bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Tanaman dewa dari ceko
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Si empunya tanaman yang berdomisili di Republik Ceko hanya mau melepas kerabr singkong itu jika Wijaya membororg seluruh koleksi yang berjumlah 21 tanaman-seluruhnya E. tulearensii j Setelah empat tahun menimbar; nimbang pada 2010 akhirnya Wijaya menerbangkan sukulen itu ke kediaman Dewa dari ToliaraMadagaskarHarap mafhum E. tulearensisjenis langka. Dalam Convention on International TraOe in Endangered Spesies (CITES) tanam yang memiliki bunga berwarna hija pucat itu termasuk dalam apendiks 1-dua tahap terakhir sebelum terbilang puna’ Habitatnya di sebuah daerah di dekat panta) barat daya Madagaskar-kota Toliara Tulear-berubah menjadi kota yang terus berkembang.Nama habitat itu disematkan menyebut E. tulearensis. Tanaman itu jugi ditemukan tumbuh di semak dan tebiri kapur berbatu selama perjalanan menu. Saint Augustin sebuah distrik di Tulea- Keelokannya membuat banyak kolektor da- berbagai belahan dunia terpikat. “Di Eropa ia ibarat dewa bagi para kolektor dan hob ; euphorbia” tutur Dwi Wahyu Setyono hob s di Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah.Para penangkar memperbanya* tanaman yang pertama kali ditemuks-A Euphorbia tulearensis dijuluki dewa Euphorbiaceaev Euphorbia ambovombensish/tfupd; antara semak belukar di kota Ambovombe MadagaskarMengincar satu mendapat 22.

Sugita Wijaya sudah kepincut pada sosok Euphorbia tulearensis sejak 2006. “Eksotis” tutur hobiis di Surabaya Jawa Timur itu tentang sang idaman. Di mata Wijaya tepi daun
tulearensis yang mengeriting dan berwarna abu-abu membuat tanaman anggota famili Euphorbiaceae itu benar- benar menawan. “Dia hidup tapi seperti tanaman mati” ujarnya.Belum lagi sosoktanaman memang unik. Daun tebal berlipat dan bergerigi. Warnanya paduan hijau abu-abu dan keunguan. Pangkal batangnya sudah membentuk kaudeks-bonggol itu biasanya terbentuk ketika tanaman berumur minimal 5 tahun. Di ujung setiap cabang di bawah daun tumbuh bulu- bulu halus.Untuk memperoleh tanaman yang sosok batangnya lebih P e n d e kmm 1 3auh pada 1988 itu dengan’M i. seperti grafting. Dari para hobiis mendapatkan C . Toh jumlahnya tetap terbatas wmrn nbuhan sukulen itu lamban. ISk» membeli sampai sekarang imu :dak bertambah 1 cm pun” tutur~za sukulen itu juga mengoleksiTOOC mahabobokensis. Euphorbia . oerada dalam lingkungan kering itu elok dengan kaudeks mar eruk bali yang tertimbun dalam it ‘Sasanya bonggol mahabobokensis ang dan sedikit lebar” tutur arsitek ‘ara-cn berdiameter kaudeks 18 cm dapat dari Republik Ceko dengan E. tulearensis. taraca: Dunga delapan dewa itu semula a« i ‘e-nukan tumbuh di hutan kering senr Mahaboboka Distrik Sakahara mnfn^ar Pulau di ujung tenggara itu memang salah satu sukulen.

Di sana juga ada tremensis asai Itremo distrik andrahana. Kini E. itremensis : rertanyak dan menjadi tanaman : Thailand Amerika Serikat dan negara di Eropa juga di kediaman saktusI Ambovombe bagian selatan Madagaskar ada Euphorbia Sukulen itu tumbuh di belukar di atas tanah hitam ain? ‘3.3 humus. Namun di musim habitatnya mengering tanah nan -TIUS berubah sekeras batu.”era Susandi kolektor euphorbia iogor. Jawa Barat menanam oovombensis yang adaptif di hpiLTsan hidup yang ekstrem itu di media antara lain terdiri atas pasir malang media harus porous agartanaman tidak gampang busukEuphorbia dengan tepi daun tebal -geiigi itu tampak cantik dalam llBBuiHr Dot plastik hitam. Indra memperoleh sraT-an yang memiliki bunga berwarna terang itu dari Jerman awai 2012. taleksi lain alumnus Departemen ‘etalurgi dan Material Fakultas fcncrik Universitas Indonesia itu adalah asai Republik Namibia. tidak seperti euphorbia asai Pulau Madagaskar. “Euphorbia asai Benua Afrika khususnya Afrika Selatan berbentuk medusoid alias terlihat seperti kaktus. Sementara dari Kepulauan Madagaskar bentuknya menyerupai pohon dan berkaudeks” ujar Indra. Lain lagi E. melanohydrata yang rupanya mirip dengan E. namibiensis tapi warna keseluruhan tanaman berbeda. Yang disebut terakhir lebih keabu-abuan sementara E. melanohydrata lebih hijau. “Nama melanohydrata dalam bahasa Latin bermakna air hitam. Itu diambil dari nama Swartwater sebuah daerah di Provinsi – Limpopo Afrika Selatan yang memiliki makna sama” tutur Indra. Koleksi Indra yang lain ialah E. abdelkuri yang habitatnya berasal dari Pulau Abd Al Kuri Yaman selatan. Tanaman yang sosoknya bisa setinggi 90 cm itu cocok dijadikan sebagai elemen lansekap taman kering. Sebab dapat tumbuh di bawah pancaran sinar matahari langsung maupun naungan. Menurut Gregori Gamadi Hambali ahli Botani di Bogor Jawa Barat penyematan nama habitat dalam penamaan tanaman sah-sah saja asalkan sesuai dengan kaidah yang berlaku atau belum pernah digunakan sebelumnya. “Biasanya penunjukkan nama habitat diberikan pada tanaman yang baru ditemukan di alam dan jenisnya berbeda dari yang lain” tutur Greg. Nama habitat juga disematkan pada E. ankarensis-berasal dari Falaise de Madagaskar utara dan E. capmanambatoensis asai Cap Manambato Madagaskar-semua koleksi Indra.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Tanaman dewa dari ceko

SINAR ULTRAVIOLET BADAN RADIOAKTIF ROKOK

FIBROBLAST BERPERAN BESAR PADA PENYEMBUHAN LUKA

SPERMA ENCER OBATNYA APA ?

JARANT ART WORK MENGGELAR KONTES

BERLATIH LANGSUNG DI PABRIK ETANOL