Menu
Dapatkan berbagai benih tanaman unggul stek, cangkok dan biji

Bunga Mawar Bunganya Dewi Cinta

Oct
23
2014
by : omtani4. Posted in : Blog

‘aman terlihat cantik dengan gradasi ukuran a- .’.ama rerumputan, kehadiran tanaman at-nga merah, putih, dan merah muda di ~:i-apa titik, serta pepohonan di bagian
: = .vah. Menurut Nizar susunan tanaman pada _ah bidang layak disebut taman jika terdapat . tas manusia di dalamnya. Dari gerbang ; ~an di sebuah sudut segitiga, pengunjung : 53 berjalan naik menapaki jalan yang berkelok ~ r~ jju pintu masuk paviliun yang letaknya kira- «fa di setengah tinggi atap.
Selain itu ada proses tumbuh kembang :‘3man. Dari kejauhan terlihat selang-selang :35!-media untuk pengairan dan pemberian .’ si tanaman-mengular dari sisi satu ke sisi : – taman atap miring itu. Taman atap Belgia itu fcn ciamik dengan kehadiran pilar penopang : 53. Pilar ikut menopang beban berat taman atap. Dengan sederet keunikan itu paviliun gia salah satu yang ramai didatangi pengujung “oriade.
‘akin populer
Taman atap Belgia menjadi secuil contoh ir-agaan taman tak biasa di pameran di lahan a-a jas 65 ha itu. Di sudut lain sebuah rumah •a . j yang biasa dibangun di padang rumput,
_ga beratap hijau. Rumput tebal ditata tumbuh :a’selang-seling dengan panel surya penangkap
– _ergi sinar matahari. Nizar menyebutnya top reenery.
Bedanya dengan top garden, pada konsep :a-tama tanaman memiliki fungsi ekologis sebagai ; ^mber oksigen dan estetika. “Pada top garden : :a aktivitas manusia yang terlibat, seperti berjalan ran duduk-duduk. Selain itu ada unsur penyusun aman berupa hard material, seperti bangku, ampu taman, serta soft material yaitu tanaman :an air,” papar doktor alumnus Chiba University, rpang, itu. Untuk membuat roof greenery biasanya
.’ertical garden dinding batu
menggunakan bantuan media khusus. Kehadiran panel surya menjadi sumber energi ramah lingkungan.
Dinding rumah kayu itu pun hijau ditanami aneka semak. Inilah rumah dengan perpaduan hijau di atap dan hijau di dinding. Kedua konsep taman tak biasa itu-roof garden dan vertical garden-tengah populer di berbagai belahan dunia. Menurut Nizar perbedaan keduanya antara lain pada teknik dan media yang digunakan. “Vertical garden biasanya menggunakan modul atau kotak media tanam yang sudah terfabrikasi yang ditempelkan di dinding sebagai tempat menanam. Sementara pembuatan top garden sama seperti taman biasa tapi pengerjaan di atas bangunan dan menggunakan media lebih ringan,” tutur dosen mata kuliah Tanaman dan RuangTerbuka Hijau itu.
Patrick Blanc, botanis dan periset dari Perancis, menjadi pelopor taman vertikal pada 1980-an dengan memakai konsep hidroponik. Selanjutnya tren roof dan vertical garden terus menjalar ke seluruh dunia. Ajang pameran Singapore Garden Festival 2010 salah satu yang membuat taman vertikal menggema di Asia Tenggara. Negeri Singa itu juga yang paling gencar menumbuhkan ruang hijau ke atas itu.
Maklum lahan terbuka di negeri mini seluas Jakarta itu terbatas, tapi Singapura bercita-cita menjadi kota di dalam taman, city in the garden. Artinya ruang hijau lebih banyak ketimbang bangunan. Maka di Singapura ruang hijau pun dengan mudah ditemukan di berbagai tempat. Wartawan Trubus Imam Wiguna menikmati taman vertikal di Terminal 3 Bandara Changi dan mal Orchard Central Singapura.

.

Taman dinding di mal Orchid Central. Singapura, negara di Asia Tenggara yang paling gencar menerapkan roof dan vertical garden Dr Ir Nizar Nasrullah MAgr, ahli tanaman landskap IPB Rumah kayu dengan kombinasi roof greenery, taman vertikal, dan energi hijau solar sel

Multimanfaat
Kehadiran taman atap dan vertikal membuat lingkungan menjadi lebih sejuk. Sebuah riset di Universitas Nasional Singapura menunjukkan permukaan taman vertikal misalnya mampu menurunkan suhu ruang sebesar 12°C dibanding dinding telanjang pada siang hari pukul 12.00- 13.00. Taman vertikal juga mampu meredam suara bising hingga 9,9 dB. Fungsi lainnya, kehadiran tanaman mampu menurunkan polusi udara.
Di tanahair, taman atap dan taman vertikal juga kian populer. Berbagai gedung perkantoran, hotel, rumah, dan rumah makan mengaplikasikan konsep itu. Sebut saja taman vertikal dan taman atap di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta; taman vertikal di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM); serta taman di 99 Restaurant, Ranch Market, dan kafe Origin, Bandung.
Model taman vertikal pun kian beragam seperti menggunakan vertical garden module (VGM) alias kerangka plastik tempat media yang ditempel pada permukaan dinding. Pada lubang tanam di VGM kita menanam aneka tanaman. Model lain menggunakan semacam karpet sebagai kantong tanam atau deretan cincin besi yang dipakai untuk meletakkan pot tanaman. Apa pun model yang dipilih, hasilnya dinding terlihat asri.
Pot susun
Beragam kreasi taman vertikal juga disajikan pada Floriade 2012. Di sebuah sisi jalan utama dari pintu masuk arena terlihat taman dinding raksasa di sebuah bangunan. Para pengunjung berdecak kagum menyaksikan dinding hijau terdiri atas krokot, paku-pakuan, pelargonium, baby blue eyes, dan peperomia berwarna-warni yang disusun dalam pola
menarik itu. Tanaman-tanaman itu tumbuh rapat di atas semacam karpet yang diberi lubang tanam.
Di sudut lain area Floriade, sebuah teras di tengah kolam berlatar belakang dinding susunan batu yang hijau dengan tanaman berbunga di beberapa titik. Tanaman ditanam di lubang tanam berupa ruang batu yang dikosongkan. Di dekatnya ada taman dinding terbuat dari bahan plastik yang dibentuk seperti susunan rak menyerupai talang dan lingkaran-lingkaran. Di atas talang dan lingkaran itu perancang taman menumbuhkan aneka tanaman.
Model lain berupa taman dinding kombinasi antara penanaman di wadah seperti saku kemeja terbuat dari plastik dan semacam “kasur” plastik berisi media tanam. Di bagian saku kemeja, perancang menanam aneka bromeliad, sementara pada kasur ditumbuhkan rerumputan, tanaman merambat, dan paku-pakuan.
Menurut praktikus taman vertikal di Bandung, Jawa Barat, Iwan Irawan, dalam sebuah obrolan pada pertengahan 2011, membuat taman vertikal dengan konsep menanam di atas suatu media relatif sulit. Sebab pemilik mesti rutin mengontrol pertumbuhan tanaman. Untuk menjamin pertumbuhan tanaman model taman dinding harus dilengkapi dengan sistem irigasi otomatis. Pemilik juga secara periodik perlu menyulam tanaman yang rusak, mati, atau terlihat gundul.
Oleh karena itu banyak pemilik taman vertikal menggunakan konsep “knock down”. Mereka menanam tanaman di dalam pot, lalu menyusun di wadah tertentu, misal rangka bambu atau cincin besi
Taman vertikal dengan kantong tanam yang praktis di salah satu pusat perbelanjaan di Beianda
Vertical garden dengan sistem karpet berpola abstrak
Tanaman ditanam dalam wadah plastik yang diwarnai seperti besi
Bermodal pot susun menjadi taman dinding cantik

Atap Top
T,
aman atap salah satu solusi menghadirkan suasana hijau meski ketersediaan lahan =*-Datas. Namun, kita perlu memperhatikan banyak hal supaya taman atap tampil maksimal.
– sanduan dari ahli tanaman lanskap di Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Nizar Nasrullah, MAgr.

Taman atap melibatkan aktivitas manusia, seperti berjalan, duduk-duduk. Ada unsur penyusun taman berupa hard material, seperti bangku, lampu taman, serta soft material yaitu tanaman dan air Kontruksi bangunan harus masuk dalam rancangan desain, yaitu dengan memperhitungkan beban top garden. Biasanya terdapat tiang penyangga yang berperan menopang beban Struktur lantai berupa beton, seal—berfungsi mencegah air rembes, pipa drainase internal, koral, geotekstil, dan media tanam. Semakin besar tanaman kian tinggi ketebalan media tanam
Gunakan media tanam yang ringan tapi memiliki sifat menyimpan air tinggi. Contohnya serbuk gergaji, sekam, cocopeat, dan vermikulit. Yang disebut terakhir bersifat ringan dan mampu mengembang saat terkena air. Penggunaan media-media itu bisa dicampur dengan tanah maupun tidak. Penggunaan tanah jika bangunan sejak awal sudah didesain memiliki taman atap. Tanaman yang dipakai harus toleran paparan sinar matahari penuh dan angin kencang. Contohnya palem-paleman dan semak seperti gardenia putih dan bugenvil Pengairan secara manual, beda dengan pada roof garden atau vertical garden yang menggunakan irigasi tetes atau jetspray
-T-nbentuk taman dinding. Lihatiah taman dinding anchoe di sudut Villa Flora-area khusus pameran \i~an indoor seluas 7.500 m2. Perancangnya “rianam kalanchoe berbunga putih, merah, jingga, ~eah muda di atas pot berdempet tiga yang : sjsun secara vertikal hingga 17 tumpuk. Hasilnya •j~an dinding yang elok dan praktis. Ketika pemilik i~an bosan, ia tinggal menurunkan pot, mengganti 3-aman, lalu menyusun ulang taman dinding.
Atau tengoklah taman dinding berwarna putih :an merah muda di sisi lain. Perancangnya cukup menyusun pot-pot berisi begonia berbunga merah _ jda yang sudah dilengkapi semacam cantelan 7j di atas rak, serta menyangkutkan di tangga dan : ‘ding kayu.
let
tt&m
,?’y

rtical garden minimalis
Villa Flora juga menyuguhkan rancangan taman vertikal mini. Taman itu berupa kotak serupa frame lukisan yang ditempelkan di dinding. Bingkai itu menutupi semacam kasur tempat menumbuhkan simbar menjangan dan tanaman rambat. Kalau begitu benar kata Albert Quek. Perancang taman vertikal di Singapura itu berujar taman vertikal bisa menjadi solusi buat kota metropolis. “Pembangunan gedung untuk hunian dan kantor sebuah keniscayaan di sebuah kota dan pasti mengurangi ruang hijau. Taman vertikal mengganti ruang hijau itu tanpa banyak menyita tempat,” kata Albert. (Evy Syariefa/peliput: Pranawita Karina)
Bingkai taman dinding, taman vertikal tak harus selalu berukuran besar
Menanam bromeliad di wadah seperti saku baju.

 

 

 

 

 

Passion, andalan Marjoland, Produktivitas 350 tangkai bunga bersosok besar      per meter persegi per tahun modal

Marjoiand memasok 70-juta mawar potong untuk pasar Eropa.

Namun, suasana di nurseri Marjoland seluas 20 ha terang-benderang. Ribuan lampu memancarkan cahaya berkekuatan 1.000 watt yang dipasang tepat di bawah atap greenhouse menjadi pengganti sinar matahari. Di bawah atap lampu- lampu itu menyinari rumpun-rumpun passion, sweet dolomiti, dan white naomi.

Passion, mawar merah berukuran mahkota besar, andalan Marjoland. Nurseri milik pasangan Joop dan Mariola van den Nouweland itu malah sempat hanya mengembangkan satu jenis itu saja. Belakangan mereka juga menanam sweet dolomiti berwarna merah muda, lovely dolomiti berwarna merah muda terang, dan white naomi berwarna putih kehijauan.

Menurut Angelien van den Nouweland, total jenderal ada lima varietas mawar yang mereka kebunkan. “Jenis-jenis itu dipilih karena pertumbuhannya cepat dan ukuran bunga besar,” kata putri pemilik nurseri yang menangani semua urusan administrasi perusahaan saat menemani Trubus berkeliling nurseri. Ukuran bunga besar masih favorit konsumen, pun warna merah.

Produksi naik

Rumpun-rumpun mawar itu ditanam di atas wadah serupa talang air dengan media tanam rockwool setebal 8 cm. Tepat di bawah talang membentang pipa-pipa plastik yang menyalurkan karbondioksida ekstra selama 24 jam. Pasokan C02 dengan volume kurang dari 1 ppm itu untuk memastikan proses fotosintesis berjalan optimal meski cuaca di luar greenhouse tidak bersahabat.

Karbondioksida didapat dari hasil mengolah minyak bumi-sekaligus untuk mendapatkan listrik untuk penerangan dan menjalanankan sistem otomatisasi serta energi panas. Energi panas dipakai untuk menstabilkan suhu ruang ketika suhu udara di luar greenhouse menukik. Dengan demikian kondisi iklim mikro greenhouse sesuai untuk mawar. Energi

Pagi menjelang siang pada Senin, 16 Juli 2012 itu rinai hujan membasahi Waddinxveen, kota kecil di Beianda bagian barat. Jalanan beraspal mulus basah, rumput nan hijau dan hortensia snowball berbunga putih di pekarangan rumah- rumah penduduk pun kuyup pada musim panas yang kerap diusik mendung itu.

Kebun mawar modern 20 ha dengan produksi 70-juta tangkai per tahun

Kebun Canggih Dewi Aphrodite

 

=r 25 tj dipancarkan melalui pipa aluminium di s- 3 3~tai nurseri mengelilingi barisan tanaman.

:3ca waktu tertentu di beberapa titik di m i a :alang tanam kita bisa melihat cahaya 3-3 biru dan merah berpendar. Itu lampu if –rnng diode (LED)-sebuah teknologi terbaru 3 bunga lambang Dewi Aphrodite-dewi me -:.’an-itu. Lampu berkekuatan 15.000 luks itu

–              r a-carkan cahaya yang dibutuhkan tanaman . • rerfotosintesis.

Dari hasil uji selama dua tahun pertama,

If T .an den Nouweland menyebutkan teknik at ‘5’an itu mampu mempercepat pertumbuhan :; -lawar. Posisi lampu LED di bawah tajuk ; ~ an membuat daun-daun yang biasanya hanya

–              mawar bunganya dewi cinta :3oat sedikit cahaya menjadi bisa lebih aktif

. :r berfotosintesis. Dengan beragam kombinasi IB* – • budidaya produktivitas di Marjoland naik 10%. -rgelien menghitung produktivitas rata-rata -‘ lapai 350 tangkai per meter persegi per tahun. \ :-3 arti dengan luas 20 ha, Marjoland mampu

–              – gnasilkan total jenderal 70-juta tangkai mawar 2: tahun. Tangkai-tangkai bunga Dewi Aphrodite

–              2-g dipanen para pekerja dengan bantuan

–              -sir-mesin pintar untuk pasokan ke pasar

5e r’da. Jerman, Perancis, dan Spanyol-menyebut -re^apa negara konsumen-melalui rumah lelang

–              3 ^ari dalam sepekan hampir sepanjang tahun = :5 Teknologi Canggih di Kebun Meneer, Trubus : a September 2012).

venurut Muhammad Baidowi, praktikus

mawar bunganya dewi cinta   • – tura di Bogor, Provinsi Jawa Barat, pemilihan : itas sangat mempengaruhi produktivitas mawar. : sanya yang bunganya kecil produktivitas lebih

mawar bunganya dewi cinta   daripada yang berbunga besar,” kata mantan

i.tan kebun produksi mawar potong itu.

Pasokan karbondioksida ekstra melalui pipa plastik di bawah bedengan untuk mengoptimalkan fotosintesis. Hawa panas dari pipa aluminium yang mengelilingi bedengan mempertahan kondisi iklim mikro greenhouse sesuai untuk mawar

Rundukkan cabang

Pada kunjungan pertengahan Juli itu Angelien menunjuk rumpun-rumpun yang baru ditanam pada April 2012. “Sampai sekarang sudah menghasilkan dua tangkai bunga,” tutur Angelien yang menyebut white fly dan thrips jadi ancaman sang ratu bunga dan diatasi dengan kontrol biologi. Setiap kali panen, pekerja memangkas cabang. Dari pangkasan itu muncul sekitar tiga tunas yang akan membawa bakal bunga berikutnya. Pekerja kadang-kadang mem-bending alias merundukkan cabang.

Menurut Ir Darliah MSc, periset mawar di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, sistem runduk diterapkan pada cabang tidak produktif. Misal menghasilkan bunga bertangkai pendek-di bawah 40 cm-yang harga jualnya bisa sepersepuluh harga mawar bertangkai panjang.

“Pada sistem bending cabang tak produktif dirundukkan tapi tidak sampai menyebabkan tangkai patah,” tutur periset yang menyebut pada kunjungannya ke Beianda pada 1994 sistem itu sudah banyak diterapkan pekebun di sana.

Tujuannya untuk menghasilkan tunas baru yang lebih vigor, (lihat ilustrasi: Merunduk, Produktif!)

Itulah yang dilakukan oleh Solihin, pekebun di Kampung Pasirsereh, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Pekebun mawar potong sejak 20 tahun lalu itu menanam varietas ornela voodoo berwarna jingga di tiga rumah tanam masing-masing berkapasitas 2.000, 3.000, dan 5.000 tanaman.

Rosa sinensis itu tumbuh di atas dua sistem tanam:

 

 

 

White naomi salah satu yang kini mulai dikembangkan di Marjoland

 

Penanaman dalam bedeng berupa talang yang bisa berpindah berisi media tanam rockwool

tinggi ketimbang cabang lain. Nah, cabang yang pertumbuhannya kurang baik tidak dipotong tapi direbahkan supaya nantinya memicu pertumbuhan tunas produktif.

Selektif

Darliah mengingatkan perlakuan bending mesti secara hati-hati supaya cabang tidak patah. “Cabang patah menyebabkan luka yang bisa menjadi pintu masuk cendawan atau bakteri penyebab penyakit,” ujarYos Sutiyoso, praktikus dan konsultan hortikultura di Jakarta.

Sistem bending menghasilkan kanopi tanaman yang kian luas. Daun yang menghasilkan fotosintat- karena mendapat paparan langsung sinar matahar- lebih banyak. Artinya “dapur” penyedia makanan untuk pertumbuhan tunas baru bertambah. Tunas akan muncul dari ketiak daun dan batang bawah, tapi pertahankan hanya yang tumbuh di batang. Namun, menurut Darliah, posisi cabang yang di- rundukkan tidak boleh saling menutupi sebab bisa menyebabkan kelembapan di daerah kanopi terlalu tinggi dan penerimaan sinar matahari tidak optimal.

Selain itu supaya teknik itu efektif, budidaya mawar mesti dilakukan di bawah naungan.

“Petani yang mengusahakan di lahan terbuka sulit menerapkan. Kalau hujan, daun yang terciprat air yang jatuh ke tanah bisa terserang penyakit tular tanah atau penyakit bercak,” kata Darliah.

Nun di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, Sayadi Wibowo dan anggota Gabungan Kelompok Tani Mawar

bedengan selebar 80 cm tinggi 40-50 cm dan semacam talang selebar 40 cm dan tinggi 60 cm. Pada sisi kanan dan kiri bedengan membentang tali plastik untuk menahan cabang mawar yang dirundukkan.

Mula-mula pekerja memanen bunga, lalu dari setiap bekas pangkasan untuk panen itu muncul banyak tunas. Solihin biasanya hanya menyisakan 2-4 tunas yaitu yang posisinya paling dekat dengan pangkal batang. Dari tunas terpilih pekebun yang bisa menuai memanen 300 tangkai mawar per meter persegi per tahun itu nantinya memilih lagi cabang yang pertumbuhannya paling bagus. Cirinya ukuran cabang lebih besar dan lebih

 

tidak produktif misal menghasilkan tangkai bunga pendek

Lakukan secara hati-hati tidak boleh sampai menyebabkan cabang patah karena luka bisa memicu masuknya cendawan atau bakteri penyebab penyakit. Pekebun di mancanegara ada yang menggunakan alat bantu semacam gegep untuk melengkungkan tangkai. Tahan tangkai menggunakan penjepit atau ikat dengan tali

Dari hasil bending muncul tunas, pertahankan yang paling vigor untuk produksi bunga berikutnya

 

prg mengelola 60 kebun mawar di lahan scuka pada ketinggian 800-1.000 meter di atas —ukaan laut (m dpi) tidak melakukan cara lend ng. “Investasi membangun greenhouse dan :^_engkapan lain seperti sistem irigasi terlalu ~<nal.” kata Sayadi. Pekebun hanya merompes : -nga awal untuk merangsang lebih banyak tunas irrduktif. Biasanya dari satu tangkai akan muncul .— tunas baru.

Oleh karena itu cara bending memang harus seektif seperti dilakukan di Marjoland. Pekerja ~^~iangkas untuk memanen bunga, membiarkan

tiga tunas baru untuk produksi bunga berikutnya muncul di sana. Lalu hanya ketika diperlukan saja mereka mem-bending alias merundukkan cabang. Begitu seterusnya.

Total jenderal nurseri yang disebut-sebut sebagai produsen mawar paling progresif karena menerapkan berbagai teknologi budidaya terbaru itu mempertahankan tanaman selama 6 tahun, lalu melakukan peremajaan. Produksi optimal dicapai pada saat tanaman berumur 2-3 tahun tahun. Dengan budidaya serbamodern itu dikembangkan selama 10 tahun terakhir Marjoland menjadi kebun kembang Dewi Aphrodite paling mutakhir. (Evy Syariefa/Peliput: Bondan Setyawan dan Imam Wiguna)

artikel lainnya Bunga Mawar Bunganya Dewi Cinta

Tuesday 10 March 2015 | Blog

Berikut ini adalah sebuah rekaman tentang budidaya ikan koi yang merupakan ikan ajaib pembawa hoky. Ikan…

Friday 29 August 2014 | Blog

Sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah. Kita lihat bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas…

Wednesday 12 August 2015 | Blog

KEMASAN PEPAYA PISANG MELON DAN JAMBU BIJI Kemasan lain yang sering digunakan pekebun buah di tanahair:…

Saturday 20 June 2015 | Blog

BATU SANDUNGAN PRODUSEN BENIH Ruangan pengering berukuran 3 mx4m itu tampak kosong hanya ada 5 buah…

Rekening Pembayaran


BRI : 051201005742507 An/ : Budi Prihono, S.Sos
MANDIRI : 1380010506520 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BNI : 0282198021 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BCA : 0770538343 An/ : Budi Prihono, S.Sos
Info & Pemesanan : Kayamara Group, Perumnas Jl. Salak 5 No. 125 RT. 001/019, Ngringo, Jaten, Karanganyar 57772. Workshop : Triyagan
02718202839
085727072225
085727072225
marketingkayamara@gmail.com