bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Solomon Menggapai Tingginya Bisa Sampai ke Langit
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Sebanyak 500 pohon jatij di kebun Yaya Sutarya itu mencapai tinggi 6-8 m dan! diameter 8-10 cm. Lazimn>a belum genap separuhnya. Yaya Sutarya menanam jati Tecto: grandis secara monokultur paca Oktober 2011. Pekebun di Desa Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupate- Ciamis, Jawa Barat, itu menanamnya di tanah 2.800 m2. Sebelumnya, tana’ itu ditumbuhi 200 pohon mahoni yang ditebang pada Desember 2011. Pensiunar Perusahaan Air Minum Kabupaten Ciamis itu memilih menanam jati solomon yang pertumbuhannya amat cepat. Maman Budiman juga tergiur peluang emasjati. Semula, kepala Bagian Tata Usaha SMA Negeri 2 Kabupaten Ciamis itu hanya Jati solomon mulai banyak dikebunkan di Ciamis, Jawa Barat ‘SUB -:: := menanam 20 bibit jati pada April BLI :r’tumbuhan pesat jati membuat mm 55 :3nun itu menanam kembali 1.500 HR i –an 7.000 m2 berselang 4 bulan. in, – ; lahannya tumbuh setinggi 4 m P : ameter 10 cm atau sebesar botol

3ukan hanya Yaya dan Maman yang -: ncut jati solomon. Wawan Setiawan, • igota Kepolisian Resor Kota Banjar, : nsi Jawa Barat, juga menanam pohon ‘ggota famili Verbenaceae itu. “Hitung- – ng untuk menabung,” kata lulusan :*Dlah Polisi Negara Cisarua itu. Wawan “rianam 1.000 bibit jati solomon di riamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, pada : :ulan lalu. Kini tinggi pohon di lahan 1 ‘ t mencapai 6 m berdiameter 7 cm atau r:esar kaki orang dewasa. Yaya, Maman, dan Wawan tidak enanam sembarang jati. Mereka memilih a: solomon, jenis jati asal Kepuiauan 5c omon, negara kepuiauan di timur Papua nugini. Ciri utama jati solomon adalah :aun selebar 15-25 cm dengan panjang 55-30 cm saling silang dan mengerucut •eatas. Lazimnya daun jati menjuntai ke :awah. Susunan daun seperti itu tahan irrpaan angin. Musababnya angin yang •nenuju ke pohon akan terbelokkan ke samping. Sebaiiknya, daun jati biasa :enderung “menampung” angin, menjadikan Dohon agak melengkung.

Pertambahan tinggi jati solomon pada tahun pertama dan kedua mencapai 6-8 m dengan pertambahan diameter 8-10 cm per tahun. Mulai tahun ketiga, pertumbuhan melambat dengan pertambahan tinggi hanya 3 m, sedangkan pertambahan diameter hanya 4-6 cm per tahun. Pada tahun ke- 10, tinggi jati solomon mencapai 15-20 m dengan garis tengah 30-35 cm.

Tentu saja, jati itu tidak akan tumbuh baik tanpa perawatan tepat. Sebelum menanam, Yaya membersihkan lahan dari sisa tanaman. la lantas membuat lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm dengan jarak 2 m x 2 m antarlubang tanam. Selanjutnya Yaya memasukkan 15 kg pupuk kandang dan 50 gram NPK 15:15:15. Dua pekan kemudian, barulah ia memasukkan bibit setinggi 7-20 cm.

Setiap 4 bulan, Yaya menyiangi sekaligus mengulang pemberian 100 g pupuk NPK per pohon. Tahun kedua, Yaya meningkatkan dosis menjadi 200 g pupuk NPK. Untuk pupuk kandang, Yaya memberikan sekali dalam setahun dengan dosis 20 kg per tanaman, Kelak pada tahun ketiga, Yaya memberi perlakuan sama dengan tahun kedua. Perlakuan itu akan Yaya berikan sampai tanaman berumur tiga tahun.
Permintaan tinggi
Menurut Arthur Sitanggang, manajer pembibitan PT Dahana, perusahaan yang menanam jati solomon di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mulai tahun kedua, pekebun tidak perlu lagi menyiangi lahan. Pasalnya, tajuk tanaman sudah menaungi lahan. Idealnya jati solomon ditanam pada jarak tanam 3 m x 3 m atau 3,5 m x 3,5 m. Artinya, ada 900-1.100 batang pohon dalam sehektar lahan. Dengan jarak tanam itu, pekebun tidak perlu melakukan penjarangan.

Toh pekebun juga bisa menanam rapat dengan jarak 2 m x 2 m antartanaman seperti Yaya. Namun, pekebun mesti melakukan penjarangan populasi pada tahun ke-5 dari 2.500 tanaman menjadi 750 pohon per ha. Itu dengan asumsi tingkat kematian atau pencurian 500 pohon. Saat itu, tinggi pohon mencapai 5-7 m dengan diameter 20-24 cm. Pekebun akan memperoleh 0,25-0,3 m3 kayu per pohon.

Pada tahun ke-10, pekebun akan memperoleh kayu jati sebanyak 525 m’ dari 750 tanaman, Dengan harga Rp5.8-juta per m”, total jenderal omzet pekebun mencapai Rp3,045-miliar. Bayangan keuntungan berlimpah menjadikan banyak pekebun yang tergiur menanam jati solomon. Imbasnya, permintaan bibit mengalir deras. Menurut Ahmad Riyadi, MSi, kepala Laboratorium Mikropropagasi Tanaman, Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT (BP Biotek) Jakarta, pihaknya hanya mampu menghasilkan
10.000-20.000 bibit per bulan melalui teknologi ex vitro atau semacam setek dengan optimasi zat pengatur tumbuh dan mikroklimat.

Sepintas jumlah itu fantastis, tapi jauh di bawah permintaan yang mencapai 25.000-
30.000 bibit per bulan. Nuryanto, pemilik Nurseri Baraya di Bogor, Jawa Barat, juga kebanjiran permintaan. Menurut Nuryanto, permintaan bibit meningkat tajam pada musim tanam selama Oktober-Februari,yang bertepatan dengan musim hujan. Padahal Nuryanto hanya sanggup menyediakan 5.000 bibit per bulan. Tampaknya, peminat mesti bersabar untuk menghadirkan jati solomon di lahan. (Roni Kartiman SP, Anggota Staf Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT) Ahmad Riyadi, MSi, kepala Laboratorium Mikropropagasi Tanaman, Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT (BP Biotek) Jakarta

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags:

Related Post Solomon Menggapai Tingginya Bisa Sampai ke Langit

MEMANFAATKAN PUPUK CAIR HASIL DARI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK

Empon empon dan Garut di Sragen

OT08 PUPUK SSA ORGANIK

PELATIHAN TEKNOLOGI KULTUR JARINGAN

Renyah dari Gunung Betung