Home » Blog » MINYAK KAYUPUTIH MENDUDUKI PERINGKAT KEDUA DALAM PENDAPATAN ASLI PROVINSI
Filed: Blog
Advertisement
loading...

z87.MINYAK KAYUPUTIH

MINYAK KAYUPUTIH MENDUDUKI PERINGKAT KEDUA DALAM PENDAPATAN ASLI PROVINSI

Wakii gubernur DIY Sri Paku Alam VIII meresmikan pabrik Sendangmole. Tabung suling berkapasitas masing-masing 2 ton daun. Tungku berbahan bakar serasa h sisa penyulingan Untuk memenuhi kebutuhan itu produsen mencampurkan minyak eukaliptus -asai pohon Eucalyptussp-yangdidatangkan dari Australia dan India. Kadar sineol minyak eukaliptus 70-75% lebih tinggi ketimbang minyak kayuputih yang hanya 60-65%. “Sifat sineol seperti kamfor menimbulkan efek hangat di kulit” kata Dr Anto Rimbawanto peneliti di Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2PBPTH) Depatemen Kehutanan Sleman Yogyakarta.

Namun zat seskuiterpen beraroma khas hanya dipunyai kayuputih sehingga minyak eukaliptus tidak populer. Nun di Kabupaten Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tumbuh lebih dari 4.200 ha kayuputih. Bibit pohon Melaleuca cajuputi yang tumbuh sejak 1959 itu dari Ambon. Luasan sebesar itu—80% total luas hutan di Gunungkidul- menghasilkan 10.000-15.000 ton daun segar per tahun setara 50-150 ton minyak. Sayang kebanyakan tanaman dibiarkan telantar tanpa perawatan memadai. Kurangnya perawatan bukan hanya menyebabkan minimnyadaunyangdihasilkan. Pabrik tua Pabrik pengolahan yang sudah tua turut andil terhadap rendahnya produksi. Salah satu pabrik kayuputih di Gunungkidul PT Sendangmole berkapasitas 25 ton daun per proses didirikan pada 1970. Setelah hampir 40 tahun beroperasi komponen seperti pipa boiler serta tabung suling mulai rusak dan membahayakan karyawan.

Penggantian komponen rusak pun tidak efisien lantaran kerusakan terjadi bergantian antarkomponen. Makanya pada 2009 produksi oleum cajuputi di Gunungkidul hanya mencapai 36 ton. Padahal “Minyak kayuputih menduduki peringkat kedua dalam pendapatan asli provinsi” kata Sri Paku Alam VIII wakil gubernur Yogyakarta. Pada 2009 produksi minyak kayuputih menyumbang pundi-pundi pemerintah provinsi sebesar Rp405-miliar. Potensi minyak kayuputih yang belum tergarap sangat besar. Pemerintah Yogyakarta mengucurkan dana Rp7-miliar untuk pembangunan pabrik baru. Dana itu mewujud menjadi instalasi pengolahan yang sudah disuling dibakar sebagai sumber panas. Setiap proses memerlukan 1-12 ton daun kering.

Dengan masa panen daun 8 bulan pabrik anyar itu diharapkan mampu menghasilkan 38 ton atau setara 34.200 liter minyak kayuputih per tahun. Kalau harga minyak kayuputih di pasaran RplOO.OOO per liter berarti dalam setahun Dinas Kehutanan dan Perkebunan meraup omzet Rp342-miliarhanyadari pabrikSendangmole. Itu belum menghitung produksi 4 pabrik lain di Gelaran di Gunungkidul Sermo di Kulonprogo serta Kediwung dan Dlingo di Bantul. Dibandingkan minyak asiri jenis lain minyak kayuputih harganya paling murah. Meski demikian kayuputih berperan menghijaukan kembali Gunungkidul. Perawatan dan teknologi pemrosesan tepat bisa menghasilkan hasil optimal. Apalagi harga jual minyak kayuputih terus naik. Pada 2007 harga jual di tingkat penyuling Rp95.000-Rp 100.000; 2008 menjadi Rpl 10.000 per kg.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja

Related Post MINYAK KAYUPUTIH MENDUDUKI PERINGKAT KEDUA DALAM PENDAPATAN ASLI PROVINSI

BENIH TANAMAN KULTUR JARINGAN TURUN

PENETAPAN LOKASI GABUNGAN KELOMPOK TANI

Bertanam bawang merah

Mesin Tetas Ayam Yang Super

Si Hitam Sehatkan Jantung