bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Adenium Unik Gagah Karena Sumpit
Filed: Blog
Advertisement
loading...

“Seribu” kakinya begitu kokoh dan rapi mencengkeram media. Raja gurun yang gagah mempesona pun jadi juara. Bagi Yustinus Polana, hobiis adenium di Kelapagading, Jakarta Utara, hal penting saat jajan mi ayam atau mi bakso bukan citarasa kudapan itu, tapi sumpit yang disediakan si penjual. Bukan buat dipakai sebagai alat makan, tapi sumpit-sumpit itu ia kumpulkan untuk dibawa pulang. Di rumah puluhan pasang sumpit gratis itu ia pakai untuk menata perakaran sang mawar gurun. Yustinus mengoleksi adenium thai soco yang bersosok gagah dengan kaudekkokoh. ‘Tapi saya kurang puas bila keindahan akar tersembunyi di dalam media,” kata kelahiran Semarang itu.

Impiannya menghadirkan akar sang mawar gurun yang kokoh dan tertata apik seperti mencengkeram media. Tiga tahun Pria 36 tahun itu mulai memprogram akar pada adenium berumur 6 bulan pascasemai. Bila umur tanaman terlalu muda, risiko kegagalan yaitu tanaman mati tinggi. Yustinus pernah mencoba menata akar pada 200 tanaman berumur 1,5 bulan. Hasilnya hanya 4-5 tanaman yang bertahan hingga sekarang. Sisanya mati. Sarjana Ekonomi alumnus Unive Tarumanagara, Jakarta, itu menata adenium dengan meniru pola penal cabang tanaman buah, yaitu pola lu Layaknya cabang, akar adenium ideal’ terdiri dari akar utama, anak akar. cucu akar. Untuk mendapatkannya m mula Yustinus memotong satu akar utai adenium. Dari situ muncullah sejum akar serabut. Selanjutnya ia hanya memi
2-3 akar yang arahnya selaras ukurannya proporsional. Sisanya dipangl Begitu seterusnya, dari seti pemangkasan hanya 2-3 “cabang” a yang dipertahankan. Jika letak akar terpi kurang tepat, saatnya sumpit “turun tanga Yustinus mengarahkan akar supaya selar; lalu menancapkan sumpit untuk menah akar agar tidak kembali ke posisi semu Sumpit bisa -juga digantikan den, tusuk satai. Untuk mencegah penguapa berlebih yang bisa menyebabkan akar ki; kekurangan cairan, akar yang sudah ditai diselimuti shading net hitam.

bonsai adenium terbaru,
obat membentuk bonsai adenium,
bonsai santigi,
jual bonsai adenium,

Agar pertumbuhan akar optimai Yustinus menanam adenium pada medii tanam berupa campuran sekam bakar, pas malang halus, dan pupuk organik rumpi laut dengan perbandingan 2:1:1. la juga menambahkan segenggam pupuk organs granular yang diperkaya bakteri baik. “Dulu pernah mencoba komposisi yang sama dengan perbandingan 0,5:3:0,5 supaya akar serabut tumbuh cepat,” kata Yustinus Sayang proporsi pasir terlalu banyak justru membuat media tanam bersifat “panas’ sehingga menyebabkan akar yang tumbuh menjadi terbakar dan mengisut. Setiap fase pemotongan akar. penanaman untuk menunggu “kar baru keluar, dan seleksi membutuhkan waktu 6-8 bulan. Oleh karena itu menurut Yustinus, perlu waktu minimal 2-3 tahun hingga diperoleh adenium dengan perakaran lengkap yakni terdiri dari akar utama, anak akar, dan cucu akar. A Gunakan sumpit atau tusuk satai untuk mengarahkan posisi akar AA Akar thai soco asai Thailand tertata apik dengan bantuan sumpit dan tusuk satai.

Strategi Sumpit
Siapkan adenium thai soco minimal berumur
bulan pascasemai. Pangkas daun untuk mengurangi penguapan.
Pilih 3 atau lebih akar yang posisinya tepat, lalu potong akar utama sesuai ukuran yang dikehendaki.
Olesi luka dengan fungisida atau semen putih, lalu gantung 2-3 hari agar luka kering dan akar lentur.
Siapkan media berupa sekam bakar, pasir malang halus, dan pupuk organik rumput laut dengan perbandingan 2:1:1. Buat gunung-gunungan pada media untuk tempat menata dan mendudukkan akar. Tata akar sesuai dengan arah yang kita inginkan, lalu tahan akar dengan sumpit atau tusuk satai.
Selimuti akar dan media dengan shading net untuk cegah penguapan. Shading net dapat dilepas ketika pertumbuhan sudah stabil.
Biarkan tanpa penyiraman sampai muncul tunas daun baru (sekitar 3 minggu), lalu rawat selama
6-8 bulan. Perlakuan sama dapat diulangi untuk menata cucu akar.

Yustinus menuturkan upaya mengekspos akar adenium sebenarnya juga sudah dilakukan para pemilik nurseri di Thailand. Sayang di tangan mereka akar yang terekspos di atas media itu tidak ditata sehingga terkesan semerawut. Sumpit gratis dari penjual mi menjadi modal Yustinus menata adenium “berkaki seribu” nan apik. Namun, tak semua jenis adenium cocok dibentuk “berkaki seribu”. “Pilih arabicum hibrida seperti thai soco,” kata Yustinus. Batang thai soco yang cenderung pendek dan membesar serta karakter kulit yang terkesan tua akan terlihat selaras dengan kaki seribunya. Pantas jika thai soco kaki seribu milik Yustinus pernah meraih gelar juara pada kontes nasional di Bekasi, Jawa Barat (2011 dan 2012) dan di Lapangan Banteng, Jakarta (2011). Pilihan lain ialah arabicum spesies. Sementara pada Adenium obesum dan Adenium somalense teknik kaki seribu kurang cocok. Batang obesum kurang berkesan tua, sementara somalense batangnya cenderung meninggi sehingga kesan kaki seribu pun kurang kokoh.

bonsai beringin,
bonsai adenium abdul hakim lutfi,
resensi novel bonsai adenium,
gambar bonsai adenium,

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Adenium Unik Gagah Karena Sumpit

Budidaya Ayam Berbagai Jenis dan Segala Teknis Beternak Ayam

TANAMAN KOLEKSI EKSKLUSIF DI RUMAH

OT08 PUPUK SSA ORGANIK

PELATIHAN TEKNOLOGI KULTUR JARINGAN

Akupuntur Di Solo