bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Meningkatkan produktivitas lahan pertanian Repelita VI
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Pelaksanaan dan Hasil Pembangunan Tahun Ketiga Repelita VI, Pembangunan pengairan dalam Repelita VI menggunakan pendekatan wilayah sungai sebagai batasan perencanaan dan pengembangan sumber daya air. Dengan cara pendekatan tersebut, pengembangan, pengelolaan, dan alokasi sumber daya air pada masing-masing wilayah sungai akan dapat dilaksanakan secara terpadu sesuai dengan sifat dan proporsi permasalahannya. Dalam tahun ketiga Repelita VI, pembangunan pengairan telah lebih meningkat dengan telah diselesaikannya pembangunan beberapa waduk, embung, saluran pembawa, dan bendung termasuk bendung karet di beberapa tempat. Upaya tersebut telah berhasil meningkatkan penyediaan air baku untuk permukiman, industri, dan pariwisata dengan sekitar 11 %, yaitu dari sebesar 256 meter kubik per detik pada tahun kedua Repelita VI menjadi 285 meter kubik per detik. Selanjutnya, pembangunan pengairan juga telah meningkatkan produktivitas lahan pertanian melalui perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi, serta menambah areal produksi pertanian melalui pembangunan jaringan irigasi, pencetakan sawah, dan pengembangan daerah rawa dengan lebih intensif. Di samping itu, juga telah dilakukan upaya pengendalian banjir termasuk banjir lahar, sehingga meningkatkan rasa aman masyarakat dari ancaman bencana banjir. Adapun kegiatan pembangunan pengairan pada tahun ketiga Repelita VI dalam masing-masing program adalah sebagai berikut.

Program Pokok, Program Pengembangan dan Konservasi Sumber, Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas pemanfaatan sumber daya air melalui peningkatan efisiensi dan efektivitas prasarana pengairan, mendayagunakan sumber daya air bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Di samping itu program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan di perdesaan dan di daerah terisolasi. Upaya meningkatkan keandalan penyediaan air di musim kemarau untuk permukiman, pertanian, dan keperluan lainnya, antara lain dilaksanakan dengan membangun waduk berbagai kapasitas. Pembukaan lahan baru untuk pertanian serta pesatnya pertumbuhan permukiman dan industri, juga telah meningkatkan tuntutan akan tersedianya air.

WADUK

Pada tahun ketiga Repelita VI, telah dilakukan penyelesaian pembangunan Waduk Sermo di DI. Yogyakarta. Selain itu, dilanjutkan pula pembangunan beberapa waduk untuk berbagai keperluan, yaitu Waduk Bili-Bili di Sulawesi Selatan, Waduk Batutegi di Lampung, Waduk Wonorejo di Jawa Timur, serta melanjutkan kegiatan dalam rangka persiapan pembangunan Waduk Jatigede di Jawa Barat. Dalam rangka persiapan pembangunan Waduk Jatigede, pada saat ini sedang dilaksanakan pemindahan penduduk ke lokasi yang telah disediakan oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa barat. Kecuali itu dilakukan pula rehabilitasi waduk yang telah lama beroperasi untuk meningkatkan efisiensi dan keamanannya sebanyak 7 unit waduk (Tabel XII-24), yaitu Waduk Cengklik, Ngancar, Nglangon, Penjalin, dan Cacaban di Jawa Tengah, Darma di Jawa Barat, serta Wlingi di Jawa Timur. Dengan pembangunan tersebut. Dalam tahun 1996/97, kegiatan pembangunan embung telah menyelesaikan sebanyak 78 unit embung berbagai kapasitas, terutama di daerah-daerah rawan air di kawasan timur Indonesia. Maka dari sasaran jumlah embung sebesar 360 unit pada Repelita VI telah diselesaikan sebanyak 213 unit (Tabel XII-24), atau sekitar 59 %. Untuk pengembangan serta pengaturan alokasi air secara terpadu, pada tahun ketiga Repelita VI dilaksanakan penyusunan rencana pengembangan dan konservasi sumber daya air pada 4 wilayah sungai, yaitu wilayah sungai Rokan di Riau, Sampit di Kalimantan Tengah, Ranowangko-Tondano di Sulawesi Utara, dan Bali. Kegiatan tersebut diikuti dengan pembentukan unit pengelola sumber air di setiap wilayah sungai.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Meningkatkan produktivitas lahan pertanian Repelita VI

Produk Herbal Terbaik Indonesia

Budidaya walet burung semakin populer dan nyata

Potensi Agrowisata Kian Bangkit

Menggiurkan Bisnis Basah Nata Kelapa

RISIKO HIPERTENSI DAPAT DIKURANGI DENGAN CRYPTOMONADALES