bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Momoa Eulopia wallacei
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Momoa Eulopia wallacei anakan v Momoa Eulopia wallacei dewasa
Masyarakat Haruku memanfaatkan telur momoa untuk lauk-pauk
Senja hampir menghampiri Tanjungmaleo di Pulau Haruku,
30-40 menit berkapal cepat dari Pulau Ambon, Provinsi Maluku. Namun, berdiri di padang pasir Pulau Haruku keringat mengalir deras. Sang surya masih menyisakan panas menyengat.
Padang pasir empat kali lapangan voli itu hanya berjarak 100 meter dari pantai Beragam tanaman seperti nyamplung, bintaro, pulai membentuk sabuk hijau-total
1,5 ha-sekaligus pembatas antara padang pasir dan pantai. Di Tanjungmaleo terdapat tiga kawasan padang pasir dengan luas masing-masing relatif sama.
Beragam pepohonan menjadi pembatas antarpadang pasir.
Dari bawah pasir itulah, seekor momoa Eulipoa wallacei berlari sekencang-kencangnya menuju hutan. Dari bawah pasir? Induk momoa memang meletakkan sebutir telur di kedalaman hingga satu meter di bawah pasir. Rombongan burung itu-jumlahnya hingga ratusan ekor-datang ketika malam tiba. Ketika datang, suaranya bergemuruh, kata Raja Negeri atau Kepala Desa Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Azhar Ohorella. Burung-burung itu bersuara kek… kek… atau kuk… kuk… berulang-ulang.
Ahli burung dari Rotterdam, Belanda, yang pernah meriset momoa di Haruku, CJ Heij, mengisahkan, Burung bergerak beberapa langkah, ke arah kanan dan kiri, berhenti dan melihat ke
CJ Heij (berkaos putih) ketika meriset momoa di Pulau Haruku
94
sekeliling, la membuat lubang dengan kaki kanan dan kiri. Dalam waktu sekitar dua menit, hewan itu dapat berada di bawah pasir. Biasanya burung jantan bergantian menggali lubang dengan sang betina. Namun, kadang-kadang hanya betina yang menggali.
Jika burung monogami itu menganggap suasa tak aman, mereka akan terbang ke dahan pohon, lalu menggali lagi saat aman. Ohorella mengataka ketika malam purnama yang benderang, burung- burung itu biasanya Iebih lama menggali sarang karena lubang galian cenderung Iebih dalam. Namun, pada malam-malam gelap, momoa Iebih cepat menggali dan segera bertelur. Itu karena pac = malam purnama, burung Iebih mudah mengawasi predator, sedangkan saat gelap, mereka terburu- buru menggali dan bertelur karena Iebih sulit memantau predator seperti soa-soa, ular patolla Boiga irregularis, dan kucing liar Felis sp.
Aktivitas membuat sarang itu memang berlangsung pada malam hari, pukul 21.00 hingga dinihari. Ahli burung dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Ir Dewi M Prawiradilaga MSc PhD, mengatakan perilaku bertelur burung-burung anggota keluarga Megapodiidae memang khas, yakni membuat galian dan mengubur telur dalam pasir. Spesies lain seperti maleo Macrochepalon maleo, misalnya kerap kali menimbun telur dalam sebuah gunduka serasah setinggi manusia dewasa.
Momoa maupun maleo memang tak pernah membuat sarang di pepohonan sebagaimana lazimnya burung. Doktor Ekologi alumnus Australia National University itu mengatakan, satwa anggota keluarga Megapodiidae itu disebut burung gosong Indonesia memiliki 15 spesies burung gosong. iki kanan iewan itu wrung jn sang etina yang
jap suasana ri pohon, lengatakan.
, burung- ii sarang lalam. moa Iebih karena pada nengawasi a terburu- h sulit ar patolla iP
lang
fl.00 hingga jan Biologi mengatakan jta keluarga lembuat ir. Spesies Bleo, misalnya, wah gundukan
tak pernah igaimana mus Australia atwa anggota jrung gosong. lg gosong. Dew!
_ga sebutan gosong itu karena warna bulu- -eeka cenderung gelap atau mirip barang
=TE gosong.
esKi bertelur di Haruku, masyarakat m r at hampir tak pernah melihat momoa di m zr an sekitarnya. Menurut IrAATuhumury S Universitas Pattimura, tempat bersarang s. retelur berbeda dengan iokasi mencari Tempat mencari pakan momoa bukan j –parangan, tetapi di hutan tropis dataran Namun, jika di Iokasi peneluran tersedia I -i- -naka maleo akan mencari makan. Momoa tsTasjk. pemakan segala seperti buah-buahan, biji- mis . serangga, siput, dan kepiting.
asyarakat Kailolo menyebut momoa itu maleo.
scara . antara momoa dan maleo dua spesies -_a. Dwi Mulyawati dari Burung Indonesia-
– a -a swadaya masyarakat yang peduli pada
-an burung-mengatakan masyarakat -out maleo untuk semua jenis Megapodiidae.
– 2 -amili itu bermakna kaki besar (dalam bahasa ma-h mega berarti besar, poda berarti kaki).
B 3ra anggota famili itu, hanya momoa yang bte jr pada malam hari, jenis-jenis lain bertelur ang hari. Betina momoa Eulipoa wallacei a-an sebutir telur di sebuah lubang. varia ilmiah itu pemberian ahli burung dari
– andia, William Robert Ogilvie Grant pada
1893. Semula momoa menyandang nama i m a Megopodius wal/acei-nama pemberian George Robert Gray-seiama 33 tahun. Gray memberi nama itu untuk menghormati ahli biologi Alfred Russe Wallace yang pertama kali menemukan burung nokturnal itu di Pulau Halmahera pada 1858.
Dwi Mulyawati mengatakan induk momoa bertelur di daerah yang menyimpan panas. Panas pasirlah yang mengerami telur itu selama 98 hari hingga menetas. Begitu lahir dalam kesenyapan di bawah pasir itu, momoa kecil langsung menjadi yatim piatu, la tak mengenal wajah ayah dan ibu (baca Tanpa Kasih Ibu halaman 98-99). Setelah bertelur, induk tak pernah menengok calon anaknya. Itulah sebabnya Dewi Prawiradilaga menyebut momoa sebagai burung modern. Sebab, anak-anak burung gosong itu tak memerlukan asuhan dari induk. Begitu lahir, mereka menjadi burung yang mandiri.
Menjelang senja di Tanjungmaleo nan molek itu, seekor soa-soa Hydrosaurus amboinensis memburu momoa. Soa-soa-sejenis biawak-menggigit kaki momoa. Burung berbulu kelabu itu akhirnya selamat ketika beberapa warga setempat yang menemani wartawan meliput, mengejar soa-soa dan melepaskan gigitan itu. Betapa beratnya perjuangan burung gosong untuk bertahan hidup. Momoa itu hanya sebagian kecil yang berhasil menetas
PanenTelur Momoa (Butir)
Musim Hujan
Musim Kemarau
Total
lembaga pemeiTia untuk melakukan konservasi momoa dengan cara meniadakan lelang pada tahun tertentu sehingga telur-telur di bawah pasir itu menetas, kata Raja Negeri atau Kepala Desa Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Azhar Ohorella
Menetas (Butir) 200,000
150,000 100,000 50,000 0
995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005
1 – Juni 2012/XLIII
1 JE-5. – Juni 2012/XLIII
95
Lokasi
peneluran
momoa
Lokasi
peneluran
momoa
Lokasi
peneluran
momoa
Ir Dewi M Prawiradilaga MSc PhD, ahli burung dari Pusat Penelitian Biologi LIPI
di Tanjungmaleo. Menurut Heij, persentase telur menetas tak Iebih dari 10% (lihat ilustrasi).
Azhar Ohorella mengatakan dari area itu pengumpul telur mengambil 100-200 butir per hari. Bahkan, ketika musim barat bertepatan September- Desember, pengumpul mampu mengambil hingga 500-600 butir setiap hari. Hingga kini jumlah dan interval bertelur momoa belum diketahui. Sore itu Suaib Marasabessy menggali pasir hingga kedalaman semeter. Keringat membasahi sekujur tubuh pria itu. la paham betul lokasi peneluran momoa, meski induk membuat tipuan. Setelah mengambil sebutir telur di dasar lubang, ia menutup kembali dengan pasir putih hingga rata begitu seterusnya hingga ratusan telur terkumpul.
Siapa berhak menjadi pengumpul telur?
Kepala Desa Kailolo melelang hak menjadi pengumpul selama setahun setiap 31 Maret Pada tahun ini Ibrahim Tuasamu memegang hak itu setelah menang lelang dengan bayaran
Terlindungi Rimba
tertinggi, yakni Rp22,5-juta. Nilai lelang itu Iebih tinggi daripada tahun sebelumnya yang Rpl6-ju Rpl 1.100.000 (2001), dan Rp6.500.000 (1998) Hingga 31 Maret 2013, Ibrahim Tuasamu akan mengumpulkan telur-telur momoa di Tanjungma r dan berhak menjual. Saat ini harga sebutir telur momoa di Haruku hanya Rpl.500 meningkat ds Rp500 pada 2001.
Pengumpul menjual telur-telur momoa itu di Kailolo. Warga setempat membeli telur jumbo berukuran 2 kali telur ayam itu untuk konsumsi sehari-hari. Namun, pernah juga,Telur dibuang ke laut karena tak terbeli (produksi melimpah), kata Ohorella. Masyarakat Kailolo menggoreng telur berbobot hingga 110 gram dan 70% berupa kunir telur itu untuk lauk.
Menurut Ohorella uang lelang untuk pembangunan desa dan perawatan masjid. Pemenang lelang tak pernah rugi. Tender RplO- juta, untung bisa dobel, kata Ohorella. Artinya, jika
– g elang membayar RplO-juta, biasanya rcjrsr\s pun RplO-juta. Selama ini memang
– – g elang tak pernah rugi. Menurut Ohorella mt – e ang seperti itu berlangsung sejak ratusan mini – 5 am. Kakek-kakeknya dahulu bercerita soal iiiHimnE t
e la yang menjabat raja negeri baru mrarr jr -nengatakan di Desa Kailolo terdiri atas ms 3 tak pernah terjadi pencurian telur meski
a as reneluran tak pernah dijaga. Begitu juga
im – . menjadi sabuk hijau di tepian pantai 1 -r-aga. Walau bertahun-tahun, pengumpul s —tbil telur-telur momoa, tetapi produksi tak turun. Selain itu induk betina yang bertelur
m banyak. Dewi Prawiradilaga menduga
. – – -duk momoa kemungkinan juga bertelur di ais saiin.
lengan demikian populasi momoa di Haruku -r- aga. Jika momoa hanya bertelur di Desa dan pengumpul terus mengambil, tentulah – s momoa kian menipis. Ohorella pernah enpjak sebuah lembaga pemerintah untuk -v – -onservasi momoa di Haruku. la meniadakan Bang pada tahun tertentu sehingga telur-telur di – pasir itu menetas. Syaratnya instansi itu
Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, lokasi peneluran momoa terbesar. Selain di Haruku, momoa juga berteleur di Seram dan Pombo.
memberikan dana sebagai pengganti biaya lelang.
Dewi Prawiradilaga juga menyarankan hal serupa untuk menjaga populasi burung gosong itu. Harus ada jeda telur- telur tak dipanen, setahun misalnya, agar populasi momoa terjaga, kata Dewi. Sayang, ide itu belum terwujud. Padahal, jika terlaksana populasi meningkat, jumlah telur pun berlipat. Yang pasti suasana malam di Haruku kian riuh dengan kehadiran momoa. (Sardi Duryatmo)

Menggali Pasir Tanjungmaleo
I V fomoa Eulipoa wallacei satu-satunya burung gosong yang -e ur pada malam hari. Mengapa spesies itu menanti malam
oertelur? Menurut ahli burung dari Rotterdam, Belanda, yang
Te-set momoa di Haruku, Provinsi Maluku, CJ Heij, itu merupakan
.si untuk menghindari pemangsa. Menurut Heij, setidaknya
– 3pat 16 pemangsa momoa yang mengincar telur, anak, hingga
– ng dewasa. Bahkan, pada malam hari sekalipun ternyata tak lecas predator.
3adahal, induk momoa berupaya keras menyelamatkan calon srerasi penerus itu. Burung anggota famili Megapodiidae itu -Tibuat sarang tipuan di sisi sarang yang sebenarnya. Tujuannya . -.K mengelabui predator. Bukan hanya satu, kadang-kadang induk TTo-noa membuat 3-4 buah sarang tipuan. Namun, sepandai- -dai momoa menipu akhirnya ketahuan juga. Penggali sarang di -arjungmaleo, Pulau Haruku, Suaib Marasabessy, hafal betul sarang -g sebenarnya.
Vula-mula ia berjalan di tepian lokasi peneluran, lalu mengamati -mukaan pasir putih itu. Setelah memastikan sarang momoa, ia – gok dan menggali dengan kedua tangan. Ketika lubang kian
am, hingga 100 cm, ia pun berbaring untuk mengambil telur di asar sarang. Pada umumnya setiap sarang hanya terdapat sebutir r jr. Namun, kadang-kadang, terdapat dua butir di sebuah sarang t noa. Dalam sehari ia biasanya dua kali menggali ratusan sarang aca pagi dan sore hari. (Sardi Duryatmo)

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags:

Related Post Momoa Eulopia wallacei

PENANGANAN PASCA PANEN HOLTIKULTURA

Coba deh, Bekatul Kontrol Gula Darah

SAYURAN LONCENG BARU PANCAWARNA

BATUK

BRONKITIS