bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Efisiensi panen yang menarik
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Meneliti di Pusat Penelitian Biologi Lembaga ~ – =engetahuan Indonesia, Dr Iwan Saskiawan, zatakan bahwa jamur merang menghendaki can kelembapan tinggi. Suhu kumbung -nasa pembentukan tubuh buah idealnya 0-:–C dan kelembapan 95% agar kualitas :etap prima. Jika suhu terlalu rendah, jamur merang menghitam karena proses enzimatisasi. Sebaliknya, jika suhu terlampau tinggi. jamur cepat membentuk payung, bahkan bisa merusak primordia. “Oleh karena itu, menjaga kondisi lingkungan kumbung tetap di suhu dan kelembapan ideal adalah hal yang sangat penting dalam budidaya jamur merang,’’ ujarnya. Artinya salah satu kunci keberhasilan budidaya jamur merang adalah menjaga suhu dan kelembapan. Pekebun jamur di Karawang, Jawa Barat, Misa Suwarsa, yang menerapkan strategi itu akhirnya menuai produksi tinggi. Sebelum 2004, suhu kumbung 4m x 6 m berkisar 30-32°C yang memberi hasil 300-350 kg. Setelah menjaga suhu pada angka 34°C dan kelembapan95%, kini ia menuai 500 kg per kumbung dalam satu periode budidaya.

“Jamur merang seperti bisa mengekspresikan perasaannya.Dia kan maunya suhu panas. Jika turun sedikit, warnanya berubah menjadi keabu-abuan, bahkan menghitam. Karena selera pasar di Indonesia lebih suka jamur merang yang berwarna putih, maka penjagaan suhu sangat perlu dilakukan,” kata ayah dua anak itu. Saat suhu turun dari ideal pada saat puncak musim hujan. Misa melakukan penguapan. “Saat puncak musim hujan, lama penguapan sepanjang hari karena suhu lingkungan menurun drastis,” kata Misa Suwarsa. Biaya sekali Misa Suwarsa panen jamur merang meningkat setelah mengontrol suhu dan kelembapan Kompor kecil yang digunakan untuk penguapan Kumbung terbuat dari styrofoam menaikkan suhu kumbung ekebun jamur merang di Karawang, Jawa Barat, Misa Suwarsa, melakukan penguapan untuk menjaga suhu kumbung di kisaran 34°C dan kelembapan 95%. Saat penguapan, ia menggunakan drum berkapasitas 120 liter dan gas elpiji 3 kg. Sebuah bambu mengalirkan uap panas hasil perebusan air. Pipa bambu diletakkan di tengah kumbung, sedikit di bawah rak pertama agar uap tersebar merata. Penguapan dilakukan selama 12 jam, bahkan bisa sepanjang hari saat musim hujan.’” jamur merang. Di luar musim hujan, Misa menguapi kumbung ketika suhu turun hingga 32°C. Secara tradisional, para pekebun menjaga suhu dan kelembapan dengan menggunakan lampu, membuka-menutup jendela, atau memodifikasi tinggi kumbung. “Saat suhu kumbung terlalu panas, jendela dibuka. Sebaliknya, jika suhunya dirasa sesuai, jendela ditutup kembali,” kata Mugiono Warsa. Cara lain

Naikkan Suhu
Pipa bambu berdiameter 8 cm Mugiono Warsa, S.P. pekebun mesti rutin memeriksa kondisi kumbung penguapan sebuah kumbung selama 12 jam mencapai Rp 15.000; frekuensi penguapan pada musim hujan, sampai 20 kali per bulan. Di luar musim hujan, penguapan hanya dilakukan jika suhu turun. Saat pembentukan tubuh buah, “Jika suhu kumbung hanya 32°C, saya akan menguapinya sampai naik 2°C. Lamanya sekitar 12 jam atau semalaman,” kata Misa. Pipa bambu Untuk menguapi kumbung 4 m x 6 m, Misa Suwarsa menggunakan sebuah drum bekas minyak tanah berkapasitas 120 liter. Mula-mula ia mengisi drum dengan sekitar 80 liter air bersih. Misa tak mengisi penuh karena untuk memperpanjang masa penggunaan drum. “Pembakarannya cukup dengan kompor gas berapi kecil,” kata pekebun berusia 53 tahun itu. Uap panas hasil pembakaran itu kemudian mengalir ke dalam kumbung melalui pipa bambu berdiameter antara 5-8 cm. Misa memang menghubungkan bagian depan drum dengan pipa bambu. Di permukaan pipa bambu, Misa membuat lubang berdiameter 8 cm. Dari lubang-lubang itulah uap panas menyembur di dalam kumbung. Panjang pipa tergantung panjang kumbung. la mempertahankan proses penguapan sampai suhu naik 2°C selama 12 jam. Panyakit bercak ungu momok bagi petani bawang merah karena menyebabkan kerugian hingga 60%. Ginman Manihuruk dari Departemen limu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, menemukan solusinya pada daun sirih. Ginman menghaluskan 100 gram daun sirih lalu mencampurnya dengan satu liter air. la lalu menambahkan 1 gram detergen dan menyemprotkan larutan ke tanaman seminggu sekali. Hasil uji coba Ginman selama 7 kali penyemprotan menunjukkan larutan daun sirih dan detergen menghambat serangan bercak ungu hingga 15,67%. Akibatnya petani rugi hingga 100%. Untu mengatasinya Sutriyono, petani di Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, menggunakan tangkai daun talas. Mula-mula Sutriyono mengupcs kulit ari tangkai daun Colocasia esculenta lalu meletakkannya di tepi petakkan sawah pada sore hati larak antartangkai 1 m. Keesokan pagi, ketua kelor: :* ton/ Jati Jaya itu tinggal mengambil keong mas yang menempel di tangkai daun talas untuk dimusnahkc- Tangkai daun talas menarik perhatian keong sehingga padi pun aman.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags:

Related Post Efisiensi panen yang menarik

budidaya nanas jawa yang sangat berfitamin

Encephalartos yang harganya minimal Rp35-juta rupiah

Ameliorasi

KEBUTUHAN SINAR MATAHARI CATTLEYA

KONTES LOUHAN YANG KETAT