Menu
Dapatkan berbagai benih tanaman unggul stek, cangkok dan biji

KONDISI POTENSI PETERNAKAN SRAGEN JATENG

Jun
04
2015
by : omtani3. Posted in : Blog

1. Sapi Brangus, Budidaya sapi Brangus sangat populer di kalangan peternak Sragen. Pada tahun 2005, populasi sapi bragus di Kabupaten Sragen mencapai 7.895 ekor yang tersebar di 20 Kecamatan. Budidaya ternak sapi Brangus telah dikenal oleh masyarakat Sragen sejak tahun 1981, yang diiringi dengan pembangunan pusat pembibitan sapi Brangus. Selama ini pasokan semen beku masih diperoleh dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang dan Ungaran. Namun saat ini Kabupaten Sragen telah ditetapkan sebagai pusat pembibitan sapi Brangus satu-satunya di Jawa Tengah. Sampai tahun 2000, telah terdapat 7 kawasan pembibitan sapi Brangus di Sragen yakni Desa Pringanom Kecamatan Masaran, Desa Tenggak Kecamatan Sidoarjo, Desa Dawung Kecamatan Sambirejo, Desa Wonorejo Kecamatan Kedawung, Desa Karanganyar Kecamatan Plupuh. Desa Teglrejo Kecamatan Gondang, dan Desa Gringging Kecamatan Sambungmacan.

z40.USAHA PENGGEMUKAN SAPI

Sapi Brangus yang dikembangkan di Kabupaten Sragen merupakan jenis persilangan dari sapi American Brahman dengan Aberden Angus yang diproduksi secara artificial Insemination (Inseminasi Buatan) atau orang awam lazim menyebutnya “Kawin Suntik”. Sapi jenis brangus bersama dengan jenis Brahman biasa dipelihara sebagai ternak potong untuk diambil dagingnya. usaha peternakan sapi Brangus di Sragen boleh dikatakan telah menerapkan prosedur dan teknil yang maju. Buktinya, budidaya sapi brangus yang dilakukan warga Sragen sudah berbentuk peternakan dengan kandang komunal. Sistem kandang komunal didesain menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi ternak dlam jumlah besar, melindungi dari terik matahari, hujan, angin, pencurian, serta gangguan binatang buas. Dan yang lebih penting lagi, kandang komunal memiliki aksesbilitas tinggi untuk memudahkan pengelolaan dan pemeliharaan. Pada tahun 2005, populasi sapi potong di Sragen berjumlah 77.255 ekor, sebanyak 7.895 ekor diantaranya adalah sapi jenis Brangus. Sapi-sapi asal Sragen tersebut telah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Sapi jenis Brangus memiliki keunggulan dibanding Sapi Jenis Lain, yaitu mudah dalam pemeliharaan, cepat dalam pertumbuhan, tahan terhadap udara panas dan lembap,tahan terhadap gigitan serangga/caplak (pink eye), tidak mengalami kesulitan dalam melahirkan, dan tingkat moralitas rendah. Selain sapi Brangus juga mempunyai daya jual tinggi baik dari sapi indukan, penggemukan, ataupun sapi potong.

Potensi ekonomi dan bisnis ternak sapi potong di negri ini boleh dikatakan cukup menjanjikan. Apalagi, permintaan daging sapi dalam negri, khususnya warga di perkotaan besar, belum sepenuhnya dapat terpenuhi. Sebagai gambaran, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi warga Jakarta saja setiap hari memerlukan 800 ekor. Tak kurang dari 600 ekor diantaranya jenis Brangus. Namun, para peternak lokal baru mampu memasok 80 sapi Brangus ekor per hari. Itupun telah mendatangkan sapi dari luar Jakarta seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Sisanya harus mendatangkan sapi dari luar Jawa serta mengimpor sapi dari luar negri, terutama Australia. Dagin sapi brangus di pasar-pasar tradisional maupun swalayan biasanya dihargai Rp 40.000 /Kg. Andaikata pasokan sapi Brangus dapat ditingkatkan 10% atau 790 ekor per tahun, sedangkan 200 ekor diantaranya khusus untuk mengisi kekosongan di pasar Jakarta, maka sudah dapat diraba omzet yang akan diraup.

2. Pupuk Organik & Pestisida Organik , Dalam mendukung pertanian organik yang telah dicanangkan di Sragen sejak tahun 2001, Kabupaten Sragen telah mampu meproduksi pupuk organik dan pestisida alami. Saat ini telah ada 194 produsen pupuk organik dan 20 produsen pestisida alami dengan realisasi produk pupuk organik 4.365,15 ton/tahun dan 1.407 liter/tahun untuk pestisida alami. Hasil limbah sapi yakni kotoran ternak dan urine merupakan limbah sampingan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentungan manusia. Dari pupuk kandang dapat diolah menjadi pupuk organik dan biogas, sedangkan urine sapi dapat diolah dan difermentasi menjadi pestisida alami dengan dicampur empon-empon seperti lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, brutowali, dan tetes tebu. Jenis pupuk organik di Sragen yaitu Fine Kompos, Casting, dan Granular (butiran) yang menjadi produk unggulan Sragen. Pupuk organik butiran(granular) ini berbahan baku kotoran sapi, kotoran ayam, dan cacing. Kelompok Tani Sumber Agung mampu memproduksi 1,5 ton/hari dan pemasaranya tidak hanya di pasar lokal Sragen saja tetapi sudah menjangkau hingga ke luar kota. Pada tanggal 12 November 2007 lalu, Bupati Sragen Untung Wiyono meresmikan berdirinya pabrik pupuk organik “Petroganik” di kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen. Menurut Bupati Sragen, berdirinya pabrik pupuk organik ini merupakan succes story bagi Kabupaten Sragen yang selama ini mempelopori penggunaan pupuk organik bagi budidaya pertanian.

OT069 Buah Sayur Pupuk-TSB-3

Sejak tahun 2001 Bupati Sragen selalu mengajak warga masyarakat Sragen untuk menggunakan pupuk organik dalam bercocok tanam. Menurut Bupati, masyarkat akan lebih sehat jika mengkonsumsi hasil pertanian yang menggunakan organik, karena bebas unsur-unsur kimia. Pabrik pupuk organik yang memproduksi Produk pupuk organik dengan label Petroganik ini berdiri atas kerjasama PT. Petrokimia Gresik dan CV Yossy Jaya. Menurut H. Sunardi, direktur utama CV. Yossy Jaya, berdirinya pabrik ini diilhami oleh semangat Kabupaten Sragen dalam mempelopori penggunan pupuk organik bagi pertanian. Semangat Kabupaten Sragen dalam penggunaan pupuk organik ini ditangkap sebagai peluang bagu H. Sunardi untuk mendirikan pabrik pupuk organik. Bak gayung bersambut, PT. Petrokimia Gresik juga memberikan peluang kerjasama bagi investor untuk mendirikan pupuk organik di Kabupaten Srgen dengan peluangkerjasama yang saling menguntungkan.

Pabrik pupuk organik ini mulai dibangun pada bulan February 2007, selesai dan siap dioperasikan pada bulan September 2007. Kapasitas produksi 10 ton /hari, bentuk pupuk berupa Granuler. bahan baku pupuk dari kotoran sapi, kotoran ayam, kapur pertanian, mixtro dan suplemen khusus. Pabrik ini dapat menyerap 50 orang tenagan kerja. Direncanakan, wilayah pemasarannya selain di Kabupaten Sragen juga di wilayah Surakarta dan sekitarnya melalui jaringan distributor dan pengecer.

artikel lainnya KONDISI POTENSI PETERNAKAN SRAGEN JATENG

Tuesday 20 October 2015 | Blog

Mengingat kebanyakan peserta yang mengikuti pelatihan kursus ternak cacing ini dari luar kota Karanganyarkarta. Dengan adanya…

Wednesday 27 August 2014 | Blog

Pilihan lain adalah Annona sqi asai Thailand. Buah ekstra j seukuran 2 kepalan tangan atau seki…

Thursday 3 March 2016 | Blog

Bila ingin menerapkan teknologi enfleurasi, siapkan lemak sapi yang bersifat padat, lemak kambing, dan lemak ayam…

Wednesday 27 May 2015 | Blog

DONGKRAK BOBOT NAGA KUNING KUNCI Sukses membongsorkan ukuran buah naga kuning dimulai sejak proses penanaman. Tujuannya…

Rekening Pembayaran


BRI : 051201005742507 An/ : Budi Prihono, S.Sos
MANDIRI : 1380010506520 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BNI : 0282198021 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BCA : 0770538343 An/ : Budi Prihono, S.Sos
Info & Pemesanan : Kayamara Group, Perumnas Jl. Salak 5 No. 125 RT. 001/019, Ngringo, Jaten, Karanganyar 57772. Workshop : Triyagan
02718202839
085727072225
085727072225
marketingkayamara@gmail.com