bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Pohon Buah Ara Ficus
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Masa depan pohon ara Ficus spp bergantung kepada lebah jantan yang mau “memperkosa” lalu dibunuh betina. Lahir sebagai jantan, lebah anggota keluarga Agaonidae itu tumbuh lebih cepat dibandingkan betina di dalam buah ara. Sebab itu pula jantan lebih cepat matang kelamir Sayang, si jantan tidak bisa keluar dari dalam bue untuk mempersunting betina siap kawin, Demikia suratan lebah Liphortopalum tentacularis, Ceratosolen bisulcatus, dan anggota lain keluarg Agaonidae. Oleh karena itu supaya keberadaan generasi berikutnya terjamin, si jantan mau tak mau “memperkosa” betina yang lahir di buah yang sama. Betina yang telah dibuahi itu akan membunuh jantan. Sebagai “tebusan” dosa itu, pejantan pun menjadi sumber pakan untuk bertahan hidup betina. Berbeda dengan jantan, betina selanjutnya hengkang mencari buah ara la yang memiliki endosperm utuh sebagai sumber pakan bagi larva yang baru menetas.

Namun, bukan perkara mudah bagi betina untuk pergi begitu saja. la harus menerobos satu-satunya lubang untuk mencapai mulut lubang atau ostiole buah ara. Untuk lolos betina perlu meratakan kepala dan tubuhnya seperti “memanjang” supaya bisa beringsut maju di lubai sempit. Singkat kata pada akhir perjuangan lolos itu mayoritas betina lebah akan kehilangan anten dan sayap. Beruntung bagi ara, betina yang lolos itu membawa polen bunga jantan ara masakyang menempel di tubuhnya. Begitu menghirup udara bebas sang betina akan mencari bunga ara muda yang menuntun langkahnya lewat senyawa volatil—sebagai perangsang. Betina berbahagia bil ara muda yang didatangi memiliki pistil atau putik pendek. Itu agar ia mudah meletakkan telur. Kelangsungan hidup pohon ara pada generasi berikutnya bergantung kepada spesies lebah Pistil atau putik buah ara tempat lebah meletakkan telur

Ficus septica di dalam hutan berdaun lebih lebar karena terhindar dari terpaan sinar matahari langsung
< Ficus fistulosa, salah satu jenis ara yang ditemukan di gugus Pulau Gunung Artak Krakatau penyerbuk, bunga ara tersembunyi di dalam buah. Menurut periset di Lembaga Ekologi Beianda, Monika Zavodna, masa matang bunga jantan dan betina berbeda. Oleh karena itu ara membutuhkan peran lebah untuk mengantar bunga jantan masak kepada bunga betina masak di buah ara lainnya. “Bentuk hubungannya mutualisme obligat karena kelangsungan hidup ara sangat bergantung kepada lebah,” kata Dr Adi Basukriadi, ahli serangga dari Universitas Indonesia. Pohon ara salah satu satu spesies penting di Gunung Anak Krakatau karena menyediakan pakan bagi beragam burung. Menurut ahli ekologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Prof Tukirin Partomihardjo PhD, di gugusan Gunung Anak Krakatau terdapat 20 spesies ara.

Hubungan erat ara dan lebah itu berlangsung lebih dari 90-juta tahun. Istimewanya lagi setiap spesies ara hanya diserbuki oleh satu spesies lebah. Contoh lebah Liphortopalum tentacularis menyerbuki Ficus montana, Ceratosolen bisulcatus (F. septica), Courtella wardi (Ficus tremula), dan Ceratosolen capensis (Ficus sus). Bila di dunia tercatat 750 spesies ara, artinya terdapat 750 spesies lebah penyerbuk berbeda.
Simon von Noort dari Iziko South Africa Museum di Afrika Selatan menyebutkan saat ini baru teridentifikasi 300 spesies lebah sebagai hewan penyerbuk ara. Hubungan spesifik itu menurut Simon mencegah hibridisasi antarara. Buah ara masak hasil pembuahan selanjutnya akan mengeluarkan bau memikatyang mengundang satwa liar seperti burung, kelelawar, dan monyet untuk memakannya. Mereka itulah pemencar ara yang kaya karbohidrat dan air itu ke berbagai tempat sehingga menciptakan ekosistem sendiri. “Ara selalu menjadi pakan favorit satwa karena selalu tersedia sepanjang waktu,” ujar Tukirin Partomiharjo. Itu pula yang tampak saat tim eksplorasi Trubus dan Tukirin mengunjungi Pulau Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung pada 3 September 2012 (baca: Senja Gaduh di Krakatau hai 68-72). Peran ara memang luar biasa. Itulah yang menyebabkan ara menjadi key stone species alias spesies kunci di berbagai ekosistem alam.

Ampas tahu menjadi bahan baku bakpia dan selai yang lezat.
Pejabat di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, itu mengambil sebuah bakpia di sebuah paviliun ekshibisi ketahanan pangan. la lalu mengunyah penganan itu dan berkata kepada penjaga stan, Ira Widanarti, “Enak, ya Bu.” la kembali mengambil sebuah bakpia lezat itu. Ira membuat sendiri kudapan itu. Yang membedakan bakpia bikinan Ira dengan bakpia lain adalah isinya berupa olahan ampas tahu. Lazimnya penganan khas Kota Gudeg itu berbahan kumbu alias kacang hijau lepas kulit. Bagi sebagian orang, tekstur ampas tahu tetap terasa karena lebih kasar ketimbang kacang hijau. Menurut Ir Siti Rahayu, mantan peneliti pascapanen di Balai Penerapan Teknologi Pertanian Yogyakarta, pemanfaatan ampas tahu di tanahair sebagai bahan makanan masih minim. Padahal, sisa perasan kedelai itu masih mengandung gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, energi, dan mineral. Sayang, bahan itu justru banyak terbuang sehingga mencemari lingkungan. Produsen tahu membuang ampas ke selokan karena menganggap tidak berguna.

Walau bergizi, untuk membuat isi bakpia, Ira Widanarti hanya menggunakan ampas tahu segar atau paling lama 2 jam pascapengolahan tahu. Maklum, ampas tahu kaya protein sehingga bakteri dari udara yang hinggap segera berkembang biak. Akibatnya ampas menjadi cepat masam A Ampas tahu selama ini menjadi limbah padahal masih mengandung gizi . Bakpia ampas tahu sebagai pengganti isi kacang hijau
dan menguarkan bau tidak sedap. Selair itu, ampas yang tak lagi segar menyebabkar kualitas organoleptik menurun.

pohon zaitun,
pohon tin,
pohon langka,
gambar pohon ara,
jual pohon ara,

“Bila tidak dikukus, makanan berbahar dasar ampas tahu akan memiliki aroma khas ampas dan rasanya masam,” tutui Retno Utami Hatmini ST, peneliti pascapaner di Balai Pengkajian Teknologi Pertaniar (BPTP) Yogyakarta. Itulah sebabnya, Ira mengukus ampas padat itu selama 2 jarr sebelum mengolah menjadi isi bakpia. Saai aroma khas tahu menguar, pengukusar pun berakhir. Selain mengurangi kadar air pengukusan sekaligus menekan jumlah mikroba pengurai yang menurunkan citarasa dan daya simpan.

Hasilnya, bakpia ampas tahu tanpa pengawet makanan itu tahan simpan sampai 4 hari, tidak kalah dengan produk sejenis berbahan kacang hijau. Menurut Ira biaya produksi bakpia berbahan ampas tahu
Ira Widanarti memperkenalkan bakpia ampas tahu dengan nama bakpia prima tani

Mereka Sempurnakan Rasa
Asam jawa dan terung dayak memang berbeda bentuk, tetapi sama rasa dan sama fungsi. Ketika segar sosok terung dayak amat cantik dengan warna kuning cerah. Mirip persimon jepang atau paprika kuning di gerai pasar modern. Meski tampak menarik, jangan coba-coba mencicip buah berbentuk bulat itu sebelum dimasak. Maklum, rasa masamnya sangat kuat sehingga menjadi pemberi citarasa pada sup ayam, pindang patin, atau sayur asam di kalangan masyarakat Dayak dan Banjar. Itulah terung dayak Solanum ferox yang Trubus lihat di Pasar Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Johan Amir, sang pedagang menyortir buah yang baru datang dari Riamkanan, wilayah subur di kaki Pegunungan Meratus. la memilih dari keranjang, memasukkan ke ka lalu menaikkan ke bak truk. Johan meng- penyedap rasa itu ke Palangkara Kalimantan Tengah. Setiap pekan, Johan mengirim 300 terung dayak dari Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah. Maklum, “Rasa suri orang Dayak terasa kurang sedap tan;.5 terung dayak.” tutur Johan. Di pas=- sentra sayuran itu Johan membeli terung asam-nama lain terung dayak-dala^ partai besar seharga Rp7.500 per kg. ; lantas menjual partai dan eceran ke provirs tetangga seharga Rpl0.000-Rpl5.000.

Mulai langka
Untuk membuat pindang patin, ibu- ibu rumah tangga tinggal membelah terung asam berukuran kecil menjadi 4 bagian, lalu mencemplungkan pada sup atau pindang Sementara yang besar, mereka biasanya mengiris-iris. Menurut Melly Oktaviana. penikmat kuliner Indonesia yang tinggal di Malaysia, masakan ikan, udang, cumi-cumi dan ayam terasa lebih nikmat dengan terung asam. Itu lantaran terung asam mampL mengurangi bau anyir, menambah rasa masam, dan memberi citarasa gurih. Bandingkan dengan asam jawa Tamarindus indica, pemberi citarasa masam pada berbagai menu kuliner d luar Kalimantan. Terung asam jugalah yang membedakan pindang patin Kalimantan Selatan dengan pindang patin Sumatera.

pohon ara zakheus,
pohon ara yang tidak berbuah,
budidaya pohon ara,

Komoditas itu kadang ncul di pasar tradisional di Kalimantan atan dan Kalimantan Tengah Kebutuhan tinggi untuk penyedap rasa berkebalikan dengan kondisi di hulu. Terung asam kian langka lantaran tidak ada yang serius membudidayakan dalam skala luas. Kebanyakan cuma tumbuh di tepi jalan, pekarangan rumah, atau di pematang sawah. Pekebun enggan menanam luas karena produksi terbatas. Menurut Halimah, pemasok terung asam di Pasar Astambul, pohon setinggi 0,5-1 m berumur 4 bulan hanya menghasilkan 5-10 buah atau setara 2-3 kg. “Saat pasokan langka di seisi pasar ini paling hanya ada 200 buah yang tersedia,” kata Halimah. Kulit mundar Buah langka nan eksotis penyedap rasa yang lain ialah mundar Garcinia forbesii. Bedanya bukan daging buahnya yang dimanfaatkan, tapi kulit buah. Ibu-ibu memisahkan kulit dari daging buah, mengiris kecil-kecil, lalu mengeringkan. Kulit kering kerabat manggis itu yang dicemplungkan pada aneka masakan seperti sup, pindang, atau sambal. Mundar alias manggis hutan memang unik. Citarasa manis asam menyegarkan bukan hanya lahir dari daging buah, tapi juga kulit buah. Daging buah tidak dijadikan penyedap karena berkadar air tinggi. “Masyarakat Dayak lalu memanfaatkan kulit yang lebih padat. la diawetkan dengan dikeringkan,” kata Mawardi, SP MSc, peneliti di Balittra. Cara serupa populer dilakukan masyarakat Brunei Darussalam untuk melezatkan masakan. Kulit buah mundar menyedapkan rasa karena mengandung asam sitrat, asam tartat, dan asam asetat. Ketiganya juga terdapat pada penyedap masakan modern. Suku Dayak juga memanfaatkan asam gelugur sebagai penyedap masakan. Buah yang bentuknya berjuring-juring dan berukuran mini itu rasanya masam. Buah muda berwarna hijau. Sementara buah tua kuning kemerahan. Bedanya Garcinia atroviridis itu dapat digunakan segar maupun kering. Buah segar dihancurkan lalu dicampurkan dalam sambal atau sup. Sementara potongan kulit buah kering untuk masakan berkuah. Menurut Syamsul Asinar Radjam SP, praktikus pertanian asal Sumatera Selatan, sejatinya buah penyedap ala Masyarakat Dayak dan Banjar itu juga digunakan masyarakat Sumatera pada masa lampau. Namun, jumlah tanaman yang kian terbatas membuat resepleluhur itu tergusur penyedap masakan modern.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Pohon Buah Ara Ficus

JAMUR PENGUSIR VERTIGO

Memberantas Walang Sangit Dengan Kaldu Kambing … mbeeekkk …

Mycteria cinerea

RACUN AKIBAT KESALAHAN POLA MAKAN

PAMERAN SUANG LUAN.ULANG TAHUN RAJA BHUMIBOL