Home » Blog » Program ini ditujukan untuk menyediakan lahan produksi
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Program ini ditujukan untuk menyediakan lahan produksi, baik untuk pertanian maupun perikanan darat, melalui pengaturan tata air daerah rawa. Lahan reklamasi rawa kecuali dimanfaatkan bagi areal produksi tanaman pangan, khususnya di lokasi transmigrasi, juga menciptakan kesempatan yang menarik bagi peranserta swasta dan masyarakat dalam investasi dibidang pertanian. Pada tahun ketiga Repelita VI, upaya peningkatan tata air rawa pasang surut dan non pasang surut dilaksanakan pada areal sekitar 288.174 hektare, yang meliputi peningkatan saluran primer dan saluran sekunder, antara lain untuk menunjang pengembangan perkebunan dengan pola PIR-Trans. Salah satu langkah penting dalam pengembangan daerah rawa adalah dimulainya persiapan pembukaan lahan gambut seluas 1 juta hektare di Propinsi Kalimantan Tengah. Dalam tahun 1996/97 telah dilaksanakan pembukaan lahan seluas XII/34 145.000 hektare serta berbagai saluran yang diperlukan.

Selain itu, telah ditingkatkan pula tata saluran tambak mencakup areal seluas 6.630 hektare. Dengan demikian, keseluruhan kegiatan peningkatan tata air rawa dan tambak pada tahun 1996/97 telah dilaksanakan pada areal seluas 294.804 hektare (Tabel XII-24). b. Program Penunjang 1) Program Pendayagunaan dan Pengembangan Kelembagaan Pengairan Program ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan pengairan. Dalam rangka meningkatkan keterpaduan dalam penanganan sumber daya air, telah dilakukan usaha pengem- bangan kelembagaan pengairan. Dengan usaha tersebut diharapkan hasil pengembangan serta pemanfaatan sumber daya air dapat opti- mal, serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai air. Usaha-usaha dalam penetapan alokasi pemanfaatan air termasuk upaya-upaya konservasinya, dilaksanakan melalui peningkatan keterpaduan dalam pengelolaan sumber daya air antara lain dilaksanakan melalui peningkatan koordinasi unit-unit terkait, baik di pusat maupun di daerah. Di samping itu, telah diserahkan pengelolaan jaringan irigasi skala kecil dengan luas kurang dari 500 hektare per area yang tersebar di propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan seluas 68.398 hektare kepada 939 kelompok tani. Sampai dengan tahun ketiga Repelita VI telah diserahkan jaringan irigasi skala kecil seluas 253.625 hektare di seluruh Indonesia kepada 3.180 kelompok tani.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja
tags:

Related Post Program ini ditujukan untuk menyediakan lahan produksi

TANAH BUKAN HANYA UNTUK BUDIDAYA TANAMAN.

Budidaya kaya tanaman caisin

Encephalartos yang harganya minimal Rp35-juta rupiah

Sasaran, Kebijaksanaan dan Program Repelita VI Sasaran pokok pembangunan kehutanan

APA PENYEBAB KERONTOKAN BUAH TERSEBUT DAN BAGAIMANA CARA PENCEGAHANNYA