bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Sayuran paprica semakin menjanjikan untuk bisnis
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Paprika merah dan kuning primadona eksportir Menguak Pasar PaprikaHidupdi Pasirlangu, Lembang, 15 km utara Bandung dengan pendapatan bersih Rp4,9-juta per bulan jelas lebih dari cukup. i endapatan itu diperoleh Asep Tisna bukan tanpa cucuran peluh. Ia memperoleh dari penanaman paprika seluas 1 ha di belakang rumahnya. Sepekan 2 kali ia menuai 3 ton buah lonceng itu. Di balik kesulitan ada kemudahan. Itu dibuktikan Asep Tisna 6 tahun silam. Terpaan krisis moneter memaksa Asep Tisna menutup bengkel motor di Lembang, Bandung. Selama 5 tahun bengkel itu menjadi sumber pendapatan utama keluarga. Di sisi lain biduk rumah tangganya juga membutuhkan dana agar tetap dapat melayari kehidupan. Tatapan 2 putrinya, memberikan semangat. Sarjana Teknik itu teringat sebidang tanah di belakang rumah. Pria kelahiran Bandung itu tergerak mengolah tanah dan menanam paprika. Begitulah Asep yang terpaksa’ menanam paprika pada awainya.

Kini ia mengelola 4 greenhouse di lahan 1 ha. Populasi setiap greenhouse ‘0 tanaman. Dengan produktivitas rata- rata 2,5 kg per tanaman selama 8 bulan Asep mengumpulkan 1.875 kg. Harga sama Dari volume itu 90% atau 1.687 kg termasuk kualitas ekspor yang dibeli eksportir Rp9.000 per kg. Selebihnya, 188 kg dilempar ke pasar domestik dengan harga Rp8.000 per kg. Agar dapat panen 3 hari sekali ia mengatur pola penanaman. Interval penanaman 1 pekan. Menurut Asep biaya produksi per tanaman Rp 10.000 sehingga dari sebuah greenhouse Asep meraih laba bersih Rp9.187.000. Ternyata, “Menanam paprika lebih enak dibanding buka bengkel,” ujar alumnus Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung itu. Asep dan pekebun lain tak serta-merta mengeruk laba. Setidaknya ayah 2 anak itu membobol tabungan Rp500-juta untuk pendirian greenhouse. Untunglah paprika senantiasa dinanti pasar.

Buktinya, Asep tak harus bersusah-payah memasarkan kerabat cabai itu. Dua eksportir rut mengunjungi rumahnya usai panen. Saat ini paprika merah dan kunir masih jadi primadona eksportir. Stanc mutu yang diinginkan bobot 200—300 berbentuk blocky\ dan penampilan mulu Untuk pasar lokal terdapat 1—2 goresa_ masih diterima. Paprika hijau dituai jib ditemukan cacat menjelang perubah* wama. Kualitas B yang mengisi pasar lol harus berbobot 150—200 g dan tolerans cacat 10%. Kurang pasokan 3 Pekebun seperti Asep diandalka: e eksportir untuk menjamin kontinuita? jj pasokan. Salah satu eksportinya PT Sauns, a Mirwan. Setiap bulan perusahaan yanc l didirikan Theo Hadinata itu mengirimkar ■ 3,5 ton paprika merah, 1,3 ton paprite kuning, dan 400 kg hijau. Menurut Chik. Sumama, bagian penjualan, permintaar yang masuk sebetulnya 6 ton per bulan Sayang, Saung Mirwan kekurangan pasokan.

Negara tujuan ekspor Hongkong dan Taiwan. Walau permintaan ekspor tinggi, hati- hati pada Januari—Maret. Saat itu Taiwan panen raya sehingga mempengaruhi pasar Volume ekspor Saung Mirwan misalnya turun hingga 25%. Dampaknya, serapannya pun turun. Saat itu pekebun mesti mencar. pasar lain. Sedang Agustus permintaan Hongkong menurun karena kompetitor terberat—Belanda dan Cina—panen. Di luar bulan itu permintaan ekspor relati f stabil. Pasar lokal meningkat. PT Putri Segar, pemasok aneka sayuran di Bandung, setiap hari mengirimkan 50 kg paprika kuning, 40 kg merah, dan 60 kg hijau. Konsumen berupa pasar sawalayan dan hotel di Bandung dan Jakarta melonjak 20% ketimbang tahun lalu. Putri Segar yang didirikan oleh Slamet Rahardjo itu mengutip Rp 1.500 per kg. Hal serupa dialami PT Tunas Agrindo Nusantara (TAN), produsen paprika di Nongkojajar, Pasuruan. “Tahun ini permintaan paprika melonjak 30%,” ujar Mas ud dari TAN. Persediaan per hari 500 kg dari kebun ditambah 100 kg dari 5 pekebun plasma tidak cukup memenuhi permintaan konsumen di Surabaya. Malang, dan Bali. Menurut Mas’ud total permintaan yang masuk mencapai 1 ton per minggu. “Paprika hijau paling laris di Jawa Timur. harga Rpl0.000/kg. Namun, pekebun lebih senang menyetor paprika merah danr rutu EL itar.d-r -300 g. mulus., ore>ar ai jika ibahar tr lokal lerans: aikan nuitas Saung yang I imkar. tpnka Chike j ntaan >ulan. ngan tkong hati- liwan jasar. Ilnya mnya ncari ltaan rtitor :spor L PT m di 0 kg D kg iyan njak egar ) itu Jido a di ini ujar hari iri 5 luhi ya, ang eu. mr,
>un lan

HAND TRACTOR POWER THRESER
Hubungi kami:
PT. HEMALAGRINUSA
Kantor /Showroom: Jl. Raya Pondok Gede No. 10. Pinang Ranti, Jakarta Timur 13560 Telp 021-8095505, 80886614, Fax. 021-8095505 HP. 0818495707/ 08129032357 E-Mail hemalagrinusa@yahoo.com Website : www.hemalagrinusa.com terdapat selisih harga
ian tahun baru lonjakan ncapai 30%. Celakanya, •: ‘irengan dengan musim •zi- pertumbuhan Capsicum :s±ainbat. “Desember 2002 r. i^r.g kosong selama 2 hari. -dan Makro menunggu ~i.?:ag-masing 30 kg,” ujar -i.: pemilik CV Pacet Segar, BKka sayuran di Cianjur. Ia mencari pengganti.

’K s-rnsinya pekebun paprika 2 tahun ac karena harga yang kian melejit. ^ banyak pekebun gulung tikar ■■er – zjjTza tidak menentu. Pada 1998 harga bell pepper melorot * ?3.000—4.000 per kg untuk – “Saking banyaknya paprika di ‘oro akhirnya masuk ke pasar Cibitung dan Kramatjati dengan -r..000—1.500 per kg,” ujar %Suryana dari PT Joro. Padahal, rrxhiksi Rp8.000 pertanaman. Jika t produktivitas per tanaman 2,5 kg, ‘ -‘ -Mas rugi besar.

Setahun kemudian harga paprika relatif tenang.
“Jika ada kenaikan atau penurunan selisihnya tak lebih dari Rp 1.500—2.500 per kg,” ujar Asep Tisna. Tak heran jika pekebun paprika tetap bergairah menanam. Semangat itu makin bertambah karena permintaan tidak pernah surut. Sekarang, asai mutu bagus pasti laku sehingga penumpukkan produksi tidak terjadi. Pasar diramaikan dengan hadirnya paprika oranye. Itu berawal dari permintaan Carrefour kepada Putri Segar. Agus Setiawan, direktur CV Putri Segar, menyanggupi untuk memasok. Di luar dugaan dalam waktu beberapa jam 5 kg paprika oranye yang dipajang di rak langsung ludes.

Setelah itu setiap gerai meminta rutin 5—10 kg. Tercatat 10 gerai Carrefour yang dipasok Putri Segar. Harga per kg di tingkat pekebun—Rp 12.500—lebih tinggi ketimbang wama lain. Petik Rp4,9-juta dari kebun hidroponik. Si oranye sebetulnya bukan barang baru. Lima tahun lalu ia dikembangkan. Sayang pasar menolak. Kelemahannya mudah layu, hanya mampu bertahan 2 hari; jenis lain 3—4 hari. Dengan terbukanya pasar paprika pekebun kian bergairah mengembangkan. Apalagi, “Diperkirakan 2—3 tahun ke depan harga bertahan Rp9.000 per kg,” ujar Nanang Suryana. (Bertha Hapsari/Peliput: Sardhi Duryatmo)

Agrobusiness and Trading
Menyediakan mesin-mesin pertanian, seperti: Pengolah sabut kelapa. Pengolah tepung ikan. Pengolah pakan ikan, Pembuat urea dan (NJPK tablet, Hand tractor, Pompa air, Box dryer, Penggiling padi, Power treasher, Pemecah kemiri, dll

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Sayuran paprica semakin menjanjikan untuk bisnis

Indah Pucuknya Mnejadi Juara Dunia Sanseviera

Budidaya burung kicau kian meraja

Iklan hari ini

PENEBARAN SEJUTA BIBIT. MASUK MURI

Blue Print Penulisan Blog Untuk Omtani