah Ruth.

Sulit dideteksi Salah satu cara untuk mencegah “peredaran” virus adalah mengendalikan vektornya. Kenali sejak dini gejala serangannya. Cirinya daun keriting/keriput dan melengkung ke atas. Bila telah mengeluarkan bercak kuning berarti thrips sudah menularkan virus. Thrips tersebut umumnya bersembunyi di balik daun. Tak jarang masih tertinggal thrips muda kekuningan yang bergerak aktif. Seringkali ia ngumpet di kelopak bunga pada siang hari. Jika thrips penyebabnya semprot pertanaman dengan pestisida khusus thrips seperti Dicarzol 25 SP Regent 50 SC Curacron 500 EC Pegasus 500 EC atau Agrimec 18 EC. Serangan aphid juga memperlihatkan gejala sama yakni daun keriting. Namun tidak begitu kentara. Di balik daun yang terserang tampak hama berwarna kuning kehijauan sampai hitam. Cara lain untuk mendeteksinya amati dedaunan terbawah.

Bila dipegang terasa basah dan lengket sena dikerubungi semut pasti aphid penyebabnya. Sering pula timbul cend jelaga. Jika demikian perangi aphid atau kutu persik de:. Dicarzol 25 SP Regent 50 SC Curacron 500 EC atau Peg.: 500 EC. Berbeda dengan aphid dan thrips “Serangan tungau sa: sulit dideteksi” kata Jr. Final Prajnanta konsultan cabai Meski menunjukkan gejala keriting tetapi lebih terpelints bawah. Daun menjadi kaku mudah pecah dan melengi ke bawah seperti sendok. Tanaman terlihat kerdil. Sayangnya si penyerang jarang meninggalkan jejak sudah ngabur. Andaikata masih ada sosoknya amat dideteksi dengan mata telanjang. Untuk mengatasinya sera dengan akarisida (racun tungau). Misalnya Mitac 200 EC. 21 dapat pula menggunakan Curacron 500 EC Pegasus 51): dan Agrimec 18 EC secara bergantian. Dicegah Di samping pengendalian lewat hama penularnya baf juga cara lain untuk mengatasinya.

Manusia terkadang andil penyebarannya lewat alat-alat pertanian yang digur langsung. Karenanya bersihkan alat-alat sebi menggunakannya. Selain itu jangan merokok sewaktu di lahan cabai. Tangan bekas memegang rokok bisa mengandung virus tembakau. Virus tersebut akan menus tanaman cabai yang sehat. Lahan pertanaman sebaiknya benar-benar bersih dari dan sampah kotor lainnya. Bila ditemukan tanaman yang:: terserang virus cepat-cepat cabut. Usahakan cairan tar-=” sakit tidak menempel ke tanaman sehat. Jika serangan begitu parah lakukan rotasi dengan tanaman lain bukar famili. Misalnya dengan kacang tanah kol bunga kea jagung manis atau padi. (Utami K.P/bahan FP)

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Penanggulangan virus pada tanaman

Anggrek semakin di perlombakan

Potensi Agrowisata Kian Bangkit

DONGKRAK BOBOT NAGA KUNING KUNCI

INSULIN DAN ALKALOID MEMEGANG PERANAN PENTING

INILAH CERITA PILU PENEMUAN CRYPTOMONADALES