bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Spektakuler! Kebun Spesialis Tabulampot Namdokmai Suburr
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Belantara namdokmai di Medan
Spektakuler! Kebun Spesialis Tabulampot Namdokmai Cabang-cabang namdokmai itu terkulai nyaris patah lantaran saratnya buah bergelantung. Dua tongkat kayu setinggi 1 m Aterpaksa dipasang sebagai penopangnya. Pohon mangga berusia 4 tahun itu segelintir dari 3.000 namdokmai dalam pot drum di lahan 4 ha. Hebatnya, kebun tabulampot seperti itu mustahil dijumpai di negeri leluhurnya, Thailand. T embok kumuh sepanjang 25 m menyambut kehadiran Trubus setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari Medan. Tak ada yang menyangka jika di balik tembok itu terdapat ribuan tabulampot mangga. Memang sulit menembus kebun yang beroperasi sejak 1999 itu. Trubus menunggu 2 jam bersama Ahok dan Asiong — pemandu — sebelum memperoleh lampu hijau dari pemilik kebun. “Agak sulit izinnya karena mereka ngga mau diketahui.” ucap Asiong, penangkar namdokmai di jalan Brigjen Katamso, Medan. Begitu pintu kecil di sisi gerbang terbuka pandangan mata segera tertuju pada jejeran pot namdokmai. Semua terawat dan tertata rapi di kiri—kanan jalan beraspal selebar 2,5 m. Pemandangan kian mengagumkan setelah melewati 2 kelokan sepanjang 20 m. Ribuan tabulampot berisi namdokmai setinggi rata-rata 1 m berjejer rapi. Kebun itu dipagari oleh dinding dan seng setinggi 3 m. Di sekeliling tampak ladang kelapa, sebuah pabrik kimia.

Tanah itu diambil Lembangnya Sumatera dengan kesuburan “Pemilik kebun memang begitu ketika memesan tcr papar Ahok. Sebelum diaduk bersama-sama pupuk dosis 13. Tabulampot yang rata sudah berumur 1,5 tahun H 80 cm. muda turut dipangkas habis supaya bunga yang muncul tidak gugur. Penyiraman dilakukan 1 kali setiap hari saat musim kemarau. Memasuki musim hujan penyiraman dilakukan cuma seminggu sekali. Sumber air berasal dari kolam seluas 300 m2 yang ditata asn. Dari sana air disalurkan melalui 2— 3 keran dan selang air sepanjang 25 m di setiap blok Serangan hama penyakit seperti lalat buah diatasi dengan penyemprotan insektisida 2 kali seminggu pada daun dan batang. Yang dipakai 2 g/l pervection dan 2 sendok makan kocide secara bergantian. Beralas semen Pemandangan bekas kebun anggrek itu unik. Terlihat puluhan kamar berukuran 10 m x lung. Dua ia 4 tahun itu pot seperti itu er air sekaligus tempat beristirahat £ar asupan nutrisi mencukupi diberi tambahan pupuk kandang E—m i .5 bulan. Yang dipakai kotoran sapi Lmnvak 2 kaleng susu kecil per tanaman. itu ditambah 1 kaleng lagi. Cara itu akan memaksa mc^a keluar lebih banyak. Pemakaian sangat diharamkan. “Kalau dipakai akan mengeras di pot.

Itu bisa merusak tanaman,” tutur Lilik. Sebagai antinya pupuk organik dipakai. Karena ditanam rapat pemangkasan -li-.n dilakukan 2 kali seminggu supaya tidak rimbun dan kanopi bersentuhan. I nasi pohon dipertahankan sekitar 1 M. 5 anting cabang yang mengganggu I mbuang. Menjelang pembungaan daun 5 m x 1 m berplester semen cukup tebal. Itu bekas penampungan ratusan ekor babi. Sampai pertengahan 90-an lokasi itu memang salah satu peternakan babi terbesar di Sumatera Utara. Kegemaran menyantap namdokmai sebagai pencuci mulut bagi masyarakat Tionghoa di Medan membikin pemilik kebun berputar haluan lagi. Apalagi harga sekilo namdokmai cukup mengiurkan Rp30.000. Yang jelas modal besar diperlukan. Jika rata-rata 1 pot drum bibit namdokmai 1,5 tahun Rp 150.000, sudah Rp450-juta dikuras dari kocek. Menanam namdokmai di lahan dengan membongkar seluruh plester semen tidak dilakukan karena tidak efektif. Apalagi kondisi tanah di kebun agak berbatu da tak subur. “Mungkin itu sebabnva pc dipilih,” kata Lilik yang bergabung selair 5 tahun itu. Atap-atap seng kamar bal pun dibongkar dan beralih fungsi pondokan bagi namdokmai. Setiap kam. di isi 6 tabulampot. Toh, namdokmai di kebun beralaik semen itu berbuah mulus. Produksi seti; pohon bisa 5—14 buah dengan bobot 2- 3 ons/buah. Bermula dari 1.000 pot dru pada akhir 90-an kini jumlahnya mencar 3.000 pot. Ada 500 tabulampot yang rid. beralas semen melainkan bata mera “Terutama tabulampot yang ditar. sebelah depan dekat pintu gerbang d dipojok belakang,” ujar bujangan berdar Jawa itu. Karena tak ditanam sekaligus um tanaman tak seragam. Yang termuda . tahun; tua 4,5 tahun. Saat Trub berkunjung, mangga yang memasuki urr produksi tak sampai setengahnya. L n; panen Juli 2002 baru diperoleh 1 t namdokmai. “Semua langsung dikirim Medan untuk dijual,” ucap Lih.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Spektakuler! Kebun Spesialis Tabulampot Namdokmai Suburr

MEMANFAATKAN PUPUK CAIR HASIL DARI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK

Countrified Menu That Makes Addicted

Budidaya tupai ternyata begitu membutuhkan kesabaran

Program Pendidikan, Pelatihan, dan Penyuluhan Pengairan

Selama ini dawai biola terbuat dari bahan nilon.