bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Perkebunan Di Bawah Lindungan Semut
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Serangan hama penggerek dan pengisap buah kakao turun drastis karena kehadiran semut hitam. Produksi kakao juga meningkat. Penggerek buah kakao Conopomorpha sp dan pengisap buah Helopeltis sp ibarat pencuri laba pekebun kakao. Buah yang bagian dalamnya terserang penggerek akan mengeras, hitam, dan saling melekat sehingga biji tidak bisa dipisahkan. Serangan pengisap menyebabkan buah layu, bahkan pohon mati. Pekebun kakao di Desa Gumbrih, Kecamatan Pakutakan, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Ketut Sukayadnya, mengeluarkan biaya Rp2-juta setahun untuk mengatasi serangan hama itu. Namun, sejak akhir 2000, biaya pembelian pestisida turun drastis. Itu setelah semut-semut menghuni pohon kakao di lahan 1,3 ha. Sukayadnya memenuhi saran Kepala Seksi Produksi Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Jembrana, Tukul Dirgo Rahanto, untuk mengundang semut hitam Dolichoderus thoracicus di sekujur pohon. Kehadiran semut menekan serangan penggerek dan pengisap buah hingga masing-masing 20%. Timbal balik Kehadiran semut secara tak langsung menyebabkan produksi kakao meningkat. Panen terakhir pada Juli— November 2011, Ketut Sukayadnya menuai 600 kg biji dari 700 pohon. Dalam waktu dekat pekebun yang mengelola 1,3 ha lahan itu juga panen lagi. Padahal, pada panen-panen sebelumnya, pekebun sejak 1998 itu hanya menuai paling pol 300 kg. Saat itu selain produksi r mutu buah juga anjlok.

Semut-semut itu sebenarnya sekali tidak berniat mengamankan Mereka tertarik cairan manis dari putih, kata peneliti ahli dari Pusat Pene – Kopi dan Kakao, Jember, Jawa Dr Soekadar Wiryadiputra. Musababnya. – putih Cataenococcus hispidus menghasi cairan manis yang menarik semut. Ahli hama dari Departemen Prc Tanaman Institut Pertanian Bogor. Sartiami MSi, mengatakan, kutu menghasilkan cairan manis ur mengundangsemut. Sebagai imbalan, se memindahkan Cataenococcus hisp secara berkala bila cairan manis berkurs Hubungan saling menguntungkan itu terjalin antara berbagai jenis kutu dengan berbagai jenis semut, di antara semut gramang Anoplepis longipes, ser rangrang Oesophylla smaragdina, aas semut hitam. Semut hitam menjadi pilihan Keni Sukayadnya karena lebih jinak daripada je- semut lain yang hidup di pohon. Bandingki dengan semut rangrang, misalnya, gigitanrv cukup menyakitkan.

Menurut Sartiami, ada dua perile- semut, yakni sebagai predator dan pernah – nektar. Jenis predator akan memangsi semua makhluk yang tidak cukup cep? untuk melarikan diri seperti ulat, kutu, iarw serangga, sampai anak burung yang bara menetas. Semut yang termasuk golonga- predator antara lain semut api Solenops- Adapun semut pemakan nektar nasanya mencakup jenis semut yang agak salem. Jenis itu memanfaatkan madu 2tau cairan manis dari tanaman sebagai -nakanan utama. Semut pemakan nektar erap membantu penyerbukan bunga, kata entomolog lulusan Institut Pertanian Bogor itu. Semut pemakan nektar antara lain semut hitam kakao dan semut gula Camponotus consobrinus. Bagi kutu, kehadiran semut yang memanen kotoran mereka jelas menguntungkan. Kotoran kutu yang semanis madu bisa membawa petaka kalau nenetes di antara koloni kutu itu sendiri. Cendawan akan hinggap dan menginfeksi \utu, kadang sampai mematikan. Selain itu semut menghalau burung atau serangga pemangsa yang akan menyerang kutu. Untuk mengundang semut, buat sarang buatan berbahan daun kelapa kering atau daun kakao kering. Gulung daun kakao kering dan letakkan setidaknya 3 sarang buatan di setiap pohon kakao. Sebulan berselang semut menghuni sarang buatan itu jika di sekitarnya terdapat koloni semut Namun, kalau daerah itu tidak ada semut hitam, tempatkan sarang berpenghuni. Agar efektif menghalau penggerek dan pengisap buah kakao, semut mesti menyebar di permukaan buah kakao. Untuk itu Soekadar menyarankan pekebun juga memindahkan kutu putih ke permukaan buah. Tanpa kutu putih, semut berkumpul di pangkal atau ujung buah, atau berkeliaran di batang, cabang, atau ranting. Percuma saja mendatangkan semut kalau begitu, tutur Soekadar.

Buah yang dikerumuni semut hitam bebas dari penggerek maupun penusuk. Untuk melindungi kutu putih yang menjadi sumber pakan, semut mengusir predator yang akan hinggap. Semut mengira kepik penggerek atau penusuk buah tergolong predator kutu, kata Dewi. Akibatnya kepik tidak bisa hinggap sehingga buah aman. Kutu putih pun sejatinya hama lantaran mengisap cairan buah. Serangannya fatal kalau populasinya berlebih. Untungnya, semut membatasi populasi lantaran semut memindahkan kutu yang bergerombol terlalu padat. Sekali terbentuk, koloni semut mesti dijaga agar tidak pindah maupun habis. Ketika sarang mulai tampak lapuk, pekebun mesti mengganti. Jika tidak semut akan mencari tempat lain untuk bersarang, kata Soekadar. Saat memangkas, hindari merusak sarang tempat semut berlindung saat hujan, sekaligus tempat ratu semut bertelur dan menetaskan telur. Di sana juga semut pekerja membesarkan larva semut yang baru menetas.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Perkebunan Di Bawah Lindungan Semut

KOLEKTOR TANAMAN LIDAH MERTUA TERKENAL

ZEOLIT ALAM DAN ZEOLIT SINTETIS

KROCH BATTAMBANG USIR MEMORI THAILAND

BIBIT MAMEY SAPOTE HASIL SUSUAN

Berkelit dari Cendawan Penjemput Maut kangker batang