bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Ubi jalar
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Keheranan atau kekaguman seperti di atas acap kali terjadi di gerai Bakpao Telo. Lokasinya di Simping, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Atau sekitar 1 km selatan Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan. “Kecurigaan” pengunjung itu wajar saja. Sebab, penampilan bakpao telo dengan bakpao terigu ibarat pepatah lawas: bagai pinang dibelah dua. Keduanya sama persis sehingga sulit mencari titik perbedaan.Sudah lama memang diketahui tepungbiJa sebutan Balitkabi untuk ubijalar dapat digunakan sebagai substitusi terigu. Pantas jika Ipomoea batatas itu juga selalu disebut setiap kali adaEs

Krim Ubijalar?
Mengapa lidakl BeUer; tel° (ubijalar, red) ? ” ujar seorang pria sembari menunjuk bakpao di bahk lemari kaca. Matanya menatap penuh selidik. Kacamatanya disorongkan ke dahi dan ia mendekatkan pandangan Keheranan kian bertambah ketika pengunjung lain membeli es krim telo. Lantaran penasaran, ia akhirnya membeli keduanya. kampanye ketahanan atau diversifikasi pangan. Biasanya ia dikaitkan dengan derasnya devisa negara yang terkuras akibat impor terigu. Umbi ubijalar menduduki peringkat ke-4—setelah beras, jagung, dan singkong—sebagai tanaman sumber karbohidrat. Setiap 100 g umbi segar mengandung 18—35%; bahan kenng, 80—90%. Es krim Lbi segar diolah menjadi beragam kudapan seperti kremes, keripik, manisan mirip buah-buahan, sari buah, atau asinan. Di Filipina Visca mengembangkan manisan ubi. Irisan umbi setelah dicuci bersih direndam larutan metabisulfit 2%. Kemudian dimasak dalam sirup 60 briks yang mengandung asam sitrat 1%. Disadari atau tidak masyarakat menganggap ubijalar komoditas kelas 2. Padahal, dengan membungkus umbi dalam aluminium foil sebelum memanggang atau merebus mampu mengangkat gengsi hingga menyaingi kentang. Cara lain ditempuh Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu (SPAT). “Kami mencoba mengolah menjadi makanan bergengsi seperti es krim dan bakpao yang menggunakan bahan ubi jalar,” ujar Sri Mulyati, Manajer Produksi SPAT.

Lembaga yang berdiri 18 tahun silam itulah yang mengelola Bakpao Telo. Kata telo tetap digunakan untuk mengubah citra sehingga persepsi masyarakat lambat-laun berubah. Boleh jadi tujuan itu sebagian teraih. Buktinya, 3.000 bakpao terjual setiap hari. Malahan pada Sabtu dan Ahad melonjak hingga 7.500 buah. Harga per buah Rp 1.250. Menun Tituk demikian Sri Mulyati dipanggil- 60% bakpao yang dijajakannya berbah tepung ubijalar. Beragam Ketika baru memulai usaha 2,5 tah silam, produksinya cuma 40 buah per h~ Ragam olahan itu kemudian berkembai tanpa meninggalkan ubijalar. Beberapa antaranya es krim telo, kue mangkuk tel Ciiembu identik Sumedang roti kukus telo, sirup telo, dan bakpia telo. Pada hari-hari biasa produksi rata-rata 200—250 buah, kecuali es krim 500 buah. Akhir pekan melambung hingga masing- masing 400—700 buah. Pembuatan tepung salah satu cara mengawetkan dan menghemat ruang simpan. Tepung bahan industri pangan dan nonpangan. Ia juga mampu iffii «~pai 50% dalam fcse Dengan tepung €±nbat kangkung itu Beoc alar tak melulu dhabakpao seperti banyak ijyrMf Filipina. mmiT’i inggota famili aat _ i^pat dimanfaatkan . pengganti maizena, i m. [ ihan lain berupa kue [Jtae dan selai. Mi asai gpi aiar —irip bihun populer di |a fcr:x Tanaman asai Amerika k jpiei —ampu membangkitkan 1MSSI ik.Jk w” adikan saus. Tepung jp-notirruhi syarat sebagai bahan
-a-.an saus ubijalar terbilang ppn’ Ia mempunyai kekentalan IsittniL -‘Jt sa netral, wama sesuai, harga te ketersediaan cukup. Tentu taurr >irdirian. Industri pengolahan . memberikan campuran tomat, «riarsgan keduanya 60%> ubijalar, . s nnac Komposisi itu memberikan B Sea v a rote n 3.189,47 SI Vitamin Bu _ruh bahan saus dari ubijalar L: iurta karoten hanya 1252,87 SI rest telo ramin A. Setelah terserap tubuh hanya c^erenam yang dapat diubah menjadi ramin A. Kandungan Vitamin A juga cukup rznggi 7.000 IU per 100 g bahan segar. Itu -erarti 2,5 kali lebih besar dari rata-rata •:ebutuhan manusia per hari. Sedangkan •.adar vitamin C setara tomat. Kandungan imilosa yang tinggi—20%—
menyebabkan ubijalar terasa mempur ketika dikunyah. Oleh karena itu ia mudah mengembang. Namun, varietas tertentu berkadar amilosa rendah—15%— sehingga kenyal dan tak mempur.

Tingginya kadar pati menyebabkan ubijalar layak sebagai sumber kalori. Setiap 100 g mengandung 123 kalori. Tak semua kandungan gizi ubijalar tinggi. Kadar protein misalnya, cuma 3%. Padahal untuk pembuatan kue dibutuhkan bahan berkadar protein minimal 5%. Meski demikian bukan berarti peluang sebagai bahan kue tertutup. Paling pas ia dicampur dengan kacang tunggak Vigna unguiculata yang mengandung protein 25%. Di antara jenis kacang-kacangan lain daya cerna protein kacang tunggak paling tinggi, 81 %.

Di mana-mana
Jangan lupa selain umbi, bagian tanaman lain dapat dimanfaatkan. Daun misalnya, salah satu jenis sayuran lezat. Masyarakat Jawa, terutama bagian selatan acap menumis lung—nama daun ubijalar. Setiap 100 g daun mengandung 137 mg kalsium, 4,6 mg zat besi, 5.325 SI Vitamin A, dan 47 kalori energi. Tekstur yang agak licin saat dimasak menyebabkan ia kalah populer ketimbang daun singkong. Dengan segudang manfaat pantas anggota keluarga kangkung-kangkungan itu dikembangkan sebagai pendukung industri. Tiga alasan berikut menjadi bahan pertimbangan. Budidaya ubijalar lebih mudah ketimbang tanaman sumber karbohidrat lain. Ancaman kegagalan produksi akibat serangan hama dan penyakit relatif kecil. Daya adaptasi luas terbukti ubijalar dikembangkan di seluruh provinsi, bahkan kabupaten. Teknologi pengolahan menjadi beragam produk juga sudah dikuasai.

Menurut International Potato Center Indonesia kaya plasma nutfah ubi jalar. Lembaga yang berkantor pusat di Lima, Peru, itu mengumpulkan 1.055 klon ubijalar di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu 835 di antaranya sudah dibudidayakan. Wilayah paling kaya adalah Papua dan Nias. Tak hanya di Indonesia, keduanya memang daerah kedua terkaya sumber keragaman genetik ubi di planet Bumi. Kendala pengembangan ubi jalar untuk bahan industri makanan adalah tidak tersedianya sepanjang tahun. Harap maklum, di sentra produksi umumnya ia ditanam pada awai kemarau atau April— Juni. Panen pada Agustus—Oktober. Di luar bulan itu sulit mendapatkan ubi. Melihat begitu banyak kegunaan, sudah saatnya memandang ubijalar dengan kedua mata.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Ubi jalar

Mesin Tetas Ayam Yang Super

PERMINTAAN JAGUNG MANIS MEDIUM

Aquorizem

PROGRAM INTENSIFIKASI PERTANIAN (REVOLUSI HIJAU)

PENANGANAN PASCA PANEN HOLTIKULTURA