Home » Blog » POLA HIDUP MANUSIA MODERN MEMICU AKUMULASI KOLESTEROL
Filed: Blog
Advertisement
loading...

z19.POLA HIDUP MANUSIA MODERN

POLA HIDUP MANUSIA MODERN MEMICU AKUMULASI KOLESTEROL

“POLA HIDUP MANUSIA MODERN yang dijejali makanan tinggi kalori sejak masa kanak- kanak memicu akumulasi kolesterol” kata Mien. Kolesterol menumpuk membuat hati bekerja ekstra. Pasalnya hati bertugas membentuk dan membongkar kolesterol. Jika makanan tidak mengandung kolesterol hati akan memproduksinya lantaran kolesterol diperlukan membran sel. Namun terlalu banyak asupan kolesterol menyebabkan hati mesti memproduksi glutation untuk mengaktifkan enzim kolesterol hidroksilase yang mengubah kolesterol menjadi asam lemak. Layaknya amunisi yang ditembakkan terus-menerus hati pun bisa kehabisan glutation saat kolesterol terlalu tinggi. Tanpa glutation hati tidak mampu menetralisir radikal bebas sehingga radikal bebas menyebar dalam tubuh mengakibatkan kerusakan sel. Efeknya terjadilah kolesterol tinggi sehingga terbentuk plak di pembuluh darah Polar “Bahan baku glutation adalah antioksidan” kata Wahyu Utami MSi Apt periset di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Antioksidan juga memperbaiki fungsi sel makrofag. Sel makrofag adalah garis depan pertahanan tubuh. Kalau fungsinya terganggu tubuh pun rentan serangan penyakit. Saat ini produk suplemen antioksidan sintesis banyak beredar tapi pemakaian jangka panjang malah berpotensi memunculkan kanker. Hasil riset Wahyu menunjukkan daun dewandaru Eugenia uniflora mengandung senyawa golongan fenolik. “Golongan itu kaya elektron yang mampu meredam radikal bebas” kata master Kimia Medisinal dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu. Kadar fenolik di daun memang tidak setinggi pada buah tapi daun lebih mudah diperoleh. Wahyu menumbuk halus daun yang dikeringanginkan sampai mendapatkan 100 g serbuk. Selanjutnya serbuk direndam dalam pelarut kloroform etil asetat dan etanol sambil diaduk dengan pengaduk magnetis. Ketiganya berbeda sifat: kloroform nonpolar etil asetat semipolar etanol polar. Itu untuk mengetahui jenis pelarut yang paling banyak memisahkan zat aktif daun dewandaru. Setelah 48 jam Wahyu menyaring larutan untuk memperoleh ekstrak kental kloroform etil asetat dan etanol dengan persentase kadar berbeda yang lantas dipanaskan untuk memisahkan pelarut. Berikutnya setiap ekstrak dimasukkan dalam larutan difenil pikril hidrasil-zat radikal bebas yang lazim digunakan sebagai bahan simulator kemampuan antioksidan-dan diaduk merata lalu diendapkan. Selanjutnya Wahyu menganalisis kandungan fenol dan menguji aktivitas antiradikal bebas setiap larutan difenil pikril hidrasil yang sudah bercampur ekstrak daun dewandaru. Hasilnya dibandingkan dengan tokoferol alias vitamin E antioksidan alami yang banyak dikonsumsi masyarakat. Ternyata ekstrak etanol memiliki aktivitas antiradikal bebas dan kandungan fenol tertinggi. Aktivitas antiradikal bebasnya A Lina Mardiana resepkan dewandaru v Buah dewandaru juga berkhasiat malah hampir 3 kali lebih tinggi ketimbang vitamin E

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja
tags: ,

Related Post POLA HIDUP MANUSIA MODERN MEMICU AKUMULASI KOLESTEROL

Iklan menyembuhkan Radang Empedu

MENGENCANGKAN KULIT MUKA DAN MELEMBABKANNYA

PELATIHAN TEKNOLOGI KULTUR JARINGAN

Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar 6 Jenis

Buah waluh perangi kolesterol