bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » ATURAN PERTAMINA TENTANG BIOETANOL
Filed: Blog
Advertisement
loading...

X7.ATURAN

ATURAN PERTAMINA TENTANG BIOETANOL

yang memproduksi bioetanol fuel grade boleh mengoplos. Saat ini memang belum ada aturan wajib bagi Pertamina untuk meningkatkan kadar campuran. Pemerintah hanya wajib meningkatkan kadar energi terbarukan dari waktu ke waktu angkanya belum dicantumkan. Namun di undang-undang energi yang baru yang akan dikeluarkan pada 2008 kewajiban. misalnya 1% terhadap seluruh premium. Mutu bioetanol skala kecil-menengah sangat beragam. Bagaimana mekanisme sertifikasi untuk mengontrol kualitas? Banyak lembaga terakreditasi yang bisa member sertifikasi seperti Lemigas Sucofindo. Mudah kok. Pertamina mensyaratkan volume pasokan bioetanol yang besar sehingga produsen kecil tak mampu melayani. Bagaimana idealnya rantai tataniaga? Adanya pengepul memungkinkan. Itu mekanisme rantai tataniaga yang biasa. Industri kecil dapat menjual ke perusahaan perantara atau ke gudang penyimpanan. Kalau yang kecil-kecil menjual ke Pertamina kan repot. Namun bisa juga tangki-tangki bensin mendatangi atau mendekati industri kecL sehingga bioetanol langsung digrojokin ke tangki. Jika volume tangki 8.000 liter langsung saja ! masukkan 800 liter. Sebanyak 800 liter itu kan produksi 4 hari. Proses pencampurannya ketika Kebutuhan energi terus meningkat cadangan minyak bumi kian menipis Beberapa produsen khawatir menjual bioetanol karena cukai yang tinggi. Bagaimana koordinasi antardepartemen? Kalau penjualan bioetanol itu bebas cukai. Seperti Molindo (produsen bioetanol di Malang Jawa Timur red) yang menjual bioetanol ke Pertamina itu bebas cukai kecuali jika bioetanol dijuai untuk nonbahan bakar. Produsen dapat melapor ke Departemen Energi Sumber Daya Mineral untuk mendapatkan izin. Produsen di daerah dapat memperoleh izin di dinas terkait seperti Dinas Perindustrian supaya tidak dianggap liar. Kita kan harus juga melindungi konsumen dan mencegah pengusaha nakal. Jika serius menggalakkan bioetanolpemerintahsecarabertahap meningkatkan kadar campuran bioetanol dalam bahan bakar fosil. Mengapa itu tak dilakukan? Pemerintah mengeluarkan aturan boleh mengoplos baik biodiesel maupun bioetanol sampai 10%. Ketika industri (kecil) di Cicurug Sukabumi mengoplos bioetanol ke dalam premium dan menjualnya ia tak bisa ditangkap. Karena memang dibolehkan kalau sudah mendapatkan izin. Dulu kan ngga boleh. Jadi untuk mengoplos bukan monopoli Pertamina. Petani di Lampung Banten Minyak jarak pagar bahan baku biodiesel J f – :r.l alan. Syaratnya produsen harus menjaga – dan kelangsungan pasokan. Kami akan TTibP^1! t asilitasi agar tercipta mekanisme paling -__ih bagi industri kecil yang memasok -mririna tanpa perantara. Perantara itu kan : :. i Atau bisa juga langsung dikirim ke SPBU tars r.a ‘aringan Pertamina luas. Vungkinkah memberikan subsidi untuk : i_- an bakar nabati seperti yang diberikan kepada ? i* in bakar fosil? > _bsidi sangat bisa. Subsidi bahan bakar yang r – al di APBN itu untuk mengikuti BBM misalnya Lrxi. 7.p6.000 ya dibeli sesuai harga itu tak lebih. Hirga beli Pertamina mengacu harga bahan • ti ir minyak di pasaran internasional? It; bisa sebagai acuan. -emerintah menargetkan penggunaan bahan ? u 11 nabati secara bertahap: 2% pada 2005— xemudian 3% 2011—2015 dan 5% 2016— . I: Melihat perkembangan 2 tahun terakhir – ia ptimis target itu dapat dicapai? Saya optimis. Bisa! Dari waktu ke waktu pasokan :. – sr. Dakar nabati makin besar industri yang dan petani yang menanam komoditas dengan r_ksi tinggi. Apalagi nanti pada 2009 subsidi irr_£ bahan bakar minyak dikurangi sehingga – . – aekati harga pasar. Itu membuat bahan bakar – .:ebih mudah lagi. I engan mengurangi subsidi bahan bakar metki cuma RplOO per liter memadai untuk ngkatkan campuran bioetanol 10% hanya laiim 2 tahun. Bagaimana Anda menilai ide itu? Sava kira bagus sekali. Subsidi dari energi :-r£;ke energi. Sebagian besar bahan baku bioetanol—j agung rerun ubikayu—juga berfungsi sebagai bahan : -; in. Apakah tidak terjadi konflik kepentingan is: ara pangan dan industri bioetanol? >ebetulnya nggak-lah. Misalnya singkong. *_r.c-_nya meningkatkan produktivitas. Dari 10 ton -ct adi minimal 40 ton. Yang 10 ton untuk pakan – ::n untuk industri ampas untuk pakan ternak. – -T. iastri yang terintegrasi dengan bagus. Saya tak i_-a > a::r terjadi konflik antara pangan dan industri -: ;L Contoh kelapasawit produksi 17-juta ton per tk: kebutuhan kita 36 juta liter. Surplus besar ?etiIt Bahwa harga minyak goreng naik bukan —-era konflik bahan bakar nabati dan pangan rrar: Karena distribusi dan tataniaga yang jelek. Saat ini belum ada batasan produksi yang boleh i.; v-por dan harus dialokasikan untuk memenuhi irT-utuhan dalam negeri untuk menstabilkan mereka lari ke luar negeri. Kita tak punya alat untuk membeli prodk bahan bakar nabati dari luar negeri. ‘Eh kalian (para investor/produsen red) wajib memasok kebutuhan.’ Sebagai ketua Tim Nasional Bahan Bakar Nabati apa kendala yang Anda hadapi? Banyak keluhan soal urusan lahan. Banyak perizinan lahan yang tumpang tindih. Banyak izin tahun-tahun lalu tidak dimanfaatkan dan tak bisa dicabut begitu saja. Oleh karena itu bupati sedang menginventarisir lahan yang sudah diberi izin lokasi tetapi belum digarap sehingga nanti dapat dicabut dan diberikan kepada pengusaha yang serius. Pengusaha itu juga dilihat ada ngga riwavat pembalakan liar. Masalah lain infrastruktur. Banyak daerah yang infrastruktumya minim. Peran Anda strategis untuk mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati. Apa upaya Anda? Dalam penyusunan Undang-undang Energi yang baru kami mengusulkan agar pasal dalam menentukan wajib mencampur dengan bahan bakar nabati itu diperjelas. Di Filipina undang-undang bahan bakar nabati menyebutkan “… satu tahun sejak diundangkan maka minimuml% bahan bakar nabati dalam campuran bahan bakar minyak dijuai oleh SPBU-SPBU. Undang-undang kita hanya menyebutkan wajib meningkatkan dari waktu ke waktu. Wajibnya berapa? Sepuluh persen? Atau satu tetes? Indonesia kalau bikin aturan sering nanggung. Harus menuggu juklak juklaknya lama lagi.*** Biji dan buah jarak pagar pasokan energi di dalam negeri. Apakah nantinya J ada regulasi khusus? * Kami mengusulkan 15—20% untuk keperluan q domestik. Tapi itu diperlakukan fleksibel. Kita dapat mencontoh Brazil. Ketika harga bioetanol di pasar internasional lebih tinggi daripada harga bensin ia mengekspor bioetanol besar-besaran. Brazil mengimpor bensin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga dapat surplus devisa. Ketika harga bioetanol lebih rendah ia lebih banyak menggunakan bioetanol dalam negeri. Jadi fleksibel. Di Indonesia banyak investor mengadakan kontrak jangka panjang dengan pasar luar negeri.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags: ,

Related Post ATURAN PERTAMINA TENTANG BIOETANOL

SALAK SLEBOR PONDOH ORGANIK

ASAP DAPAT DIUBAH BENTUKNYA MENJADI CAIR ATAUPUN PADAT

KOTA TUA PENINGGALAN PERANCIS

Buah di Anak Krakatau

Buah Nanas Idaman dari Kota Hujan