Home » Blog » Pernah ditipu “Profesi’ ibu rumah tangga ternyata bukan halangan untuk mencapai sukses.
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Yang terialu cepat pertumbuhannya “direm” Empat batang primer 90° ideal Mau Banyak Buah? Pangkas Durian And Krak…bruk ….Batang pohon itu roboh pada ayunan kapak kelima. Enam buah durian menjelang besar tergeletak di tanah. Tak terhitung pentil dan dompolan bunga yang ikut rontok gara-gara batangnya ditebang. Namun tanpa rasa sayang aksi penebangan terus dilakukan oleh Soetanto pada pohon lain. T rubus menghitung ada 5 pohon yang ditebang sepanjang pagi hingga siang hari itu. “Besok kita teruskan” kata J.K. Soetanto kepada pegawai kebunnya. Berarti esok hari sejumlah pohon akan ditebang lagi tanpa peduli ada buah atau tidak. Direktur PT Bogatani produsen melon berkualitas tinggi ini tidak sembarang menebang. Ia memilih pohon yang terbelah dua alias yang cabang utamanya ada dua. “Bebannya terlalu berat jadi nanti pasti belah” pemilik 5 ha kebun durian itu meyakinkan. Kalau terbelah sendiri risiko masuknya penyakit lewat batang yang luka malah lebih sulit terdeteksi. Kerugian akibat biaya perawatan yang membengkak juga menjadi salah satu alasan perlunya segera memangkas berat pohon belah dua Piramida Secara keseluruhan kebun durian Soetanto prima sekali. Pohon-pohon durian berderet rapi di kin i kanan jalan kebun.

Tajuknya rimbun clan di sela-selanya terlihat dompolan buah yang masih kecil. Tajuk-tajuk varietas monthong tersebut berbentuk piramida. Ini memang model tajuk terbaik. Sebab hanya ada satu batang utama yang dominan. Jika pada pangkal batang di bawah ketinggian 1 m dari permukaan tanah muncul cabang. ini harus segera dipangkas. Cabang itu biang keladi penyebab kerugian yang dialami Soetanto. Dengan menebang sebagian pohon tersebut setelah umurnya 4-5 tahun berarti sekitar Rp2-juta biaya perawatan terbuang percuma. Pada bentuk piramida batang utama tumbuh tegak setinggi kira-kira 3 m. Cabang yang tumbuh di bawah 54 ketinggian 1 m dari permukaan tanah segera dipangkas. menghindarkan risiko terbelahnya pohon juga kelembapan di sekitar tanaman tidak terlalu ti Kelembapan berlebihan mengundang kedatangan cend berbahaya. Cabang primer tumbuh teratur di sekeliling batang u secara simetris. Artinya seluruh celah terisi daun pengisiannya teratur. Penumpukan cabang sehingga di satu cabang menghalangi daun di cabang lain so disingkirkan. Daun-daun diatur agar tumbuh minimal jarak 10 cm dari pangkal cabang. Susunan daun di juga diatur berselang-seling. Di luar kriteria ini semua dipangkas.

Sejak awal Supaya “kecelakaan” yang Soetanto tidak menimpa Anda pembentukan tajuk perlu diatur awal. Selang 1-3 bulan setelah dit di kebun batang utama sudah diarE agar tumbuh kekar. Caranya de memangkas cabang dan daun yang sehat atau pertumbuhannya mele dari harapan. Cabang primer yang tu ke atas bersudut kecil dan ta: bersaing dengan batang utama s dienyahkan. Biasanya cabang p bersudut sempit tidak produktif. semua ruang terisi maka pemben arah cabang bisa dibantu tali atau pemancang. Letak antarcabang primer jangan terlalu rapat. Har jarak sekitar 20 cm-40 cm. Pertumbuhan cabang diar agar bentuknya mendatar atau membentuk sudut yan dengan batang utama. Sudut Inbar antara cabang prim batang utama menghasilkan cabang primer produktifda yang bersudut sempit. Jarak antara cabang primer penting lantaran sifat d Buah biasanya muncul di cabang primer dan sekunder. itu cabang primer dan sekunder hams tumbuh besar da Kalau terlalu kecil ia tidak mampu menghasilkan bermutu tinggi. Cabang primer dan sekunder ini menjadi perhatian Soetanto. Pekebun itu bahkan menggosok lumut yang tumbuh di ruas-ruas cabang. “Bunga keluarnya di sini. ada lumut kan jadi terhambat” paparnya. Soetantc memangkas pucuk durian. Pemangkasan pucuk meng pertumbuhan cabang dan ranting. (Onny Untung) Pohon belah dua potong saja hijau segar tampak bergerombol di cabang pohon. Selesai jeruk giliran jambu biji srikaya belimbing dan mangga dari berbagai jenis dipanenn . Satu demi satu buah diletakkan hati hati. Lill Turangan dalam topi pandan. Baru beberapa topi tersebut sudah penuh terisi. Maki ukuran buah lumayan besar. Terpaksa topi pandan lain menyusul diisi. Setell penuh panen kagetan harus diakhiri meski belum seluruhnya dijelajahi.

Kolektor 500 Tabulampo Mendengar cerita tersebut yang terbayang pasti sebuah kebun amat luas dengan koleksi berbagai pohon buah. Sayangnya bayangan itu tak ditemui di kebun Lili Turangan. Yang terlihat hanyalah deretan drumdrum berisi tanaman buah. Sosoknya relatif pendek sekitar 1 m-15 m. Walau “kerdil” produksi buahnya tak kalah dengan hasil tanam langsung di tanah. Penampilan juga prima baik dari ukuran dan warna. Begitu pula dengan tanamannya jarang ditemukan hama dan penyakit. Mengesankan keseriusan si pemilik dalam merawatnya.

Pernah ditipu “Profesi’ ibu rumah tangga ternyata bukan halangan untuk mencapai sukses. Semangat untuk belajar dan berani mencoba adalah kuncinya. Itulah kesan awal Trubus ketika mewawancarai Lili Turangan. Berbekal pengetahuan pertanian Lili memutuskan untuk menyalurkan hobinya. “Kalau man kerja usia tak memungkinkan tambah diploma pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Awalnya anggrek yang ditekuni. “Itu bukan hobi lo cuma sekadar senang” kata Lili. Tak heran bila sempat ditipu penjual anggrek di kawasan Mayestik Jakarta Selatan. Anggrek -5 dibeli dua hari kemudian layu. Usut punya usut bunga ternyata ditancapkan ke media. Bukan berasal dari tana itu sendiri. Belajar dari pengalaman pahit tersebut wanita ash Ma: ini terus mendalami anggrek. Caranya setiap tanaman selalu didatanginya. Tanya sana tanya sini. Bert Tentu saja. Lihat saja perkembangannya dari belajar strain besar lalu ke strain kecil. Tak puas dengan konvensional dipelajari pula kultur jaringan anggrek. sampai punya laboratorium sendiri” tuturnya. Hebar semua itu dipelajari secara autodidak dengan membacal1:

Sampai Australia Pada 1994 anggrek mulai ditinggalkan. Perhatia beralih ke tanaman buah dalam pot (tabulampot). MILE hanya sekadar koleksi tetapi tak dinyana berkernu demikian pesat. Untuk melengkapi ragam tabulampot Lill berburu sampai ke mar negeri. “Saya pernah huntiaf Lampung Sulawesi Bangkok danAustralia ” ujar ibu sewn baya Mi. Tergantung kesempatan yang ada. Kebanyakan berburu berbarengan dengan tur yang diadakan Trubus. Di Australia misalnya Lili sempat membawa tanaman abiu. Padahal nevara itu terkenal ketat pengawasan keluar-masuk tanaman. Buah yang pertama dikoleksi “Jambu klutuk!” jawabnya semangat. Seorang teman memberinya bibit jambu biji bangkok. Setelah ditanam dalam pot ternyata buah yang dihasilkan besar clan enak. Bak kecanduan Lili terus mencari dan mengoleksi buah lainnya. Bila kesulitan ia tinggal angkat telepon atau datang sendiri ke Trubus untuk menanyakan langsung penyebabnya.

Belajar dari coba-coba ilmu yang dimiliki seperti pisau yang diasah. Makin dalam dan tajam. Karenanya dengan mudah wanita yang fasih berbahasa Jawa ini menerangkan berbagai pengalaman bertanam tabulampot. Mulai dari jenis yang mudah ditanam dan sulit berbuah sampai asal bibit yang mudah berproduksi. Misalnya “Untuk mangga kita harus pintar membuatnya stres agar berbuah” atau”Rambutan yang ditanam dari okulasi agak susah berbunga jauh lebih mudah bila dari cangkok.” Untuk membuat tabulampot tampak optimal Lili tak punya resep khusus. Media cukup dibuat dengan campuran tanah pupuk kandang dari kambing dan sekam. Perbandingannya 2:1 Perawatan selanjutnya hanya pengairan pemangkasan pengamatan hama penyakit beserta pengendaliannya. Pemupukan tak dilakukan lagi kecuali ketika repotting 6-12 bulan satu kali. Medianya serupa dengan media awal. Saat ini koleksinya amat beragam. Untuk mangga saja ada varietas manalagi gedong gincu arumanis indramayu gajah ilantaran bobot buah hampir 1 kg) dan kelapa. Belimbing demak dam malaysia. Jeruk nambangan maths pacitan nipis variegata manado miyagi asal Jepang adalah ragam jeruknya. Untuk jambu biji ia mengoleksi keluaran Bangkok clan Australia. Masih banyak lagi buah-buah lain seluruhnya berjumlah 500 tabulampot.

Berahh ke bisnis Seperti hobiis lainnya bermula mengumpulkan jenis buah Lili mulai beralih ke bisnis. Modalnya cukup dengan sejumlah kecil tanaman induk. Seperti yang dilakukannya pada jeruk pacitan basil berburu di Jatim. Meski hanya berhasil membawa 1 bibit tetapi koleksi jeruk potnya sudah lebih dari 50. Begitu pula jambu citra dari 1 berlipat menjadi ratusan pohon. “Enaluiya tanaman buah itu seperti deret ukur bukan deret hitung” katanya semangat. Tak heran bila seorang pakar buah mengaku surprise melihat usahanya. Cara yang sama juga diterapkan pada buah lain seperti belimbing jambu biji australia srikaya berbagai mangga jeruk nambangan dan jeruk nipis variegata. Awalnya tabulampot itu diurusnya sendiri. Baik memperbanyak merawat pertumbuhan melakukan repotting serta membuatnya berbuah. Namun setelah membengkak ia kewalahan mengelolanya. Terpaksa didatangkan seorang “guru” untuk mengajari karyawan yang tertarik mendalami tabulampot. Mereka dilatih secara khusus belajar dari a sampai z. Walau begitu tak berarti Lili lepas tangan. Thu yang masih tampak segar itu tetap mengontrolnya setiap waktu. Alhasil kondisi masing-masing tabulampot tetap tampak optimal dan bisa dijual dengan harga Rp150 ribu-Rp400 ribu/tabumpot. Rencananya salah satu pengurus Himpunan Perbuahan Indonesia ini akan mengembangkan usahanya lebih luas. Tak hanya menjual saja tetapi juga menawarkan jasa pascajual. Artinya melayani pula “titipan” merawat tabulampot dari pelanggannya. Pembeli bisa memonitor tabulampotnya dari muda hingga berbuah. Selama “indekos” pemilik mengganti biaya perawatan sampai berbuah. Setelah itu tanaman bisa dibawa pulang. Ide tersebut timbul lantaran “Pelanggan saya engga mau repotrepot” ucap Lili. Bahkan di kebunnya yang luas-sekitar 7 ha yang telah dibuka Lili akan membangun kawasan agrowisata. Yang pasti pengunjung bisa menikmati pemandangan berbagai pohon buah sambil berekreasi.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja
tags:

Related Post Pernah ditipu “Profesi’ ibu rumah tangga ternyata bukan halangan untuk mencapai sukses.

PENYUBUR TANAMAN DAN PERBAIKAN STRUKTUR TANAH

BUDIDAYA SAYUR

Lagi, beternak ayam kampung semakin menjadi kaya

Bagi pekebun anggota famili siciadaceae itu tak sulit dipasarkan

ADA APA DENGAN SINGAPORE EXPO