Menu
Dapatkan berbagai benih tanaman unggul stek, cangkok dan biji

Hasil Bumi Kabupaten Sragen

Oct
22
2014
by : omtani4. Posted in : Blog

2. KACANGTANAH
Potensi komoditi kacang tanah di Sragen sangat besar. Luas panen kacang tanah di Sragen seluas 13.791 Ha dengan produksi 16.832 ton/tahun. Setiap harinya kacang tanah dari Sragen mampu memasok pabrik kacang tanah yang besar di Indonesia seperti Kacang Garuda dan Kacang Dua Kelinci. Salah seorang pedagang besar kacang tanah di Sragen mampu memasok ± 40 ton/hari. Kacang tanah dari Sragen mempunyai cita rasa tersendiri yang berbeda dengan daerah lainnya yang menyebabkan Sragen bisa bertahan menjadi pemasok pabrik Kacang Garuda dan Kacang Dua Kelinci. Sragen mampu menghasilkan kacang tanah sepanjang tahun tanpa terhambat oleh musim kemarau. Daerah sentra kacang tanah di Kabupaten Sragen berada di Kecamatan Kalijambe, Gemolong, Miri, Sumberlawang, Plupuh, dan Tanon.
3. SEMANGKA& MELON
Sragen terkenal sebagai daerah yang kaya dengan ragam buah-buahan budidaya. Petani-petani asal Sragen pun dikenal terampil dan memiliki ketekunan dalam membudidayakan tanaman buah-buahan, apapun jenisnya. Karakteristik personal yang unik tersebut merupakan faktor signifikan dalam mendukung keberhasilan Sragen menjadi pemasok utama buah-buahan di Jawa. Buah-buahan khas Sragen yang telah diketahui masyarakat luas antara lain semangka, melon, nangka, kelengkeng, jeruk besar, dan mangga.
Sebagai penghasil komoditi terbesar di Jawa Tengah, Sragen mampu memproduksi semangka sebanyak 988 ton/tahun sedangkan melon mampu menghasilkan 1.159,70 ton/tahun. Jika kita melintasi jalan Solo-Sragen tepatnya di Masaran kita bisa melihat pedagang buah melon dan semangka yang berjajar di sepanjang jalan. Silahkan mampir dan menikmati kesegaran buah semangka.
4. JERUK BESAR (Citrus celebia)
Budidaya jeruk besar sering kita kenal dengan nama Jeruk Bali, mulai populer di kalangan petani Sragen pada bulan Mei 2003. Melihat kesungguhan petani dan potensi ekonomi yang tinggi dari budidaya jeruk besar, Pemerintah Kabupaten Sragen memfasilitasi pengembangan budidaya buah jeruk besar. Pengembangan budidaya buah jeruk besar dipusatkan di wilayah Kecamatan Plupuh, antara lain Dukuh Sumomorodukuh Desa Wonorejo, Desa Gedungan, dan Desa Pungsari. Budidaya jeruk besar tersebut ditangani oleh 6 kelompok tani yang memiliki tak kurang dari 400 anggota dengan tingkat keterampilan tinggi. Di lokasi pengembangan, saat ini telah ditanam 10.000 pohon jeruk besar dan bakal memasuki usia panen pada bulan Mei 2007.

Pada tahun 2007 , di lokasi pengembangan ditanami lagi 7.200 bibit jeruk besar.
Sragen mempunyai lahan seluas 261.586 Ha yang ditanami komoditi jeruk besar dan setiap tahunnya mampu memproduksi 104,80 ton. Jenis jeruk besar yang dikembangkan adalah Pamelo si Nyonya, Pamelo Bali, dan Pamelo Nambangan. Selain di kecamatan Plupuh, jeruk besar juga dikembangkan di Kecamatan Kalijambe tepatnya di Desa Keden dan Wonorejo dan Bukuran. Di Desa Wonorejo terdapat 30 petani yang mengembangkan jeruk besar sedangkan di Desa Keden terdapat 132 petani.
Jeruk besar merupakan tanaman yang memiliki kemampuan survival tinggi dan mudah tumbuh di jenis tanah apapun, asalkan mendapat pengairan yang cukup dan pemeliharaan yang telaten. Dalam satu hektar lahan, dapat ditanami 250 bibit pohon jeruk besar. Meskipun telah berbuah pada tahun ke dua, namun agar hasilnya memuaskan panen pertama buah jeruk besar sebaiknya dilakukan pada tahun ke empat. Menginjak tahun ke lima, buah kualitas terbaik yang layak dipanen akan berlipat ganda, sebanyak 25 buah. Sebanyak 100 buah pada tahun ke enam dan 400 buah pada tahun ke tujuh.
Meskipun demikian, biaya yang dialokasikan untuk membelanjakan pupuk setiap tahunnya harus menyesuaikan kebutuhan nutrisi tiap pohon yang juga kian tumbuh besar. Pada tahun pertama kebutuhan pupuk organik tiap batang tak sampai
5 kg serta 1,5 kg pupuk kimia yang merupakan kombinasi jenis Urea, SP36, dan KCL. Kebutuhan pupuk tiap pohon dari tahun ke tahun akan meningkat, sehingga pada tahun ke III dapat menghabiskan 65 kg pupuk organik dan 4 kg pupuk kimia. Sedang pada tahun V dan VI, memerlukan 150 kg pupuk organik dan 6 kg pupuk kimia. Pupuk organik gampang diperoleh di berbagai toko saprodi pertanian yang ada di Sragen. Harga pupuk organik cukup murah, Rp 350,00 per kilo.
Menurut Sukamto, saat ini ia dan 5 petani lainnya menggarap 250 pohon jeruk besar yang mampu menghasilkan 1.250 buah berkualitas sangat baik dan 3750 buah berkualitas lebih rendah. Sukamto mengaku, pada panen tahun IV, mereka mampu mengantungi keuntungan kotor Rp 30 ribu per pohon. Dengan margin Rp 1.000,00 per buah, maka omzet yang diperoleh Sukamto dan rekan-rekannya tak kurang dari Rp. 5 juta. Keuntungan pada panen berikutnya juga akan bertambah, karena produktivitas tiap batang akan meningkat sejalan makin mendekati umur produktif pohon, tentu saja harus diiringi dengan penambahan nutrisi dan pengairan yang memadai. Lelaki bertubuh kekar itu memperkirakan pada tahun VI dirinya bakal menangguk laba kotor sebesar180 ribu per pohon dan Rp 250 ribu tiap pohon pada tahun VII.
Pasar jeruk besar masih sangat terbuka lebar. Informasi yang diperoleh UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Plupuh, menyebutkan permintaan jeruk besar di pulau Jawa setiap bulan mencapai 500 ribu buah. Pasar terbesar ada di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan sebagian permintaan datang dari Denpasar (Bali).
Saat ini produk olahan garut Kabupaten Sragen telah menembus pasar Ngawi, Madiun, Semarang
produk kehutanan

artikel lainnya Hasil Bumi Kabupaten Sragen

Tuesday 19 May 2015 | Blog

MAKSUD HATI MENGULANG UNTUNG JUSTRU RUGI YANG DIDAPAT IDUL ADHA. TAHUN BERIKUTNYA SAAT BERBELANJA LAGI H…

Friday 16 October 2015 | Blog

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) BUDIDAYA MUTIARA BANK INDONESIA Direktorat Kredit, BPR dan UMKM Telepon :…

Saturday 25 July 2015 | Blog

PELUANG PARA JAWARA KONTES KOI kategori \ nongosanke mendapat gelar di kategori lainnya ?eperti superior champion…

Thursday 6 August 2015 | Blog

BUAH NAGA LOKAL DICARI PASAR Sementara buah naga asal Vietnam seperti yang lihat di gerai Hokky…

Rekening Pembayaran


BRI : 051201005742507 An/ : Budi Prihono, S.Sos
MANDIRI : 1380010506520 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BNI : 0282198021 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BCA : 0770538343 An/ : Budi Prihono, S.Sos
Info & Pemesanan : Kayamara Group, Perumnas Jl. Salak 5 No. 125 RT. 001/019, Ngringo, Jaten, Karanganyar 57772. Workshop : Triyagan
02718202839
085727072225
085727072225
marketingkayamara@gmail.com