Home » Blog » Bawang Lanang
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Umbi bawang ianang terbukti secara empiris ampuh mengatasi penyakit- penyakit pembuluh darah seperti hipertensi dan stroke. Kekuatan bawang lanang lebih dahsyat daripada “induknya” bawang putih. Di dua kemasan obat itu tertulis 2×1. Artinya, dokter menyarankan Safar Sinambela meminum obat penurun tekanan darah itu dua kali sehari. Namun, ia mengonsumsi kedua jenis obat itu hanya sekaii sehari, yakni pada setiap pagi. Untuk menggantikan dosis obat penurun tekanan darah, Safar mengonsumsi 2 umbi bawang lanang. Bawang lanang ampuh menurunkan tekanan darah karena mengandung saponin dan allicin. Senyawa itu bekerja sinergis menghambat sin tesis kolesterol jahat penyebab penyumbatan pembuluh darah Dokter Arijanto Jonosewojo SpPD, bawang lanang berefek mengencerkan darah Lancarkan Peredaran Darah.

Bawang lanang berefek mengencerkan darah sehingga darah lebih lancar mengalir. Ketika aliran darah tertahan karena ada penyempitan pembuluh darah, tekanan yang ditimbulkan tidak terlalu tinggi. Saponin pada bawang lanang menghambat absorbsi kolesterol sehingga menurunkan kadar kolesterol jahat low density lipoprotein dalam darah. Beberapa senyawa kimia lain dalam bawang putih seperti allicin dan organo- selenium diduga bekerja secara sinergis dengan senyawa organosulfur untuk menimbulkan efek biologis, termasuk penurunan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat, serta menaikkan kadar kolesterol baik high density lipoprotein (HDL).
Safar memperoleh informasi khasiat bawang lanang dari rekan istrinya. Sejak dua tahun silam Safar rutin mengonsumsi bawang lanang. Kardina memanggang dua siung bawang lanang di atas api hingga lapisan kulitgosong. “Tujuannya agar umbi bawang menjadi lebih lunak sehingga mudah mengunyahnya,” ujarnya. Safar biasanya menyantap umbi bawang lanang saat makan siang dan makan malam bersama nasi dan lauk pauk. Hasilnya menggembirakan. Tekanan darah tinggi Safar cepat menurun.

Stroke
Pernah suatu waktu tekanan darah Safar mencapai 190/100 mmHg; tekanan normal, 120/80 mmHg. Setelah dua hari konsumsi bawang lanang, tekanan darah menjadi 140/80 mmHg. Dua tahun terakhir setelah rutin konsumsi umbi bawang lanang, tekanan darah Safar relatif normal. Itulah sebabnya ia berencana meninggalkan obat resep dokter dan hanya konsumsi bawang lanang untuk mengontrol hipertensi. Cara itu ia tempuh untuk mencegah ginjalnya bermasalah. Harap mafhum pensiunan pegawai negeri itu sudah 12 tahun menderita hipertensi. Selama itu pula ia bersandar pada obat penurun tekanan darah. “Suami saya berusia 76 tahun. Kata dokter pada usia itu rentan terkena hipertensi. Karena itu ia mesti rutin mengonsumsi obat untuk mengendalikan tekanan darah,” ujar Kardina. Pasien hipertensi lain yang merasakan khasiat bawang lanang adalah Sutarjo. Dokter mendiagnosis Sutarjo mengalami stroke akibat tekanan darah sistolik pria 50 tahun itu selalu bertengger di atas angka 180 mmHg. Lebih dari dua tahun Sutarjo mengonsumsi obat sintetis kimia, tapi tak kunjung sembuh. Itulah sebabnya keluarga membawanya ke tempat praktek Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta. Sutarjo berjalan menyeret kaki kanan dan kirinya secara bergantian. Bicaranya pun pelo. Untuk mengatasinya Lina menyarankan Sutarjo mengonsumsi empat siung bawang lanang segar per hari. Untuk mengonsumsinya cukup

Endapan lemak dan darah menyumbat seluruh pembuluh darah Konsumsi lemak dan kolesterol tinggi picu perlemakan di pembuluh darah Dinding pembuluh rusak akibat tekanan darah tinggi
Ketua Ikatan Dokter Herbal Medik Indonesia DHMI), dr Hardhi Pranata SpS, MARS, mengatakan, ‘r-ianan darah setinggi itu perlu diwaspadai karena -emicu berbagai komplikasi. Misalnya, jika tekanan darah tinggi terjadi di pembuluh darah otak, maka dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah atau stroke. Di Indonesia penyakit itu menjadi pembunuh nomorsatu.
Bawang lanang (bahasa Jawa, lanang berarti aki-laki) yang dikonsumsi Safar dan Sutarjo sebetulnya bawang putih Allium sativum yang pertumbuhannya abnormal sehingga berumbi rjnggal. Tanaman hanya mampu menghasilkan 1 siung umbi, bawang putih normal 10-13 siung Daca: Kisah Lelaki Penyendiri halaman 20-21).
3ukti empiris itu belum didukung riset ilmiah secara angsung atau merujuk pada bawang lanang.
Namun, dr Rosalina Silvia Dewi dari Fakultas -.edokteran, Universitas Udayana, membuktikan oahwa ekstrak bawang putih terhadap profil lipid Perlakuan I: Dosis 32,4 mg ekstrak etanol bawang putih/200 kg bobot tubuh Perlakuan II: Dosis 64,8 mg ekstrak etanol bawang putih/200 kg bobot tubuh tikus yang mengalami dislipidemia atau kelainan metabolisme lipoprotein. Menurut Rosalina dalam jangka panjang dislipidemia memicu penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis. Keduanya memicu gangguan sistem peredaran darah seperti hipertensi dan kardiovaskular.

Dislipidemia ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida, serta penurunan kolesterol HDL Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak bawang putih pada berbagai dosis menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan meningkatkan kadar HDL serum darah. Semakin tinggi dosis, efektivitasnya kian meningkat. Bukti ilmiah Rosalina menduga bawang putih menurunkan kolesterol dengan menghambat sintesisnya. Penghambatan itu melalui dua cara: menghambat reaksi enzim hydroxymethylglutaryl-CoA reduktase dan reaksi enzim lain seperti squalene mono- oksigenase dan lanosterol-14-demethylase. Ketiga enzim itu merupakan enzim kunci dalam biosintesis kolesterol.

Herbalis di Batu, Jawa Timur, Wahyu Suprapto, kadar senyawa aktif dalam 1 umbi bawang lanang setara 5—6 siung bawang putih biasa Dari seton hasil panen bawang putih hanya menghasilkan 5 g bawang lanang Makanan berlemak tinggi sebabkan penyumbatan pembuluh darah Menurut Rosalina senyawa aktif yang berefek menurunkan kolesterol pada bawang putih adalah saponin. Riset lain melaporkan fraksi glikosida kasar pada ekstrak metanol bawang putih yang mengandung spirostanol saponin-yang diproduksi dari konversi furostanol saponin melalui b-glucosidase-menurunkan total plasma kolesterol dan kolesterol LDL tanpa mengubah kadar HDL pada binatang yang dislipidemia. Saponin menghambat absorbsi kolesterol sehingga menurunkan kadar kolesterol plasma. Beberapa senyawa kimia lain dalam bawang putih seperti alisin dan organo-selenium diduga bekerja secara sinergis dengan senyawa organosulfur menurunkan kadar kolesterol.

Hasil penelitian itu secara tidak langsung menjawab duduk perkara bawang lanang mengatasi hipertensi. Menurut Wahyu Suprapto kandungan kimia bawang lanang yang bermanfaat untuk kesehatan relatif sama dengan bawang putih, yang berbeda kadarnya. “Perbandingan kandungan senyawa aktif satu siung bawang lanang setara 5-6 siung bawang putih biasa,” ujar pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu. Menurut dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Ir Dini Dinarti MSi, senyawa aktif dalam bawang lanang adalah dialilsulfida. Senyawa itu berfaedah menurunkan darah tinggi, kolesterol, diabetes, meluruhkan lemak dalam darah, dan mengencerkan gula darah. Meski masih satu spesies, kadar dialilsulfida bawang lanang lebih tinggi daripada bawang putih. Itu terbukti dari aroma bawang lanang yang lebih menyengat. “Dugaan saya itu karena hasil fotosintat dari tanaman bawang lanang terkumpul pada satu siung. Pada bawang putih biasa dibagi untuk banyak siung sehingga kadar dialilsulfida lebih sedikit,” kata doktor Agronomi dan Hortikultura itu. Wahyu Suprapto menyarankan sebaiknya pasien mengonsumsi bawang lanang untuk membantu penyembuhan.
Sayangnya, belum ada penelitian yang membandingkan kadar senyawa aktif bawang lanang dan bawang putih biasa. Dalam beberapa penelitian menunjukkan, khasiat bawang lanang lebih kuat ketimbang bawang putih biasa. Itu terbukti dalam penelitian Anita Pratimi dari Jurusan Biologi Universitas Diponegoro. Anita membandingkan aktivitas antibakteri bawang lanang dan bawang putih terhadap bakteri Staphyllococcus aureus, vektor penyakit saluran napas atas dan kulit, dan Pseudomonas aeruginosa, penyebab utama infeksi pneumonia.
Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak 100% solo garlic alias bawang lanang efektif menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dengan diameter zona hambat 2,03 cm. Adapun bawang putih biasa dengan konsentrasi sama, hanya menghambat pertumbuhan bakteri dalam radius 1,33 cm. Bawang lanang pada konsentrasi ekstrak 100% efektif menghambat pertumbuhan

Jangan Berlebihan
Daun sembung dikonsumsi bersama bawang lanang menetralisir aroma bawang
onsumsi bawang lanang untuk kesehatan bakal memicu aroma tubuh tak sedap. Herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, Wahyu Suprapto, mengatakan minyak asiri dan senyawa aktif yang mengandung sulfur tinggi pada bawang lanang mempengaruhi aroma keringat. Menurut George Preti, PhD, pakar kimia organik dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, Amerika Serikat, senyawa-senyawa aromatikyangterkandung dalam makanan terbawa dalam pembuluh darah dan keluar tubuh melalui urine, napas, dan keringat.

Untuk meminimalisir efek samping aroma tak sedap itu Wahyu meresepkan bawang lanang bersama daun sembung. “Minyak asiri pada daun sembung dapat menetralisir minyak asiri bawang lanang,” kata Wahyu. Herbalis di Tangerang, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, mewanti-wanti agar jangan berlebihan mengonsumsi bawang lanang. “Dikhawatirkan tekanan darah turun terlalu cepat sehingga menyebabkan hipotensi,” ujarnya.

Oleh karena itu hentikan konsumsi bawang lanang bila tekanan darah sudah berada pada ambang normal. Lukas menyarankan konsumsi bawang lanang setelah makan. Jika dikonsumsi sebelum makan menyebabkan rasa panas di perut. Bagi penderita mag sebaiknya konsumsi bawang lanang bersama herbal lain seperti rimpang kunyit, temuputih, atau daun tapak liman. Dosisnya sekitar 5 gram. “Herbal-herbal itu bersifat menetralkan asam lambung,” ujarnya. Dengan begitu kesembuhan datang, lambung pun aman. a_ang berdosis 240 mikrogram per ml media- ;e:ara 600 mg ekstrak bawang lanang per kapsul- nampu menghambat pertumbuhan bakteri (baca: i Atasi Kuman Koch, halaman 18-19). Menurut herbalis di Batu, Provinsi Jawa Imur, Wahyu Suprapto, sejak dahulu masyarakat “lemanfaatkan bawang lanang untuk membantu nengatasi berbagai penyakit akibat gangguan sistem peredaran darah seperti hipertensi dan gangguan seksual. Lina Mardiana menuturkan di ngkungan keraton Yogyakarta dahulu bawang ianang menjadi santapan khusus para bangsawan. Mereka mengonsumsi sebagai lalapan untuk menjaga stamina raja,” tambah Lina. Kini masyarakat kembali melirik pada umbi tanaman yang tokcer mengatasi beragam penyakit. Dua tahun terakhir, misalnya, kian banyak herbalis yang meresepkan umbi bawang lanang. Selain Wahyu Suprapto dan Lina Mardiana, herbalis di
Kotamadya Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, juga meresepkan bawang lanang sejak 2004. la memanfaatkan bawang lanang untuk mengatasi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan jantung, dan stroke.
la meresepkan bawang lanang dalam bentuk serbuk kering atau dibuat acar untuk mengurangi aroma sehingga memudahkan konsumsi. Menurut Valentina khasiat utama bawang lanang secara fisio-kimiawi mencairkan gumpalan darah dalam pembuluh darah. Pendapat serupa juga dilontarkan dr Arijanto Jonosewojo SpPD. “Bawang lanang bersifat pengencer darah,” katanya.
Pada kondisi darah encer darah lebih lancar mengalir. Ketika aliran darah tertahan karena ada penyempitan pembuluh darah, tekanan yang ditimbulkan tidak terlalu tinggi. Namun, Arijanto mewanti-wanti. Bila hendak mencabut gigi, misalnya, hindari konsumsi bawang lanang dua pekan sebelumnya agar darah tidak encer. “Darah yang terlalu encer membuat proses penyembuhan luka bekas mencabut gigi menjadi lebih lama,” katanya.
Menurutnya tanaman anggota famili Alliaceae itu juga ampuh menurunkan low density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat yang memicu perlemakan pembuluh darah, dan mendongkrak kolesterol baik high density lipoprotein (HDL) untuk menggerus lemak.
Tren
Berbagai khasiat itu mendorong beberapa produsen herbal memproduksi jamu berbahan bawang lanang. Contohnya Sudiyo di Karanganyar, Jawa Tengah, yang memproduksi bawang lanang dalam bentuk serbuk, lalu mengemasnya dalam kapsul. “Tujuannya agar lebih praktis dan tidak beraroma tajam saat dikonsumsi,’’ ujar herbalis yang membuka praktek di Sukoharjo, Jawa Tengah, itu.
la juga memproduksi bawang lanang yang diolah dalam bentuk sirop yang dicampur madu, serbuk sarang semut, dan jeruk nipis. “Permintaan konsumen terus meningkat. Produksi meningkat 20-30% per tahun,” ujar Sudiyo. Di Malang, Jawa Timur, Iswanto Sumarwanto, juga memproduksi kapsul bawang lanang. Sejak mulai produksi pada 2000 hingga sekarang permintaannya terus meningkat.
Pada awal produksi hanya 5 kg sebulan, kini menjadi 50 kg bulan. “Permintaan naik karena semakin banyak orangtahu khasiat bawang lanang,” ujarnya. Umbi bawang tunggal anggota lili-lilian itu mujarab membantu mengatasi penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah seperti stroke dan hipertensi serta tuberkulosis. (Imam Wiguna/ Peliput: Andari Titisari, Bondan Setyawan, Desi S Rahimah, M Khais Prayoga, dan Pranawita Karina)

DIARE
Saat Lebaran makanan berlimpah di kediaman Ude Taryana. Cetakanya Ude tak mampu menahan diri untuk menyantap makanan pedas. Akibatnya pekebun bawang putih di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, itu mengalami diare. Beruntung Ude menyimpan bawang lanang. la lalu mengunyah sebutir bawang lanang setiap kali sehabis makan.
Keesokan hari diare pun berhenti.***
STAMINA
Ini bekal wajib Lina Mardiana waktu masih hobi berpetualang mendaki gunung: 5 siung bawang lanang dan I gandu gula aren. Satu siung bawang lanang ia memarkan, lalu masukkan ke dalam kelapa muda yang telah dikeluarkan dagingnya dan ditambahkan segenggam beras. la juga menambahkan gula aren secukupnya. Setelah tercampur merata, bakar kelapa hingga beras matang.
Jadilah r
santapan kaya * energi untuk mendongkrak stamina saat mendaki.***
AFRODISIAK
Para kaisar Tiongkok mengonsumsi bawang putih tunggal agar stamina tetap prima saat melayani para selirnya yang berjumlah ratusan. Menurut herbalis di Batu, Jawa Timur, Wahyu Suprapto, faedah itu boleh jadi ada benarnya. Bawang lanang berefek memperlancar darah. Dengan begitu peredaran darah di organ genital menjadi lancar sehingga libido pun memuncak.***

Foto: Andari Titisari & Desi Sayyidati Rahimah

A Novena Yeti Lindawati SFarm Apt, peneliti bawang ianang antituberkulosis

ft Konsumsi sirup bawang lanang bebaskan Joko dari derita tuberkulosis
18

Ahli Atasi Kuman Koch
Konsumsi bawang putih tunggal terbukti andal menumpas bakteri penyebab tuberkulosis.
Napas “ngos-ngosan” dan batuk disertai muntah darah menjadi pertanda kehadiran bakteri penyebab tuberkulosis di tubuh muda Joko Santoso. Batuk mulai mendera dan terus menjadi setiap kali malam yang dingin datang. Kejadian itu berulang hampir setiap hari.
Melihat kondisi itu kedua orang tua segera membawa murid sebuah Sekolah Menengah Pertama di Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, itu ke dokter. Dari gejala dan hasil pemeriksaan rontgen dokter mendiagnosis Joko menderita tuberkulosis. Sejak saat itulah Joko menjadi tergantungan pada obat dokter.
Infeksi bakteri
Tuberkulosis alias TB merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Menurut Dr dr Zulkifli Amin SpPD, di Departemen llmu penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, proses infeksi M. tuberculosis biasanya secara inhalasi, yaitu melalui saluran pernapasan. Oleh karena itu bakteri mungil itu kerap ditemukan menyerang paru-paru. Penularannya sebagian besar melalui inhalasi basil, terutama dari penderita TB paru dengan batuk berdahakyang mengandung basil tahan asam.
Zulkifli menjelaskan, penderita TB umumnya mengalami gejala klinis seperti demam, batuk, sesak napas, dan nyeri dada. Namun, ada juga pasien yang tidak mengalami keluhan sama sekali. Pada 2011 Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis angka prevalensi tuberkulosis di negara-negara anggota ASEAN. Kamboja menjadi negara dengan prevalensi TB tertinggi di ASEAN, yaitu 693 kasus per
100.0000 penduduk. Sementara Singapura memiliki prevalensi TB terkecil, 43 kasus per 100.000 penduduk.
Pada 2009 angka kematian akibat TB tertinggi terjadi di Kamboja, yaitu 71 kasus per 100.000 penduduk. Sedangkan kasus kematian akibat TB terendah yaitu di Brunei Darussalam dan Singapura, masing-masing 1,7 dan 2,3 kasus kematian per
100.000 penduduk. Indonesia menduduki peringkat ke-8 negara dengan risiko TB di ASEAN dan SEARO
(South East Asia Region) dengan prevalensi 285 kasus per 100.000 penduduk.
Pada 1993, WHO mendeklarasikan TBsebagai global health emergency. Harap mafhum ketika itu sepertiga penduduk dunia terinfeksi mikobakterium TB. Sebanyak 75% penderita TB berada pada usia produktif, 20-49 tahun. Sejak Heinrich Hermann Robert Koch menemukan tuberkulosis 130 tahun silam, bakteri itu hingga kini masih menjadi momok.
Pada 2011 seorang rekan menyarankan Joko untuk mengonsumsi bawang lanang. Bawang lanang merupakan bawang putih Allium sativum yang hanya terdiri dari satu siung. Berharap kesembuhan datang, pria yang kini berusia 19 tahun itu pun mencoba mengonsumsi bawang tunggal itu. Joko mengonsumsi bawang lanang dalam bentuk sirup sehari tiga kali, masing-masing satu sendok makan. la juga berpantang makanan berminyak, keluar malam, dan merokok.
“Sebulan setelah konsumsi batuk berdarah berhenti,” ujarnya. Napasnya juga sudah normal, tidak “ngos-ngosan”, dan wajahnya terlihat lebih segar. Joko pun memutuskan berhenti berobat ke dokter. Namun, meski kondisi kesehatan tubuh sudah jauh membaik hingga kini ia tetap mengonsumsi bawang lanang.

3o-sde bakteri
• -55iat bawang lanang sebagai antituberkulosis : .at riset Novena Yeti Lindawati S Farm Apt dan I’isrentiana Emy Dhurhania di Akademi Farmasi
> ona\ Surakarta. Periset itu menguji bawang 3 I’g secara prakilinis terhadap Mycobacterium ‘-cerctilosis. Dalam risetnya, Novena menggunakan —s–k bawang lanang dosis 240 ug/ml, 320 (xg/
– :an 400 j.ig/ml. Ketiga dosis itu dibandingkan : T -gan rifampisin (antibiotik untuk penyakit TB)
: :ssi 40 ug/ml media.
Zosen mikrobiologi di Akademi Farmasi Nasional :-‘i-arta itu membagi sampel dalam 5 kelompok.
*i :~ipok 1 sebagai kontrol, tanpa perlakuan -icak bawang lanang dan rifampisin. Kelompok : :e1akuan rifampisin 40 ug/ml media. Kelompok
5 perlakuan ekstrak bawang putih tunggal dosis 1-1 ug/ml, 320 ug/ml, dan 400 ug/ml media.
V ising-masing perlakuan terdiri atas 8 cawan. ~–Dasi dilakukan selama 4-6 minggu pada suhu l~C. Setelah itu mereka mengukur pertumbuhan ra<eri.
Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang :-‘ang dosis 240 [xg/ml media-setara 600 mg r»57ak bawang lanang per kapsul-berpotensi ~enghambat pertumbuhan Mycobacterium ■-aerculosis. Bahkan lebih sensitif daripada “ampisin 40ng/ml (setara 100 mg rifampisin per
■ insul). Dari 8 cawan dosis 240 [xg/ml media,
:ada sebanyak 7 cawan tidak ditemukan koloni ‘■’■cobacterium tuberculosis, hanya 1 cawan yang ~iengalami pertumbuhan 26-100 koloni.
Jumlah koloni kontrol negatif dan rifampisin ■3ta-rata terdapat lebih dari 26 koloni hingga bakteri -enutupi seluruh permukaan media. Pada dosis : 20 ug/ml dan 400 ug/ml pertumbuhan koloni
rata-rata juga lebih dari 26 hingga menutupi seluruh permukaan. Pada kadar pemberian ekstrak bawang lanang yang lebih tinggi, 300 dan 400 ug/ml media justru tidak sensitif terhadap Mycobacterium tuberculosis. Novena menduga semakin tinggi dosis ekstrak bawang putih tunggal yang digunakan bakteri justru semakin resisten.
Resep herbalis
Novena menjelaskan senyawa dalam bawang lanang yang berperan terhadap tuberkulosis adalah alisin. Alisin mengandung enzim yang dapat memecah bakteri. Alisin sebagai antimikroba mampu menghambat bakteri penyebab TB dengan memblokade aktivitas enzim cystein proteinase dan alkohol dehidrogenase penyebab infeksi dan gangguan metabolisme. “Selain itu, bawang lanang juga mengandung scornidin yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Novena.
Kalangan herbalis sudah lama mengenal bawang lanang sebagai herbal. Herbalis di Surakarta, Jawa Tengah, Sudiyo, meresepkan bawang lanang untuk hipertensi, jantung, sinusitis, kolesterol, stroke, migrain, dan TB. Untuk mengobati TB, Sudiyo meresepkan bawang lanang secara kombinasi dengan madu, sarang semut, dan jeruk nipis. “Bawang lanang membunuh bakteri, membuang zat amoniak dalam tubuh, dan memperbaiki sel jantung yang rusak,” ujarnya. Madu berfungsi meningkatkan imunitas. Jeruk nipis sebagai pereda batuk, kandungan vitamin C-nya tinggi baik untuk imunitas, sekaligus mengurangi bau tajam bawang lanang. Bersama mereka bawang lanang membuat kuman koch keok.

Hindari konsumsi makanan berminyak percepat pemuiihan pasien tuberkulosis

Percikan dahak
Waspada
Tuberkulosis
Mycobacterium terculosis
T
i uberkulosis disebabkan infeksi Mycobacterium tuberculosis. Penyebarannya melalui saluran pernapasan dari percikan dahak di udara. Bila partikel ini terhirup orang sehat dan menempel pada saluran napas atau jaringan paru, maka ia akan tertular.
Kisah “Lelaki” Penyendiri

Dr Ir Dini Diniarti MSi
Bawang putih tunggal muncul di lingkungan tanam yang ekstrem
la hidup sendiri, tanpa ada siung lain menyertai.
anyak kepala menggeleng tanda tidak tahu saat Omtani bertanya tentang bawang lanang. Sosoknya tak dikenal padahal riset menunjukkan faedahnya begitu beragam. Riset oleh KK. Al Qattan dan rekan dari Jurusan Biologi Universitas Kuwait, misalnya, membuktikan bawang lanang berfungsi sebagai antihipertensi.
Apa itu bawang lanang? Sejatinya bawang lanang ialah bawang putih Allium sativum. Namun, karena berbagai sebab ia tidak bisa tumbuh membentuk umbi bawang yang tersusun dari 10-15 siung. la tumbuh tunggal. Dari sosoknya itu muncullah sebutannya: bawang lanang.
Penyebutan lanang (bahasa Jawa: lelaki) seringkali dipakai untuk menggambarkan kondisi tertentu di umbi atau biji dengan kriteria tunggal, bulat, dan tidak terbelah. Contohnya kopi lanang,
yaitu biji kopi Coffea spp berbentuk bulat agak besar dan tidak terbelah. Nama lanang pada bawang lanang juga mengacu pada bentuk umbi yang tunggal seperti skrotum, bagian dari organ kelamin pada mamalia jantan.
Lapisan ke-3
Umbi lanang pada tanaman anggota keluarga Liliaceae itu hanya menjadi milik bawang putih Allium sativum. “Bawang lain tidak. Contohnya bawang merah yang selalu membentuk siung baru saat siung lain membesar,” kata Ir Sartono Putrasamedja, peneliti bawang dari Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Penelitian yang menjelaskan proses terbentuknya bawang lanang nyaris tidak ada. Pada 1982 Sartono pernah melakukan percobaan untuk mengetahui persentase terjadinya bawang lanang di daerah Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah. Sartono memakai varietas lembu hijau dari wilayah Batu, Jawa Timur, dengan tiga macam perlakuan. Kelompok pertama, Sartono menanam bawang putih dengan bibit berupa siung di lapisan pertama; kelompok kedua siung lapis kedua; dan kelompok ketiga, siung lapis ketiga. Percobaan itu dilakukan di lahan 100 m2 dengan jarak tanam 5 cm x 5 cm.
Hasilnya? Setelah 84 hari pemeliharaan, bibit asal siung lapisan pertama menghasilkan 100% umbi bawang putih biasa dengan banyak siung. Siung lapisan kedua menghasilkan 95% umbi bawang putih biasa dan 5% bawang lanang. Sementara pada penanaman siung lapisan ketiga persentase kehadiran bawang lanang mencapai 90%.
Sartono menduga kondisi ekstrem yang terjadi pada saat penanaman turut mempengaruhi tingginya tingkat kejadian bawang lanang. Pada saat tanaman berumur 80 hari Gunung Galunggung meletus menyebabkan lingkungan tanam kering dan dihujani abu letusan gunung di Garut, Jawa Barat, itu. Kondisi kering itu mengingatkan Sartono pada kondisi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara
Jumlah produksi bawang lanang sedikit. Dari 1 ton panen bawang putih hanya didapat 5-6 kg bawang lanang

b
Lahirnya “Lelaki”

Siung bawang putih siap tanam.
Potong sekitar sepertiga ujung siung bawang putih supaya pertumbuhan bawang lebih cepat.
Tanaman dipelihara seperti biasa. Menurut Ir Sartono Putrasamedja pada hari tanam ke-70 keberadaan bawang lanang sudah bisa dilihat. Tanaman bawang lanang lebih kecil dibandingkan tanaman bawang di sekitarnya.

A

Di mancanegara yang beriklim 4 musim, umbi bibit menghasilkan bulbil, yang kelak bila ditanam akan menjadi bawang lanang. Bulbil muncul bila panjang penyinaran matahari antara 12-17 jam dan suhu malam 5-10° celsius.
Bibit menjadi bawang lanang jika lingkungan tidak menguntungkan dan bibit berasal dari siung lapis ketiga.

Umbi bibit menjadi bawang putih normal dengan 10—12 siung.
Timur yang cukup banyak menghasilkan bawang lanang. “Hipotesis sementara adalah bawang lanang :erbentuk karena kondisi lingkungan yang tidak •nenguntungkan,” kata Sartono.
Diproduksi massal
Faktor lain, bibit. Percobaan Sartono memakai jmbi bawang putih lapisan ketiga menunjukkan persentase terbesar kemunculan bawang lanang. Sartono menduga itu lebih karena siung dilapis ketiga berukuran lebih kecil, sehingga cadangan makanannya sangat terbatas. Kondisi terbatas itu
Umbi
lapisan
pertama
membuat suing menekan pembentukan siung baru supaya tidak terjadi perebutan nutrisi untuk proses pembesaran. Namun, karena sedari awal ia ditanam dengan kondisi “kekurangan”, saat panen ukurannya tidak bisa besar, kira-kira sebesar kelereng. Umbi normal bisa sebesar bola bekel.
Menurut Dr Ir Dini Diniarti MSi dari jurusan Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, di negeri yang memiliki iklim 4 musim, seperti Eropa, persentase kejadian bawang lanang justru bisa di atas 95%. Dini menjelaskan di negara 4 musim bawang putih tunggal didapat dari hasil penanaman bulbil. Bulbil merupakan hasil translokasi fotosintesis yang semestinya menjadi jatah bunga, tetapi karena faktor suhu dan panjang sinar matahari beralih menjadi umbi. “Satu tanaman bisa menghasilkan 30-300 bulbil,” kata Dini.
Dengan memanfaatkan bulbil pula petani di Provinsi Yunnan, China, bisa memproduksi single clove garlic-nama dagang internasional bawang lanang-secara besar-besaran. Dengan asupan pupuk organik, umbi tumbuh subur sampai mencapai garis tengah 3-4 cm. Pekebun di tanahair bolehlah mencoba memproduksi massal “lelaki penyendiri” itu menggunakan suing dari lapisan ketiga bawang putih. (Dian Adijaya S/Peliput: Desi Sayiddati dan Muhammad Khais Prayoga)
“Dengan umbi lapisan ketiga, presentase bawang lanang mencapai 90%,” kata Ir Sartomo Putrasamedja

Umbi
lapisan
ketiga
Umbi
lapisan
kedua
If*
0

Dia Pedang Bermata Dua

“Agar lebih mudah dikonsumsi, sediaan kapsul bawang lanang dapat menjadi pilihan,” tutur Una Mardiana
Senyawa alisin pada bawang lanang bak pisau bermata dua. Andal mengusir beragam penyakit, tapi menyebabkan cita rasa getir dan aroma menyengat yang membuat orang enggan mengonsumsi.
I e f b L_
elaki 43 tahun itu mengambil dua umbi bawang putih tunggal. Mengupas kulitnya, .lalu menelan mentah-mentah umbi sebesar kelereng itu bersama air putih. Warga Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu mengonsumsi bawang lanang untuk menjaga stamina tubuh agartetap
kuat. Meski merasakan faedahnya, ia enggan mengunyah saat mengonsumsi Allium sativum tunggal itu. “Rasanya getir dan beraroma menyengat. Saya tidak tahan kalau mengunyah terlebih dahulu,” tutur Ude Taryana yang sudah mengonsumsi bawang lanang selama 23 tahun itu.
Menurut Dr Ir Dini Dinarti MSi, dosen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, biang keladi aroma menyengat pada bawang lanang ialah kandungan senyawa alisin. Dini menduga kadar alisin pada bawang lanang lebih tinggi dibanding pada bawang putih biasa. Akibatnya aroma bawang lanang lebih keras. Namun, alisin pula yang menyebabkan bawang lanang berkhasiat. “Komponen utama alisin yaitu diallil sulfida yang bisa meluruhkan tumpukan lemak di darah sehingga baik dikonsumsi oleh penderita darah tinggi dan kolesterol,” kata Dini.
< Pengolahan bawang lanang menjadi kapsul memperpanjang masa simpan
Konsumsi segar
Lalu bagaimana cara mengonsumsi bawang lanang yang benar? Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar Apt dari Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung, senyawa alisin mudah rusak. “Senyawa itu mudah menguap, jadi sebaiknya bawang lanang dikonsumsi segar,” kata Elin. Selain alisin, bawang lanang juga mengandung betakaroten, betasitosterol, asam klorogenat, asam ferolat, geraniol, kaempferol, linalool, asam oleonat, quercetin, kalsium, dan folat. Unsur lainnya adalah magnesium, mangan, fosfor, potassium, selenium, vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin), dan vitamin C.
Riset Pablo F Cavagnaro dan rekan dari Facultad de Ciencias Agrarias, Universidad Nacional de Cuyo di Argentina menunjukkan proses perebusan umbi bawang putih pada suhu 200QC selama 6 menit menyebabkan kadar alisin lebih rendah sekitar 6% dibanding perebusan selama 3 menit. Kandungan alisin pada umbi yang direbus selama 3 menit setara dengan pada kondisi segar. Pengeringan memakai oven pada suhu 200QC selama 6 menit melorotkan kadar alisin sebesar 12%.
Menurut Prof Dr Sidik Apt, guru besar emeritus Fakultas Farmasi, Universitas Padjajaran, Bandung, pengolahan bawang lanang boleh saja dengan direbus. “Caranya didihkan air terlebih dahulu, baru bawang direndam sebentar sebelum konsumsi,” kata Sidik yang menyebut cara itu cocok untuk penderita gangguan lambung.
Sebagai antikolesterol bawang lanang bisa dikonsumsi segar atau dijadikan acar. Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi
Banten, menyarankan konsumsi dua butir per hari. ‘Untuk menghilangkan rasa getir dibuat acar saja, :api kalau tahan baunya tinggal geprek lalu kunyah, •atanya. Proses pembuatan acar bawang lanang sama seperti acar mentimun. Simpan acar dalam rmari pendingin agar tahan hingga sepekan. Bila ; simpan di suhu kamar, acarakan basi setelah ewat dua hari.
Bawang lanang juga bisa dikonsumsi seperti satai. Itu dilakukan Safar Sinambela di Jakarta ~mur. Pertama ia menancapkan dua buah oawang lanang ke sujen alias tusuk satai,
*alu membakarnya di atas api kompor h ngga kulit arinya gosong. “Satai oawang lanang tokcer mengontrol tekanan darah suami saya,” tutur Kardina Safar, istri Safar Sinambela.
Namun, Lukas Tersono Adi mewanti-wanti oenderita hipotensi alias tekanan darah ‘endah jangan mengonsumsi bawang lanang. Efeknya juga menurunkan tekanan darah,” ujar Lukas.
Menurut Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta, bawang lanang yang baik digunakan terbungkus rapat kulit luarnya dan tidak keriput. “Bawang yang kulitnya terbuka atau menghitam jangan dipakai Karena sudah terkontaminasi cendawan dan bakteri,” tutur Lina. Untuk menghilangkan rasa getir bawang lanang, ia mencuci terlebih dahulu dengan air hangat lalu mengunyahnya.
Pilihan lain
Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Provinsi Jawa Barat, meresepkan bawang lanang dalam bentuk serbuk kering. Serbuk itu dikombinasi dengan herbal lain untuk mengatasi gangguan

jantung dan stroke. “Bawang lanang mujarab melancarkan peredaran darah terutama bagi penderita gangguan jantung,” tutur Valentina. Bagi penderita gangguan jantung, Valentina memberikan 25 gram bawang lanang, 20 gram umbi dewa, dan 15 gram daun sembung dalam bentuk kering. Seduh semua bahan dalam segelas airsetara 250 ml, lalu diminum tiga kali sehari.
Prof Sidik Apt menuturkan pengolahan bawang lanang menjadi serbuk kering sederhana, tetapi harus benar caranya. Cukup kering anginkan bawang hingga kadar airnya 10%. “Jangan memakai oven sebab merusak senyawa aktifnya,” tutur Sidik. Lalu hancurkan bawang lanang kering menjadi serbuk dan kapsulkan. Dalam bentuk kapsul orang lebih mudah mengonsumsi karena tidak tercium bau menyengat dan cita rasa getir. Hanya saja dalam bentuk kapsul, alisin dalam bawang lanang lebih lama diserap tubuh.
Herbalis di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, Sudiyo Mawas memakai cara berbeda. Sudiyo mengolah bawang lanang menjadi sirup. Untuk mendapatkan 200 ml sirup, dibutuhkan 20 bawang berukuran sedang, jeruk nipis, madu, sarang semut, dan air. Sirup bawang lanang itu andal mengatasi asma, bronkhitis, hipertensi, radang saluran kencing, dan meningkatkan stamina. “Untuk pasien dengan gangguan di saluran pernapasan, konsumsinya cukup satu sendok makan sirup, tiga kali sehari,” tutur Sudiyo. Semua cara itu akan untuk membuat pedang tidak lagi bermata dua. (Andari Titisari/Peliput: Bondan Setiawan, Desi Sayyidati Rahimah, Imam Wigunadan Pranawita Karina)
Konsumsi satu sendok makan sirup bawang lanang, tiga kali sehari untuk menghalau gangguan pernapasan
Kapsul Bawang Lelaki

\ Belah bawang tanpa dikupas lalu kukus hingga lunak.
t

Potong tipis dan letakkan dalam nampan tertutup kain putih tipis lalu kering anginkan. Jangan jemur langsung di bawah sinar matahari karena senyawanya akan menguap.
Setelah kering lalu sangrai, haluskan, dan ayak.
4. Masukkan serbuk kering bawang lanang dalam kapsul.
Raja di Tapal Batas
menyala. Dengan warna seperti itu pongge- pongge mapiare tetap membuat orang menahan liur karena tergoda mencicipinya maklum buah disajikan dalam kemasan tan pa kulit.
Tengah tahun
Jenis lain yang enak dari Desa Ajikuning, durian bernama desa itu: ajikuning. Buah tanaman anggota famili Bombacaceae itu memiliki tampilan mirip salisun tapi warna daging buah lebih cerah dan tekstur daging lebih lembut. Jenis yang disebut terakhir durian ternama dari Kabupaten Nunukan.
Salisun, asal Desa Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, berbobot 2-3 kg per buah dan berbentuk cenderung bulat. Warna daging kuning tua, sangat tebal, dan bertekstur padat. Rasanya manis, legit, dan pulen. Raja buah itu dilepas sebagai varietas unggul nasional oleh Kementerian Pertanian pada 2005.
Secara administratif Sebatik berada di wilayah Kabupatan Nunukan. Sebagian mania durian mengenal kabupaten paling utara di Provinsi Kalimantan Timur itu sebagai sentra durian enak. Membeli durian di lapak buah di pasar pun tak akan membuat kita kecewa. Durian asal Sebatik di antaranya.
Durian-durian enak di Sebatik bisa kita nikmati pada Mei. Di sentra lain di Kabupaten Nunukan musim berbuah jatuh pada Juni-Juli. Sementara di sebagian besar sentra di tanahair seperti Pulau Sumatera dan Jawa biasanya jatuh pada September- Maret. “Jadi di daerah lain sedang paceklik,

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja
tags:

Related Post Bawang Lanang

EM4 TERBUKTI MENGUNTUNGKAN DAN BERMANFAAT

Iklan saja

KEBANYAKAN SEBAB UTAMA DIARE PADA AYAM

JAMUR PENGUSIR VERTIGO

BUDIDAYA TANAMAN MANGGIS