Menu
Dapatkan berbagai benih tanaman unggul stek, cangkok dan biji

Hasil AGROBISNIS Kota Sragen Jawa Tengah

Oct
22
2014
by : omtani4. Posted in : Blog

JARAK PAGAR (Jatropha Curcas)
Kabupaten Sragen mempunyai lahan hutan seluas 5.948 Ha dan lahan perkebunan seluas 600 Ha. Keberadaan lahan yang luas ini sangat potensial bagi tumbuh dan berkembangnya tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas). Dalam rangka mendukung dan memfasilitasi sosialisasi gerakan nasional penanggulangan kemiskinan dan krisis BBM melalui rehabilitasi dan reboisasi lahan kritis dengan tanaman yang menghasilkan energi pengganti BBM kepada masyarakat luas, maka Pemerintah Kabupaten Sragen mulai mengembangkan tanaman jarak pagar (Jatropha curcas). Pengembangan jarak pagar mulai dirintis di Kebun Bibit Dinas Kecamatan Gesi di lahan seluas 30.000 m2 Tahap awal penanaman adalah perkecambahan biji jarak yang didatangkan dari Malaysia dengan konsultan dari Perusahaan Cosmo Biofuels Malaysia. Saat ini ada investor dari Belanda yang tertarik untuk menanamkan modal pada pengembangan jarak pagar di Sragen. Pemerintah Kabupaten Sragen berencana mengadakan kerjasama dengan pihak swasta dari dalam maupun luar negeri untuk mengembangkan seed garden (kebun bibit) pada lahan seluas 20 Ha. Selain itu Pemkab juga akan mengembangkan oil production di lahan seluas 5.000 Ha dengan melibatkan petani. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan Sragen mampu menyediakan sumber bahan bakar alami dan juga meningkatkan kesejahteraan para petani.

NILA ME RAH (Oreochromis Sp)
Budidaya perikanan dengan potensi ekonomi yang menjanjikan dapat dijumpai di Waduk Kedung Ombo. Dari luas keseluruhan Waduk Kedung Ombo 6.576 hektar, area waduk yang berupa perairan mencapai 2.830 hektar dan 3.746 hektar wilayah darat. Kawasan WKO sangat cocok untuk budidaya perikanan karena di sana airtersedia sepanjang tahun meskipun musim kemarau dan banyak sekali plankton-plankton hidup di dasar perairan yang sangat baik untuk pertumbuhan ikan. Namun sayang dari area perairan seluas itu, baru 5% atau 5,6 hektar yang telah tersentuh pengembangan budidaya perikanan, sebagian besar berada di Kecamatan Sumberlawang. Metode budidaya perikanan yang digunakan adalah sistem Karamba Jaring Apung (KJA). Di lokasi tersebut, saat ini terdapat tak kurang dari 586 buah karamba yang dikelola oleh 411 peternak. Tiap petak karamba umumnya berukuran standar 7 m2 dengan kedalaman jaring mencapai 3,5 m.
Jenis ikan yang dibudidayakan di Waduk Kedung Ombo sebagian besar adalah nila merah (Oreochromis Sp), di samping jenis lainnya yakni nila hitam, gurame, karper/gabus, tawas, dan ikan mas. Setiap harinya WKO mampu menghasilkan 3 ton ikan nila merah. Pada tahun 2005, produksi ikan yang dihasilkan Karamba Jaring Apung di Waduk Kedung Ombo mencapai 1.430 ton, dan 1.273,95 ton di antaranya adalah ikan nila merah (Oreochromis Sp). Jenis nila merah memang menjadi andalan budidaya perikanan Kabupaten Sragen, sebab mudah penanganannya. Nila merah mempunyai laju pertumbuhan yang cepat, dapat mencapai ukuran 400-600 gram dalam waktu 6 bulan, tahan terhadap kualitas air yang kurang baik, mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan daya reproduksinya cepat. Karamba Jaring Apung di Waduk Kedung Ombo masih berpeluang besar untuk dikembangkan. Di lokasi yang ada sekarang, masih memungkinkan untuk menambah jumlah karamba hingga 800 petak lagi. Jika lancar, masa panen dapat dilakukan 3 kali dalam setahun. Dari masing-masing karamba, peternak dapat memanen 800 kg-1000 kg ikan (jenis nila merah). Sehingga dengan harga jual mencapai Rp 12.000 per kilogram, peternak karamba dapat meraup omzet hingga Rp 36 juta.

UDANG GALAH & LOBSTER
Produk unggulan Sragen di bidang perikanan selain nila merah yaitu udang galah dan lobster. Selain dikembangkan oleh petani rakyat, Pemerintah Daerah juga mempunyai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Aneka Usaha Ikan Kabupaten Sragen. Pemasaran udang galah sudah sampai ke Yogyakarta dan Klaten. Selain udang galah dan lobster air tawar, di UPTD Perikanan Kabupaten Sragen juga dibudidayakan ikan nila, lele, patin, dan gurame yang pemasarannya telah sampai ke Banyumas, Klaten, Demak, dll.
Pemasaran udang galah sudah sampai ke Yogyakarta dan Klaten.

PUPUK ORGANIK & PESTISIDA ORGANIK SAPI BRANGUS
Budidaya Sapi Brangus sangat populer di kalangan peternak Sragen. Pada tahun 2005, populasi sapi Brangus di Kabupaten Sragen mencapai 7.895 ekor yang tersebar di 20 kecamatan. Budidaya ternak sapi Brangus telah dikenal oleh masyarakat Sragen sejak tahun 1981, yang diiringi dengan pembangunan pusat pembibitan Sapi Brangus. Selama ini pasokan semen beku masih diperoleh dari Balai Insemenasi Buatan (BIB) Lembang dan Ungaran. Namun saat ini Kabupaten Sragen telah ditetapkan sebagai pusat pembibitan sapi Brangus satu-satunya di Jawa Tengah. Sampai tahun 2000, telah terdapat tujuh kawasan pembibitan sapi Brangus di Sragen yakni; Desa Pringanom Kecamatan Masaran, Desa Tenggak Kecamatan Sidoharjo, Desa Dawung Kecamatan Sambirejo, Desa Wonorejo Kecamatan Kedawung, Desa Karanganyar Kecamatan Plupuh, Desa Tegalrejo Kecamatan Gondang, dan Desa Gringging Kecamatan Sambungmacan.

Sapi Brangus yang dikembangkan di Kabupaten Sragen merupakan jenis persilangan dari Sapi American Brahman dan Aberden Angus yang direproduksikan secara Artificial Inseminations (inseminasi buatan) atau awam lazim menyebutnya kawin suntik. Sapi Brangus bersama sapi jenis Brahman biasa dipelihara sebagai ternak potong – untuk diambil dagingnya. Usaha peternakan sapi Brangus di Sragen boleh dikatakan telah menerapkan prosedurdan teknikyang maju. Buktinya, budidaya sapi Brangus yang dilakukan warga Sragen sudah berbentuk peternakan dengan kandang komunal. Sistem kandang komunal didesain menjadi tempattinggal yang nyaman bagi ternak dalam jumlah besar, melindungi dari terik matahari, hujan, angin, Dalam upaya mendukung pertanian organik yang telah dicanangkan di Sragen sejak tahun 2001, Kabupaten Sragen telah mampu memproduksi pupuk organik dan pestisida alami. Saat ini telah ada 194 produsen pupuk organik dan 20 produsen pestisida alami dengan realisasi produksi pupuk organik 4.365,15 ton/tahun dan 1.407 liter/tahun untuk pestisida alami. Hasil limbah sapi yakni kotoran ternak dan urine merupakan limbah sampingan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Dari pupuk kandang dapat diolah menjadi pupuk organik dan biogas, sedangkan urin sapi dapat diolah dan difermentasi menjadi pestisida alami dengan dicampur empon-empon seperti lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, butrowali, dan tetes tebu.

Jenis pupuk organik di Sragen yaitu Fine Kompos, Casting, dan Granular (butiran) yang menjadi produk unggulan Sragen. Pupuk organik butiran ini diproduksi oleh Kelompok Tani Sumber Agung di Desa Mojodoyong, Kecamatan Sragen. Pupuk organik butiran (granular) ini berbahan baku kotoran sapi, kotoran ayam, dan cacing. Kelompok Tani Sumber Agung mampu memproduksi 1,5 ton/hari dan pemasarannya tidak hanya di pasar lokal Sragen saja tetapi sudah menjangkau hingga keluar kota. Pada tanggal 12 November 2007 lalu, Bupati Sragen Untung Wiyono meresmikan berdirinya pabrik pupuk organik “Petroganik” di Kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen. Menurut Bupati Sragen, berdirinya pabrik pupuk organik ini merupaskan succes story bagi Kabupaten Sragen yang selama ini mempelopori penggunaan pupuk organik bagi budidaya pertanian. Sejak tahun 2001 Bupati Sragen selalu mengajak warga masyarakat Sragen untuk menggunakan pupuk organik dalam bercocok tanam. Menurut Bupati, masyarakat akan lebih sehat apabila mengkonsumsi hasil pertanian yang menggunakan organik, karena bebas dari unsur-unsur kimia. Pabrik pupuk organik yang memproduksi Produk pupuk organik dengan label Petroganik ini berdiri atas kerjasama PT. Petrokimia Gresik dan CV. Yossy Jaya. Menurut H. Sunardi, Direktur Utama CV. Yossy Jaya, berdirinya pabrik ini ilhami oleh semangat Kabupaten Sragen dalam mempelopori penggunaan pupuk organik bagi pertanian. Semangat Kabupaten Sragen dalam penggunaan pupuk organik ini ditangkap sebagai peluang bagi H. Sunardi untuk mendirikan pabrik pupuk organik. Bak gayung bersambut, PT. Petrokimia Gresik juga memberikan peluang kerjasama bagi investor untuk mendirikan pupuk organik di Kabupaten Sragen dengan peluang kerjasama saling yang menguntungkan.
Pabrik pupuk organik ini mulai dibangun pada bulan

artikel lainnya Hasil AGROBISNIS Kota Sragen Jawa Tengah

Friday 29 August 2014 | Blog

Bianglala Berlipat Ganda “Rp2-juta.” Panca Jarot Santoso asai sebut harga bibit durian pelangi. Panca Jarot Santoso,…

Friday 24 October 2014 | Blog

Sebanyak 500 pohon jatij di kebun Yaya Sutarya itu mencapai tinggi 6-8 m dan! diameter 8-10…

Monday 22 June 2015 | Blog

BENIH TANAMAN KULTUR JARINGAN TURUN Harga benih hasil tanaman kultur jaringan Rpl.500 per buah dinilai masih…

Sunday 8 November 2015 | Blog

OBESITAS KELEBIHAN BERAT BADAN Difinisi Kegemukan (obesitas) adalah kelebihan lemak tubuh. Selain tubuh menjadi tidak menarik,…

Rekening Pembayaran


BRI : 051201005742507 An/ : Budi Prihono, S.Sos
MANDIRI : 1380010506520 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BNI : 0282198021 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BCA : 0770538343 An/ : Budi Prihono, S.Sos
Info & Pemesanan : Kayamara Group, Perumnas Jl. Salak 5 No. 125 RT. 001/019, Ngringo, Jaten, Karanganyar 57772. Workshop : Triyagan
02718202839
085727072225
085727072225
marketingkayamara@gmail.com