Home » Blog » Beternak Burung Elang Simbol National Geographic
Filed: Blog
Advertisement
loading...

BETERNAK ELANG Eka Budianta” Tbgas gubernur dan wakil gubernur baru Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, menurut hemat saya adalah mensukseskan rehabilitasi elang bondol di Kepulauan Seribu. Elang bondol Haliastur indus adalah burung kebanggaan bumi Betawi, dengan kepala warna putih dan badan cokelat pirang. Terakhir, saya melihatnya hidup bebas di sungai depan Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, sekitar 20 tahun silam. Setelah itu, memang seringtampak lebih banyak elang bondol dalam pameran flora dan fauna di Lapangan Banteng. Penangkaran elang bondol di Taman Mini Indonesia Indah dan di Kebun Binatang Ragunan memang cukup berhasil. Namun. jumlah yang hidup bebas di lingkungan, meskipun taman kota bertambah, rasanya makin berkurang. Jadi rehabilitasi elang bondol atau brahminy kite yang menjadi maskot ibukota Rl itu perlu makin digiatkan. Langka Sejak 1992 Indonesia menyatakan perlindungan total terhadap seluruh jenis elang atau garuda yang bermukim tetap maupun sementara di negeri ini. Sekarang 20 tahun berlalu. Apa hasilnya? Elang jawa Spizaetus bartelsi tetap dinyatakan langka, populasi tidak lebih dari 600 ekor. Elang flores Spizaetus floris justru makin terancam. Diperkirakan tidak lebih dari 300 ekortersisa hidup di alam. Kemajuan memang sudah terasa. Setelah presiden menetapkan garuda sebagai satwa nasional pada 1993, jumlah peminat semakin meningkat. Beberapa ahli raptor atau burung pemangsa berhasil lulus sebagai sarjana, master, dan doktor dari Universitas Padjadjaran, Bandung, maupun Institut Pertanian Bogor (IPB). Kelompok-kelompok pencinta elang, Falconer, Raptor Club, dan bursa elang pun mulai bermunculan di Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Sahabat saya, Zaini Rakhman, berhasil menyebarluaskan pendidikan cinta elang ke berbagai sekolah dasar. Bukunya, Garuda dan Faktanya di Indonesia mendapat sambutan baik dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. “Kelompok- kelompok pencinta dan pelestarian elang jawa patut kita apresiasi dan kita dukung bersama,” kata Sri Sultan. Pengembangbiakan elang jawa mengalami kesulitan akibat menyusutnya hutan primer. Untungnya, berkat dukungan Kementerian Kehutanan, Asian Raptor Research and Conservation Network (AARCN), serta lembaga swasta multinasional Chevron, kampanye untuk cinta garuda lebih dimasyarakatkan. “Hingga tahun 2012 ini, paling sedikit ada 300 pencinta elang yang serius, tersebar di seluruh Indonesia,” kata Zaini. Meskipun begitu, ia belum melihat ada lembaga resmi yang membudidayakan burung garuda. Padahal, Mongolia negara yang terpencil di padang gurun saja sudah punya aturan jual beli dan penangkaran elang. Di Davao, Filipina, juga mempunyai peternakan Harpy Eagle atau elang hitam yang belakangan juga semakin sukses melakukan captive breeding. Budidaya elang utamanya menetaskan dan melepasliarkan elang muda ke alam bebas. Selain mendidik kita agar murah hati :- setia. burung elang mengajar kita Kuat dengan toleransi. Seekor elang t- ” :-ng puluhan, bahkan ratusan kilometer lian sehari. Seekor garuda yang r-^-arang di sebatang pohon rasamala, iaa~i sehari bisa menjelajahi ribuan •e*tar kebun teh dan kebun kopi. Jadi, rr i i harus merelakan garuda terbang *i ~ana saja, kita perlu tetap senang ; -ampiri berbagai jenis raptor dari negeri- ‘eaeri yang jauh. Kalau kita mau membuat kandang untuk seekor elang, perhatikan juga luasannya. Di lereng Gunung Tangkubanparahu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ada kandang habituasi untuk garuda. Sebuah kandang milik Panaruban Raptor Center, berukuran panjang 18 m, lebar 6 m, dan tingginya 12 m. Dalam kandang inilah elang kembali diajar hidup merdeka, mencari makanan dan rezekinya raptor di Indonesia. “Keglatan rutin kami melakukan pelatihan burung pemangsa dengan menggunakan metode Falconry,” katanya. RCI bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah empat kali melepasliarkan elang. Awalnya seekor elang jawa yang diberi nama Sylvi pada 25 April 2009. Kemudian seekor alap nipon Accipiter gularis dan dua ekor alap jambul Accipiter trivirgatus. Selain itu, mereka melakukan implantasi mikrocip pada burung pemangsa sejak 2010, dan berpartisipasi pada International Festival of Falconry, 2011 di Abu Dhabi. Uni Emirat Arab menjadi tuan rumah festival alap-alap itu. Sebelumnya lebih banyak diadakan di Inggris. Sejak 1950, Bung Karno membanggakan garuda sebagai pembawa bendera bangsa dengan pesawatnya, Garuda v,Indonesia. Bahkan Dari 300-an jenis elang di dunia, 78 di antaranya ada di Indonesia sendiri. Jangan kaget, sudah lebih dari dua ratus, tepatnya 224 ekor elang berhasil disita, sebelum nyaris diselundupkan ke luar negeri. Burung-burung itu memerlukan pemulihan kesehatan dan rehabilitasi. Indonesia memang kaya akan jenis elang. Dari sekitar 311 jenis elang yang hidup di dunia, 78 di antaranya berada di Indonesia. Berbagai program pemasyarakatan cinta elang secara kontinu dilaksanakan. Ada program All About Garuda dan Willing to Eagle dimasyarakatkan mal Cihampelas Walk, Bandung. Ada juga edukasi dan konservasi falconry yang diadakan Raptor Club Indonesia (RCI) di Yogyakarta. Kepala Konservasi Alam RCI, bernama Lim Wen Sin, kelahiran Yogyakarta, 18 Maret 1977. Lulusan Fakultas Teknobiologi, Universitas Atmajaya, 2002 itu menggagas dibentuknya Bank DNA untuk menampung semua jenis pada 1958 ia mengesahkan Garuda Pancasila sebagai lambang resmi negara. Presiden Soeharto meresmikan garuda sebagai burung nasional dengan Keppres Nomor 4/1993. Sementara itu, berbagai jenis rajawali, termasuk rajawali totol Aguila clanga, ternyata makin terancam. Rajawali irian Harpyopsis novaeguineae bahkan sudah rentan untuk punah. Padahal negeri ini terkenal sebagai kampung halaman rajawali. Burung rajawali atau elang brontok dulu tersebar luas di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, hingga Papua. Tantangan yang harus dipecahkan adalah, elang bondol itu makan apa saja. Bukan hanya tikus, tapi juga ikan, kepiting , dan satwa kecil lainnya. Jadi, untuk menjaga kelestariannya, Jakarta harus berlimpah makanan, baik untuk manusia maupun semua satwa yang menghuninya.*** Budayawan – pengurus Tirto Utomo Foundation, konsultan lababeka Botanic Gardens, kolumnis Trubus, mantan Direktur Dona Mitra Lingkungan.

 

burung elang untuk dijual,
burung elang bondol,
kicau burung elang mp3,
burung elang emas,
burung elang makan apa,
burung elang jawa,
ciri-ciri burung elang,
gambar burung elang,

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja

Related Post Beternak Burung Elang Simbol National Geographic

Pupuk TSB Tumbuh Sangat Baik

SPIRULINA MIKRO ALGAE MENCEGAH BERBAGAI PENYAKIT

Ikan Mas Koki

Apel bistambul mantab rasanya

Iklan saja