Menu
Dapatkan berbagai benih tanaman unggul stek, cangkok dan biji

RANTAI TATA NIAGA HOLTIKULTURA INDONESIA

Jun
04
2015
by : omtani3. Posted in : Blog

z66.PETANI HOLTIKULTURA

RANTAI TATA NIAGA HORTIKULTURA DI INDONESIA 1. Fungsi Pemasaran Pemasaran dapat didefinisikan sebagai seluruh kegiatan yang mengarahkan arus barang dari produsen ke konsumen. Dengan demikian, di dalam pemasaran tersangkut kegiatan operasi dan transaksi yang terlibat di dalam pergerakan, penyimpanan, processing, dan distribusi barang. Aspek yang unik dari pemasaran hasil hortikultura adalah sifat produk yang mudah rusak dan meruah (voluminuous). Produk yang sudah dipanen sesungguhnya masih hidup, sehingga mutu cepat merosot dan cepat pula membusuk bila tidak ditangani secara benar. Mutu akhir produk yang menentukan nilai ekonomisnya sangat tergantung pada perlakuan-perlakuan pasca panen. Pemasaran dapat menaikkan nilai produk hortikultura melalui pemanfaatan fungsi-fungsi pemasaran, yang dikategorikan sebagai fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi kemudahan.

Fungsi pertukaran adalah semua kegiatan yang terlibat di dalam pemindahan kepemilikan barang dagangan, yaitu pembelian dan penjualan. Pembelian dalam arti luas, termasuk pencarian dan pengumpulan sumber penawaran, yang dapat melibatkan banyak transaksi dan banyak orang. Sementara itu, penjualan dalam arti luas termasuk perdagangan (pengepakan, periklanan, dan promosi), yang juga dapat melibatkan banyak transaksi dan banyak orang. Fungsi fisik mencakup penyimpanan, pengangkutan, dan pengolahan, yang memberikan nilai nyata untuk memperpanjang ketersediaan, pergerakan, dan perubahan bentuk dari produk. Fungsi kemudahan memungkinkan keragaan yang teratur dari fungsi pertukaran dan fungsi fisik. Fungsi ini mencakup pengkelasan (grading), permodalan, penanggungan resiko, dan komunikasi (informasi pasar). Biaya total dari fungsi pemasaran yang dikenal dengan istilah marketing margin dapat jauh melebihi seluruh biaya produksi. 2. Distribusi Pada umumnya, distribusi produk-produk hortikultura berjalan dari produsen ke pemborong, kemudian ke pedagang pengecer, dan akhirnya barulah ke konsumen. Suatu ilustrasi distribusi produk hortikultura dari produsen, pemborong dan pengecer disajikan pada Gambar 11.4. tindakan-tindakan penyimpanan dan pengawetan merupakan upaya untuk menyelaraskan suplai yang tidak merata dengan permintaan yang relatif tetap dan terus-menerus sepanjang tahun. Dengan melakukan penyimpanan dan pengawetan yang baik, maka harga produk akan tetap stabil dan berada pada tingkat yang senantiasa menguntungkan petani. 3. Pedagang pengumpul dan borongan Transaksi yang terjadi di kalangan pedagang pengumpul dan borongan adalah sebagaimana yang dilakukan oleh para tengkulak yang ahli memindahkan produk dari pembeli sekaligus penjual. Mereka mendapat komisi dan disebut pedagang perantara atau makelar bila turut juga menangani produknya, dan disebut calo bila hubungannya dengan produk kurang berlangsung. Selain tengkulak, juga dikenal istilah speculator, yaitu mereka yang ikut berdagang, namun biasanya hanya berusaha mengambil keuntungan dari keadaan fluktuasi harga pasar. Organisasi-organisasi seperti bursa bunga dan pelelangan buah dan sayuran dapat pula terlibat di dalam pengumpulan atau borongan serta melayani penyimpanan dan pengkelasan produk. Keuntungan organisasi ini diperoleh dari biaya sewa dan kemudahan yang mereka sediakan.

header pertanian indonesia

Pengusaha prosesing juga adakalanya melakukan pengumpulan dan borongan dari agen-agen pembelian dan penjualannya sendiri. 4. Pengeceran dan Perdagangan Pedagang eceran atau retailer adalah muara paling akhir dari pendistribusian produk hortikultura, dan merupakan kegiatan operasional yang paling mahal. Biaya pada tingkat ini dapat mencapai hampir setengah dari total biaya pemasaran buah-buahan dan sayuran. Biaya akan semakin membengkak apabila rantai tata niaga yang dilewati oleh suatu komoditas untuk sampai ke tingkat pedagang eceran semakin panjang. Kemajuan pengeceran produk hortikultura di negara-negara maju dan di kota-kota besar di Indonesia adalah dampak dari bermunculannya supermarket yang menawarkan pelayanan self-service. Dengan cara ini penjualan dalam skala besar dapat terlaksana seperti halnya dengan penjualan produk awetan. Selain itu, penjualan dengan sistem ini juga menciptakan cara-cara pengemasan dan pengkelasan yang lebih baik serta meningkatkan standarisasi. 5. Integrasi Saluran tata niaga produk-produk hortikultura dapat diintegrasikan baik secara horizontal maupun secara vertical. Integrasi vertical adalah kombinasi beberapa perusahaan di bawah satu pengelolaan atau manajemen yang mengendalikan dua atau lebih langkah-langkah dalam produksi, penanganan pascapanen, pengolahan, distribusi, dan penjualan komoditas. Sedangkan integrasi horizontal adalah penggabungan beberapa perusahaan yang melakukan fungsi serupa, misalnya koperasi yang menjual sayuran dan buah-buahan dari suatu daerah. Sumber Pustaka : Zulkarnain, Prof. Dr. H., Dasar-Dasar Hortikultura. 2009. Bumi Aksara : Jakarta.

artikel lainnya RANTAI TATA NIAGA HOLTIKULTURA INDONESIA

Sunday 21 June 2015 | Blog

PENGOLAHAN JAMUR TIRAM MENJADI ANEKA OLAHAN Irigasi tetes untuk budidaya pepaya merombak materi dengan bahasa yang…

Sunday 21 February 2016 | Blog

MATERI: 1. Mengenai Etanol dan Kegunaannya 2. Bahan baku, peralatan dan cara proses produksi Bioetanol 3.…

Thursday 6 August 2015 | Blog

BUAH NAGA LOKAL DICARI PASAR Sementara buah naga asal Vietnam seperti yang lihat di gerai Hokky…

Thursday 18 February 2016 | Blog

Eka •cemudian memurnikan hasil sulingan masyarakat Minahasa Selatan hingga diperoleh kadar etanol 99,6%. Menurut perhitungan Eka,…

Rekening Pembayaran


BRI : 051201005742507 An/ : Budi Prihono, S.Sos
MANDIRI : 1380010506520 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BNI : 0282198021 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BCA : 0770538343 An/ : Budi Prihono, S.Sos
Info & Pemesanan : Kayamara Group, Perumnas Jl. Salak 5 No. 125 RT. 001/019, Ngringo, Jaten, Karanganyar 57772. Workshop : Triyagan
02718202839
085727072225
085727072225
marketingkayamara@gmail.com