bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi Kegiatan program ini ditujukan untuk mendukung upaya mempertahankan kemandirian di bidang pangan, khususnya beras, dan peningkatan produksi pertanian lainnya, dengan tersedianya prasarana irigasi yang memadai. XII/32 Pembangunan jaringan irigasi baru pada tahun ketiga Repelita VI telah menambah areal irigasi seluas sekitar 68.131 hektare, dalam bentuk penyediaan prasarana pada lahan tadah hujan maupun membuka lahan produksi di daerah baru. Dengan demikian, kegiatan pembangunan jaringan irigasi selama Repelita VI telah meningkat dari seluas 1.658.253 hektare pada akhir Repelita V menjadi seluas 1.881.348 hektare (Tabel XII-24). Bila dibandingkan dengan sasaran pembangunan jaringan irigasi baru selama Repelita VI sebesar 500 ribu hektare, maka sampai dengan tahun 1996/97, pembangunan jaringan irigasi telah mencapai seluas 223.131 hektare atau sekitar 45 % dari sasaran yang telah ditetapkan. Relatif masih rendahnya pencapaian tersebut antara lain karena adanya prioritas pada kegiatan lain yaitu perbaikan irigasi desa. Pembangunan tersebut meliputi saluran primer dan saluran sekunder sepanjang 1.808 km, dan bendung 77 unit (Tabel XII-24). Dalam upaya mengembalikan kinerja dan efisiensi jaringan irigasi yang mengalami kerusakan, pada tahun 1996/97 dilakukan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi pada areal seluas 151.540 hektare, antara lain untuk mengembalikan tingkat keandalan penyediaan air irigasi serta menambah areal pelayanannya. Dalam upaya meningkatkan keandalan penyediaan air irigasi serta mengatasi masalah kekurangan air akibat terjadinya kemarau panjang, pada tahun 1996/97 telah diselesaikan perbaikan dan peningkatan sistem irigasi perdesaan seluas 477.520 hektare, yang tersebar di 26 propinsi di luar DKI Jakarta.

Dengan demikian, keseluruhan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi pada tahun 1996/97 telah dilaksanakan pada areal seluas 629.060 hektare (Tabel XII-24). Guna menunjang pembangunan jaringan irigasi baru serta mengoptimalkan prasarana irigasi yang telah dibangun, dilaksanakan pencetakan sawah baru seluas 35.686 hektare (Tabel XII-24) di XII/33 berbagai propinsi di luar Jawa, khususnya pada daerah yang telah dibangun prasarana irigasinya. Sebagian besar pencetakan sawah tersebut dilaksanakan di lahan gambut Kalimantan Tengah yaitu seluas 20.000 hektare. Dengan demikian, maka pencetakan sawah dalam Repelita VI seluas 122.020 hektare telah mencapai sekitar 41 % dari sasaran yang telah ditetapkan yaitu sebesar 300.000 hektare. Selanjutnya, dalam rangka mempertahankan produktivitas sawah beririgasi, dilakukan kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana irigasi pada areal seluas 5.943.000 hektare (Tabel XII-24) yang mencakup saluran primer dan sekunder sekitar 300 ribu km (Tabel XII-24) yang ditangani oleh masing-masing pemerintah daerah melalui program Inpres, dan dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan kelompok tani yang bersangkutan.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags:

Related Post Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi

PRODUK PERTANIAN INDONESIA

LENGKENG FAVORIT DI SINGKAWANG

GEJALA INDAH TEKUK BATANG

MENINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH LEWAT TELUR

OT01 Pupuk TSB Tumbuh Sangat Baik