bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Si Jeruk banjar yang manis rasanya
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Rahasia Manis Siam Banjar Rasanya yang manis menyegarkan bikin ketagihan.Sepintas sosok jeruk siam banjar di keranjang itu tak memikat Kulit buah hijau dengan sedikit semburat kuning. Sosoknya tak secantik jeruk ponkan atau keprok yang kuning mengkilap. Namun, jangan menilai jeruk itu hanya dari sosok. Keistimewaan jeruk siam banjar mulai tampak saat jemari mengupas kulit yang hijau mengkilap. Ketika itu terdengar suara kres, kres, karena kulit garing.Anggapan mengupas jeruk siam itu sulit pun patah. Siam banjar sungguh mudah terkupas. Sebab, kulitnya tak setipis dan tak selengket jeruk siam yang banyak beredar di pasaran di Pulau Jawa. Tebal kulit 1,3-1,7 mm. Begitu kulit tersingkap, tampak daging buah yang mengundang selera. Rasanya segar sekali, perpaduan antara manis bercampur masam terasa di lidah mirip rasa jeruk keprok. Bila pada umumnya siam agak pahit, jeruk banjar itu nyaris tanpa rasa pahit. Itulah siam banjar asai Desa Sungai Gampa Asahi, Kabupaten Baritokuala, Kalimantan Selatan.

Letaknya sekitar 30 km ke arah selatan dari pusat kota Banjarmasin. Di wilayah itulah cikal bakal siam banjar yang berkembang sejak 1800-an. “Dari sana siam banjar menyebar ke Banjarmasin, Banjarbaru, dan Banjar,” kata Nuriansyah, pemilik Iron Farm. Sungai besar Sentra siam banjar yang terkenal ialah Kampung Sungai Madang dan Sungai Gampa, Kabupaten Banjar. Bahkan, siam banjar asai Sungai Madang tak kalah manis dengan siam banjar dari Sungai Gampa. “Saking populernya sekarang nama siam madang mengalahkan siam Da- Sudjati, mantan polisi yang mengsti jeruk di Sungai Gampa seja Mantan kepala Polisi Sektor Ma-: Baritokuala, itu mengebunkan 1 hc atas surjan (galengan besar, red : sawah. Lebar surjan 3,5 m dengar : = bervariasi. Jarak antartanaman 5 Menurut periset d Penelitian Pertanian Laha- (Balittra), Banjarbaru, Ka ~ Selatan, Mawardi SP MSc asai Sungai Gampa dan Madang terasa manis lokasi kebun di lahan sa surut dekat aliran sunga Jaraknya tak lebih 1 km da- sungai. Di areal itu lahan tergr- air saat pasang besar pada purnarr : pasang kecil atau pasang harian. menjadi subur karena air pasang mer partikel tanah terlarut yang kaya kata Mawardi.

Pekebun menyiasati luapan air de membuat gundukan setinggi 60-90 c. surjan yang tingginya setara dengan 3,5-4 m. “Saat pasang jarak permu-, guludan atau galengan minimal 15 cr : permukaan air agar tidak terendam.’ Mawardi. Di bawah galengan pek menanam padi khas rawa yang Rasanya manis berpadu asam menyegarh Buah dipetik dari tanaman yang dekat alk sungai besarSudjati, pensiun dini dari polisi untuk, berkebun jeruk siam banjar ibulan berikutnya jeruk muda sudah

Dua jenis Menurut Prof Salamiah, pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, popularitas siam banjar kian menanjak ke pentas nasional pada 2003 dan 2004. Ketika itu siam banjar merajai berbagai kontes jeruk siam dengan meraih juara pertama dan kedua. Pantas, seiring waktu penanaman siam banjar terus meluas. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, luas tanam jeruk banjar mencapai 721 ha pada 2002, lalu meningkat 10% setiap tahun. Sayang, penambahan areal tak melulu di lahan pasang surut dekat sungai besar. Para pekebun juga menanam bibit siam banjar di lahan yang jauh-berjarak lebih 1km-dari sungai. “Sebagian lahan hanya tergenang air saat pasang besar, malah banyak yang tak lagi diluapi air sungai secara langsung. Pengaruh pasang hanya pada rembesan air tanah,” kata Mawardi. Kandungan hara seperti magnesium dan kalsium pun jauh lebih rendah. Akibatnya kualitas buah turun dari manis berpadu masam menjadi dominan masam.

Membuat tukungan atau surjan agar dapat menanam jeruk di lahan rawa pasang surut Jeruk muda diserap industri sabun pembersih dan industri makanan Belum lagi karena kualitas bibit yang beragam. “Pekebun sempat bingung karena jeruk masam tak laku,” kata penyuluh pertanian di Mandastana, Baritokuala, Ir Suwandi. Beruntung masa suram itu hanya sebentar karena konsumen jeruk meluas. Tiga tahun belakangan industri sabun cair dan makanan menyerap jeruk masam dari Tanah Banua. “Jeruk muda seukuran bola pingpong pun laku. Pekebun tak perlu menunggu matang,” kata Suwandi.. Sifat masam dan aroma jeruk digunakan sebagai campuran sabun pembersih. Sementara industri makanan memanfaatkan aroma jeruk yang khas. Pedagang pengumpul membeli jeruk muda untuk industri seharga Rpl.500/kg. “Meski murah pekebun tetap untung karena panen lebih cepat. Pascapetik sebulan berikutnya sudah bisa panen kembali dari pohon yang sama,” kata Suwandi Pantas meski jenis yang ditanam sama kini sentra jeruk siam banjar terbagi 2. “Daerah di tepi sungai besar sentra jeruk segar, sementara daerah jauh dari sungai besar disebut sentra jeruk olahan,” kata Sudjati. Maka bila hendak mencicip siam banjar yang manis dan segar jangan datang ke sembarang sentra, datanglah ke Sungai Gampa, Baritokulala atau Sungai Madang, Banjar.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Si Jeruk banjar yang manis rasanya

MENYEMBUHKAN LEMAH SEKUIL DAN PERUT

BUDIDAYA BUAYA ALA EKO SOEWARNO

Sarapan Sehat Ala Herbal Kian Trend

Semula hobi Ikan bias berkualitas juga atas andil pakan bergizi

Pathi Garut