Home » Blog » MATA SIWA PENYAPU POLUTAN
Filed: Blog
Advertisement
loading...

X20.POHON RUDRAKSA

MATA SIWA PENYAPU POLUTAN

 

Kedua mata Prof I Nyoman Kabinawa terpejam. la duduk bersila mengenakan pakaian putih. Bibirnya merapalkan doa. “…Dhimahi dhiyo nah pracodayat.” Pada saat bersamaan jari manis tangan kanannya memutar biji mala seukuran buah kersen hingga 108 kali. Telunjuk dan kelingking terlarang menyentuh mala yang tersusun dari biji buah ganitri. Rangkaian biji ganitri kuatkan doa ke Sang Hyang Widi “Biji-biji ganitri keras dan awet bisa digunakan untuk 8 generasi” kata Komari. Kecuali ukuran setiap biji memiliki jumlah lekukan atau mukhis berbeda. Jumlahnya bervariasi mulai dari 1 hingga 21 mukhis yang memiliki perbedaan arti. Semakin banyak mukhis harganya kian tinggi. Manfaat ganitri bukan sekadar alat “hitung” dalam berdoa laiknya tasbih bagi kaum Muslim atau rosario bagi umat Nasrani. Biji ganitri juga berfungsi menghilangkan stres. Itu dibuktikan oleh Dr Suhas Roy dari BenarasHinduUniversity. Penelitiannya mengungkap utrasum bead— sebutan ganitri di Amerika—biji ganitri mengirimkan sinyal secara beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung. Ia mengatur aktivitas otak yang mengarah pada kesehatan tubuh. Efek itu diperoleh lantaran biji sima— sebutan ganitri di Sulawesi Selatan— memiliki sifat kimia dan fisik berupa induksi listrik kapasitansi listrik pergerakan listrik dan elektromagnetik. Karena itu biji ganitri mempengaruhi sistem otak pusat saat Biji ganitri disusun dalam rangkain mala tftulah ritual Prof I Nyoman Kabinawa 0 dan penganut Hindu lain saat M bermeditasi. Dalam ritual itu ganitri ? elemen penting lantaran mempunyai nilai mitos tinggi. “Sebelum digunakan untuk meditasi ganitri mesti diberi mantra agar memiliki kekuatan” kata Kabinawa periset Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Dengan kekuatan itu doa yang dipanjatkan pun sampai ke Sang Hyang Widi. Rudraksa—sebutan ganitri di India— tanaman setinggi 25—30 m dengan batang tegak dan bulat berwarna cokelat. Sepanjang tepi daunnya bergerigi dan meruncing di bagian ujung. Dalam bahasa India rudraksa berasal dari kata rudra berarti Dewa Siwa dan aksa berarti mata. Sehingga arti keseluruhan: mata Siwa. Sesuai namanya orang Hindu meyakini rudraksa sebagai air mata Dewa yang menitik ke bumi. Tetesan air mata itu tumbuh menjadi pohon rudraksa. Mata Siwa Di Indonesia biji titisan Dewa Siwa itu populer dengan nama ganitri genitri ataujenitri. “Indonesia paling banyak produksinya di dunia” kata Yana Sumarna peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Bogor. Pohon Elaeocarpus ganitrus banyak ditanam di Jawa Tengah Sumatera Kalimantan Bali dan Timor. Indonesia memasok 70% kebutuhan ganitri yang diekspor dalam bentuk butiran biji. Sebanyak 20% pasokan lainnya dari Nepal. Sedangkan India negara paling banyak menggunakan rudaksa hanya memproduksi 5%. Pohon berbuah umur 4 tahun menyebarkan rangsangan bioelektrokimia. Hasilnya otak merasa tenang dan nenghasilkan pikiran positif. Sebetulnya komposisi kimia ganitri :ak beda jauh dengan buah lainnya. Antara ‘iin 50024% karbon 17798% hidrogen !.9461% nitrogen dan 304531% oksigen. 3 eberapa elemen mikro dalam biji tanaman inggota famili Elaeocarpaceae itu adalah i’uminum kalsium klorin tembaga kobalt nikel besi magnesium mangan ian fosfor. Panasea Pembeda ganitri dan buah lain :erungkap melalui riset Institut Teknologi India. Ganitri memiliki nilai spesifik ixavitasi sebesar 12 dengan pH 448. Saat .igunakan untuk berdoa misalnya ganitri nemiliki daya elektromagnetik sebesar I ‘ .000 gauss pada keseimbangan Faraday -asil konduksi elektron alkalin. Gara-iira itulah ganitri dipercaya mengontrol :e*

 

 

 

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja
tags: ,

Related Post MATA SIWA PENYAPU POLUTAN

Meneliti dan Mencermati Dosis Aman Graviola

Indonesia Launching Varietas Unggul Baru Sayuran

KUMPULAN TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN

Jakarta, Inovasi Pertanian Perkotaan Menuju Jakarta Hijau

POTENSI SRAGEN JATENG