bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Pengembangan Penghasil Buah di Sragen
Filed: Blog
Advertisement
loading...

omtanithumb

PENGEMBANGAN TAMAN BUAH Uraian Proyek
Taman buah yang bisa dikembangkan di daerah Sragen diantaranya Jeruk (citrus sinensis), Jeruk Besar (citrus celebia) dan kelengkeng. Jeruk besar (citrus celebia) dapat tumbuh subur dan berproduksi baik di dataran rendah. Tanaman ini membutuhkan tempat yang cukup terbuka atau langsung mendapat sinar matahari. Tanaman ini juga cukup adaptif pada sembarang tanah, kecuali tanah liat yang air tanahnya dangkal. la tak betah ditanam di tanah jenis ini, bisa-bisa malah mati karena akarnya terendam air dan aerasinyajelek. Salah satu daerah di Kabupaten Sragen yang mengembangkan tanaman jenis ini adalah Kecamatan Plupuh dan Kalijambe. Prospek budidaya dan pemasaran jeruk besar cukup baik, dan yang perlu mendapatkan perhatian adalah bagaimana meningkatkan produksinya melalui peningkatan kualitas bibit. Penanaman jeruk jenis ini, baik yang berskala kecil maupun besar (berorientasi agribisnis), harus diawali dengan pembibitan yang baik. Keberhasilan pengusahaan tanaman jeruk ditentukan oleh tersedianya bibit bermutu, yaitu bibit yang bebas penyakit, murni, identik dengan induknya, tidak cacat serta penangkarannya telah dilakukan dengan benardan tepat melalui program sertifikasi bibit. Bibit yang baik adalah bibit yang berasal dari okulasi dan sambung pucuk. Bibit tersebut merupakan gabungan bibit semai dan cabang entris dari varietas unggul, yang produksi dan mutu buahnya baik. Dengan bibit asal okulasi dan sambung pucuk akan diperoleh tanaman yang berakar kuat, tumbuh subur, buah banyak dan bermutu tinggi. Jeruk besar atau jeruk bali ini dapat tumbuh di sembarang

Lokasi Proyek
Lokasi pembangunan Rumah Makan Apung berada di kawasan wisata Waduk Kedung Ombo, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Kondisi Eksisting
Bendungan Kedung Ombo dibangun pada pertemuan sungai Uter dan sungai Serang, terletak di dukuh Kedung Ombo, desa Ngrambat, kec. Geyer, Kab. Grobogan. Pembangunan waduk ini dimanfaatkan untuk irigasi, pengendalian banjir, pembangkit tenaga listrik, pengembangan perikanan, pengembangan pariwisata, penyediaan air baku untuk air minum, air untuk irigasi dan air untuk masyarakat perdesaan. Lokasi pengembangan Kawasan Waduk Kedung Ombo di Kabupaten Sragen sebagian besar masuk dalam wilayah administrasi Desa Ngargosari dan Ngargotirto. Pada lokasi tersebut kondisi topografinya sebagian besar bergelombang sedangkan sisanya curam. Potensi wilayah perairan Waduk kedung Ombo yang dapat dikembangkan untuk budiyaya perikanan seluas 2.830 ha. Dari potensi tersebut, luas wilayah yang telah usahakan masyarakat baru mencapai 5 ha untuk budidaya ikan nila merah, karper, gurami dan patin. Lokasi karamba apung berada di daerah Ngargotirto, Ngargosari, kecamatan sumberlawang.

Kawasan Waduk Kedung Ombo memang sangat cocok untuk pengembangan ikan melalui karamba apung. Ikan nila merah maupun hitam sangat mudah berkembang baik di ekosistem perairan WKO. Beberapa jenis ikan yang memiliki peluang pasar adalah ikan Patin, Gabus Malas serta ikan hias. Ikan Patin dan Gabus Malas terkenal memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Analisis Finansial Bentuk investasi yang ditawarkan adalah joint venture. Calon investor yang tertarik membangun rumah makan apung dapat memulai usahanya dengan nilai investasi sebesar Rp 320.000.000. pengeluaran yang harus dikeluarkan tiap tahun adalah untuk pembelian bahan baku, biaya operasional, gaji pegawai dan biaya perawatan.
Estimasi biaya operasional yang mulai dikeluarkan pada tahun pertama adalah sbb:
a.Upah pegawai 14 orang, sebesar Rp. 118.580.890 per tahun yang terdiri dari:
1.Manajer = 1 orang (Rp 2.332.800/orang/bulan)
2.Koki = 1 orang (Rp 1.399.680/orang/bulan)
3.Pembantu koki = 2 orang (Rp 706.838/orang/bulan)
4.Pelayan = 6 orang (Rp 473.558/orang/bulan)
Tembakau Virginia merupakan bahan bakar rokok putih yang saat ini penanamannya sedang digalakan dibeberapa wilayag di Jawa Tengah diantaranya Kabupaten Sragen. Tembakau Virginia mempunyai peranan penting dan keunggulan dibidang produksi. Kualitas yang dihasilkan tahan terhadap penyakit Mosaic. Beberapa perusahaan rokok besar di Indonesia telah menjalin kemitraan dengan beberapa petani tembakau di daerah dengan menyediakan bibit dan obat-obatan. Kemudian hasil panen yang ada dibeli dengan harga yang cukup kompetitif berkisar antara Rp 19.000 – 30.000/kilogram.
Sementara ini penanaman tembakau Virginia mencakup wilayah Mondokan, Sumberlawang, Gemolong dan Miri dengan jumlah produksi di Mondokan = 15,012 (83.92%), Sumberlawang = 20,105 (84.34%), Gemolong = 20,007 (82.82%), Miri = 14,585 (83.96%). Mengingat prospek bisnis yang menjanjikan dari Tembakau Virginia dan ketersediaan areal lahan yang cukup luas maka terbuka peluang investasi untuk mengembangkan tanaman ini lebih lanjut di Kabupaten Sragen.
Insentif dari Pemerintah Kabupaten
1. Pembebasan biaya ijin prinsip dan ijin lokasi
2. Pembebasan biaya ijin SIUP, TDP bagi pengusaha pemula dan perusahaan yang memperkerjakan lebih dari 100 karyawan
3. Pelayanan perijinan yang mudah, cepat, murah dan transparan dengan waktu penyelesaian maksimal 12 hari kerja
4. Fasilitator serta memberikan pelayanan informasi dan data yang diperlukan berkaitan dengan kegiatan pembangunan.
sektor peternakan dan perikanan
a. PEMBANGUNAN PASAR HEWAN 24 JAM
Lokasi Proyek
Lokasi Pengembangan Pasar Hewan Sumberlawang menjadi Pasar Hewan Terpadu 24 jam terletak di Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Uraian Proyek
Usaha pengembangan pasar hewan terpadu 24 jam di Sumberlawang untuk mengoptimalkan aset-aset daerah, menciptakan lapangan pekerjaan serta mempercepal pertumbuhan perekonomian Kabupaten Sragen. Bentuk investas yang ditawarkan adalah join venture.
Kondisi Eksisting
Jumlah hewan ternak di Kabupaten Sragen mengalami kenaikan dari tahun ke tahun kecuali untuk hewan kerbau.
Peningkatan jumlah hewan ternak rata- rata 2% per tahun. Saat ini, hewan ternak yang dijual di Pasar hewan Sumberlawang tidak hanya berasal dari kabupaten sragen, tetapi juga berasal dari daerah-daerah lain seperti Boyolali,
Ngawi, Grobogan dan Karanganyar.
Pada umumnya Pasar Hewan hanya dibuka pada hari-hari tertentu sesuai penanggalan Jawa. Pasar hewan yang ada di Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang saat ini hanya dibuka pada hari pasaran Pahing untuk hewan besar/sapi dan hari pasaran Pon untuk hewan kecil/kambing.
Analisis Keuangan
Pasar hewan yang terletak di Ngandul, Kecamatan Sumberlawang ini akan dioperasikan selama 24 jam. Investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan pasar hewan sebesar Rp 24.908.100.000, yang dibagi menjadi dua porsi, yaitu porsi pembiayaan Pemkab Sragen sebesar Rp 10.867.726.000, dan porsi investor sebesar Rp 14.040.375.000.
Berdasarkan hasil analisis ekonomi, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Rp. 14.040.375.000 13.734.844.000 selama 5 tahun IRR : 27,14% (lebih tinggi dari bunga bank, layak) (Catatan : discounted rate 16%, US $ 1 = Rp 9.000)
Biaya Investasi NPV
BEP (Break Event Point)
Insentif dari Pemerintah Kabupaten
1. Pembebasan biaya ijin prinsip dan ijin lokasi
2. Pembebasan biaya ijin SIUP, TDP bagi pengusaha pemula dan perusahaan yang memperkerjakan lebih dari 100 karyawan
3. Pelayanan perijinan yang mudah, cepat, murah dan transparan dengan waktu penyelesaian maksimal 12 hari kerja
4. Fasilitator serta memberikan pelayanan informasi dan data yang diperlukan berkaitan dengan kegiatan pembangunan.
Status Tanah
Luas lahan rencana 20 ha dan 11 ha telah menjadi milik Pemerintah Kabupaten.
Insentif dari Pemerintah Kabupaten
Pembebasan biaya ijin prinsip dan ijin lokas Pembebasan biaya ijin SIUP, TDP bagi pengusahc pemula dan perusahaan yang memperkerjakan lebih dari 100 karyawan
Pelayanan perijinan yang mudah, cepat, murah dar transparan dengan waktu penyelesaian maksimal \\ hari kerja
Fasilitator serta memberikan pelayanan informasi dar data yang diperlukan berkaitan dengan kegiatar pembangunan.

Nilai investasi yang dikeluarkan untuk penanaman jeruk padc tahun pertama sebesar Rp. 21.380.000/Ha, tahun kedua Rp
11.855.000/Ha dan tahun ketiga Rp. 12.320.000/Ha. Sedangkar untuk penanaman kelengkeng, dibutuhkan biaya investasi padc tahun pertama Rp. 28.680.000/Ha, tahun kedua Rp. 4.155.000/Hc dan tahun ketiga Rp. 4.720.000/Ha. Biaya pada tahun keempa dan seterusnya, baik untuk tanaman kelengkeng dan jeruh diperkirakan naik 10% dari tahun sebelumnya. Jadi, total biaye investasi awal untuk penanaman 100 Ha tanaman jeruk dar 150 Ha tanaman kelengkeng adalah sebesar 6,44 Milyar Berdasarkan hasil analisis ekonomi, maka diperoleh hasi sebagai berikut:
0NPV : 5.993.579.268 (> 0 layak
0BEP (Break Event Point) : selama 7 tahun 0IRR : 23% (lebih tinggi dari bunga bank
don psirdlopoinQjo
5.Administrasi/kasir = 1 orang (Rp 473.558/orang/bulan)
6.Perawat bangunan = 1 orang (Rp 473.558/orang/bulan)
7.Keamanan = 2 orang (Rp 473.558/orang/bulan)
b.Listrik, air bersih dan telepon = Rp 30.000.000
c.Biaya perawatan = Rp 9.000.000
Kapasitas ruang pada rumah makan apung sebanyak 531
orang. Estimasi jumlah pengunjung pada tahun pertama sebesar 40% dari kapasitas yang ada (212 orang/hari) dan akan mengalami peningkatan sebesar 3,54% per tahun. Jenis ikan yang akan dijual adalah lele, karper, nila dan gurami. Sedangkan perbandingan hasil penjualan masing-masing ikan lele = 15%, nila = 35%, karper = 30% dan gurami = 20%.
Perbandingan jumlah pesanan adalah 70% ikan bakar dan 30% ikan goreng. Peningkatan harga jual masing-masing ikan diasumsikan mengalami kenaikan sebesar 5% per tahun.
Berdasarkan hasil analisis ekonomi tersebut, maka diperoleh hasil sbb: ffs*
0 NPV : 61.518.124 (> 0, layak)
0 BEP (Break Event Point) : selama 5 tahun
0 IRR : 20 % (lebih tinggi dari bunga bank)
Insentif dari Pemerintah Kabupaten
1. Pembebasan biaya ijin prinsip dan ijin lokasi
2. Pembebasan biaya ijin SIUP, TDP bagi pengusaha pemula dan perusahaan yang memperkerjakan lebih dari 100 karyawan
3. Pelayanan perijinan yang mudah, cepat, murah dan transparan dengan waktu penyelesaian maksimal 12 hari kerja
4. Penyusunan dokumen-dokumen perencanaan, antara lain master plan, rencana tapak kawasan, studi kelayakan, dokumen AMDAL
5. Penyediaan sarana dan prasarana penunjang, antara lain jalan, jembatan, air bersih
6. Menfasilitasi pembahasan kerjasama penggunaan lahan milik Perhutani dan Jratunseluna
Status Tanah
Menggunakan wilayah perairan WKO yang pengelolaanya merupakan wewenang Jratunseluna. m

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags:

Related Post Pengembangan Penghasil Buah di Sragen

Pembangunan Pasar Penunjang Beras Warehouse System

Pentingkah rumah tinggi bagi budidaya walet ?

ajang kcsl perdana yang diselenggarakan Paguyura

ROLLULUS ROULROUL BOLEH DIBILANG PUYUH TERINDAH

MENCARI TANAMAN OBAT