bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Lagi lagi budidaya jamur
Filed: Blog
Advertisement
loading...

omtanithumb

A Pasteurisasi berperan penting dalam budidaya jamur merang karena menentukan keberhasilan > Media jerami menghasilkan panas lebih banyakMelesat Tiga JamSemula 6o°C, kini yo°C. Produksi jamur pun meningkat.Pekebun jamur merang di Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sahim Atum memang semula memerlukan 10 jam pasteurisasi untuk sebuah kumbung. Itu pun suhu maksimal hanya 6o°C, idealnya 70°C. la memiliki delapan kumbung atau rumah jamur masing-masing berukuran 8 m x 4 m. Sejak Mei 2010, Sahim mencapai suhu ideal pada3,5 jam. Setelah itu ia mempertahankan suhu itu selama 3 jam sehingga total jenderal pasteurisas1 selama 6,5 jam.Percepatan itu karena Sahim meningkatkan kapasitas uap panas dengan empat drum. Sebua- drum berkapasitas 200 liter. la meletakkan empa: drum di sebelah kumbung. Di setiap sisi kumburi, ia meletakkan empat drum berjejer di atas tumpukan tungku pembakaran (lihat ilustrasi).

Pria 53 tahun itu membutuhkan 2 m3 kayu bakar seharga total Rp200.000 untuk sekali pasteurisas sebuah kumbung. Tinggi produksi Menurut Ketua Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia (MAJI), HM Kudrat, pasteurisasi 3,5 jam itu termasuk cepat. Sebab, untuk mencapai suhu itu biasanya perlu 5 jam. berlubang ekebun jamur merang di Bekasi, Jawa : -Tt, Awie Aman, memiliki cara pasteurisasi Sahim memiliki delapan kumbung atau rumah jamur masing-masing berukuran 8 m x4 m. Saat pasteurisasi ia meningkatkan kapasitas uap panas dengan empat drum. Suhu ideal tercapai pada 3,5 jam. Setelah itu ia mempertahankan suhu itu selama 3 jam sehingga total jenderal pasteurisasi selama 6 jam. Percepatan itu karena Sahim meningkatkan kapasitas uap panas dengan empat drum masing-masing berkapasitas 20C iiter. Di setiap sisi kumbung, ia meletakkan empat drum berjejer di atas tumpukan tungku pembakaran Batubara dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar Empat drum masing-masing berkapasitas 2001 hanya 1,5 cm dengan interval 30 cm. la menutup ujung pipa dengan kain sehingga uap panas tersebar secara merata melalui lubang-lubang d pipa itu. Awie memanfaatkan kayu bakar untuk memanaskan air saat pasteurisasi. Sebelumnya ia pernah menggunakan solar sebagai bahan bakar. Hasilnya memang baik karena cepat pan;: sehingga durasi pasteurisasi lebih singkat dua ja-r Namun, biaya dua kali lipat dari biaya kayu baka- Begitu pula menggunakan gas, biaya memang lebih murah, tetapi ternyata panas yang dihas: •: tidak merata dan suhu cepat turun.

Menurut Etty, batubara sebagai alternatif karena tersedia di pasaran dan menghabiskan biaya tak jauh berbeda dengan kayu bakar. Dalam satu kali pasteurisasi hanya membutuhka- 150—200 kg batubara. Untuk kawasan Sahim memeriksa termometer untuk mengetahui suhu kumbung Air yang digunakan dalam pasteurisasi adalah alrsumur yang disedot menggunakan pompa dan dialirkan langsung ke dalam drum rak dengan plastik yang dapat dibuka tutup. la menutup rapat rak-rak itu saat pasteurisasi. Dua buah pipa berdiameter 2 inci tersambung ke dalam bungkusan plastik itu. Dengan begitu uap panas terkonsentrasi di rak-rak penanaman. Perempuan 46 tahun itu menggunakan empat drum berkapasitas masing-masing 200 liter. Setiap drum memiliki satu pipa besi berdiameter 2 inci untuk menghantarkan panas ke dalam selubung plastik di kumbung. la menyambung pipa besi sepanjang 2 m itu dengan pipa PVC sepanjang kolong rak. Setiap rak dipanasi oleh dua buah pipa yang tersambung dua drum. Awie melubangi sisi pipa yang menghadap atas. Diameter lubang
Empat drum berkapasitas masing- masing 2001, disambung pipa besi 2 inci AwieAman membangun kumbung di atas bekas tandon air setinggi 1 meter. Di dalamnya terdapat rak bertingkat lima I mx6 m. Interval antarrak 70 cm budidaya jamur skala besar, atau pekebun yang berkelompok, Etty menyarankan untuk menggunakan boiler ketimbang drum. Kapasitas boiler 800 liter dan lebih cepat menghasilkan panas, yakni satu jam untuk mencapai suhu 60— 8o°C. Satu buah boiler memanaskan 60 kumbung dengan dihubungkan pipa yang bercabang. Selubung Etty mengatakan metode pasteurisasi mode Awie sangat baik. “Dengan cara itu pemanasan dapat lebih merata pada media, lebih efisien,” ujar doktor llmu Pertanian alumnus Universitas Padjadjaran itu. Kudrat mengatakan, “Metode itu dapat menjadi alternatif pasteurisasi karena membuat panas fokus ke media,” ujar Kudrat. Awie mematok untuk mempertahankan suhu 65°C selama minimal 3 jam. Dengan metode itu waktu pasteurisasi selama 10—12 jam. Itu lebih lama daripada pekebun lain lantaran Awie mengukur suhu media, bukan suhu ruangan. Suhu ruangan bisa mencapai 90°C. Menurut Kudrat, ha itu cukup beralasan, “Yang ingin dimatikan adalah segala pengganggu di media, bukan di ruangan.”

Jamur ditanam di atas media berupa campuran jerami, kapas, tuhkan S^:e ah pasteurisasi selama 10 jam, ia ne-RDjka selubung plastik yang membungkus – e mulai menanam bibit pada keesokan ■ ■ letelah itu ia kembali memasang ■i. :”_”g plastik. Menurut Etty, pekebun yang e – igunakan selubung plastik sebaiknya “-^’hatikan suhu kumbung. “Suhu di dalam ta–s selalu diukur, harus 28—32°C sehingga ar. – tidak pecah atau kualitas tidak maksimal,”T eh karena itu ia menyarankan pemberian dan dua jendela pada selubung plastik a-. Tujuannya agar mudah mengatur suhu. suhu naik maka jendela dibuka,” kata i – :dealnya antara plastik dan rak berjarak 0,5 plastik tidak langsung membungkus 3*. ~-;uannya untuk perputaran oksigen dan a alang petani sehingga tidak mengganggu – t.mbuhan jamur. “”ujuan lain bila terjadi kondensasi, air iC2< langsung mengenai media dan jamur 4” ^gga jamur tidak cepat busuk atau berwarna t :: Hasrat Volva di Kumbung Hangat Menghangatkan kumbung saat musim hujan, meningkatkan produksi jamur merang. Hujan bagai tercurah dari langityang muram hampir sepanjang Desember 2011. Suryadi Casna mengecek termometer di kumbung atau rumah tanam jamur. Garis merah bertengger di angka 23. Bagi pekebun di Cirebon, Provinsi Jawa Barat, suhu 23°C itu terasa nyaman memang. Namun, bagi jamur merang Volvariella volvacea angka itu justru petaka. Sebab, jamur gagai tumbuh optima sehingga Suryadi hanya menuai 30 kg dari sebuah kumbung berukuran 5 m x 7 m.

Pekebun yang mengelola total 2 kumbung itu, lazimnya menuai hingga 300 kg. Namun, sepanjang Desember 2011-Februari 2012, suhu anjlok menyebabkan produksi terjun bebas. Makmunir Mulyana, pekebun di Desa Sukamulya. Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami hal hampir serupa. Begitu ia mengganti dinding kumbung dari bilik dengan styrofoam, suhu di dalamnya berangsur-angsur naik hingga 40°C. Suhu ideal Pada suhu 40°C banyak bibit jamur yang mati. Dampaknya Mulyana hanya menuai 30 kg yang biasanya 250-300 kg dari sebuah kumbung berukuran 4 m x 6 m. Suhu ekstrem, terbukti menghambat pertumbuhan jamur merang. Muara dari ekstremnya suhu adalah produksi anjlok. Menurut praktikus jamur di Cirebon, Mugiono Warsa, SP, suhu memang faktor penting dalam budidaya jamur merang.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Lagi lagi budidaya jamur

Pelopor Beras Organik

Virus DBD Takluk pada Daun Pepaya

KONTES TANAMAN HIAS SUPERPRIDE

Kesehatan terjamin dengan konsumsi sayur

Cara Budidaya Lidah Mertua