bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Durian itu ada yang tiga warna lhooo …
Filed: Blog
Advertisement
loading...

omtanithumb

Durian Raja Triwarna berujar, kalau di dekat kediamannya ada durian jingga, ujar Eko. Segera sa a dan rekan sejawat mendatangi daerah.. waktu tempuhnya dari kota Banyi selama 45 menit itu. Di lokasi mereka menemukan ponoi induk setinggi 15 m berdiameter baflj 20 cm. Dari ukuran diameter dan tinggi po rr Eko memperkirakan pohon itu baru ben.-lt 10 tahunan. Dugaan serupa dituturari Dr Lutfi Bansir dari Durian Research Ceu Universitas Brawijaya, Malang. Pot! durian dengan lingkar pohon tiga jea, tangan orang dewasa dan berdiameter saja jengkal-kira-kira 15-20 cm, umurnya aniaa 12 tahun, tuturnya. durian itu salah satu M 3 pohon asai biji yang ditanam Tur.au, nenek satu cucu. Turiah … menanam biji-biji itu dari durian milik tetangganya di kebun depan rumah dan di Akhirnya yang ditunggu datang juga. Paket kiriman Eko Mulyanto, anggota staf Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, itu mestinya tiba dalam sehari. Eko mengirimnya dengan jasa paket khusus. Satu hari sampai, katanya lewat pesawat telepon. Nyatanya paket itu baru tiba di kantor Redaksi Majalah Trubus di Depok, Provinsi Jawa Barat, tiga hari kemudian pada 9 Mei 2012. Begitu paket diterima, bau khas buah berduri tercium. Ketika kemasan paket dibuka tampak sebuah durian berduri tajam dengan kulit berwarna cokelat kekuningan. Saat buah dibelah, terlihat daging buah berwarna perpaduan jingga, kuning, dan merah muda. Rasanya? Manis, sedikit pahit, dan gurih. Daging buahnya juga terasa sedikit bertepung mirip durian lai Durio kutejensis.

Buah berbobot satu kilogram itu memiliki lima juring. Satu juring terdiri dari 5-6 pongge yang posisinya bertumpuk hingga seperti ada dua lapis dalam satu juring. Porsi buah yang dapat dimakan tinggi, di atas 20%. Bijinya juga kempes. Pantas, di Banyuwangi harganya cukup mahal, Rp40.000-Rp50.000 per buah. Buah kedua Dua minggu sebelumnya Trubus menyambangi pohon induk durian dengan warna berlapis itu di Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sayang, 2hari menunggu, tak satu pun durian jatuh dari pohon.Itu bermula dari kabar yang diterima oleh Eko dari seorang pekerja paruh waktu di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi. Saat itu saya sedang meminta dia untuk merapikan data tentang sebaran durian jingga di Banyuwangi. Tiba-tiba ia A Setiap juring terdiri atas 5—6 pongge yang posisinya bertumpukAA Durian raja 3 rasa, rasanya manis sedikit pahit, daging buah berlapis-lapis 102 yang 2. Kali ini durian yang jadi Iebih banyak,buah di antaranya sudah dijual dan ?3isa 8 buah di pohon saat Trubus bangi pada pengujung April 2012. Menurut Eko, Desa Kampunganyar- T iang dikenal dengan durian lapis-durian Tgan warna daging beraneka. Selain milik -ah. juga ada durian sucipto, durian 2?o. dan durian gusno-semua merujuk iza nama pemilik pohon.ijeraeng sawah. la lakukan itu karena si a-..a tanaman berencana menebang §icr .ntuk mendapatkan kayu. 3cahal, raja buah itu istimewa. Ibu eranam biji-biji durian itu supaya kelak i -encicip buah durian daging jingga. iecac rasanya enak dan warna buahnya Daging buahnya juga Iebih tebal Jfercingkan durian di sekitar sini yang ss -giya berwarna krem, tutur Fitria, anak i i – Sayang mereka tidak mengingat pasti biji-biji durian itu ditanam. anaman asai biji yang ditanam Turiah pertama kali pada Oktober 2011. Bunganya banyak, tapi hanya sebuah yang bertahan hingga panen. Rasa dan warna daging buahnya persis durian dari pohon induk yang sudah ditebang, kata Fitria. Musim berbuah kedua pada April Pohon durian raja 3 rasa diduga berumur 10 tahun Tiga tetuaEko menduga durian raja 3 rasa-begitu ia menyebutnya-keturunan dari 3 tetua, yaitu Durio kutejensis, D. graviolens, dan D. zibethinus. Ciri kutejensis terlihat dari warna daging buahnya yang jingga. Warna merah di pangkal daging buah dari graviolens, sementara zibethinus dari aroma yang menyengat, ujar sarjana pertanian alumnus Universitas Nusantara Manado, itu.
Dugaan itu diperkuat dengan keberadaan pohon lai tua di Kampunganyar. Pohon milik Sucipto itu berdiameter batang 3 pelukan orang dewasa. Menurut Lutfi, dari ukuran pohon sebesar itu diperkirakan umur tanaman 300-400 tahun. Ciri lai juga terlihat dari ukuran daun yang besar seukuran telapak tangan orang dewasa.Satu-satunya spesies durian berdaun lebar ya kutejensis. Ciri lain ialah batang mudanya ada bintik-bintik cokelat, ujar doktor alumnus Universitas Brawijaya, Malang, itu. Permukaan atas daunnya juga agak keriting seperti terkena setrika panas. Berbeda dengan Durio zibethinus yang daunnya mulus, kata Eko. Durian triwarna itu juga memiliki kemampuan menyerbuk sendiri. Sebab pada saat bersamaan tidak ada pohon durian lain yang tengah berbunga dan berbuah di sekitarnya. Si dayun bercita rasa manis dan pahit, berbiji kempes Pohon durian si keceng dan si dayun terletak di antara perkebunan kopi rakyat Jawara di TimurJawara 7 kontes durian Banyuwangimmm Jawara 2 kontes durian BanyuwangiJawara 3 kontes durian Banyuwangi anyuwangi gudang durian enak. Itu setidaknya terlihat pada kontes durian se-Kabupaten Banyuwangi untuk memperingati Hari Krida Pertanian ke-40 pada 2 Mei 2012. Dari 36 peserta, panitia memilih 18 durian yang lolos seleksi awai karena memiliki perpaduan rasa manis, pahit, dan gurih.

Para nomine lalu dinilai oleh juri terdiri atas Dr Lutfi Bansir dari Durian Research Centre Universitas Brawijaya dan Ni Luh Putu Indriani, periset durian dari Balai Penelitian Buah Tropika, Solok, Sumatera Barat. Penjurian berlangsung hingga empat kali proses, tersaring dari 18 buah, 10 buah, 9 buah, 6 buah, dan terakhir 3 buah terbaik. Terpilih sebagai jawara adalah durian dengan nomor peserta 8 dari Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro, nomor 11 (Desa 4 „ Songgon, Kecamatan Kemiren), dan nomor 10 (Desa Songgon, Kecamatan Kemiren). Sang jawara bernar-benar top paduan rasa manis, pahit, legit, dan gurih bercampur sempurna jadi satu. Rasa penentu yang utama. Kriteria selanjutnya warna daging, bentuk buah, dan porsi yang dapat dimakan, tutur Lutfi. Lutfi mengakui kualitas durian pada kontes kali ini jauh Iebih enak. Banyuwangi memang memiliki potensi plasma nutfah durian yang luar biasa, tambah Ni Luh Putu Indriyani. Ingin makan durian enak? Banyuwangi gudangnya.

Lutfi Bansir dan Ni Luh Putu Indriyani tengah menilai 18 durian asai Kabupaten Banyuwangi Beda rupaNun di Kelurahan Gombeng, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, juga ditemukan durian unik. Dalam satu pohon durian terdapat dua jenis buah berbeda rupa. Durian pertama berduri runcing disebut si dayun, yang lainnya berduri tumpul di sebut si keceng. Keduanya berbiji kempes. Porsi buah yang dapat dimakan pun sangat tinggi hingga 37%, rata-rata 33%, standar buah unggul minimal 20%. Durian yang diperkirakan berumur 12tahun itu sudah 3 kali berbuah sejak 2009. Buah kedua dan ketiga masing- masing 300-an dan 600-an buah. Diameter pohon setinggi 15 m itu berdiameter 30 cm. Eko Mulyanto mengamati, durian berduri tumpul banyak tumbuh pada batang utama. Sementara buah berduri runcing tumbuh di percabangan pohon. Dua sosok berasal dari satu pohon yang sama iCitarasa keduanya berbeda. Si kece- manis tapi agak tawar serta tekstumva agak bertepung sehingga Iebih cocok unui durian olahan. Sementara si dayun leb i creamy dan terasa lengket di lidah. Padu- rasanya antara manis dan pahit. Cocok bag maniak durian.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Durian itu ada yang tiga warna lhooo …

Iklan menyembuhkan Radang Empedu

Ajang Pembuktian Sanke

Iklan saja

AHLI PENGGEMUKAN KAMBING

BIOETANOL DI KABUPATEN LEBAK BANTEN.