bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » JIKA INGIN MENGHASILKAN BIOETANOL BERKADAR 95%
Filed: Blog
Advertisement
loading...

X12.ketel uap

JIKA INGIN MENGHASILKAN BIOETANOL BERKADAR 95%

Nun di Bekonang Sukoharjo berbekal sebuah mesin warisan turun-temurun Sugianto Sentot mampu menghasilkan 31—40 liter bioetanol dari 200 liter molase dalam waktu 8 jam. Sementara dalam jangka waktu yang sama Solikin pengusaha bioetanol di Trangkil Pati bisa mendulang 65—70 liter bioetanol dari 200 liter molase. Apa yang membuat keduanya menghasilkan jumlah etanol berbeda? Jawabnya: mesin pembuat bioetanol. sedikit dari selang yang terhubung tangki destilator dialirkan ke dalam jerigen plastik. Rangkaian proses itu diulang hingga 3 kali. Pertama menghasilkan kadar etanol 30% kedua 70% dan terakhir 90%. Solikin melakukan proses destilasi sekali lagi. Selain itu ia juga menambahkan soda api pada proses ke-3 dan ke-4. “Gunanya untuk menyerap air” katanya. Menurut Zanuar Subackti perancang mesin dari UMS etanol berkadar 95% dapat langsung dihasilkan dari hasil pendestilasian ke-3 dengan memodifikasi mesin. “Caranya menara destilasi dibuat lebih tinggi” ujar Zanuar. Menara mesin Solikin ditinggikan menjadi 42 m dari semula hanya 15 m. Selain itu ditambahkan ketel uap dan alat pemanas untuk pemurnian. Konsekuensinya biaya pembuatan mesin melambung dari RplO-juta—Rpl5-juta menjadi Rp30-juta per unit Termometer Mesin tradisional milik Sugianto jauh lebih murah hanya Rp5-juta—Rp7-juta per unit. Mesin terdiri dari tungku pemasakan yang di atasnya terdapat 2 drum berkapasitas 200 liter. Drum dipasang agak menyerong bagian yang terdapat lubang tempat memasukkan molase di bagian belakang. Dalam sekali proses drum hanya diisi masing-masing 100 liter. “Tidak boleh terlalu penuh nanti meluap bisa kebakaran” ujar Tarmin operator mesin di tempat Sugianto. Bahan bakar menggunakan serutan kayu. Uap yang dihasilkan dialirkan ke tangki pendingin. Tangki pendingin juga dibuat dari 2 drum berkapasitas 200 liter. Di dalamnya terdapat saluran uap seperti selang yang membentuk lingkaran memutar 13 kali mirip kumparan. Air yang berfungsi sebagai pendingin pun dialirkan dalam drum itu hingga meluap. “Jadi air dalam drum selalu berganti agar tidak terlalu panas” kata Tarmin. Rangkaian proses itu juga dilakukan 3 kali. Hasilnya 40% etanol pada proses pertama 70% kedua dan yang terakhir 85—86%. Rendahnya persentase etanol yang dihasilkan disinyalir bersumber dari suhu destilasi yang tidak Atas: Serutan kayu bahan bakar tungku pemasakan Bawah: Molase bahan bioetanol Mesin buatan UMS hasilkan etanol berkadar 90% Jp^olikin mengandalkan mesin pembuat bioetanol dari tetes tebu buatan Universitas J Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mesin Mmr seharga RplO-juta—Rpl5-juta itu ia peroleh pada 2001. Mesin terdiri dari tangki penampungan molase tangki evaporator tangki pendingin dan tangki destilator. Untuk mendapatkan bioetanol 90% mesin berkapasitas 100 liter molase itu mampu menghasilkan 325—35 liter bioetanol dalam waktu 4 jam. Prinsip kerjanya sama dengan proses destilasi. Ketika kran tangki penampung dibuka molase mengalir ke tangki pemanas alias evaporator yang dipanaskan dengan bahan bakar kayu. Sekali proses dibutuhkan 1 m3 kayu bakar yang dimasukkan ke tungku di bawah evaporator itu. Uap panas yang terbentuk kemudian dialirkan ke tangki destilasi. Selanjutnya uap mengalir ke atas menuju tangki pendingin. Setelah melewati proses pendinginan etanol yang mengalir sedikit demi

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags: ,

Related Post JIKA INGIN MENGHASILKAN BIOETANOL BERKADAR 95%

Keanekaragaman hayati dan pengelompokan makhluk hidup, hubungan antarkomponen ekosistem

SI BELANG TANAMAN YANG LANGKA

TIDAK PUNYA AHLI WARIS GUCI BARU BISA DIBELI

Budidaya Kemangi di Kedung Ombo

DI INDONESIA ANYELIR DAPAT DITANAM SEPANJANG TAHUN