Home » Blog » Tujuan program transmigrasi indonesia
Filed: Blog
Advertisement
loading...

Program Transmigrasi, Salah satu tujuan program pengembangan transmigrasi adalah untuk mendukung pengembangan pertanian di daerah permukiman dan lingkungan transmigrasi. Dalam Repelita VI, pembangunan pertanian, khususnya sub sektor perkebunan, yang dikaitkan dengan program transmigrasi (PIR-Trans) lebih diarahkan kepada pola pengembangan agro-estate berskala ekonomi dengan penerapan prinsip-prinsip agrobisnis. Dalam pola ini dikembangkan komoditas unggulan, yang ditentukan berdasarkan analisis kesesuaian agroekosistem setempat serta peluang pasar. Pengembangan pertanian melalui pola PIR-Trans telah dimulai sejak tahun 1986. Melalui pola ini, sampai dengan Maret 1997 telah berhasil dibangun perkebunan kelapa sawit seluas 584,6 ribu hektare, yang terdiri atas kebun plasma seluas 425,4 ribu hektare dan kebun inti seluas 159,2 ribu hektare. Keberhasilan pembangunan kebun tersebut tidak terlepas dari peran serta aktif 147,0 ribu KK transmigran yang telah ditempatkan di 12 propinsi luar Jawa.

transmigrasi

PENGAIRAN
Sasaran, Kebijaksanaan, dan Program Repelita VI Sasaran pembangunan pengairan dilakukan dengan pendekatan terpadu sehubungan dengan meningkatnya jumlah penduduk, meningkatnya kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan hidup, berkembangnya pembangunan wilayah dan daerah, serta berkembangnya perindustrian dan sektor ekonomi lainnya, yang semuanya ini membutuhkan sumber daya air sebagai keperluan hidup dan pendukung pembangunan. Dalam Repelita VI, pembangunan pengairan diarahkan pada penyediaan air yang memadai bagi permukiman, pertanian, industri, pariwisata, kelistrikan, dan keperluan lainnya. Dalam rangka ini, sasaran pembangunan pengairan pada akhir Repelita VI adalah tersedianya sumber daya air sekitar 210 meter kubik per detik bagi permukiman agar tercakup pelayanan air bersih bagi sekitar 72 persen dari jumlah penduduk, sekitar 3.700 meter kubik per detik untuk mengairi sawah seluas 6.200 ribu hektare, sekitar 380 meter kubik per detik untuk mengairi tambak seluas 370 ribu hektare, sekitar 20 meter kubik per detik untuk mengairi padang penggembalaan ternak seluas sekitar 50 ribu hektare, dan sekitar 110 meter kubik per detik untuk sektor industri serta pariwisata.

Untuk tercapainya sasaran penyediaan sumber daya air tersebut, sasaran pembangunan fisik selama Repelita VI adalah terwujudnya pembangunan prasarana pengairan, seperti waduk serba guna, bendung untuk air baku maupun irigasi, dan saluran irigasi berikut penyiapan lahan sawahnya, pengembangan daerah rawa, dan tambak, serta untuk pembangkit tenaga listrik. Sasaran lain adalah terselenggaranya pengendalian sungai, termasuk pengendalian banjir lahar dan pengamanan daerah pantai. Kebijaksanaan yang ditempuh untuk mencapai berbagai sasaran pembangunan pengairan dalam Repelita VI adalah meningkatkan efisiensi pemanfaatan dan pengalokasian air, memantapkan prasarana pengairan, meningkatkan pemanfaatan sumber daya air, mengendalikan kerusakan lingkungan hidup, dan memantapkan kelembagaan pengairan. Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pembangunan pengairan tersebut di atas, dilaksanakan lima program pokok dan lima program penunjang. Program pokok terdiri atas program pengembangan dan konservasi sumber daya air; program penyediaan dan pengelolaan air baku; program pengelolaan sungai, danau, dan sumber air lainnya; program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi; program pengembangan dan pengelolaan daerah rawa. Adapun program penunjang terdiri atas program pendayagunaan dan pengembangan kelembagaan; program pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan; program penyelamatan hutan, tanah, dan air; program pembinaan daerah pantai; serta program penelitian dan pengembangan teknologi pengairan.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja
tags:

Related Post Tujuan program transmigrasi indonesia

DIBALIK KISAH ANTHURIUM JENMANII

Sekilas tentang pertanian Indonesia

LEBIH CEPAT TUMBUH DENGAN PEMBIBITAN VERMICULITE MURNI

PENGGEMUKAN SAPI TAK LEPAS DARI KENDALA

SAPI LOKAL MEMILIKI DAYA ADAPTASI BAIK