bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Bawang lanang dalam penelitian ilmiah
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Hindari konsumsi makanan berminyak percepat pemulihan pasien tuberkulosis

Percikan dahak
Waspada Tuberkulosis
uberkulosis disebabkan infeksi Mycobacterium tuberculosis. Penyebarannya melalui saluran pernapasan dari percikan dahak di udara. Bila partikel ini terhirup orang sehat dan menempel pada saluran napas atau jaringan paru, maka ia akan tertular.
Mycobacterium tercuiosis
Kisah
“Lelaki”
Penyendiri

ia hidup sendiri, tanpa ada siung lain menyertai.
Banyak kepala menggelengtanda tidak tahu saat Trubus bertanya tentang bawang lanang. Sosoknya tak dikenal padahal riset menunjukkan faedahnya begitu beragam. Riset oleh KK. Al Qattan dan rekan dari Jurusan Biologi Universitas Kuwait, misalnya, membuktikan bawang lanang berfungsi sebagai antihipertensi.
Apa itu bawang lanang? Sejatinya bawang lanang ialah bawang putih Allium sativum. Namun, karena berbagai sebab ia tidak bisa tumbuh membentuk umbi bawang yang tersusun dari 10-15 siung. la tumbuh tunggal. Dari sosoknya itu muncullah sebutannya: bawang lanang.
Penyebutan lanang (bahasa Jawa: leiaki) seringkali dipakai untuk menggambarkan kondisi tertentu di umbi atau biji dengan kriteria tunggal, bulat, dan tidak terbelah. Contohnya kopi lanang,
Mb

Dr Ir Dini Diniarti MSi
Bawang putih tunggal muncul di lingkungan tanam yang ekstrem
yaitu biji kopi Coffea spp berbentuk bulat agak besar dan tidak terbelah. Nama lanang pada bawang lanang juga mengacu pada bentuk umbi yang tunggal seperti skrotum, bagian dari organ kelamin pada mamalia jantan.
Lapisan ke-3
Umbi lanang pada tanaman anggota keluarga Liliaceae itu hanya menjadi milik bawang putih Allium sativum. “Bawang lain tidak. Contohnya bawang merah yang selalu membentuk siung baru saat siung lain membesar,’’ kata Ir Sartono Putrasamedja, peneliti bawang dari Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Penelitian yang menjelaskan proses terbentuknya bawang lanang nyaris tidak ada. Pada 1982 Sartono pernah melakukan percobaan untuk mengetahui persentase terjadinya bawang ianang di daerah Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah. Sartono memakai varietas iembu hijau dari wilayah Batu, Jawa Timur, dengan tiga macam perlakuan. Kelompok pertama, Sartono menanam bawang putih dengan bibit berupa siung di lapisan pertama; kelompok kedua siung lapis kedua; dan kelompok ketiga, siung lapis ketiga. Percobaan itu dilakukan di lahan 100 m2 dengan jarak tanam 5 cm x 5 cm.
Hasilnya? Setelah 84 hari pemeliharaan, bibit asal siung lapisan pertama menghasilkan 100% umbi bawang putih biasa dengan banyak siung. Siung lapisan kedua menghasilkan 95% umbi bawang putih biasa dan 5% bawang lanang. Sementara pada penanaman siung lapisan ketiga persentase kehadiran bawang lanang mencapai 90%.
Sartono menduga kondisi ekstrem yang terjadi pada saat penanaman turut mempengaruhi tingginya tingkat kejadian bawang lanang. Pada saat tanaman berumur 80 hari Gunung Galunggung meletus menyebabkan lingkungan tanam kering dan dihujani abu letusan gunung di Garut, Jawa Barat, itu. Kondisi kering itu mengingatkan Sartono pada kondisi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara

Jumlah produksi bawang lanang sedikit. Dari 1 ton panen bawang putih hanya didapat 5-6 kg bawang lanang
HI
_r rnya “Lelaki”
Siung bawang putih siap tanam.
I

Potong sekitar sepertiga ujung siung bawang putih supaya pertumbuhan bawang lebih cepat.

“a- i-an dipelihara seperti biasa. Menurut Sartono Putrasamedja pada hari tanam ke-70 ece =daan bawang lanang sudah bisa dilihat.
~B~ i-nan bawang lanang lebih kecil dibandingkan : – aman bawang di sekitarnya.

i
Di mancanegara yang beriklim 4 musim, umbi bibit menghasilkan bulbil, yang kelak bila ditanam akan menjadi bawang lanang. Bulbil muncul bila panjang penyinaran matahari antara 12-17 jam dan suhu malam 5-10° Celsius.
Bibit menjadi bawang lanang jika lingkungan tidak menguntungkan dan bibit berasal dari siung lapis ketiga.

Umbi bibit menjadi bawang putih normal dengan 10—12 siung.
‘ ~yang cukup banyak menghasilkan bawang . -g. “Hipotesis sementara adalah bawang lanang – – T-ituk karena kondisi lingkungan yang tidak —guntungkan,” kata Sartono.
; rroduksi massal
Faktor lain, bibit. Percobaan Sartono memakai .mb bawang putih lapisan ketiga menunjukkan ze-sentase terbesar kemunculan bawang lanang. :;’ono menduga itu lebih karena siung dilapis -T:ga berukuran lebih kecil, sehingga cadangan -akanannya sangat terbatas. Kondisi terbatas itu
Umbi
lapisan
pertama
membuat suing menekan pembentukan siung baru supaya tidak terjadi perebutan nutrisi untuk proses pembesaran. Namun, karena sedari awal ia ditanam dengan kondisi “kekurangan”, saat panen ukurannya tidak bisa besar, kira-kira sebesar kelereng. Umbi normal bisa sebesar bola bekel.
Menurut Dr Ir Dini Diniarti MSi dari jurusan Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, di negeri yang memiliki iklim 4 musim, seperti Eropa, persentase kejadian bawang lanang justru bisa di atas 95%. Dini menjelaskan di negara 4 musim bawang putih tunggal didapat dari hasil penanaman bulbil. Bulbil merupakan hasil translokasi fotosintesis yang semestinya menjadi jatah bunga, tetapi karena taktor suhu dan panjang sinar matahari beralih menjadi umbi. “Satu tanaman bisa menghasilkan 30-300 bulbil,” kata Dini.
Dengan memanfaatkan bulbil pula petani di Provinsi Yunnan, China, bisa memproduksi single clove garlic-nama dagang internasional bawang lanang-secara besar-besaran. Dengan asupan pupuk organik, umbi tumbuh subur sampai mencapai garis tengah 3-4 cm. Pekebun di tanahair bolehlah mencoba memproduksi massal “lelaki penyendiri” itu menggunakan suing dari lapisan ketiga bawang putih. (Dian Adijaya S/Peliput: Desi Sayiddati dan Muhammad Khais Prayoga)
“Dengan umbi lapisan ketiga, presentase bawang lanang mencapai 90%”kata ir Sartomo Putrasamedja

Umbi
lapisan
ketiga
Umbi lapisan kedua i k
r

Dia Pedang Bermata Dua
Senyawa alisin pada bawang lanang bak pisau bermata dua. Andal mengusir beragam penyakit, tapi menyebabkan cita rasa getir dan aroma menyengat yang membuat orang enggan mengonsumsi.
Lelaki 43 tahun itu mengambil dua umbi bawang putih tunggal. Mengupas kulitnya, ilalu menelan mentah-mentah umbi sebesar kelereng itu bersama air putih. Warga Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu mengonsumsi bawang lanang untuk menjaga stamina tubuh agartetap
kuat. Meski merasakan faedahnya, ia enggan mengunyah saat mengonsumsi Allium sativum tunggal itu. “Rasanya getir dan beraroma menyengat. Saya tidak tahan kalau mengunyah terlebih dahulu,” tutur Ude Taryana yang sudah mengonsumsi bawang lanang selama 23 tahun itu.
Menurut Dr Ir Dini Dinarti MSi, dosen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, biang keladi aroma menyengat pada bawang lanang ialah kandungan senyawa alisin. Dini menduga kadar alisin pada bawang lanang lebih tinggi dibanding pada bawang putih biasa. Akibatnya aroma bawang lanang lebih keras. Namun, alisin pula yang menyebabkan bawang lanang berkhasiat. “Komponen utama alisin yaitu diailil sulfida yang bisa meluruhkan tumpukan lemak di darah sehingga baik dikonsumsi oleh penderita darah tinggi dan kolesterol,” kata Dini.
< Pengolahan bawang lanang menjadi kapsul
memperpanjang masa simpan
Konsumsi segar
Lalu bagaimana cara mengonsumsi bawang lanang yang benar? Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar Apt dari Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung, senyawa alisin mudah rusak. “Senyawa itu mudah menguap, jadi sebaiknya bawang lanang dikonsumsi segar,” kata Elin. Selain alisin, bawang lanang juga mengandung betakaroten, betasitosterol, asam klorogenat, asam ferolat, geraniol, kaempferol, linalool, asam oleonat, quercetin, kalsium, dan folat. Unsur lainnya adalah magnesium, mangan, fosfor, potassium, selenium, vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin), dan vitamin C.
Riset Pablo F Cavagnaro dan rekan dari Facultad de Ciencias Agrarias, Universidad National de Cuyo di Argentina menunjukkan proses perebusan umbi bawang putih pada suhu 200QC selama 6 menit menyebabkan kadar alisin lebih rendah sekitar 6% dibanding perebusan selama 3 menit. Kandungan alisin pada umbi yang direbus selama 3 menit setara dengan pada kondisi segar. Pengeringan memakai oven pada suhu 200aC selama 6 menit melorotkan kadar alisin sebesar 12%.
Menurut Prof Dr Sidik Apt, guru besar emeritus Fakultas Farmasi, Universitas Padjajaran, Bandung, pengolahan bawang lanang boleh saja dengan direbus. “Caranya didihkan air terlebih dahulu, baru bawang direndam sebentar sebelum konsumsi,” kata Sidik yang menyebut cara itu cocok untuk penderita gangguan lambung.
Sebagai antikolesterol bawang lanang bisa dikonsumsi segar atau dijadikan acar. Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi

“Agar lebih mudah dikonsumsi, sediaan kapsul bawang lanang dapat menjadi pilihan,” tutur Una Mardiana
fci-e e-iyarankan konsumsi dua butir per hari.
‘mm -enghilangkan rasa getir dibuat acar saja,
I ‘SUB <03. ‘-ahan baunya tinggal geprek lalu kunyah/ i Hair, i ^roses pembuatan acar bawang lanang pra secefti acar mentimun. Simpan acar dalam :e-dingin agartahan hingga sepekan. Bila Haiwcan c suhu kamar, acarakan basi setelah j IH ua hari.
Ea 3’ig lanang juga bisa dikonsumsi seperti aa l r. : lakukan Safar Sinambela di Jakarta r -aitama ia menancapkan dua buah “ami-z lanang ke sujen alias tusuk satai, m – – -bakarnya di atas api kompor ingga • ulit arinya gosong. “Satai ai” -‘£ anangtokcermengontrol ter<a’ darah suami saya,” tutur I ac ra Safar, istri Safar Sinambela. la ~ -‘ Lukas Tersono Adi mewanti-wanti
– – : – – – a juga menurunkan tekanan darah,” ujar
ttenurut Una Mardiana, herbalis di Yogyakarta,
: t ang lanang yang baik digunakan terbungkus kulit luarnya dan tidak keriput. “Bawang yang – ~ya terbuka atau menghitam jangan dipakai
• r-a sudah terkontaminasi cendawan dan t- ‘ tutur Lina. Untuk menghilangkan rasa getir 12 ang lanang, ia mencuci terlebih dahulu dengan
– -angat lalu mengunyahnya.
nan lain
alentina Indrajati, herbalis di Bogor, Provinsi a a Barat, meresepkan bawang lanang dalam reituk serbuk kering. Serbuk itu dikombinasi :-‘gan herbal lain untuk mengatasi gangguan
jantung dan stroke. “Bawang lanang mujarab melancarkan peredaran darah terutama bagi penderita gangguan jantung,” tutur Valentina. Bagi penderita gangguan jantung, Valentina memberikan 25 gram bawang lanang, 20 gram umbi dewa, dan 15 gram daun sembung dalam bentuk kering. Seduh semua bahan dalam segelas air setara 250 ml, lalu diminum tiga kali sehari.
Prof Sidik Apt menuturkan pengolahan bawang lanang menjadi serbuk kering sederhana, tetapi harus benar caranya. Cukup fc kering anginkan bawang hingga kadar
airnya 10%. “Jangan memakai oven sebab merusak senyawa aktifnya,” tutur Sidik. Lalu hancurkan bawang lanang kering menjadi serbuk dan kapsulkan. Dalam bentuk kapsul orang lebih mudah mengonsumsi karena tidak tercium bau menyengat dan cita rasa getir. Hanya saja dalam bentuk kapsul, alisin dalam bawang lanang lebih lama diserap tubuh.
Herbalis di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, Sudiyo Mawas memakai cara berbeda. Sudiyo mengolah bawang lanang menjadi sirup. Untuk mendapatkan 200 ml sirup, dibutuhkan 20 bawang berukuran sedang, jeruk nipis, madu, sarang semut, dan air. Sirup bawang lanang itu andal mengatasi asma, bronkhitis, hipertensi, radang saluran kencing, dan meningkatkan stamina. “Untuk pasien dengan gangguan di saluran pernapasan, konsumsinya cukup satu sendok makan sirup, tiga kali sehari,” tutur Sudiyo. Semua cara itu akan untuk membuat pedang tidak lagi bermata dua. (Andari Titisari/Peiiput: Bondan Setiawan, Desi Sayyidati Rahimah, Imam Wigunadan Pranawita Karina)

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags:

Related Post Bawang lanang dalam penelitian ilmiah

LIMBAH RUMPUT LAUT BAHAN BARU PUPUK ORGANIK

NAGA TURUN KE BUMI

IMUNITAS ANTIKANKER DARI FIKOSIANIN

ADENIUM YANG DIPELIHARA KURANG SINAR MATAHARI

Geranium Bunga Belanda Mirip Krisan