bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Modern dan tetap hijau di kota
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Dalam kepungan gedung- gedung jangkung, di lantai tiga sebuah kafe, pohon zaitun, dracaena, zodia, dan bambu kuning itu menjelma jadi taman nan asri.Lima pohon zaitun itu tumbuh di dalam pot. Tingginya mencapai 1 m dengan daun berwarna hijau keperakan. Di sudut lain berjarak 1 m dari pohon olive itu tumbuh dracaena setinggi 2 m dalam drum berdiameter 80 cm. Di antara tanaman- tanaman itu berjejer rapi aneka sukulen, agave, dan sansevieria dalam pot. Eko Wardhana, si empunya tanaman, menata tanaman koleksi dalam pot itu sehingga membentuk taman yang asri di lantai 3 sebuah kafe di kawasan bisnis di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. “Saya ingin memindahkan suasana asri ke atap,’’ kata Eko. Harap mafhum di lantai teratas itu Eko mendirikan kantor dan kafe. Menurut enviromental designer itu keberadaan tanaman memberi energi positif yang membuat manusia di sekitarnya menjadi lebih sehat, produktif, dan tidak stres. Inspirasi membuat taman di atap bangunan itu diadaptasi dari kegiatan guerrilla gardening. Guerrilla gardening adalah gerakan menanam oleh suatu komunitas di lahan atau area yang tidak terpakai. Kegiatan itu lazim dilakukan di Amerika Serikat, Inggris dan Australia.

Mudah ditata Eko membawa tanaman dalam pot itu dari kebun di Bandung, Provinsi Jawa Barat. “Tentu saja saya pilih yang dapat beradaptasi dengan iklim Jakarta yang berada di dataran rendah dan panas,” ujar perancang interior itu. Zaitun, dracaena, lavender, dan baoba: dengan cepat beradaptasi. Sementa’- cemara layu pada 3 minggu pertama. Eko menggunakan media tanarr campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Eko yang dibantu 5 anggota Gerakan Tanan Indonesia (GTI) butuh waktu 4 hari untuk menata tanaman-tanaman pot itu menjad taman. Total jenderal hampir tiga perempa: dari atap seluas 700 m2 diisi oleh berbaga tanaman besar maupun kecil yang ditanan- dalam pot. Eko memilih tanaman perdu, sukulen. semak, dan tanaman gantung dalam po: karena mudah dibawa dan ditata. Lag pula bobot tanaman tidak membebar bangunan gedung. Tanaman perdu yang ditanam dalam drum diletakkan di deka: dinding kantor dan greenhouse, ada juga atap bangunan A A Greenhouse berisi koleksi tanaman sukulen dan tillandsia Area rumput untuk menikmati taman sambil mengadakan acara barbeque jrban garden memanfaatkan barang bekas seperti tempat tisu toilet bekas sebagai wadah tanam di lantai atas serasi dengan bangunan rada di atap, lantai atas terlihat asri dan nyaman adikan pembatas antara kafe dan Sedangkan tanaman semak dan mu dalam pot kecil dan polibag ditata i fficai tanaman perdu. Sebagian tanaman dan tanaman gantung seperti sansevieria, sinibar menjangan, dan fcr rsa diletakkan di dalam rumah kaca melindungi tanaman dari paparan ia hari langsung. Sucaya suasana hijau dan sejuk kian m Eka juga menanam pohon-pohon sekitar bangunan kantor. Sebut pohon trembesi Samanea saman, ia Jacaranda mimosifolia, flame Tabebuea rosea. Sebagian besar ditanam berasal dari biji yang di jalan. Pencinta tanaman itu ipulkan biji bersama anggota GTI. Tanpa sampah Kehadiran taman berkonsep urban garden itu selaras dengan konsep perkantoran yang ramah lingkungan dan minimum energi. Dinding kantor terbuat dari serpihan kayu bekas yang dibuat menjadi papan partikel. Pada siang hari penerangan cukup dari sinar matahari yang masuk melalui kaca tembus cahaya. Di depan kantor ada 2 bangunan yang terbuat dari kayu. Bangunan pertama digunakan untuk meletakkan aneka tanaman sukulen dan tillandsia. Tanaman sukulen seperti kaktus dan haworthia itu berjejer rapi di rak di kanan kiri dinding dalam bangunan. Di tengah bangunan ada meja dan kursi yang terbuat dari gelondongan kayu bekas. Kayu bekas dalam ukuran kecil juga dimanfaatkan untuk pot aneka tillandsia yang ditata di atas meja. Bila kita menegok ke atas, terlihat tillandsia janggut musa menjuntai dari atap. Bangunan lainnya dibatasi bilik dari kayu tempat mencantelkan anggrek dengan wadah dari tempat tisu toilet bekas. Panci bekas untuk pot rhoeo discolor, kaleng bekas untuk aglaonema. “Memanfaatkan barang bekas sebagai wadah tanam sebagai salah satu bentuk urban garden tutur perancang taman di Bandung, Iwan Irawan. Satu sudut taman seluas 8 m x 5 m dibiarkan ditumbuhi rumput. Di area itu pengunjung kafe bisa mengadakan acara barbeque. Di sana mereka menikmati daging dan ikan bakar sembari menikmati taman nan asri di lantai 3 di pusat kota Jakarta.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Modern dan tetap hijau di kota

HERBAL KECANTIKAN SEXUALITAS WANITA

BUDIDAYA BUAH SAWO

Agroteknology

Iklan pilihan 5454654

MENANAM ANGGREK PHALAENOPSIS DI DATARAN RENDAH