Home » Blog » GELIAT ADENIUM DI KOTA LUMPIA
Filed: Blog
Advertisement
loading...

X34.ADENIUM

GELIAT ADENIUM DI KOTA LUMPIA

Pukul 03.00 sore terik motahori mosih menyengat kota Semarang. Tanpa menghiraukan panas 4 pria mondar-mandir di depan 9 arabicum ra chinee pandok (RCN) peserta Semarang Adenium Contest. Usai memeriksa seksama Rusmadi juri kehormatan mengingatkan 3 anggota tim juri. “Hati-hati inilah partai neraka. Kualitas peserta setara abaikan tren juara dan nilailah secara detail” ujar juri asal Kebumen itu. Enam jam berselang tim juri sepakat menobatkan RCN koleksi Buntoro sebagai yang terbaik. J a chinee pandok itu memang luar £  /h:’ biasa. “Ia menang mutlak. Nilai tata ? V letak arah dan proporsi ukurannya tertinggi di antara semua peserta” kata Rusmadi. Tiga juri—Supriyanto Destika Cahyana dan Erlambang Sasongko—pun mengganjarnya dengan nilai 485. Ia menaklukkan 2 saingan terberatnya ra chinee pandok koleksi Hartono Purnomosidi dan saudara selubuknya—juga milik Buntoro. Kedua RCN di pilar nomor 4 dan 9 itu masing-masing mengumpulkan poin 458 dan 4516. Menurut Rusmadi kemenangan itu sangat fenomenal. Musababnya salah satu saingan— penghuni pilar nomor 9 — tampil penuh bunga. “Sekilas banyak orang menduga RCN penuh bunga bakal juara. Di tahapan kelengkapan komponen pohon pun unggul tapi bila diamati seksama keselarasannya kalah jauh” tutur Rusmadi. Supriyanto dan Erlambang menyebut tata letak tanaman di pot dan arah gerak tanaman kurang tepat sehingga RCN itu mesti puas di posisi ke-3. Takluk pada 2 rivalnya—sang jawara dan runner up—yang berlaga tanpa bunga. Arabicum Pertarungan tak kalah seru berlangsung di kelas arabicum besar. Bedanya sejak awal lomba 3 arabicum asal Surabaya tampil mendominasi. Pesona ketiganya memikat pengunjung dan jurnalis dari media cetak dan elektronik yang hadir. Sebut saja arabicum milik Kevin Surabaya yang bertaburan bunga. Kemunculannya seolah mematahkan anggapan arabicum yaman selalu bertarung tanpa bunga di arena lomba. Dua arabicum pesaing—keduanya milik Hartono Purnomosidi asal Surabaya— tampil gagah karena memang dipersiapkan untuk berlaga. Caudek di atas permukaan media terbebas dari cabang yang tak beraturan. Daun yang terlalu besar pun dipangkas. Penampilannya jauh berbedc dengan 5 peserta lain yang tampil seadanya. Dominasi 3 arabicum asal Jawa Timur itu memudahkan tim juri menentukan sang pemenang. Seper:: diduga arabicum koleksi Kevin mendulang poin tertinggi 598. Penghuni pilar nomor 5 itu menaklukkan 2 arabicurr. milik Hartono yang hanya mengumpulkar. nilai 485 dan 446. Di kelas arabicum kecil. pertarungan klasik—antara hasil program kaki dan nonprogram—di berbagai arena kontes kembali terulang. Kali ini. arabicum hasil program kaki milik Hariyanto menang telak dengan nilai 443. Ia meninggalkan sang runner up koleksi Aldika Klaten dengan selisih poin 57. Terbesar Laga adenium bertajuk Semarang Adenium Contest itu diikuti oleh 83 peserta dari Jawa Tengah Jawa Timur dan Bali. Menurut Erlambang Sasongko salah satu juri jumlah peserta yang menembus angka 80 mengukuhkar. kontes itu sebagai yang terbesar di Jawa Tengah. Maklum meski Jawa Tengah dikenal sebagai pelopor berbagai kontes tanaman hias jumlah peserta lomba adenium tak pernah menembus angka 60. Dalam 3 tahun terakhir hingar-bingar kontes adenium di Jawa Tengah tersalip Jawa Timur Jakarta dan Bali yang mampu menyuguhkan 100—250 peserta kontes.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja

Related Post GELIAT ADENIUM DI KOTA LUMPIA

DAUR ULANG INI CARA HIMAWAN ADIYOSO MENGGANTI MINYAK TANAH.

Produsen Arang Kayu Batubara Briket Termurah

SORGUM SALAH SATU BAHAN POTENSIAL UNTUK BIOETANOL

BUDIDAYA BUAH NENAS

Manfaat buah manggis Garcinia